pernikahan gadis miskin dengan orang yang kaya, ia bisa menikmati seluruh kekayaannya namun ia terkurung dalam sebuah rumah mewah dengan segala harta yang berlimpah namun hidupnya terkekang bagai di dalam sangkar emas dan harus terluka karna suaminya tak mencintainya, hingga kebahagian hadir setelah suaminya sadar akan cintanya namun semua harus terhalang saat flora mengetahui masa lalunya yang sebenarnya, siapakah yang akan flora pilih masa lalunya atau orang baru, semua masih menjadi misteri yang harus di rahasiakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuma lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Kabur
Esoknya saat malam tiba flora sudah selesai berhias dengan menggunakan gaun merah ia memperhatikan dirinya
"kali ini aku memang benar-benar mirip jalang" flora mengumpat dirinya sendiri.
tak berselang lama pintu pun terbuka, mami rose langsung menerobos masuk tanpa meminta ijin pada sang pemilik kamar.
Di lihat nya flora yang sudah mengenakan gaun berwarna merah yang ia berikan namun mami rose merasa ada yang kurang.
Ia lalu mengambil lipstik merah menyala yang ada di dalam tas nya, di oles nya lipstik itu di bibir flora yang sudah memakai lipstik berwarna node
"perfect" ucap mami rose sambil tersenyum.
"ayo cepat, jangan Sampai ia menunggu" ucap mami rose lalu berjalan lebih dulu sambil berlenggak-lenggok seperti model.
Flora hanya bisa menghembuskan nafas kasar sambil mengikuti mami rose, ia berjalan dengan hati-hati di belakang mami rose.
kini sampailah mereka di sebuah restoran mewah di tengah ibu kota, mami rose di ikuti yang lainnya langsung masuk namun tak dapat flora lihat ada orang di sana
mami rose lalu duduk di ikuti Adrian, Aurel hanya bisa berdiri hingga akhirnya ponselnya berbunyi.
Aurel membaca sebuah pesan dari pesan biasa yang mengatakan jika di kamar mandi sudah si siapkan baju ganti, ia hanya perlu mengambilnya di tukang bersih-bersih, ia juga harus segera menghapus pesan itu, semua tergantung usaha mu.
"sayang kamu sedang chat sama siapa sih, sibuk banget!" ucap mami rose tersenyum manja memainkan jarinya di wajah Adrian, namun sorot matanya begitu menakutkan ke arah Adrian.
Adrian segera memasukkan ponselnya ke saku celananya.
Mami rose lalu menoleh ke arah belakang
"flora sayang ayo duduk"
Aurel hanya tersenyum ke arah mami rose dan duduk..
setelah mami rose sibuk dengan yang lain Adrian mencoba melambaikan tangan nya sebagai kode kalau ini saat yang tepat, karna sebentar lagi teman mami rose akan datang.
"mami boleh aku ingin ke toilet?"
mendengar ucapan flora, ia langsung melihat jam di pergelangan tangannya, merasa masih ada waktu, iapun tersenyum ke arah flora sambil menganggukan kepala.
"Adrian antarkan dia!" ucap mami rose namun Adrian kali ini menolak dan meminta anak buah yang lain untuk mengawal flora.
Mami rose setuju dengan ucapan Adrian lalu meminta dia orang anak buahnya untuk mengawal flora.
Di depan kamar mandi terlihat kosong, hanya terlihat cleaning service yang berlalu lalang.
Tanpa pikir panjang flora masuk dan bertanya pada seorang cleaning service laki-laki yang sedang menyikat kamar mandi sebelah.
Tarikan nafas kasar flora lakukan, ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
"apa ada yang menitipkan pakaian di sini untuk saya?"
cleaning service itu menunjukan ruang ganti untuk para petugas cleaning service di sana yang bersebelahan dengan toilet
" saya harus ambil yang mana?"
"yang mana saja nona, semuanya bersih!" sahut laki-laki itu.
flora segera masuk ke dalam ruangan itu, di raihnya salah satu baju berwarna biru itu.
Dengan cepat ia memakainya, tangannya yang mulai gemetar membuatnya kesusahan memakai baju itu, cukup lama flora memakainya, ia benar-benar kesusahan, jantungnya saat ini berdegup kencang, ia merasa dirinya adalah orang yang sedang melakukan kejahatan.
setelah selesai memakai pakaian itu flora segera meraih alat kebersihan itu tak lupa ia membuat rambutnya sedikit berbeda, mencuci wajahnya agar tak terlihat mencolok.
ia lalu sengaja mengambil apapun yang membuatnya bau, meskipun jijik ia tetap melakukannya dan mengoleskannya di pakaian yang ia kenakan,
flora langsung memasukan gaun yang ia kenakan ke dalam tong sampah.
Ia lalu keluar membawa alat pembersih itu, tubuhnya yang sedikit bau itu membuat para penjaga itu memilih untuk menjauh.
Flora merasa mampu bersifat lega saat dirinya mampu melewati dua abak buah mami rose itu, mereka bahkan masih menutup hidungnya karna tak tahan.
Flora yang menggunakan jalur khusus cleaning service segera membuka baju khusus itu, membuangnya sembarangan, dari tadi ia sudah mual menahan bay itu, entah bai apa yang ia oleskan iapun tak tau karna saat mengambilnya flora tak berani melihat.
Beruntung saat ini ia menggunakan baju kaos yang sempat ia ambil di ruang ganti itu, entah milik siapa, bau di bagian keteknya membuat flora juga mual namun ia tetap menahannya.
Tiba-tiba seorang menepuk bahunya yang membuat flora takut, tangannya gemetar, ia
Tetap diam memunggungi orang itu tanpa berani menoleh