NovelToon NovelToon
Kukira Bad Boy Ternyata Sad Boy

Kukira Bad Boy Ternyata Sad Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas dendam pengganti
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: Puput

Untuk mengungkap penyebab adiknya bunuh diri, Vera menyamar menjadi siswi SMA. Dia mendekati pacar adiknya yang seorang bad boy tapi ternyata ada bad boy lain yang juga mengincar adiknya. Siapakah pelakunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Vera tidak pernah menyangka kehidupannya akan kembali bersinggungan dengan Dwiki dan Sagara.

Dia menatap ponselnya, membaca artikel yang ditunjukkan Dwiki. Judulnya begitu mencolok, penuh dengan tuduhan tajam terhadap Sagara dan keluarganya.

"Sagara: Direktur Baru Perusahaan ATKPro yang Dihantui Skandal Keuangan di Yayasan Pendidikan."

Vera menghela napas panjang. Sagara baru menjabat sebagai direktur selama setahun, tapi kini namanya sudah terseret dalam skandal yang dia sendiri mungkin tidak pahami. Benarkah Dwiki hanya ingin mengungkap kebenaran? Atau ada sesuatu yang lebih dari sekadar berita?

Tatapannya kembali ke Dwiki yang duduk di hadapannya, menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Kamu yang menulis artikel ini? Kamu seperti ada dendam pribadi sama Saga. Tuduhan kamu tajam sekali."

Dwiki tersenyum miring, lalu menatapnya lekat. "Tidak ada dendam. Aku hanya mengungkap kebenaran." Dia menghela napas kecil, lalu mengalihkan pembicaraan mereka, "Enam tahun tidak bertemu, kamu banyak berubah."

Vera tersenyum tipis. "Kamu juga banyak berubah."

"Tidak," sahut Dwiki cepat. "Aku masih menunggu kamu. Aku sudah menepati janjiku untuk tidak mencari kamu, tapi ternyata kamu sendiri yang akhirnya kembali ke kota ini."

Vera terdiam sesaat. Dulu, sebelum dia pergi, dia memang meminta Dwiki berjanji untuk tidak mencarinya.

"Hanya sementara," ucap Vera akhirnya. "Setelah masalah ini selesai, aku akan pergi lagi."

Dwiki menatapnya seolah mencoba membaca pikirannya. "Semoga saja kamu dipindah tugaskan di kota ini."

Vera hanya mengangkat bahu, enggan menanggapi lebih jauh. Dia menyandarkan tubuhnya ke sofa, mencoba meredakan ketegangan yang perlahan menyusup ke dalam dadanya. "Sebenarnya aku lelah sekali," gumamnya. "Tapi mau bagaimana lagi? Aku butuh uang. Gajiku lumayan besar. Aku tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa menopang hidupku. Kalau terjadi apa-apa sama aku juga tidak akan ada yang menangisiku."

"Kata siapa? Aku siap menopang hidup kamu dan aku yang akan menangisi kamu jika terjadi apa-apa sama kamu."

Vera tertawa sambil memukul lengan Dwiki. "Dasar, buaya!"

Beberapa saat kemudian, suara ponsel Dwiki berdering. Dengan cepat, dia mengangkat panggilan itu.

"Iya, aku kembali sekarang," ucapnya singkat.

Dwiki berdiri dan bersiap pergi. Namun, sebelum pergi, dia menatap Vera sekali lagi. "Berapa nomor HP kamu?"

Vera tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap Dwiki tanpa ekspresi.

Dwiki tersenyum kecil, lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya. "Oke, kalau kamu tidak mau memberitahu, hubungi aku saja." Ia menyerahkan kartu namanya pada Vera, lalu berbalik dan melangkah pergi.

Vera menatap kartu nama itu lama, "Syukurlah kamu jadi orang benar." Sebuah senyum kecil terbit di sudut bibirnya.

Beberapa saat kemudian ada pesan masuk di ponselnya. Wajah Vera berubah menjadi serius. "Masuk ke ruang kepala sekolah malam ini."

***

Vera menatap jam di pergelangan tangannya dan sudah pukul 11 malam. Langit di luar gelap pekat, hanya ditemani lampu jalan yang berpendar temaram. Sekolah sudah sepi, hanya ada satpam yang berjaga di pos depan, sama seperti tadi siang saat dia keluar.

Dengan hati-hati, dia menyelinap melewati pagar samping yang sudah dia pelajari jalur aksesnya. Malam itu, dia ditugaskan masuk ke ruang kepala sekolah untuk mencari berkas yang tersembunyi. Berkas itu mungkin menjadi kunci untuk mengungkap penggelapan dana yang terjadi di sekolah ini.

Setelah memastikan tak ada yang melihatnya, Vera berjalan cepat melewati koridor sekolah yang terasa dingin. Langkahnya pelan, hampir tanpa suara. Dengan keterampilan yang sudah dilatih selama ini, dia berhasil membuka pintu ruang kepala sekolah menggunakan alat khusus yang selalu dia bawa.

Begitu masuk, dia menyalakan senter kecil, sinarnya menerangi ruangan yang penuh dengan lemari dokumen dan meja kerja yang tampak rapi.

Dia mulai menggeledah. Membuka laci-laci meja dengan hati-hati, mengamati setiap map yang tertata di rak. Sebagian besar hanya laporan biasa, dokumen keuangan tahunan yang tampak bersih dari kejanggalan.

