NovelToon NovelToon
Dibuang Sersan Dipinang CEO

Dibuang Sersan Dipinang CEO

Status: tamat
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Ayah Darurat / CEO / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Aisyah yang mendampingi Ammar dari nol dan membantu ekonominya, malah wanita lain yang dia nikahi.

Aisyah yang enam tahun membantu Ammar sampai berpangkat dicampakkan saat calon mertuanya menginginkan menantu yang bergelar. Kecewa, karena Ammar tak membelanya justru menerima perjodohan itu, Aisyah memutuskan pergi ke kota lain.

Aisyah akhirnya diterima bekerja pada suatu perusahaan. Sebulan bekerja, dia baru tahu ternyata hamil anaknya Ammar.

CEO tempatnya bekerja menjadi simpatik dan penuh perhatian karena kasihan melihat dia hamil tanpa ada keluarga. Mereka menjadi dekat.

Beberapa waktu kemudian, tanpa sengaja Aisyah kembali bertemu dengan Ammar. Pria itu terkejut melihat wajah anaknya Aisyah yang begitu mirip dengannya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ammar akan mencari tahu siapa ayah dari anak Aisyah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Maaf Pak Alby

"Maaf, Pak. Saya tak tau kalau Bapak atasan saya," ucap Aisyah sambil menunduk.

Dalam hatinya, Aisyah mengutuki dirinya. Kenapa tadi begitu sok dekat dan sok akrab. Kalau saja dia tadi tak menegur Alby, pasti tak akan terjadi kesalahpahaman.

Aisyah tak mendengar suara apa pun. Dia berpikir semua orang pasti takut dengan Alby sehingga tak ada yang bersuara.

"Pak, maafkan saya." Aisyah mengulang permintaan maafnya.

Beberapa saat menunggu, tak terdengar sahutan atau jawaban, akhirnya Aisyah mengangkat wajahnya. Dia terkejut ketika melihat tak ada seorang pun di sekitarnya.

"Kemana mereka? Jadi dari tadi aku bicara sendiri?" tanya Aisyah pada dirinya sendiri.

Aisyah lalu membalikkan tubuhnya dan langsung masuk ke lift. Sampai lantai empat, dia lalu berjalan menuju meja kerjanya. Dia membuka laptop dan melanjutkan pekerjaannya kemarin. Walau belum tahu mau diletakan di divisi mana, dia tetap bekerja dengan membantu divisi utama perusahaan.

Saat Aisyah sedang asyik bekerja, Luna datang menghampiri. Gadis itu duduk di sampingnya.

"Kamu dah kenal sama Pak Bos?" tanya Luna memulai obrolan. Dia melihat keakraban antara keduanya. Apa lagi tadi, dia sempat melihat senyum Alby. Hal langka yang bisa dilihat dari atasannya itu.

Aisyah menghentikan kegiatannya. Dia menatap wajah teman kerjanya itu. Dengan anggukan kepala, dia menjawab pertanyaan Luna.

"Kalian berdua tampak akrab. Apa kamu sudah sering ngobrol dengan Pak Alby?" Kembali Luna mengajukan pertanyaan. Sepertinya dia sangat penasaran dengan keakraban Aisyah.

"Aku baru kenal dengan Pak Alby. Kami tak seakrab yang kau bayangkan," jawab Aisyah.

Luna terdiam dan tampak berpikir. Semua di kantor tahu jika gadis itu sangat mengagumi bos mereka. Bahkan dia terkadang terang-terangan memperlihatkan perhatiannya, walau sering tak diacuhkan.

"Tapi ...." Luna tak melanjutkan ucapannya karena Mayang, sekretarisnya Alby tampak berjalan mendekati meja mereka.

"Selamat Pagi, Mbak Mayang," sapa Luna dengan suara ramah.

Mayang menatap tajam ke arah wanita itu, sehingga Luna menunduk. Dia takut karena sadar melakukan kesalahan. Pagi-pagi telah menggosip dan meninggalkan pekerjaan.

"Apa pekerjaan kamu telah selesai?" tanya Mayang dengan suara kaku dan dingin. Bukannya menjawab pertanyaan Luna, Mayang justru balik bertanya.

