NovelToon NovelToon
Sheyza Istri Rahasia

Sheyza Istri Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Pernikahan rahasia
Popularitas:260.1k
Nilai: 5
Nama Author: anotherika

Kejadian tak pernah terbayangkan terjadi pada Gus Arzan. Dirinya harus menikahi gadis yang sama sekali tidak dikenalnya. "Saya tetap akan menikahi kamu tapi dengan satu syarat, pernikahan ini harus dirahasiakan karena saya sudah punya istri."

Deg

Gadis cantik bernama Sheyza itu terkejut mendengar pengakuan pria dihadapannya. Kepalanya langsung menggeleng cepat. "Kalau begitu pergi saja. Saya tidak akan menuntut pertanggung jawaban anda karena saya juga tidak mau menyakiti hati orang lain." Sheyza menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Sungguh hatinya terasa amat sangat sakit. Tidak pernah terbayangkan jika kegadisannya akan direnggut secara paksa oleh orang yang tidak dikenalnya, terlebih orang itu sudah mempunyai istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anotherika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"I-ini siapa kamu?" Tanya kyai Rofiq tergagap, tatapannya mengisyaratkan keingintahuan yang begitu dalam.

Sheyza tersenyum kecut. Setelah rahasia pernikahannya kebongkar, Kyai Rofiq sama sekali tidak pernah mau berbicara kepadanya. Setiap kali Sheyza mencoba menyapanya, mertuanya itu sama sekali tidak pernah merespon. Hal itu jelas membuktikan jika mertuanya itu tidak merestui hubungan mereka. Hanya Nabila yang dengan baik hati mau menerima dirinya menjadi keluarga.

Sheyza menekan rasa sesak di dadanya. "Maaf pak kyai, bisa tolong kembalikan foto itu?" Pinta Sheyza sopan. Tapi tidak diindahkan oleh Kyai Rofiq. Beliau masih memperhatikan foto itu, "Apa hubungan kamu dengan perempuan ini?"

"Dia ibu saya. Dan hanya itu kenang-kenangan yang saya miliki. Jadi saya mohon pak Kyai kembalikan foto itu,"

Deg

Tubuh Kyai Rofiq menegang mendengar jawaban Sheyza.

***

Malam begitu larut, Sheyza membalikkan tubuhnya kesana kemari. Perasaan gelisah menghantui dirinya sedari tadi. Apalagi ditambah perutnya yang sudah membesar hingga menyulitkan Sheyza untuk tidur nyenyak.

Sheyza benar-benar kesulitan memejamkan kedua matanya barang sebentar saja. Pikirannya tertuju pada percakapan tadi dengan Kyai Rofiq yang tiba-tiba membahas ibunya.

Flashback on

"Tidak mungkin!" Bantah kyai Rofiq sambil terus memperhatikan foto yang ada ditangannya.

Sheyza hanya tersenyum tipis sebagai tanggapan. "Bisa tolong kembalikan fotonya pak kyai? Saya tidak masalah mau anda percaya atau tidak, itu bukan hak saya untuk menakan anda supaya percaya dengan perkataan saya. Yang jelas dia ibu saya, orang yang telah melahirkan saya."

Kyai Rofiq menatap lekat wajah menantu keduanya. "Bukankah difoto ini ada banyak orang? Tapi kenapa ini hanya ada du-" perkataan Kyai Rofiq terhenti saat melihat bekas bakaran di pinggiran foto itu. "I-ini kamu sengaja membakar nya? Bia-"

"Maaf pak kyai, untuk yang itu saya rasa saya tidak perlu menjelaskannya kepada anda. Bagi saya yang penting adalah ibu saya, yang lain tidak penting sama sekali."

Kyai Rofiq menghela nafasnya panjang, membiarkan saja foto itu diambil Sheyza. "Sheyza kamu benar anaknya Kholif?"

Sheyza yang hendak melanjutkan aktivitasnya terhenti saat mendengar pertanyaan Kyai Rofiq. Kepalanya mengangguk tanpa keraguan. "Ya, Nur Kholifah ibu kandung saya."

