Carabella Anisha ( berparas cantik,suci dan murni) itulah arti dari nama gadis cantik yang memiliki paras sesuai dengan namanya, itulah alasan sang ibu memberinya nama itu,tapi sayang,jalan hidupnya tak seindah mamanya.
Tinggal di tempat yang terkenal dengan rumah nya para wanita malam, membuatnya menjadi remaja yang pendiam, tertutup juga introvert.
Anak pelacur...julukan itu yang selalu ia terima bahkan sejak ia masih duduk di sekolah dasar, untung ia pintar sehingga dengan mudah bisa mengenyam pendidikan di sekolah elite dan bergengsi.
" Sha... baik-baik saja bunda,mi..kalian tidak perlu khawatir, mereka hanya tidak mau berteman tapi tidak melukai sha,dan sha masih punya sahabat baik " itulah kata-kata yang paling sering ia ucapkan pada dua wanita hebat nya.
lalu bagaimana kah kehidupan nya saat ia terlibat masalah dengan seniornya yang terkenal dingin tak tersentuh.
kaivan ivander( lelaki tampan dan terbaik) persis seperti rupanya,namanya seakan menggambarkan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
Waktu berlalu begitu cepat,saat ini Ara dan para sahabatnya sedang mengikuti ujian semester ganjil, seperti biasanya,ujian akan berlangsung selama lima hari,dan akan berakhir dengan ujian praktek untuk mapel pendidikan jasmani dan olahraga.
Hari ini adalah hari terakhir,Ara beserta para sahabatnya dan teman-teman sekelasnya yang lain tengah mempersiapkan diri berganti pakaian di ruang ganti,hari ini mereka akan mengambil nilai untuk praktek olahraga renang, sekolah elite itu memiliki fasilitas yang lengkap.
Terlihat para siswa laki-laki sudah siap dengan outfit mereka masing-masing,pakaian yang sesuai untuk olahraga renang, begitupun dengan siswi perempuan,saat praktek renang mereka tidak mungkin menggunakan seragam olahraga.
Beberapa kali Ara menarik rok nya,ia merasa sangat risih dengan rok mini yang bahkan tidak menutupi seluruh pahanya,hal itu membuat para sahabatnya menertawakan nya, sedangkan yang lain terlihat begitu santai dengan pakaian renang yang lebih minim, bahkan terlihat begitu seksi,termasuk tiga sahabat wanitanya,berbeda dengan Juno yang memilih memakai boxer, walaupun ia gemulai tapi belum sampai menggunakan pakaian wanita, kecuali saat gilanya kambuh.
" Lo kenapa sih dari tadi kayak risih banget gitu? Santai aja kali" tegur Balqis .
" Aku ga terbiasa pakai kayak beginian,sependek ini di depan umum gini" Ara memberitahukan alasan nya.
" Santai aja kali ay..,Lo itu cantik banget tau ngak,seksi juga,ga nyangka gue di balik seragam Lo yang longgar itu, tersembunyi sesuatu yang indah gini" goda Juno.
Ara menatap horor wajah Juno yang tertawa kecil, sedangkan tiga sahabatnya yang lain ikutan tertawa,para teman sekelasnya yang lain sejak tadi banyak yang mencuri pandang, mungkin mereka juga tak menyangka kalau Ara memiliki tubuh seindah itu.
Berbeda dengan seseorang yang diminta oleh guru olahraga mereka untuk membantu mengambil nilai, ia mengepalkan tangannya saat melihat Ara memasuki area kolam renang dan melepaskan jubahnya, gigi-giginya gemerutuk menahan panas dalam hati nya.
" Pakai ini,belum waktunya Lo renang"kedatangan seseorang yang menghampiri nya tentu membuat Ara terkejut,bahkan para sahabatnya mengaga menatap tak percaya wajah tampan senior galak mereka.
Kai melemparkan sebuah jubah mandi pada Ara, kemungkinan besar adalah miliknya.
Ara tak membantah,dengan patuh ia memakai jubah itu yang membuat tubuhnya terlihat tenggelam dengan panjang dan besarnya,para sahabatnya tersenyum simpul saat menatap wajah malu Ara" thanks kak" dengan tulus Ara mengucapkan terimakasih.
Kai tak menjawab,ia melangkah meninggalkan Ara and the Genk,menuju kursi santai ,ada beberapa temannya disana,termasuk Cantika and the Genk,Erik dan Leon juga ada.
" Gila bro..ga nyangka gue junior baru itu ternyata semenarik itu,sumpah seksi banget" Erik berdecak kagum.
" Suara desahan nya pasti syahdu banget itu,ah ah ah...sumpah penasaran banget gue" leon tak kalah heboh.
" Sekali lagi gue dengar Lo pada ngomong aneh-aneh tentang dia gue sendiri yang bakal habisi nyawa Lo berdua" geram kai terlihat begitu serius.
