Kisah cinta antara dua anak manusia yang di pisahkan jarak dan waktu, kehidupan yang keras dan penuh dengan manipulasi membuat mereka saling terpisah satu sama lain.
Akankah Samudra dan langit akan bersatu…? Jika penasaran dengan ceritanya, baca novel ini ya…?
Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya, karena dengan like dan komentar kalian bisa menambah semangatku untuk melanjutkan cerita selanjutnya, salam hangat…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa kecewa langit.
Kejadian demi kejadian membuatku bingung, cerita demi cerita yang aku dengar dari beberapa orang yang pernah aku temui yang mengatakan jika mereka adalah keluargaku. Tapi satu hal yang membuatku bertanya tanya, jika memang aku masih memiliki seorang papa. Kenapa sejak tahu aku berada di rumah oma, beliau tidak datang untuk menjengukku, atau menemuiku barang sekali.
Dan jika memang aku masih memiliki seorang kakak, kenapa sampai sekarang kakakku tidak pernah menemui ku di rumah oma….? “Mungkin mereka sedang sangat sibuk.” Itu yang selalu aku pikirkan di dalam hati.
Aku melihat oma yang sangat menyayangiku, sampai dia rela berbohong dan menggunakan kak samudra demi membawaku untuk menemuinya. Dan begitu juga opa, dia rela menculik ku di kediaman oma, demi untuk bertemu denganku.
Tapi sebenarnya di dalam hatiku, aku sangat ingin bertemu dengan kakak dan papaku.
Seperti tadi setelah selesai makan bersama kak samudra, aku yang awalnya akan menghampiri oma menjadi urung karena ada sesuatu hal yang akan aku bicarakan dengan kak samudra.
Tapi aku sengaja menghentikan langkahku saat handphone kak samudra berbunyi, aku dengar dia sedang berbicara dengan seorang wanita. Aku tahu karena kak samudra yang memanggilnya nona, “oh… apakah itu kak angel…?!!” Batinku bertanya tanya.
Saat aku akan menanyakan ke kak samudra, aku melihat dia segera pergi dengan sangat tergesa gesa keluar dari kediaman oma. Terlihat wajah Kak samudra terlihat begitu panik, saat aku akan mengejar kak sam, tiba tiba oma memanggilku.
“Langit… sedang apa kamu…? Dimana samudra…?” Aku menoleh dan menatap oma yang melihatku setelah itu dia melihat ke arah meja makan yang terlihat kosong.
“Kak samudra baru saja pergi oma, sepertinya dia sedang terburu buru.” Jawabku jujur, agar oma tidak mencari keberadaan kak samudra lagi.
“Oh begitu, ya sudah kalau begitu. Lebih baik kamu istirahat, oh iya sebentar lagi papa kamu akan datang menemui kamu. Mungkin tiga jam lagi dia datang…!!? Huh… papa kamu itu adalah orang yang super sibuk, saat dia tahu kamu sudah di temukan, dia belum bisa menemui kamu karena pekerjaannya yang menghalangi pertemuan kalian.”
Oma membelai lembut rambut panjang ku, sepertinya oma tahu jika aku sangat ingin bertemu dengan papaku. Aku hanya diam saja dan tidak ingin bertanya apapun setelah mendnegar penjelasan oma.
“Ya sudah kamu istirahat dulu sana, nanti jika papa kamu sudah datang ke sini. Oma akan memanggil kamu.”
“Baik oma.”
Mungkin itu saja kata yang bisa aku ucapkan di depan oma, karena aku tidak ingin membuat beliau sedih karena rasa kecewa ku yang aku tujukan untuk papaku.
Akupun segera pergi menuju ke kamarku, lebih baik aku beristirahat selama menunggu kak samudra datang ke kediaman oma.
Setelah sampai di kamar, aku memilik mandi sebelum beristirahat. Rasanya badan ini terasa lengket semua, dan pikiranku juga kacau. Mungkin mandi bisa membuatku lebih rileks dan lebih santai, sengaja aku mengisi jakuzi yang berada di dalam kamar mandi dan menghidupkan lilin aroma terapi untuk merilekskan pikiranku.
Terlihat air di dalam jakuzi akan penuh, dengan segera aku menanggalkan pakaianku dan aku bersegera masuk ke dalam jakuzi tersebut. Huh… rasanya sangat sangat nyaman ketika kulit tubuhku menyentuh air yang begitu hangat, sengaja aku memainkan busa yang terlihat di atas air tersebut.
Merasakan hangatnya air, entah kenapa mataku menjadi mengantuk. Hmm…. Apa mungkin karena rasa hangat dan harumnya lilin aroma terapi yang aku hirup jadi bisa membuatku merasa rileks seperti ini.
Tidur nyenyak ku terusik ketika mendengar suara handphone milikku yang berbunyi terlalu berisik, segera aku meraihnya. Beruntung letaknya masih dapat aku jangkau dari tempatku berada.
Oh ternyata video calo dari kak sam, Shit… apa yang harus aku lakukan…? Apa aku harus mengangkat telpon tersebut dalam keadaanku yang seperti ini. Tapi aku tidak ingin kak sam kecewa jika aku tidak mengangkat panggilannya, tanpa berfikir panjang aku mengangkatnya dan aku alihkan kamera handphone milikku menjadi kamera belakang.
Wajah kak sam muncul dengan aura tampannya menghiasi senyum manisnya, aku tersnyum sambil menatap wajah tampan kakakku ini.
“Halo kak…” ucapku setelah mengangkat telpo, setelah aku alih kan kamera ke mode layar belakang.
“Lala… kamu dimana…? kamu tidak apa apa kan…?” Kak sam seperti terlihat sangat panik di dengar dari nada bicaranya.
“Oh… em.. anu kak.. aku sedang ada di kamar mandi, ini aku lagi mandi.” Ucapku jujur seperti biasa, aku lihat wajah Kak samudra menjadi berubah merah. Sepertinya dia salah tingkah setelah aku mengatakan jika aku masih di dalam kamar mandi, aku terkikik geli melihat reaksi kak sam.
“Ada apa kak, kakak di mana…? Kenapa tampaknya seperti sedang berada di rumah sakit…” aku melihat sepeti ada infus di samping kanan atas kak sam saat ini.
“Oh iya, teman kerja kakak menggalami kecelakaan bersama nona angel. Mereka masih berada di sini, kakak takut kamu kawatir dengan kakak. Karena tadi kak belum sempat berpamitan sama kamu dan oma eli, kamu nggak marah kan la…?”
“Mau jawaban jujur atau enggak kak…?” Jawabku sambil mengusap wajah tampan kak samudra di layar handphone milikku setelah aku menggeringkan tanganku.
“Jujur dong Lala sayang, kak samudra tidak ingin kamu berbohong.” Jawab kak samudra cepat,
“Ish… kakak sendiri aja bohong waktu mau bawa aku ke sini, sekarang aku di suruh berkata jujur.” Ucapku sengaja menyindir dia.
“Itu lain cerita la…”
“Oke aku jawab jujur, sebenarnya aku kesel sama kak samudra yang tiba tiba aja pergi tanpa berpamitan. Tapi setelah aku mendengar alasan kak samudra, aku oke oke aja kog dan aku bisa memakluminya. Apalagi yang terluka kak angel, karena kakak kan bekerja untuk kak angel juga bukan.” Ucapku sedikit jutek, sengaja aku lakukan itu biar Kak samudra sadar kalau aku sedang marah sama dia.
“Ceritanya ngambek ya adik kesayangan kakak, ya sudah setelah ini kakak akan ke rumah oma eli setelah tuan alex datang.”
Deg… seketika aku terkejut mendengar jika papa akan datang ke rumah sakit, kata oma sebentar lagi papa akan datang menemuiku. Tapi dia lebih mementingkan menjenguk kak angel di rumah sakit, entahlah hatiku saat ini terasa sangat sakit mendengarnya.
“Lala… langit.. kamu tidak apa apa kan…?” Ucap kak samudra mencoba menyadarkan Ki dari lamunan.
“Oh… tidak apa apa, sepertinya kepala ku sedikit agak pusing kak. Apa karena aku kelamaan berendam ya…?” Ucapku beralasan.
Terlihat wajah kak samudra berubah panik, aku sampai tersenyum sendiri meliaht wajah panik Kak samudra.
“LANGIT… BERAPA LAMA KAMU BERENDAM HA…?!! Sekarang juga kamu keluar dari kamar mandi, tidak baik berendam terlalu lama.” Ucap Kak sam dengan wajah galaknya.
“Iya kak, sebentar lagi.”
“LANGIT… SEKARANG JUGA KAMU BERSIHKAN DIRI KAMU DAN KELUAR DARI KAMAR MANDI…”
Jika kak samudra sudah mode galak seperti ini, aku terpaksa harus menuruti perintahnya. Dengan iseng aku alihkan kamera agar kak samudra bisa melihatku, aku lihat kak samudra memelototkan matanya dan wajahnya kembali memerah.
“Iya kak, siap laksanakan.” Ucapku sambil memberikan hormat, segera aku akhiri panggilanku tanpa menunggu ucapan kak samudra selanjutnya.
Aku tersenyum sendiri melihat respon kak samudra ketika aku alihkan kamera yang langsung menghadap ku, sepertinya dia terkejut dan malu melihat wajahku dengan rambut yang terlihat basah.