NovelToon NovelToon
Galaxio

Galaxio

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Itachi Wife

Ganteng ✔️
Kaya Raya ✔️
Pintar ✔️
Jago Olahraga ✔️
Jago Bela Diri ✔️
Orangtua Cakep ✔️
Kesayangan Semua Orang ✔️

Fajarendra Galaxio Nayanka, putra sulung dari pengusaha kaya raya, Aksara Langit Nalendra, dan mantan model terkenal, Wulandari Camelia Yovanka. Lahir & tumbuh dikeluarga konglomerat dengan segala kelimpahan harta & kasih sayang dari semua orang, membuat lelaki yg akrab disapa Galaxio itu merasa kehidupannya sudah sangat sempurna.

Namun siapa yg mengira bahwa semua sketsa-sketsa indah yg sudah ia rancang untuk masa depannya, harus hancur dalam sekejap. Dan yg lebih parahnya lagi, yang menjadi penyebab dari kehancuran itu adalah satu-satunya wanita yg berhasil menarik perhatiannya, bahkan menumbuhkan cinta dalam hatinya. Wanita yg ia kira akan menemaninya membangun kisah cinta romantis, justru memberinya luka yg amat tragis. Akankah kisah Galaxio berakhir bahagia seperti kisah orangtuanya dulu? Atau justru berujung pilu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itachi Wife, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Saat ini mereka semua tengah berada di mansion Fajar. "Jadi, gimana ceritanya lo bisa selamat dari kecelakaan itu? Mami gimana?" tanya Arnav. "Sebenarnya,,, gua sama Mami gak pernah terlibat kecelakaan" ujar Gala membuat semuanya terdiam. "Maksud lo? Jelas-jelas gua liat pake mata kepala gua sendiri di TKP itu ada mobil lo. Di jurang dan kondisinya udah parah banget" ujar Arnav. "Itu emang mobil gua, tapi gua sama Mami gak ada di mobil itu saat kecelakaan terjadi" ujar Gala. "Wait, gimana bisa? Yakali mobil lo jalan sendiri" ujar Skylar. "Ya makanya kalian diam dulu, biarin Gala cerita lengkap-lengkap. Gimana dia mau cerita kalo kalian potong mulu" ujar Angkasa yang dibalas cengengesan oleh kedua lelaki itu.

"Sebelumnya gua mau nanya ke kalian semua" ujar Gala menatap satu persatu sekelilingnya. "Kalian,,, percaya keajaiban gak sih?" tanya Gala membuat yang lain sempat terdiam sejenak. "Gua pribadi,,, percaya gak percaya sih. Di bilang percaya, itu kayak diluar nalar dan logika gua sendiri. Tapi kalo gua bilang gak percaya, buktinya di belahan dunia lain, ada kok keajaiban yang emang benar-benar terjadi" ujar Angkasa. "Samain aja deh jawabannya" ujar Skylar menyengir. "Huft,,, gua nyaksiin keajaiban itu sendiri" ujar Gala menunduk. "Hubungan keajaiban sama kecelakaan waktu itu apa?" tanya Luna membuat Gala menoleh dan tersenyum kecil. "Kalo gak ada keajaiban itu, kecelakaan itu gak akan pernah terjadi" ujar Gala membuat semuanya semakin bingung.

Ditengah keheningan itu, tiba-tiba terdengar derap langkah yang mendekat, membuat semuanya menoleh dan terkejut seketika. Mereka bahkan sampai mengucek mata beberapa kali. "Siapa pun tolong cubit gua, ini gua halusinasi atau gimana" ujar Skylar. Bagaimana tidak, jika biasanya mereka hanya melihat sosok itu di foto, lain halnya dengan saat ini. Mereka benar-benar melihat sosok itu kini berdiri di depan mereka. Lelaki tampan, berwibawa, berwajah bak dewa yunani dengan garis rahang yang tegas. "Om, bisa gak sih gak ngagetin teman-temanku" ujar Gala bangkit dan mendekati lelaki itu. "Mami kamu ngechat-in kamu dari tadi gak dibalas-balas. Bikin dia khawatir aja tau gak" ujar lelaki itu. "Eh, iyakah? Bentar Gala cek dulu" ujar Gala mengeluarkan ponselnya.