Luna kembali menunduk. Tak berani menatap mata wanita yang menjabat sebagai sekretaris itu. Semua di kantor tahu, jika dia lebih pemarah dari sang Bos mereka. Apa lagi dia adalah kaki tangan atasan. Apa pun yang dilarang dan apa pun yang dia perintah selalu saja disetujui Alby.

"Maaf, Mbak. Aku tadi ke sini karena ada yang ditanyakan." Luna lalu berdiri dan langsung berjalan kembali menuju meja kerjanya. Rekan kerja lainnya sedikit tersenyum melihat Luna yang seperti melihat hantu, dia tampak ketakutan.

"Selamat Pagi, Mbak Mayang," sapa Aisyah dengan tersenyum.

"Selamat Pagi, Aisyah. Pak Alby meminta kamu menghadap," ucap Mayang.

"Baik, Mbak. Terima kasih," balas Aisyah.

Mayang lalu berjalan meninggalkan meja kerja Aisyah. Gadis itu mengikuti dari belakang.

Sampai di depan ruangan atasan, Mayang berhenti. Dia tersenyum dengan Aisyah.

"Kamu pasti sangat istimewa bagi Pak Alby. Tak biasanya dia mewawancarai langsung karyawan," ucap Mayang dengan tersenyum.

"Mbak Mayang bisa aja. Aku baru bertemu dua kali dengan Pak Alby, jadi dimana letak istimewanya aku," ungkap Aisyah.

"Mungkin kamu tak menyadari itu. Baru bertemu dua kali saja kamu sudah mampu menarik perhatian Pak Alby, apa lagi jika lebih lama," ujar Mayang.

"Kita lihat saja besok. Kamu pasti diperlakukan beda dari karyawan lain. Pak Alby itu kelihatan aja dingin, tapi sebenarnya dia perhatian. Apa lagi kalau kita sudah dekat. Dia sangat royal," ungkap Mayang.

Aisyah tersenyum sedikit mendengar ucapan Mayang. "Aku harap begitu, Mbak. Aku ingin membuktikan diri sendiri bahwa aku bisa bekerja dengan baik di sini," kata Aisyah dengan suara yang penuh semangat.

Mayang mengangguk setuju. "Pasti bisa, Aisyah. Kamu terlihat sangat profesional dan berdedikasi. Aku yakin Pak Alby akan melihat itu," ujar Mayang dengan tersenyum.

Aisyah mengangguk, merasa sedikit lebih percaya diri. "Terima kasih, Mbak. Aku akan berusaha semaksimal mungkin," kata Aisyah dengan tekad yang kuat.

Mayang tersenyum dan membuka pintu ruangan atasan. "Baiklah, aku masuk dulu. Kamu tunggu di sini, ya?" tanya Mayang.

Aisyah mengangguk. "Baik, Mbak. Aku tunggu di sini," jawab Aisyah. Mayang lalu masuk ke dalam ruangan, meninggalkan Aisyah sendirian di luar.

Aisyah menunggu beberapa saat di luar ruangan atasan, sambil memikirkan tentang wawancara yang akan dia lakukan. Dia berharap Alby akan melakukan semua secara professional dan tak mencampur adukkan dengan hal pribadi. Dimana dua kali bertemu dia telah meninggalkan kesan kurang baik.

Setelah beberapa menit, Mayang keluar dari ruangan atasan dengan senyum di wajahnya. "Aisyah, Pak Alby ingin bertemu denganmu sekarang" kata Mayang dengan suara yang ramah.

Aisyah merasa sedikit terkejut, tapi dia juga merasa bahwa ini bisa menjadi kesempatan baik untuk membuktikan dirinya. "Baik, Mbak. Aku siap," kata Aisyah dengan suara yang percaya diri.

Mayang mengangguk dan mempersilakan Aisyah untuk masuk ke dalam ruangan atasan. Aisyah mengambil napas dalam-dalam, lalu masuk ke dalam ruangan dengan percaya diri.

Dia lalu masuk dan berjalan mendekati meja kerja Alby. Pria itu sedang menghadapi laptopnya. Aisyah menarik napas sebelum menyapa.