"Tidak mungkin. Pasti ada sesuatu."

Dia berjongkok, membuka laci paling bawah yang terkunci. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya kunci berhasil dibuka. Matanya membelalak saat melihat isinya.

Di dalamnya ada beberapa amplop cokelat tebal dengan segel pemerintahan dan nama perusahaan lain yang turut melakukan donasi, dan juga ATKPro yang seharusnya bertanggung jawab atas dana yayasan. Vera menarik salah satu amplop, membukanya dengan hati-hati, dan mendapati beberapa lembar laporan keuangan yang mencurigakan. Angka-angka di sana tidak sesuai dengan data yang seharusnya.

Sebelum sempat membaca lebih lanjut, suara langkah kaki terdengar dari luar ruangan. Jantung Vera berdegup kencang. Seseorang mendekat.

Dengan cepat, dia mematikan senter dan merapat ke sudut ruangan. Pintu mulai terbuka perlahan.

"Siapa yang datang malam-malam begini?" pikirnya panik.

Tangannya menggenggam amplop-amplop itu erat dan bersiap melarikan diri jika keadaan semakin gawat.

Vera menahan napas saat pria itu masuk ke dalam ruangan kepala sekolah. Langkahnya pelan, nyaris tanpa suara, tapi ketegangan yang dia rasakan begitu nyata. Dalam cahaya redup senter yang dipegang pria itu, Vera bisa melihat sekilas wajahnya. "Siapa dia?"

Jantung Vera berdetak cepat saat melihat pria itu mulai membuka laci-laci meja kepala sekolah, sama seperti yang dia lakukan beberapa saat lalu. Namun, berbeda dengannya yang sudah lebih dulu menemukan dokumen penting, pria itu tampak frustrasi.

Apa dia mencari hal yang sama?

Vera semakin menekan tubuhnya ke dinding, berharap bayangannya menyatu dengan kegelapan. Namun, harapannya buyar saat senter pria itu bergerak, mengarah ke sudut tempatnya bersembunyi.

Cahaya terang menyorot wajahnya dan mata mereka bertemu.

Vera langsung melebarkan matanya dan tanpa pikir panjang, dia berbalik dan melesat keluar dari ruangan itu secepat mungkin. Dokumen yang dia dapatkan tergenggam erat di tangannya.

"Hei, tunggu!"

1
Uviek Ku
kapan Thor update lagi😥slalu menunggu 🤗😘🥰😍🌹❤️
Ayu Ning Ora Caantiikk
q lbih cocok kmu ma saga vera
Azizah az
ngajak nikah kek ngajak beli cilok 😂
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Bener, De, wlau bukan segala ny juga 🤭🤭🤭
Azizah az: kekuatan uang emang luarbiasa y kk
total 3 replies
Azizah az
di ajakin nikah tuh
Uviek Ku
waaah ternyata ad oknum dari pihak berwajib ingin menjatuhkan Vera, sepertinya terlibat dengan kepala sekolah yg korupsi 😠

Ayooo semangat Dwiki cari dalangnya😥
jaran goyang
💪💪💪💪💪💪𝙫𝙚𝙧𝙖
mbok Darmi
semangat vera jadi Intel tidak hrs lewat jalur institusi semoga semangat dan niat baik mu tetap menjadi semangat mu membongkar kebusukan dan kelicikan orang2 tertentu yg memanfaatkan jabatannya
jaran goyang
𝙢𝙢𝙢𝙢 𝙢𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙧𝙪
Uviek Ku
semoga Dwiki cepat mencegah pergerakan Aldi, Jagan sampai persahabatan ny sama Vera dan Sagara hancur 😭 please Thor jgn buat mereka hancur gara" tindak. org lain lg😭
Azizah az
sebenarnya ada ada niat apa Dwiki Setega itu dg temannya sendiri
riskawati ika
kok gak ada lnjut n ya
mbok Darmi
dwiki ceroboh persahabatan kalian akan hancur karena ambisi temanmu musuh dalam selimut, akhir nya kalian bertiga ajan saking tuduh dan imbasnya vera yg akan terkena dampak nya, Sagara orang kaya bisa menyewa pengacara tapi vera hanya hidup sendiri kalian bantu pun ngga bakalan mau itu sdh prinsip hidup vera
Ayu Ning Ora Caantiikk
selain jurnalis kelihtannya dwiki juga gk mau klau saga dama vera
jaran goyang
𝙘𝙞𝙚𝙚𝙚𝙚𝙚𝙚 𝙨𝙠 𝙩𝙖𝙝😃
Giandra
tinggal bilang Saga i♥️u
Uviek Ku
Thor q sdh kasih like, vote, mawar, please crazy update nya🙏🙏🙏😍😊😍🥰🤩😘🤗
jaran goyang
😃😃😃😃😃😃
M Nurhalimah
kira kira apa ya yg di tatap sama vera aq gak ngerti kan di hadapan nya kaki sagara yg lagi duduk🤔🤔🤔😁😁😁
Azizah az: jadi traveling nih otak 😂
total 1 replies
mery harwati
Melihat, mengamati & menikmati apa diantara kaki Sagara kamu Vera? 🤣
M Nurhalimah
pasti saga itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!