Deg

Bagai disambar petir, jantung kyai Rofiq berdegup kencang, matanya memanas. Dunia seperti sedang bermain-main dengannya. Bagaimana ini bisa terjadi?

"A-ayah mu De-"

"Maaf pak kyai saya sudah selesai membuat bubur untuk bu Zulfa. Saya permisi dulu," sela Sheyza sebelum Kyai Rofiq menyelesaikan satu nama yang sudah bisa dia tebak.

Kyai Rofiq hendak menghadangnya tapi urung saat Sheyza tampak berjalan dengan tergesa seolah menghindarinya.

Flashback off

Sheyza memejamkan mata saat bayang-bayang kejadian tadi masih terngiang di kepalanya. Dirinya dibuat bertanya-tanya dari mana Kyai Rofiq mengetahui nama ibunya. Tidak hanya ibunya, kyai Rofiq juga bahkan mengetahui siapa ayahnya. Dia pikir mungkin saja Kyai Rofiq mengenal keduanya.

Tidak ingin terlalu larut memikirkan itu, Sheyza memilih bangun. Ingin minum tapi air yang biasa tersedia di kamarnya habis. Terpaksa Sheyza harus mengambil sendiri ke dapur. Mau menunggu pagi pun masih lama karena ini masih jam setengah dua belas malam.

Sheyza turun dari ranjang dengan membawa botol minum untuk di isi agar nanti ketika dirinya kehausan lagi dia sudah tidak harus ke dapur.

Sedangkan Arzan saat ini tengah berdiri tegak menatap lekat ke arah pintu kamar sang adik. Beberapa saat kemudian tangannya sibuk mendial nomor adiknya, aktif tapi tidak diangkat. Arzan juga sudah mengirim beberapa pesan agar adiknya membuka pintu kamarnya. Dirinya sungguh rindu dengan istri kecilnya.

Ya, saat ini Sheyza tidur di kamar Nabila sesuai keinginan Nabila agar Sheyza tidak tidur sendirian.

Ceklekk

"Bila terimakasih sudah mau membuka pintunya, Abang bakal kasih hadiah apapun yang kamu mau. Abang sudah kangen sekali dengan Sheyza, Abang ingin tidur memel-" perkataan Arzan tergantung saat matanya bersitatap dengan mata indah milik istri kecilnya. Nafas Arzan tercekat karena jarak wajah mereka begitu dekat.

Tadi saat Sheyza membuka pintu, Arzan masih sibuk dengan ponselnya hingga tidak memperhatikan siapa yang membuka pintu. Dan sungguh Arzan tak menyangka, ternyata yang membuka pintu kamar Nabila adalah istri yang sangat dia rindukan.

Mata Sheyza menatap datar pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu. Namun jauh dalam hatinya, dia ingin memeluk erat tubuh yang sudah menjadi candunya itu. Tapi logikanya menolak keras mengingat bagaimana sifat pria itu akhir-akhir ini. Arzan seolah menjauh darinya tanpa dia tahu bagaimana rasa sakit hati Sheyza.

Sheyza melengos, mencoba menyembunyikan rasa yang menggebu didalam dadanya. Nyatanya tak semudah itu menyingkirkan rasa didalam hatinya. Bagaimanapun pria itulah yang sudah menanamkan benih-benih cinta didalam hatinya.

"Babby," akhirnya setelah sekian lama Arzan bisa memanggil istrinya lagi.

"Sayang,"

Sheyza meremas ujung jilbabnya. Nyatanya saat suaminya memanggilnya dengan kata-kata itu, jantungnya berdebar hebat. Dunianya seakan baik-baik saja, padahal kenyataannya?

Tak ingin terjebak dalam situasi seperti ini, Sheyza berjalan melewati sang suami. Menganggap seolah-olah suaminya itu tidak ada dihadapannya.

Grepp

Tanpa kata Arzan memeluk tubuh mungil Sheyza dari belakang, mengabaikan pemberontakan dari wanitanya. Arzan memeluk Sheyza sangat erat, tangannya pun sudah terulur mengelus lembut perut buncit istrinya. Kepalanya terus menciumi leher Sheyza yang masih tertutup hijab.

