zahra gadis yang baik dan solehah, demi niatnya untuk merubah seorang laki - laki yang merupakan teman sekolahnya dia rela menjadi pacar laki - laki itu.
arya laki - laki yang urakan dan sering keluar malam, menerima tantangan dari para sahabatnya untuk menjadikan zahra pacarnya.
tapi setelah mereka dekat banyak perubahan yang dia rasakan, dengan seiringnya waktu benih - benih cinta pun mulai tumbuh di hatinya.
tapi di saat yang bersamaan masa lalunya pun ikut hadir dalam hubungan mereka.
akankah mereka bersatu dalam ikatan suci..?
yang mulai penasaran kita lanjut membaca novel ini.
semoga kalian suka dengan alur ceritanya, karena ini karya pertama ku.
kalian juga bisa memberi masukan di kolom komentar.
terima kasih and happy reading.. 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
hari ini arya memutuskan untuk pergi kerumah sakit, zahra pasti ada disana karena sekarang dia giliran jaga pagi.
sesampainya di rumah sakit dia bertanya kepada resepsionis yang ada di loby rumah sakit
" maaf mbak saya mau tanya apa dokter zahra sudah datang.. ? " tanya arya
" maaf pak tapi dokter zahranya sedang cuti, jadi beliau tidak ada disini.. "
arya yang mendengar itu pun semakin kacau, apa dia harus pergi ke apartemen kakak iparnya untuk memastikan zahra ada disana atau tidak.
arya pun meninggalkan rumah sakit dan menuju apartemen azra, sesampainya di depan apartemen itu dia terus menekan bell dan berharap zahra atau pun kakak iparnya itu membuka pintu.
setengah jam sudah berlalu tapi belum ada tanda - tanda pintu akan terbuka, arya masih mencoba menekan bell.
di saat arya sedang menunggu lewat seorang ibu - ibu di depannya.
" maaf mas cari pemilik apartemen ini.. ? " tanya si ibu
" iya betul bu, apa ibu tahu kemana orangnya.. ? " tanya arya
" mas azranya lagi keluar negeri sudah 2 minggu ini apartemennya kosong.. " jelas ibu tadi
arya pun pergi meninggalkan apartemen itu tapi sebelumnya dia mengucapkan terima kasih kepada ibu tadi.
hari ini seharian arya sudah mencari zahra ketempat - tempat yang sekiranya zahra datangi tapi hasilnya tetap nihil.
arya kembali pulang ke rumah dan berharap dia sudah ada di rumah.
arya sampai di rumahnya malam hari saat dia membuka pintu kamar dia tidak menemukan siapa - siapa malah keadaan rumahnya masih gelap gulita.
" apa mungkin zahra ke bandung.. " fikir arya
arya pun tertidur di sofa ruang tamunya.
besok paginya dia menghubungi tina
" hallo tina tolong kamu batalkan rapat saya hari ini dan jangan menghubungi saya kalau tidak ada yang penting - penting banget.. " kata arya
arya pun memutuskan sambungan telepon sebelum tina menjawabnya.
arya akan pergi ke bandung dan berharap zahra ada disana.
selama beberapa jam dia tempuh kini arya telah sampai di bandung, dia langsung menuju rumah zaki.
" semoga kamu ada disana.. " harap arya.
setelah sampai arya di sambut oleh istri dari kakak iparnya itu, karena zaki masih di tempat kerjanya arya pun masuk kedalam.
" kamu apa kabar...? kok zahra enggak ikut.. ? dia sehat - sehatkan..? " tanya istri zaki
arya pun kaget mendengar pertanyaan itu dan itu artinya zahra tidak datang kesini sama sekali.
