10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Suci
Mendengar perkataan Yun Feiyue, semangat membunuh di mata Zhuank An berapi-api. Meski sebelumnya ia tidak memiliki dendam pada Xiao Tian, namun harta terakhir gurunya telah menyebabkannya gelap mata.
Zhuank An menendang tubuh Xiao Tian hingga berbalik, lalu mencabut pedangnya dan mulai menghujamkannya ke dada Xiao Tian tanpa ampun.
Xiao Tian merasakan sakit yang teramat hingga menjalar ke seluruh tubuhnya, namun pandangannya penuh amarah saat melihat ke arah Yun Feiyue dan Zhuank An. Dua orang yang seharusnya menjadi saudara seperguruan kini berubah menjadi musuh abadi yang menenggelamkan segalanya.
Akibat luka serius yang dialaminya, Xiao Tian menutup mata hingga tidak sadarkan diri. Matanya terpejam penuh kebencian, dalam pikirannya kini ia baru memahami perkataan gurunya yang sebenarnya.
"Di kehidupan berikutnya jadilah pria yang berguna, jangan menjadi pecundang yang tidak berguna" Ucap Zhuank An sambil menyarungkan pedangnya kembali.
"Kak Zhuank, apakah ia sudah mati?" Tanya Yun Feiyue memastikan.
"Tubuhnya sudah tidak bergerak, dengan tusukan ke arah jantung seharusnya ia sudah mati" Jawab Zhuank An diikuti dengan tatapan dingin ke tubuh Xiao Tian.
"Baiklah, jika begitu kita bisa pergi" Ajak Yun Feiyue penuh semangat.
"Ya, tentu. Kita bisa mencari tempat untuk beristirahat dan menikmati kerinduan.." Zhuank An menyentuh pinggang Yun Feiyue dengan senyum nakal.
"Hahaha, baiklah. Aku akan memberikan hadiah yang menarik untuk mu" Ujar Yun Feiyue sambil mencubit tangan Zhuank An.
Keduanya pergi meninggalkan tempat di mana mereka dibesarkan, tanpa menghiraukan tubuh Xiao Tian. Namun, tanpa mereka sadari seberkas cahaya berwarna keperakan bersinar di tubuh Xiao Tian.
Dalam hitungan tiga puluh menit kemudian, tubuh Xiao Tian diliputi cahaya seperti membentuk teratai yang membungkus tubuhnya. Bersamaan dengan itu juga, luka-luka di tubuh Xiao Tian langsung mengering dan merapat seperti semula. Organ dalam serta jaringan darahnya pun terbentuk kembali, membawa desiran seperti suara aliran sungai di dalam tubuhnya.
Namun pemandangan aneh terjadi, sesuatu yang menggumpal dan berbentuk seperti teratai melayang di atas kepala Xiao Tian. Ukurannya yang sebesar ibu jari, dengan warna merah cerah membuatnya kontras dengan cahaya perak yang samar.
Benda tersebut berkedut, bergerak dan jatuh tepat di dahi Xiao Tian dan meresap ke dalam tubuhnya. Saat benda yang mirip setetes darah yang menggumpal itu masuk ke dalam tubuh Xiao Tian, sensasi rasa tertusuk serta rasa sakit seperti tercabik-cabik menjalar cepat.
Merasakan hawa sakit yang tidak terkira, tubuh Xiao Tian tersadar dan langsung bergerak menggelinding ke kiri dan ke kanan merasakan seperti terbakar. Penyatuan sel darah di dalam tubuhnya laksana serpihan paku yang memborbardir tubuh seseorang.
Darah di dalam tubuhnya seperti mendidih, ia juga merasakan pada anggota tubuhnya yang tertentu seperti digerogoti ribuan semut. Semakin membuat tubuhnya serasa ingin melompat dalam ketidakberdayaan.
Hal yang tidak diketahui Xiao Tian adalah pembentukan ulang dantiannya baru saja berlangsung, dengan keistimewaan darah dewa iblis kini ukuran dantiannya terbentuk lebih besar dari ukuran kultivator lainnya.
"Boooomm"
"Boooomm"
"Boooomm"
Tiga ledakan teredam di dalam tubuhnya telah mengembalikan kemampuan dirinya untuk berkultivasi kembali, meski tidak seperti sebelum basis kultivasinya dihancurkan, namun dengan kemampuan barunya mengejar ketertinggalan bukanlah masalah.
Selama beberapa waktu, akhirnya proses penyatuan darah itu selesai. Namun dalam otaknya kini seperti dihujani berbagai ingatan berbeda tentang teknik beladiri asing, secara perlahan Xiao Tian juga melihat catatan-catatan kuno yang sepertinya bukan berasal dari Benua Suci Tianwu.