Sheyza sungguh terkejut dengan tindakan tiba-tiba suaminya. Dia coba melepaskan pelukan sang suami tapi tetap hasilnya sia-sia karena tenaganya tak sebanding dengan suaminya.

"Lepas!!"

"Sebentar sayang, mas rindu banget kayak gini. Mas kangen banget sama kamu," bisik Arzan sambil menghirup rakus aroma tubuh sang istri yang selalu membuatnya candu.

"Sayang mas minta maaf, ada suatu hal yang harus kamu tahu. Mas melakukan hal itu kare-"

"Cukup! Saya tidak ingin mendengar apapun alasan anda! Tolong lepaskan saya karena saya tidak mau anda sentuh lagi!"

Deg

Tubuh Arzan menegang. Perlahan kedua tangannya mengendur mendengar perkataan istri mudanya. Tak disangka kekecewaan Sheyza sudah sangat besar kepadanya.

Sheyza langsung beringsut menjauh saat Arzan tengah lengah.

"Anda adalah pria paling jahat Gus! Saya benci anda hiks hiks," ucap Sheyza menangis tergugu. Air matanya sudah tidak mampu dia tahan lagi. Perbuatan suaminya sungguh membuat hatinya benar-benar hancur.

"Babby,"

"Cukup! Saya sudah bersumpah untuk tidak akan pernah mengganggu kamu lagi. Begitupun sebaliknya, saya harap juga anda tidak akan pernah menggangu saya lagi." Setelah mengucapkan itu Sheyza langsung pergi menuju kembali ke kamar. Rasa haus yang tadi menderanya tiba-tiba sudah hilang begitu saja.

Arzan mematung ditempatnya. Dia hanya bisa menatap sendu ke arah istri keduanya. "Maafkan mas sayang,"

***

1
Retno Harningsih
lanjut
Sugiharti Rusli
waduh apa Nabila dan Noah jadi korban🤔
Sugiharti Rusli
kesalahpahaman bisa jadi suatu hubungan memburik yah
Karyati yati
nyesek banget bc nya sampe nangis 😭😭,,,,,semoga Nabila SM suaminya baik"saja ☺️☺️☺️
Andaru Obix Farfum
aku sampe nangis
Maulana ya_Rohman
nah lho.... nah lho.... nah lho....
aku sampe mewek ni lho... 😭😭😭😭.... kan... kan... kan... menyesal....
hari ini masih sakit hati nya....
besok, beso nya lagi.. dan besok nya lagi.. gak tau umur.... mau panjang ataupun pendek....😭😭😭
Maulana ya_Rohman
komunikasi yang kurang... dan gak ada yang sling mengalah...
masih d8 level tertinggi EGO nya..
enungdedy
ini noah kan dlu dibilang meninggal...koq gk jelasin ke arzan knp dia smpe bisa msih hidup bohongi arzan sm syeza
Retno Harningsih
lanjut
Sugiharti Rusli
apa Arzan yang menegur si Bila
Sugiharti Rusli
Heri tuh siapa yah, dia yang sudah dibayar sama oma Ina, apa dia si sopir ayah kandung Ana, jadi lupa namanya karena kelamaan,,,
Widya Herida
lanjutkan Thor cerita nya bagus
Retno Harningsih
up
Karyati yati
semoga arzan bisa selamat dr tusukan itu,,,,,,dan begitupun dgn syeza selamat dr bahaya
Bunda Wati
arzan pasti pinter beladiri kan....soalnya biasanya di ponpes itu diajari beladiri, Noah bantuin arzan yaa buat ngehajar penjht itu ....
Sugiharti Rusli
jangan bilang si Nabila mengorbankan diri nya yah,,,
Sugiharti Rusli
sebetulnya apa tang dilakukan Nabila malah sangat baik bagi diri dan keluarga kecilnya yah, dan dibalik sebuah musibah selalu ada hikmah yang didapat
enungdedy
ini nabila udh tau belum ya klo dlu noah suka syeza
Meri Meri
Luar biasa
Retno Harningsih
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!