NovelToon NovelToon
Single Mom

Single Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Single Mom / Identitas Tersembunyi / Dendam Kesumat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:69.6k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Saat keadilan sudah tumpul, saat hukum tak lagi mampu bekerja, maka dia akan menciptakan keadilannya sendiri.

Dikhianati, diusir dari rumah sendiri, hidupnya yang berat bertambah berat ketika ujian menimpa anak semata wayangnya.

Viona mencari keadilan, tapi hukum tak mampu berbicara. Ia diam seribu bahasa, menutup mata dan telinga rapat-rapat.

Viona tak memerlukan mereka untuk menghukum orang-orang jahat. Dia menghukum dengan caranya sendiri.

Bagaimana kisah balas dendam Viona, seorang ibu tunggal yang memiliki identitas tersembunyi itu?

Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1

Kerasnya kehidupan kota, tidak membuatnya menyerah begitu saja. Pahit ditelannya seorang diri, demi memberikan kehidupan manis untuk si buah hati. Pekerjaan kasar pun ia lakukan untuk mencukupi kebutuhan anak semata wayangnya itu.

Dia Viona, seorang ibu tunggal yang berjuang melawan kerasnya kehidupan. Tak kenal lelah, tak kenal waktu dia bekerja demi mempertahankan senyum Merlia--anak semata wayangnya.

****

"Viona! Tolong, bersihkan toilet guru terlebih dahulu, ya! Biar Merlia yang membersihkan toilet anak-anak, akan ada kunjungan hari ini," titah kepala sekolah SMA Guna Bhakti kepada Viona saat hendak membersihkan toilet bersama anaknya.

Viona mengangguk tanpa banyak bicara, ia mendatangi sang putri yang turut bekerja membantunya di sekolah tersebut. Merlia harus melakukan itu agar tetap bisa bersekolah.

"Lia, Ibu harus membersihkan toilet guru. Jika sudah selesai sebaiknya kau segera pergi menuju kelas. Tak perlu menunggu Ibu," pamit Viona sembari mengusap kepala putrinya.

Entah mengapa, ia merasa berat membiarkan Merlia bekerja sendirian. Padahal, mereka berada di tempat yang sama.

"Baik, Bu. Ibu tidak perlu khawatir," katanya sambil tersenyum manis. Senyum yang selama ini hanya dia tunjukkan kepada sang ibu.

"Berhati-hatilah! Jika sesuatu terjadi kau harus berteriak atau berlari mendatangi Ibu. Kau mengerti?" ingat Viona sembari menggenggam tangan putrinya.

Merlia menganggukkan kepala pasti, mereka berpisah. Keadaan sekolah masih sepi, belum banyak siswa yang datang. Hal itu dilakukan oleh ibu dan anak setiap hari. Datang lebih awal untuk membersihkan lingkungan sekolah.

Merlia menoleh ke belakang, ia merasa beberapa pasang mata sedang mengawasi. Tak ada siapapun yang terlihat.

"Mungkin hanya perasaanku saja. Sudahlah, sebaiknya aku segera bekerja," katanya seraya berjalan menuju lorong kamar mandi siswa untuk dibersihkan.

Sekali lagi, Merlia merasakan kehadiran beberapa orang. Ia menghentikan langkah, menoleh ke belakang. Tetap sepi, tak ada siapapun di sana karena belum ada siswa yang datang.

Merlia menghela napas, melanjutkan langkah menuju gudang penyimpanan alat-alat kebersihan. Ia menggantung tas di sana, mengambil alat pel dan ember, kemudian pergi menuju toilet.

"Tidak boleh mengeluh, aku harus semangat!" katanya menyemangati diri sendiri.

Ia tersenyum saat bayangan kerja keras Viona melintas dalam ingatan. Tak hanya membersihkan kamar mandi, Merlia pun menyapu halaman sekolah.

"Merlia!" panggil seseorang dari teras kelas saat melihat Merlia sedang membersihkan bagian depan toilet.

Gadis itu tersenyum, melambaikan tangan saja. Kemudian buru-buru melanjutkan pekerjaan untuk menemui temannya itu. Hanya gadis itu yang berteman dengannya, sedangkan yang lain merasa jijik harus berada dekat dengan petugas kebersihan sekolah seperti Merlia.