"Selamat Pagi, Pak Alby," sapa Aisyah memulai obrolan.

Alby mengangkat kepalanya dari laptop dan memandang Aisyah dengan mata yang tajam. "Selamat pagi, Aisyah. Silakan duduk," kata Alby dengan suara yang datar.

Aisyah mengangguk dan duduk di kursi yang disediakan di depan meja kerja Alby. Dia merasa sedikit gugup, tapi dia berusaha untuk tetap tenang dan percaya diri.

Alby menutup laptopnya dan memandang Aisyah dengan mata yang penuh perhatian. "Aisyah, dilihat dari nilai di ijazah, kamu cukup layak bekerja di sini. Tapi ...." Alby menghentikan ucapannya. Hal itu semakin membuat Aisyah jadi penasaran sekaligus gugup dan takut.

"Pak Alby, sekali lagi aku minta maaf. Mungkin di dalam dua kali pertemuan, aku meninggalkan kesan yang kurang baik. Tapi, aku yakin Bapak Alby seorang atasan yang professional. Pasti tidak akan mencampur adukan antara keduanya," ujar Aisyah.

"Kenapa tidak? Dari dua kali pertemuan, kamu terlihat kurang fokus dan sangat ceroboh!" seru Alby.

Aisyah menarik napas dalam. Sepertinya sudah pasrah dengan apa pun keputusan yang akan dilakukan Alby.

"Aku pasrah saja dengan keputusan Alby. Semua memang salahku, seperti katanya, aku ini memang ceroboh," gumam Aisyah dalam hatinya.

1
Moreno
Selama gak bersyukur, kamu gak akan bahagia. Kalau mau Mia punya waktu untuk suami, ya jangan jadikan dia tulang punggung.
Uthie
sukkaaa 👍😏
Uthie
Langsung Sukkkaaa 👍👍👍
Tieny Roesmiasih
menurut oengalaman saya yg lahir flm kelg besar... bayi itu klo baru lahir blom kelihatan mirip siapa² nya.. biasanya umur 4 atw 5 bln baru kelihatan mirip siapaa gituu... 🙏
Tieny Roesmiasih
nama babynya Aisyah.. Zavier atau Xavier sih thoorr..?!?🙏
lyv.viaz
maxxxx gantengnya suamiku ini😍😍😍
Eni Luthfia Ardiani
lagiaaaan aisyah jga gak bakalan mau balik lgi sama pecundang ammar gak usah khawatir kamu mia
Kamiem sag
kalo aku jadi Alby kuminta pd atasan Ammar untuk memindahkan ketempat yg sangat jauh
Kamiem sag
gayanya Mia... maubatalin pernikahan... yang ada dulu itu kau egois dan betekat harus mendapakan apa yg kau mau!!?
kalo Mia wanita baik dulu pasti nyadar saat ijab qabul Ammar 2X salah sebut nama tapi kan Mia e go is makanya ngotot pernikahan harus tetap berjalan ?
Kamiem sag
kalo Mia kecewa ya wajar
coba dulu gak ngotot harus memiliki Ammar pastinya Rida maknya Ammar juga gak sombong maksa Ammar mutusin Aisyah dan gak arogan menghina Aisyah
dan pastinya Ammar gak mutusin Aisyah
dan mungkin Mia dapat suami yg lebih baik dari Ammar kan
Kamiem sag
berat bebannya Mia kare perbuatannya sendiri
coba dia gak maksa untuk memiliki Ammar
coba dia gak ngotot cari tau masalalu Ammar
coba dia gak fokus mikiri putranya Aisyah
pasti hiduonya tenang
Moreno: kan dia gak maksa. Dari awal Ammar bilang cinta sama dia 😅
total 1 replies
Melly Febriani
menurutmu
Melly Febriani
bayi itu blm.keliatan mirip siapa aja
Melly Febriani
ah..massaa
Melly Febriani
preeet
Melly Febriani
prettt
Melly Febriani
bote..preettt amar amar
Kamiem sag
selamat menikmati istri pilihan terbaikmu Ammar
Kamiem sag
terimakasih thor sudah carikan Aisyah sandaran yg baik
Kamiem sag
Amar ngidam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!