"Aaarrgghh... Apakah aku sudah mati?"
Mata Xiao Tian terbuka dan sejenak memikirkan siksa azab kubur yang konon katanya sangat menyakitkan, tiba-tiba tubuhnya meremang.
Pada saat ini Xiao Tian terbangun di tempat yang sama, hanya saja ia merasakan pandangannya mulai membaik setelah sebelumnya terlihat agak kabur.
"Dimana ini? Apakah orang mati juga merasakan dunia yang sama seperti ini?" Gumam Xiao Tian diliputi kebingungan.
Baru saja ia mulai mengingat segala sesuatunya, hembusan angin topan menyapu tubuhnya dengan kencang. Peristiwa beberapa waktu sebelumnya tentang pembunuhan dirinya begitu berkesan, tangannya mengepal dan rambutnya berkibar dengan ringan.
"Aku masih hidup, baru saja aku mengalami peristiwa pergantian hidup dan mati. Apakah ini berhubungan dengan mutiara dewa iblis yang dikatakan oleh guru" Pikir Xiao Tian dengan tenang.
Mutiara dewa iblis adalah benda pusaka yang ditanamkan di dalam tubuhnya, sepertinya benda tersebut adalah mutiara darah iblis yang kini sudah menyatu ke dalam tubuhnya.
"Pemurnian Qi tingkat akhir..!! Dantianku benar-benar sudah pulih" Ucap Xiao Tian dengan bibir gemetar, aura iblis yang kuat menyeruak tajam.
Tatapan mata Xiao Tian kini sudah lebih jernih, menatap ke langit dan mengingat sosok gurunya yang kini sudah menghilang tanpa jejak.
"Guru, hari ini aku tahu bagaimana rasanya dikhianati. Di masa depan aku akan lebih berhati-hati, aku tidak akan melupakan segala budi baikmu" Ujar Xiao Tian kemudian.
Saat Xiao Tian sudah mendapatkan kesadaran sepenuhnya, ia pun melangkah masuk hendak merapikan lemari yang sebelumnya ia gerakkan dengan terburu-buru. Tepat di dekatnya, ia juga meraih beberapa gulungan dan memilih salah satu yang berisikan tentang ikatan pernikahan dengan Yun Feiyue.
Tanpa memeriksa lebih jauh, Xiao Tian langsung merobeknya seolah itu adalah bayangan wanita iblis Yun Feiyue yang telah mencelakakan dirinya, bahkan membunuh dirinya secara terang-terangan.
"Xiao Tian, keluarlah..!!"
Tiba-tiba sebuah suara wanita terdengar nyaring, Xiao Tian mengerutkan dahinya dan segera melangkah ke sumber suara yang berada di luar kuil.
"Siapa kalian? Ada apa mencariku?"
Xiao Tian bertanya langsung saat melihat kedatangan seorang wanita, di belakangnya terdapat seorang pria tua yang seumuran dengan gurunya. Pria tua tersebut menggunakan jubah berwarna abu-abu, tampak seperti seorang kultivator ahli dengan aura pembawaan yang tenang.
Sementara seorang gadis cantik dengan pakaian berwarna putih tampak serasi dengan kulitnya yang seperti giok, siapa pun yang melihatnya akan memiliki kesan ingin memiliki.
"Oh, jadi kau Xiao Tian" Ucap gadis tersebut dengan datar.
"Ya, aku memang Xiao Tian" Kata Xiao Tian dengan tatapan dalam ke arah wanita tersebut.
Selain kelima saudara seperguruannya yang wanita, ini adalah kali pertama ia menyaksikan kedatangan seorang wanita di kediamannya.
Mendengar pengakuan Xiao Tian, gadis tersebut tampak mendengus tidak senang, lalu berkata dengan angkuh, "Aku adalah Li Mochou, murid puncak keenam. Kedatangan ku kemari adalah untuk membatalkan pertunangan dengan mu"
"Li Mochou? Pertunangan?" Alis Xiao Tian berkerut.
Nama Li Mochou sepertinya tidak asing, bahkan Zhuank An yang kejam pernah menceritakan tentang identitas gadis suci dari puncak keenam yang disebut juga Gunung Menyan. Pada usianya yang 17 tahun ia sudah mendapat gelar kehormatan dari Sekte Awan Biru, sekarang sudah tiga tahun berlalu tiba-tiba ia datang mencari Xiao Tian memutuskan pertunangan.
Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...