"Desi! Kenapa kau kemari? Aku belum menyelesaikan pekerjaanku," tanya Merlia mendatangi Desi setelah membersihkan toilet. Dengan membawa sapu lidi di tangan, ia akan menyapu halaman sekolah.

"Hari ini, aku mau izin. Ada keperluan bersama orang tuaku di luar kota. Jadi, aku tidak sekolah. Kau jangan dekat-dekat dengan mereka! Apapun yang mereka katakan, kau sebaiknya menghindar. Aku hanya ingin mengatakan ini kepadamu. Kau harus berhati-hati, Merlia," ucap Desi sedikit berbisik di telinga Merlia.

Gadis berkulit sawo matang itu tertegun. Selama ini dia selalu ingin bergabung dengan kelompok populer di sekolah agar bisa mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Namun, tak pernah ada respon dari ketua gang tersebut. Merlia selalu dijadikan kacung oleh mereka sebagai syarat untuk bergabung.

Melakukan banyak pekerjaan, tapi terkadang Desi datang dan membawa Merlia pergi menjauh dari mereka.

"Mereka?" Dahi Merlia mengernyit, menatap bingung pada Desi.

"Iya, mereka!" Desi menegaskan, raut wajahnya tidak main-main. Serius dan ada sesuatu yang besar tersembunyi di sana.

"Baiklah, kali ini aku akan mendengar mu," ucap Merlia, keduanya duduk di bangku taman sekolah sebelum lanjut melakukan pekerjaan.

Desi berpamitan kepadanya saat melihat dua sosok paruh baya dengan penampilan berkelas keluar dari ruang kepala sekolah. Ia berlari sambil melambaikan tangan pada Merlia. Memperingati gadis itu sekali lagi dengan sebuah isyarat agar menjauh.

Merlia berdiri turut melambai, sambil tersenyum ia mengangguk kecil. Lalu, melanjutkan pekerjaannya menyapu halaman sekolah. Keadaan kembali hening, pukul enam tiga puluh pagi. Bunyi gerbang dibuka terdengar sampai ke tempatnya.

Merlia mengangkat wajah, menatap lorong kelas yang kosong. Suasana pagi itu terasa berbeda, padahal hal tersebut sudah biasa bagi dirinya. Ia melilau ke segala arah, tak ada siapapun. Di mana ibunya?

"Ibu!" Merlia membuang sapu dan berlari mencari ibunya ke gedung lain. Gedung khusus untuk para guru yang dipisahkan aula pertemuan.

Merlia berlari melewati lorong panjang kelas-kelas yang berderet. Entah mengapa hari itu semua siswa datang terlambat. Tak satu pun yang datang pagi sehingga sekolah menjadi menyeramkan. Ada ketakutan yang memenuhi ruang hatinya, Merlia berkali-kali menatap ke belakang seolah-olah sedang dikejar beberapa orang.

"Merlia!"

Sebuah panggilan cukup keras menghentak tubuh Merlia. Sontak langkahnya terhenti, ia membeku di tengah-tengah lorong yang panjang nan sepi itu. Desiran angin terasa seperti rayuan maut sang pencabut nyawa. Tirai-tirai kelas yang berterbangan, selayaknya kain yang akan membungkus tubuhnya.

"Ibu!" Suara Merlia bergetar, terlebih saat perlahan-lahan muncul beberapa bayangan dari balik dinding di ujung lorong. Kakinya gemetar, seluruh tubuhnya tak dapat digerakkan.

"Tidak! Aku tidak ingin ikut dengan kalian!" lirih Merlia seraya mencoba menggerakkan kedua kaki untuk mundur ke belakang.

Tangannya meraba-raba mencari pegangan, matanya tak berkedip mengawasi sosok-sosok yang muncul dengan wajah menyeramkan itu.

"Tidak!" Merlia menggelengkan kepala, terus mencoba untuk pergi menghindari mereka.

Ia berbalik dan mengayuh kaki dengan cepat, tapi ketakutan membuatnya lemah. Sesuatu mencengkeram pergelangan tangan Merlia, membuatnya tak dapat berkutik. Ia dibanting cukup keras hingga kepalanya membentur lantai.

"Argh!" Merlia menjerit memegangi kepalanya yang berdenyut.

Samar ia melihat sosok itu menyeringai dengan kejam. Tangannya yang panjang dengan kuku-kuku yang mencuat tajam. Merlia menggeleng, menangis tanpa suara.

Namun, tangan panjang itu menarik kerah bajunya, menyeretnya di sepanjang lorong dan membanting tubuh Merlia di dalam sebuah bangunan terbengkalai.

"Argh! Di mana ini?" Merlia membuka mata, menatap sekitar. Tak ada siapapun di sana selain dirinya sendiri.

"Hei!" Ia berteriak, berdiri tertatih mencoba meraih pintu.

"Buka!" Merlia berteriak sembari menggerakkan gagang pintu yang terkunci.

"Buka! Siapapun di sana, kumohon buka pintunya!" Teriakan Merlia menggema di kesunyian.

Brak!

Ia tersentak saat sebuah suara keras terdengar dari belakang tubuh. Merlia berbalik, lagi-lagi tidak ada apapun di sana. Ia kembali kepada pintu, mencoba membukanya.

"Ibu! Tolong Lia, Ibu! Ibu!" Merlia memanggil-manggil ibunya, tapi tak ada sahutan.

Entah di mana dia berada saat ini, ia sendiri tidak tahu.

"IBU!"

Apa yang terjadi pada Merlia?

****

Selamat datang di novel terbaruku, selamat membaca.

1
Was pray
merlia tlitisan ,sok penasaran,kurang sopan menelisik isi mobil ibunya, abak agen vi tapi goblok bin tolol
kaylla salsabella
wah kira" siapa yang datang
halu halu viu
tunjukan dirimu Merlia
apa yg mau kamu lakukan dengan botol kecil itu

selalu penasaran dengan lanjutan episode nya thor 🤭👍
Nanin Rahayu
lanjut 🥰😍😍
Liana CyNx Lutfi
viona pnya rencana mkny dia dngn suka rela menyerahkn diri
sasa adzka
lanjut thorrr... semangat up nya 🥰🥰🥰
Tiara Bella
semangat Thor.....lanjut
VYRDAWZAmut
njuttt thorr
kaylla salsabella
siapa lagi
Liana CyNx Lutfi
viona sdh muak dngn kelakuan ladusing buncit slama ini sdh cukup bersabar tp mereka mlah ngelunjak..minta bantuan ke markas pasti yg dtang iku sigafin dan situa bangka ,gafin kyky menyandra merlia gafin merlia iku skrang sdh pinter dia sngaja dtng krn ingin membntu ibunya jngn pede drimu gafin klo gk ingin penyok iku kepala
ria sufi
lanjutkan
kriwil
udah seru ceritanya cuma sayang cuma sekali update
Nanin Rahayu
nunggunya sehari bacanya semenit ga ada🤭
sasa adzka
pasti yg d tong senjata sama Gavin itu merlia... karena merlia mau nyebar virus ke Feni.. kali ya kan Thor😅😅
Tiara Bella
siapa ya yg nodongin senjata sm viona
Khusnul Khotimah
jg jadi sok tahu dan malah membahayakan orang lain yg benar dan menguntungkan orang orang jahat itu,,
Aisy Hilyah: iya bener ih
total 1 replies
Dian Susantie
wah... wah.. wah... Merlia.... jgn sembarangan pake sesuatu yg km ga tau...!! apa mau ke tempat si Kendi ya...?? emang ayah lucknut.. hrs dibasmi nya Mer..!! 🤪🤪🤪
Aisy Hilyah: hahah iya bener banget
total 1 replies
Liana CyNx Lutfi
merlia mau blas dendam mnkinkah merlia mau menemui ayah atau ibu tirinya? ,hati2 merlia muda2hn suksess
Aisy Hilyah: terimakasih pasti dia hati-hati
total 1 replies
ria sufi
lanjutkan
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
halu halu viu
kira" apa yg ada di dalam otak kecil Merlia 🤔
Aisy Hilyah: hayooo apa hayooo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!