"Oh iya, Gala lupa kalo Hp Gala masih mode silent" ujar Gala menyengir. "Kebiasaan banget. Tadi kamu pamit ke Mami kan cuma ke sekolah bentar, tapi sampe sekarang malah gak ngasih kabar. Kamu mau bikin Mami kamu kepikiran atau mau bikin Om diomelin sama Mamimu hmm?" ujar lelaki itu mengacak-acak rambut Gala. "Hahaha, gapapalah. Seru tau liat Om dimarahin Mami. Kayak kucing yang diomelin majikannya" ujar Gala tertawa. "Dasar,,, gak anak gak Maminya, sama-sama ngeselin" ujar lelaki itu. "Sama-sama ngeselin atau sama-sama ngangenin?" tanya Gala menaik-turunkan alisnya. "Ekhm,,, di sini masih ada orang loh Gal" sahut Skylar membuat Gala dan lelaki itu menoleh. "Astaga gua sampe lupa. Sorry,,, sorry..." ujar Gala. "Oke guys, jadi,,, ini yang gua bilang keajaiban tadi" ujar Gala.

"Oke, sekarang gua percaya sama keajaiban" ujar Arnav. "Tapi,,, ini beneran Om Fajar?" tanya Luna membuat lelaki itu menoleh dan tersenyum. "Pinter ya kamu cari cewek, dia persis Mamimu saat masih muda dulu" ujar Fajar. "Om, perkenalan dulu gih" ujar Gala. "Masih harus perkenalan ya? Om rasa teman-teman kamu juga pasti udah tau kan Om siapa" ujar Fajar terkekeh. "Iya sih" gumam Gala. "Sorry nih Om. Tapi,,, bukannya Om udah,,," "Meninggal?" potong Fajar yang dibalas cengiran kecil oleh Skylar. "Kamu aja yang cerita ya, Om harus pergi dulu. Ada urusan soalnya" ujar Fajar yang diangguki oleh Gala. "Oh iya Gala..." ujar Fajar kembali berbalik. "Jangan kasih tau lokasi Mami kamu ke siapapun dulu, apalagi Papi kamu. Paham" ujar Fajar. "Iya Om. Om tenang aja, Gala gak akan kasih tau siapapun dimana keberadaan Mami kok" ujar Gala.

"Good boy, kalo gitu Om pergi dulu. Kamu nanti kalo lapar, delivery aja ya. Uang pegangan sama blackcard-nya udah Om kasih kan" ujar Fajar yang diangguki oleh Gala. "Hati-hati ya Om" ujar Gala yang dibalas senyum kecil dari Fajar. Lelaki itu sempat terdiam dan mengusap pipi Gala sejenak. "Meskipun Gala mewarisi gen fisik Langit, tapi sifatnya persis seperti Princess. Andai semua itu gak terjadi,,, apa mungkin Gala akan jadi anak gua sekarang dan bukan anak lo Lang" ujar Fajar dalam hati. Setelahnya lelaki itu pun segera beranjak pergi, meninggalkan keenam remaja itu. Fajar hanya mengenakan pakaian kasual, dilengkapi topi, masker dan kacamata hitam. "So,,, gimana ceritanya?" tanya Arnav selepas kepergian Fajar. "Hufttt, jadi gini..." ujar Gala mulai menceritakan.

#Flashback On

Gala melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tak dapat berpikir dengan jernih sekarang. Semuanya terasa begitu campur aduk. Rasa sakit di badannya dan pikiran yang berkecamuk seolah menjadi perpaduan penyiksaan yang begitu sempurna. "Nak, apa gak sebaiknya kita berhenti dulu?" tanya Wulan saat melihat tangan yang sejak kecil sering ia genggam itu, mulai bergetar memegang stir. Namun bukannya berhenti, Gala justru semakin menambah kecepatan mobilnya menuju jalanan sepi yang biasa digunakan oleh orang-orang saat hendak ke luar kota. Jalan yang di sisinya dikelilingi hutan dan jurang yang cukup dalam. "Gala, kamu denger Mami gak?" tanya Wulan memegang lengan Gala.