" saya sehat kak, zahra juga sehat.. dia sedang sibuk di rumah sakit jadi tidak bisa di tinggal.. " bohong arya, setelah istirahat sebentar dan sebelum zaki pulang arya pun pamit undur diri
" loh kamu enggak nunggu dulu bang zaki ya.. sebentar lagi juga pulang.. "
" enggak usah kak titip salam saja, soalnya saya harus bertemu seseorang sebentar lagi.. " bohong arya lagi.
padahal yang sebenarnya dia tidak ingin kalau nanti zaki akan bertanya tentang zahra, arya tidak ingin terus berbohong.
setelah dari rumah zaki arya pergi ke hotel untuk beristirahat semalam disini dan besok dia akan kembali ke jakarta.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆
sudah berhari - hari arya mencari zahra tapi tidak ketemu juga, hubungannya dengan tina pun menjadi renggang.
yang arya fikirkan sekarang adalah zahra, dia ingin sekali bertemu dengan zahra dan meminta maaf.
hari ini arya ada perjalanan bisnis dia harus pergi ke bali selama 3 hari, dia pun pergi bersama tina.
sedangkan zahra dia baru kembali setelah beberapa hari ini merenung, dia kembali ke apartemen arya dan tidak mendapati arya disana.
" pasti dia masih di kantor, sebaiknya aku beres - beres dan segera meninggalkan apartemen ini sebelum arya kembali dan melihat ku.. " kata zahra
zahra pun segera membereskan barang - barangnya, dia mengingat kembali tentang kebersamaannya dan arya di sini.
tapi zahra tidak bisa memaafkan arya karena perbuatannya itu, zahra segera meninggalkan apartemen arya, dia pun mampir kerumah bundanya terlebih dahulu.
" assalamualaikum bun.. " zahra masuk dan mencium tangan bundanya
setelah mengobrol banyak zahra pun pamit untuk ke kamarnya, sejak hamil zahra jadi gampang lelah.
setelah zahra cukup beristirahat malam harinya dia mulai membicarakan masalahnya kepada bunda.
" ra apa kamu sudah yakin mau pisah sama arya, kenapa enggak kalian obrolin saja dulu baik - baik sih.. " bujuk bunda
zahra pun mulai menangis
" zahra yakin bun pengen pisah dari arya, zahra sudah enggak tahan lagi bun.. zahra mohon bunda ijinin zahra pisah sama arya... "
bunda pun memeluk zahra yang kini sedang menangis
" keputusan ada di tangan kamu nak, asal kamu bahagia bunda akan dukung kamu.. baik dan buruknya kamu pasti sudah mempertimbangkannya.. " kata bunda sambil mengelus punggung zahra
zahra sudah memutuskan besok dia akan menemui pengacara yang akan mengurus perceraiannya itu, dia juga tidak akan bilang kepada arya kalau dia sedang hamil anaknya.
dan zahra juga berniat untuk keluar dari rumah sakit itu dan pindah ke suatu tempat di mana arya tidak bisa menemukannya lagi.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆
besoknya zahra bertemu dengan pengacara yang akan membantunya, setelah itu dia ke rumah sakit dan mengundurkan diri.
setelah selesai semua urusannya zahra pun kembali ke rumah bundanya, dia sedang memikirkan tempat mana yang akan di jadikan tempat tinggalnya sekarang.
semalaman zahra berfikir dan dia sudah menemukan tempatnya, zahra tidak sabar untuk pergi besok pagi.
zahra berangkat di temani zaki setelah dia pamit kepada bundanya, mereka pun mulai berangkat.
zaki memang sengaja pulang kesini karena kemarin dia di hubungi bundanya tentang zahra, zaki yang tidak ingin zahra kenapa - napa akhirnya ikut mengantar zahra.
hanya butuh 2 jam perjalanan kini zahra sudah sampai di sebuah perumahan sederhana, zahra sebenarnya melihat rumah ini di media sosialnya semalam, dia pun tertarik dan hari ini rencananya dia akan membeli rumah ini.
sambil menunggu proses pembelian rumah zahra pun untuk sementara menginap di sebuah hotel bersama zaki, zaki akan menemani zahra sampai urusannya disini selesai zaki belum tenang kalau belum memastikan tempat tinggal yang layak untuk zahra.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa