Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.
Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.
Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.
Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...
Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
Pagi hari di shelter seperti biasa dimulai dengan suara lembut alarm dari sistem. Tapi kali ini, bukan cuma alarm biasa—ada notifikasi penting yang bikin Shinn langsung duduk dari kasur gantungnya yang empuk.
> "[Ding! Sistem Keamanan Baru telah tersedia: MODE PERISAI CERDAS Lvl.1 telah diaktifkan!]"
Shinn mengucek mata, lalu langsung buka panel sistem di depannya. Yuki yang tidur di sampingnya masih meringkuk sambil memeluk boneka beruangnya.
“Wah... kita punya sistem baru!” Shinn tersenyum lebar, meski wajahnya masih kucel.
> "[Mode Perisai Cerdas Lvl.1: Otomatis mengaktifkan perisai energi di sekitar shelter ketika terdeteksi gerakan zombie dalam radius 100 meter. Daya tahan meningkat 50% dan bisa bertahan selama 6 jam nonstop.]"
“Gila... ini yang kita butuhin banget,” gumamnya.
Sambil ngopi di dapur, Shinn buka semua log sistem dari malam tadi. Ternyata ada segerombolan zombie yang mulai mendekat ke arah barat shelter, tapi tertahan karena jebakan listrik otomatis yang dia pasang dua hari lalu.
“Bagus... jebakan berfungsi, tapi kayaknya udah waktunya kita upgrade semua sistem pertahanan.”
Yuki bangun sambil ngulet pelan. Rambutnya yang lurus dan halus berantakan ke segala arah. “Papa Shinn... aku lapar...”
Shinn langsung senyum dan angkat Yuki ke atas meja dapur.
“Nah, pagi ini kita masak bareng, yuk!” kata Shinn semangat. “Hari ini kita punya telur, jamur kaleng, sama roti yang kemarin kita ambil dari toko bekas.”
Yuki langsung tepuk tangan kecil. “Yaaay! Masak bareng Papa Shinn!”
__________
Sambil masak, Shinn ngajarin Yuki cara mecahin telur (meskipun hasilnya agak belepotan). Shelter mereka sekarang punya dapur yang lumayan lengkap, hasil dari upgrade minggu lalu. Ada kompor bertenaga surya, rice cooker mini, dan kulkas pendingin dari sistem.
Shinn nyalain kompor, dan aroma telur goreng mulai menyebar. Yuki bantu ngaduk adonan roti panggang meskipun akhirnya malah mainin adonannya kayak slime.
“Kalau kamu gede nanti, kamu mau jadi koki atau ahli zombie?” tanya Shinn sambil ngaduk jamur.
Yuki mikir sejenak, lalu jawab polos, “Aku mau jadi... penjaga shelter! Kayak Papa!”
Shinn langsung ketawa. “Wah, calon Void lord juga nih, ya?”
__________
Setelah sarapan, mereka duduk di sofa kecil yang terbuat dari busa daur ulang. Shinn nyalain hologram peta sekitar shelter.
“Lihat nih, Yuki. Zombie makin banyak dari arah barat. Kita harus pasang beberapa turret otomatis tambahan.”
Yuki manggut-manggut serius, meskipun kayaknya nggak ngerti-ngerti amat. “Terus gimana, Papa?”
“Kita harus keluar sebentar, nyari komponen buat bikin turret. Tapi kamu tunggu di sini sama Mama Mia ya?”
Yuki cemberut sedikit. “Aku mau ikut...”
Shinn jongkok dan tatap matanya. “Nanti kalau situasi udah aman, kamu bakal ikut aku, oke? Sekarang kamu bantu Mama di dapur aja, biar shelter kita tetap nyaman.”
Yuki akhirnya mengangguk pelan. Shinn pasang jaket armor ringan, ambil pedangnya, dan bawa drone kecil untuk patroli udara.
__________
"Di Luar Shelter - Perbatasan Wilayah Terbakar"
Shinn berjalan cepat di antara reruntuhan. Kota tua ini sekarang udah jadi zona merah. Tapi justru di sinilah banyak sumber daya yang bisa dikumpulin.
> "[Ding! Energi zombie terdeteksi dalam radius 80 meter]"
“Hmm... saatnya uji coba perisai baru,” Shinn ngomong ke dirinya sendiri.
Tiba-tiba, tiga zombie tipe pelari muncul dari balik bangunan tua. Mereka bergerak cepat, mulut menganga, dan mata merah menyala.
Shinn tarik napas dalam, lalu lempar granat ke arah mereka. “Boom time.”
Granat meledak, bukan dengan api, tapi gelombang kejut energi yang langsung bikin tubuh zombie terhempas dan jadi abu.
> "[ZOMBIE KILL CONFIRMED - 3 unit. Hadiah: 30 koin sistem, +10 bahan logam ringan]"
“Lumayan. Tinggal cari dua gear lagi, terus bisa balik.”
__________
"Di Shelter - Dapur"
Yuki lagi bantu Mama Mia nyiapin makan siang. Mia, ibu Yuki, sekarang udah jauh lebih sehat. Rambut panjangnya diikat sederhana, dan wajahnya yang teduh penuh kasih sayang.
“Yuki, hati-hati ya motongnya,” kata Mia sambil ngajarin motong wortel pakai pisau plastik.
“Iya, Mama!” Yuki kelihatan serius banget.
Mia menatap anaknya, lalu senyum kecil. “Papa Shinn itu orang baik ya.”
Yuki manggut. “Iya, dia selalu bilang aku harus kuat, harus bahagia.”
Mia membelai kepala Yuki. “Dan kamu udah jadi anak yang kuat. Mama bangga.”
__________
"Kembali ke Shinn - Rute Pulang"
Shinn udah dapetin semua komponen yang dibutuhkan. Di perjalanan balik, dia sempat mampir ke satu toko elektronik bekas dan nemuin chip AI lama yang masih bisa dipakai.
“Kalau ini bisa nyambung ke sistem, mungkin kita bisa bikin AI penjaga khusus buat Yuki,” bisiknya.
Saat sampai di perbatasan shelter, perisai energi otomatis menyala. Lapisan biru transparan menyelubungi area sekitar. Shinn masuk lewat pintu utama, dan sistem langsung menyambut.
> "[Selamat datang kembali, Tuan Shinn. Sistem Keamanan Stabil. Tidak ada ancaman dalam radius 100 meter.]"
Begitu masuk ke dalam, Yuki langsung lari ke arahnya dan melompat.
“Papa Shinn!!”
Shinn menangkapnya dan muter-muter kecil.
“Haha! Papa pulang bawa hadiah nih. Lihat... ada mainan drone mini!”
“Yaaay!!” Yuki bersorak kegirangan.
__________
"Sore Hari - Workshop"
Shinn mulai merakit turret otomatis di ruang bengkel kecil yang ada di sebelah ruang utama shelter. Yuki duduk sambil menggambar, dan Mia membantu menyiapkan suku cadang.
“Kalau turret ini jadi, kita bisa tidur lebih nyenyak,” kata Shinn sambil solder bagian ujung senjata.
Mia duduk di dekatnya, menatapnya dengan lembut. “Shinn... terima kasih ya. Karena kamu, aku dan Yuki bisa punya hidup baru.”
Shinn tersenyum, meskipun agak gugup. “Ah... aku cuma ngelakuin apa yang bisa aku lakuin. Kalian itu udah kayak keluarga.”
Yuki yang denger itu langsung nyaut. “Papa Shinn itu Pahlawan Shelter!”
Shinn cuma bisa nyengir, matanya sedikit berkaca-kaca. “Dan Yuki itu Princess Shelter.”
__________
"Malam Hari - Cerita Sebelum Tidur"
Setelah semua kerjaan selesai, mereka bertiga duduk di kasur bareng. Lampu kecil menyala lembut di pojok ruangan.
“Papa Shinn... cerita dong...” pinta Yuki sambil ngusap mata.
Shinn angguk. “Oke... kali ini cerita tentang seekor kelinci kecil yang membangun benteng dari wortel untuk melindungi teman-temannya dari serigala jahat.”
Yuki dengerin dengan serius, dan Mia ikut nyender di sisi lain Shinn. Suasana hangat dan nyaman memenuhi shelter mereka.
Di luar, badai dan zombie mungkin mengancam. Tapi di dalam, cinta dan harapan masih hidup.
Dan bagi Shinn Minkyu, ini bukan sekadar shelter. Ini rumah.
BERSAMBUNG.....
mampir kak