Namun bukannya menjawab, Gala justru memejamkan matanya seraya menggeleng beberapa kali dan sesekali menyeringit. "Gala... Hei, berhenti dulu yuk, kamu kayak gak fo... GALA AWAS" teriak Wulan berhasil menyentak Gala, hingga lelaki itu spontan menginjak rem. Ciittt.... Bunyi decitan roda seolah membuat telinga Gala berdenging. Lelaki itu mematung lalu menjatuhkan kepalanya ke stir tersebut seraya menghela nafas. "Mami gapapa kan? Maafin Gala Mi. Gal... Mi? Mami mau ke mana?" tanya Gala saat Wulan tiba-tiba keluar dari mobil. Ia pun ikut keluar dari mobil dan melihat Maminya mendekati orang yang hampir mereka tabrak tadi. Gala justru dibuat bingung saat Maminya itu justru memeluk orang itu. Tak lama kemudian Gala melihat bahu Maminya yang bergetar, sepertinya menangis.

Tentu saja hal itu membuat Gala mendekat dan menarik ibunya dari laki-laki itu. "Lo apain nyo..." ucapan Gala terhenti saat matanya melihat sosok di depannya kini. Matanya membola sempurna saat otaknya berhasil menyadari siapa laki-laki itu. "Gak,,, ini gak mungkin. Gua,,, gua gak lagi halusinasi kan ini" ujar Gala mengucek matanya. Namun pergerakannya terhenti saat laki-laki itu menahan tangannya. "Kamu benar-benar tumbuh mirip Langit ya" ujar lelaki itu, sedangkan Gala masih tertegun saat mendengar suara lelaki itu untuk pertama kalinya secara langsung. "Bukannya kamu bilang mau banget ketemu sama saya? Kenapa pas udah ketemu malah diam aja?" tanya lelaki itu. Gala memberanikan diri menyentuh tangan lelaki itu. "Om,,, beneran nyata?" tanya Gala yang dibalas kekehan kecil.

"Kamu gak liat kaki saya napak di tanah? Mana ada setan nginjak tanah" ujar lelaki itu. Gala menoleh cepat pada Maminya, "Mi,,, ini,,, ini beneran Om Fajar?" tanya Gala. "Huum" gumam Wulan masih setia menatap lelaki itu. Tiba-tiba,,, Tak! Sebuah sentilan kecil mendarat di kening Gala, membuat ia sedikit tersentak. "Itu karena kamu udah berani bawa Mami kamu ngebut-ngebutan" ujar Fajar. "Om,,, tapi,,, bukannya Om udah,,, "Meninggal?" potong Fajar yang diangguki oleh Gala. "Kalo saya udah meninggal kenapa saya bisa disini hm" ujar Fajar. "Tapi dibuku,,, Mami juga cerita,,," "Udah udah, nanti saya ceritain. Lebih baik kalian ikut saya dulu" ujar Fajar memotong perkataan Gala. "Kemana Om?" tanya Gala. "Ke tempat saya, itu pun kalo kalian mau sih. Atau kalo kalian mau ketangkep sama orang-orang suruhan Langit juga gapapa" ujar Fajar.

"Oke, kita ikut Om aja" ujar Gala hendak masuk ke mobilnya, namun ditahan oleh Fajar. "Jangan pake mobil kamu" ujar Fajar. "Loh? Kenapa Om?" tanya Gala. "Mobil kamu ada alat pelacaknya, bisa-bisa Langit tau lokasi saya nanti" ujar Fajar. "Terus mobilku diapain? Masa ditinggal di sini?" tanya Gala. "Tinggal aja, nanti anak buah saya yang urus" ujar Fajar. "Ayo Princess" ujar Fajar pada Wulan seraya tersenyum lembut. Gala tertegun, ini kali pertama ia mendengar kata Princess itu keluar dari mulut Fajar secara langsung tepat dihadapannya sendiri. Fajar membawa mereka menuju sebuah mobil sport 4 seat. Lelaki itu dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Wulan. "Perilaku Om Fajar benar-benar sesuai dengan yang ada dibuku Mami" ujar Gala dalam hati.

Setelahnya ia pun turut masuk dan duduk di kursi belakang. Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah mansion megah yang terletak cukup jauh dari keramaian (kota). "Gila, bisa-bisanya ada mansion bak istana gini dipojok kota, ditengah hutan dan gak ada siapa pun yang tau" ujar Gala dalam hati seraya menatap sekelilingnya. Ia semakin dibuat terpukau saat pintu utama mansion itu terbuka, dan mereka langsung disambut oleh foto terakhir Fajar dan Wulan yang sempat diambil. Itu adalah foto saat mereka berdansa di malam terakhir sebelum kejadian buruk itu terjadi. "Ayo masuk. Kita bicara di ruang santai aja" ujar Fajar. "Om gak mau tau apa yang terjadi sama kami?" tanya Gala membuat langkah Fajar terhenti dan kembali berbalik.

"Tanpa kamu cerita pun, saya tau semua yang terjadi" jawab Fajar. "Kak" ujar Wulan membuat Fajar menoleh. Senyum hangat itu kembali terbit diwajah tampan itu. "Aku udah pernah bilang kan, selagi aku masih bernafas, selagi jantung aku masih berdetak, dan selagi darah aku masih mengalir,,, aku gak akan pernah melepas pengawasan aku dari kamu. Karena gak ada siapapun di dunia ini yang aku percaya 100% untuk jagain kamu, kecuali Bian, abang kamu" ujar Fajar. "Ayo, aku ceritain semuanya nanti. Tapi kita ngobrol sambil duduk, aku gak mau kamu kecapean. Kasihan baby-nya nanti juga kecapean" ujar Fajar tersenyum. Wulan menunduk dalam, pandangannya mulai kabur karena airmata yang menggenang.

"Hei,,, kenapa nangis?" tanya Fajar menyentuh bahu Wulan. Gala kembali terkejut akan tingkat kepekaan Fajar yang tinggi. Tanpa melihat wajah ibunya pun, Fajar bisa menebak bahwa ibunya sedang menangis. "Ma,,, maafin aku Kak. Aku,,, aku udah ngekhianatin kakak" ujar Wulan terisak. "Ssttt,,, udah jangan nangis. Ini jalanku, aku yang ambil keputusan ini dari awal. Jadi kamu gak salah apa-apa, udah gak usah nangis. Kamu gak kasihan sama baby kamu kalo terlalu sering nangis" ujar Fajar. Wulan langsung menghambur kedalam pelukan lelaki itu dan tak dapat lagi menyembunyikan tangisnya. "Kenapa kakak masih baik sama aku? Padahal aku udah jahat sama kakak" isak Wulan.

"Aku udah ninggalin kakak dan nikah sama sahabat kakak sendiri. Bahkan kakak masih mikirin anak aku, setelah semua yang aku lakuin ke kakak" ujar Wulan semakin terisak. "Apapun yang menyangkut kamu, aku pasti akan mencintai semua itu. Termasuk anak-anak kamu. Di dalam tubuh mereka, ada darah kamu. Jadi mereka sama pentingnya bagi aku" ujar Fajar mengelus rambut Wulan dengan lembut. "Udah ya, kita duduk dulu. Aku takut kamu kecapean nanti" ujar Fajar merangkul Wulan menuju ruang tengah, diikuti Gala. "Bahkan foto Mami sejak bayi sampai dewasa pun lebih lengkap di sini daripada di mansion kami" ujar Gala memperhatikan sekeliling ruangan yang dipenuhi foto Wulan dan beberapa foto bersama Fajar.

"Tunggu disini sebentar ya Princess" ujar Fajar berlalu dari ruang tengah. Tak lama kemudian lelaki itu kembali dengan mendorong sebuah troli makanan. Di atas troli itu terdapat beberapa cemilan dan dessert, serta buah-buahan segar. "Aku search diinternet, katanya orang hamil harus banyak makan buah ya. Tapi setau aku kamu kan maniak coklat, dan gak terlalu suka buah-buahan. Jadi aku beli semuanya aja, kamu pilih aja mau yang mananya ya" ujar Fajar memberhentikan troli itu didepan Wulan. "Kecuali selera kamu udah berubah sekarang" sambung Fajar pelan. "Gak kok, selera aku masih sama kayak dulu" ujar Wulan meraih sebuah pisang dan membuka kulitnya. "Kamu gak mau buah atau cemilan juga?" tanya Fajar pada Gala. "Eh,,, hmm mau kok Om" ujar Gala meraih sekotak strawberry.

"Seleranya Langit banget ya" ujar Fajar menatap Gala. Namun lelaki itu justru menggeleng cepat. "Gak juga, aku sama sukanya antara coklat dan strawberry. Kalo ada pilihan antara strawberry dan coklat, mungkin itu pilihan yang sulit bagi aku" ujar Gala. "Oh iya,,, tadi Om bilang mau ceritain semuanya. Ayo buruan ceritain" ujar Gala membuat lelaki itu terkekeh. "Kalo sifat gak sabaran ini, pasti diturunin dari Princess" ujar Fajar membuat Wulan cemberut. "Jadi aku orangnya gak sabaran gitu" ketus Wulan. "Itu tau" ujar Fajar. Setelahnya ia mulai menceritakan semua rahasia yang disimpan oleh Langit. Fajar juga meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka. "Jadi,,, semua ini ulah Kak Gray?" gumam Wulan tak percaya. "Huum, aku,,, juga gak nyangka Gray bisa senekat itu. Aku minta maaf ya" ujar Fajar.

"Kenapa kakak minta maaf? Kan disini kakak gak salah apa-apa" ujar Wulan. "Andai aja aku bisa bergerak lebih cepat, mungkin rumah tangga kamu gak akan terancam seperti sekarang" ujar Fajar. "Tapi kamu tau sendiri, gak mudah untuk hidup secara sembunyi-sembunyi. Aku harus atur semua strategi untuk bisa bergerak, kalo gak,,, keberadaan aku pasti bakal terkuak" lanjut Fajar. "Tapi kenapa kakak sembunyi? Kenapa kakak gak nemuin aku pas selamat dari kecelakaan itu?" tanya Wulan. Fajar justru tersenyum dan mengelus rambut Wulan. "Kalo aku nemuin kamu saat itu, kamu pikir,,, kamu bakal bisa sebahagia itu sama Langit? Gak kan?" tanya Fajar. "Tapi aku bisa bahagia sama kakak" ujar Wulan. "Hidup kamu akan dalam bahaya kalau kamu sama aku. Setidaknya musuh Langit di luar sana, gak sebanyak musuh aku" ujar Fajar.

"Tapi Kak... Seenggaknya kakak bisa kasih tau aku kalo kakak selamat dari kejadian itu" ujar Wulan. "Aku lebih suka melindungi kamu sebagai bayangan. Pernah dengar filosofi bayangan gak?" tanya Fajar yang digelengi oleh Wulan. "Bayangan itu setia, kemana pun kamu pergi,,, bayangan kamu akan selalu ada disisi kamu. Hanya saja, intensitas cahaya di sekelilingnyalah yang mempengaruhi terlihat atau tidaknya bayangan itu. Kalo disekeliling kamu cahayanya terang, maka bayangan kamu akan terlihat dengan jelas. Tapi kalo kamu berada dalam kegelapan, maka kamu gak akan bisa liat bayangan kamu itu. Gak bisa liat, bukan berarti gak ada" ujar Fajar. "Begitu pun dengan aku. Selagi aku masih bernafas, dan selagi aku masih hidup,,, aku akan selalu ada di sekitar kamu. Menjaga kamu dalam diam dan dari jauh. Memastikan kamu baik-baik aja. Gak cuma kamu, tapi anak-anak kamu juga" ujar Fajar membuat Wulan berkaca-kaca.