" Lo serius kai suka sama dia? " Leon seakan tak percaya dengan sahabat nya yang satu itu.
" Menurut Lo?" kai menanggapi dengan pertanyaan,bukan jawaban.
" CK..di tanya malah main tebakan" sebal Leon.
" Lo aja bego,udah terang-terangan gitu masih juga Lo nanya, ya kali dia ga tertarik kalau sampe nyamperin kayak tadi" Erik berdecak geram dengan minim nya sinyal Leon.
" Ya kan kali aja iseng doang"
" Lo tau Persis lah gimana selera pak ketua kita, yang cantik nya tersembunyi,mata pak ketua itu ga mungkin salah" puji Erik.
Leon ikut mengaguk setuju dengan apa yang Erik katakan tentang kai,kai itu memiliki selera yang cukup tinggi dan tidak akan pernah merendahkan kriterianya.
Sedangkan tak jauh dari mereka,Cantika mengumpat kesal,ia menatap penuh benci ke arah Ara dan para sahabatnya yang terlihat asyik bercanda dan tertawa ria.
' Gue pastikan Lo akan meninggalkan kota ini,kalian ga akan pernah ketemu lagi,dari awal kaivan milik gue dan cuma milik gue,anak jalang kayak Lo ga akan pantas berdampingan dengan keluarga terhormat seperti keluarga Ivander ' batin Cantika mengutuk benci pada Ara.
" Udah deh Tika,di bawa santai aja,gue yakin Kai itu cuma sekedar tertarik karena penasaran doang,kalau udah tau siapa dia juga kai bakal mundur teratur,mana mungkin dia mau mengorbankan harga diri keluarga nya demi anak jalang yang bahkan ga ada apa-apanya gitu di banding dengan Lo" putri salah satu sahabat Cantika mencoba menenangkan kemarahan gadis cantik itu.
Satu demi satu para siswa mulai melakukan praktek renang, hingga giliran Ara tiba,gadis cantik itu tidak bisa berenang,dan ia sudah berkata jujur pada sang guru,namun sang guru mengatakan demi sportivitas Ara harus tetap berusaha dan akan ada yang memandu.
" Erik kamu bisa tolong bantu Carabella ya,dia tidak bisa berenang,saya butuh dokumentasi" perintah sang guru olahraga.
" Ba-" baru saja Erik akan menjawab dengan semangat,suara kai lebih dulu mengintruksi hingga membuat Erik terdiam dengan senyuman kikuk.
" Biar saya saja pak,kaki Erik sedang kram" dalih kai cepat.
" Oh silahkan Kaivan,saya kira kamu tidak akan bersedia"
Kai tak menjawab, ia melangkah mendekati Ara yang masih membalut tubuhnya dengan jubah pemberian kai tadi.
Brum...kai melompat dengan indahnya ke dalam kolam renang,ia menimbulkan dirinya dan berdiri di tepian kolam,menatap Ara yang terlihat begitu ragu.
" Ayo..ada aku" kai mengulurkan tangannya untuk Ara,meminta agar Ara segera turun ke kolam renang.
Meskipun ragu Ara mengaguk,ia melepaskan jubah milik kai dan meletakkan nya di atas kursi santai, dengan perlahan ia mulai mendekati kolam renang dan menuruni tangga yang terdapat di kolam renang.
Kai dengan sigap memegang tangan Ara,dan langsung merengkuh pinggang ramping nya saat melihat wajah ketakutan Ara,ia tersenyum saat melihat Ara memejamkan matanya,mereka saling berhadapan.
Kai mulai menuntun Ara mengajarkan nya berenang, layaknya seorang pelatih renang,tubuh indah Ara begitu ia puja,ia bahkan tak sekalipun mengalihkan pandangannya dari Ara,membuat Ara merasa sangat malu.
" Ini pertama dan terakhir aku lihat kamu pakai pakaian se terbuka ini di depan umum, kedepannya akan aku robek pakaian mu jika sampai kamu memakai pakaian se minim ini lagi" bisik kai tegas di telinga Ara.
Ara diam tanpa ber ekspresi apapun,ia masih merasa bingung,mengapa kai begitu suka mengaturnya, mereka tidak memiliki hubungan yang mengikat, walaupun semua yang kai katakan itu adalah sebuah kebaikan,hanya Ara merasa heran saja.
" Kamu dengar apa yang baru saja aku bilang?"
Ara mengaguk cepat" i-ya kak" dengan cepat Ara menjawab.
praktek renang akhirnya selesai dengan sangat baik dan sukses,Ara lumayan cukup cepat paham saat kai mengajari nya, walaupun ia belum bisa tapi Ara bisa menjawab pertanyaan seputaran olahraga renang,dan itu berkat kai.
Ujian berakhir, mereka hanya tinggal menunggu waktu mengambil laporan hasil ujian mereka dan menikmati masa liburan yang hanya berkisar sekitar sepuluh hari.