"Oh iya, kamu ingat saat Gala baru lahir dan dia diculik?" tanya Fajar yang diangguki oleh Wulan. "Bukan polisi yang nemuin Gala" ujar Fajar membuat Wulan tertegun. "Jangan bilang kalo ka..." ucapan Wulan terhenti saat Fajar mengangguk. "Aku yang nemuin Gala saat itu, dan itu juga kali pertama aku gendong anak kamu" ujar Fajar. "Saat Gala dipindahin ke ruang baby, aku langsung suruh anggota GK untuk pasang CCTV tersembunyi disana, dan pasang alat pelacak di baju Gala. Jadi saat penculik itu beraksi, aku udah dapat titik koordinat keberadaan Gala" lanjut Fajar, membuat Wulan dan Gala sama-sama terkejut. "Kamu tau gak,,, rasanya senang banget saat aku masih dikasih kesempatan untuk gendong anak kamu. Bibir dia persis seperti kamu, aku seolah liat kamu waktu bayi dulu" ujar Fajar tersenyum.

"Kak,,, aku,,, aku nyusahin kakak banget ya selama ini" ujar Wulan kembali menangis. "Tolong jangan bikin usaha aku sia-sia. Aku selama ini hidup dalam bayang-bayang, untuk memastikan kamu selalu bahagia. Tapi kenapa di saat kamu sekarang ada didepan aku, kamu justru nangis gini? Kamu gak bahagia ketemu aku?" tanya Fajar. "Aku bahagia banget saat tau kakak masih hidup. Tapi aku juga ngerasa bersalah Kak" isak Wulan. "Andai aku lebih sabar nunggu kakak mungkin saat ini yang jadi suami aku itu kakak, dan Gala akan jadi anak kakak" ujar Wulan. "Kamu mau nunggu sampai kapan hmm?" tanya Fajar. "Aku udah bersumpah saat selamat dari kejadian itu, bahwa aku akan selalu jadi bayangan kamu. Bayangan,,, hanya akan mengikuti, tidak mengusik" ujar Fajar.

Wulan langsung memeluk Fajar dengan erat. "Lagi pula,,, aku udah anggap Gala seperti anak aku sendiri kok. Kalo gak, ngapain aku sampe bela-belain bikin chip khusus untuk dia saat dia baru lahir kan. Aku bahkan selama ini selalu mantau dia dimana pun dia berada" ujar Fajar. "Entah pas dia bolos, tawuran, ataupun balapan" lanjut Fajar membuat Gala membelalak. "Om! Kok kartu AS aku dibuka sih" ujar Gala merengek, sedangkan Wulan menoleh bingung. "Kamu pernah bolos sama tawuran?" tanya Wulan membuat Gala seketika meringis. "Mami cuma tau kamu pernah balapan ya, kapan kamu bolos sama tawuran itu ha?" tanya Wulan. Gala langsung bangkit dan berlindung di belakang Fajar. "Om,,, tanggung jawab gak! Selamatin aku! Mami kalo udah marah serem tau" ujar Gala membuat Fajar tertawa kecil.

1
Maya Sari
gala slalu bilang maaf n takut kehilangan Luna tp gk peka masih aja pacaran sama Aruna Maruk gala ini ya.
pihak sekolah nya gmna ada tauran di sekolah kok gk panggil polisi sampai ada kasus penusukan bgtu kok anteng aja 🤦
Shadow Girl: pukul aja Gala-nya pukul 😌😌
total 1 replies
Max >w<
Characternya bikin terikat! 😊
paulina
Wajib dibaca!
Mưa buồn
Gila PPnya cakep bangeeet, cepetan thor update lagi please!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!