Sekuel Suamiku Tuan Cacat
Semua orang mendambakan pernikahan. Dimana dua insan menyatu dalam satu ikatan sakral yang sah untuk membentuk keluarga kecil yang bahagia.
Namun nyatanya hal itu tidak berlaku untuk Flora. Wanita berusia 25 tahun itu terpaksa menikah dengan Kevin Dirgantara, pria kaya yang terkenal arogan dan kejam hanya karena kesalahpahaman.
Mereka di pergoki keluarga Kevin saat berdua di dalam kamar. Dan sialnya kondisi Flora saat itu membuat mereka berfikir yang tidak-tidak hingga akhirnya mereka seenaknya memutuskan untuk menikah mereka tanpa mau mendengarkan penjelasan Flora.
Menikah dengan orang yang tidak kita cintai, apakah mereka akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Menguping
Ini pertama kalinya Flora masuk ke kamar Kevin. Kamar itu sudah lama tidak di gunakan semenjak Kevin memilih untuk tinggal sendiri di rumah yang dibangunnya yang kini mereka tinggali bersama.
Flora melihat-lihat foto dan beberapa piala yang Kevin raih saat masih sekolah. Ternyata pria itu merupakan siswa yang berprestasi. Pantas saja sekarang Kevin bisa memimpin perusahaan keluarganya.
Flora mengambil sebuah foto yang mana Kevin tengah berpose dengan seorang pria yang lebih muda darinya. Dia yakin jika pria itu adalah Marvel, adik Kevin.
"Apa yang kau lihat, hm? Ketampanan suamimu saat masih muda ya?" Kevin memeluk Flora dari belakang dan menopang dagunya di bahu Flora
"Cih ... Kau terlalu percaya diri. Di foto ini saja adikmu lebih tampan darimu." Flora melepaskan pelukan Kevin dan menjauh dari pria itu. Namun dia mematung saat melihat tidak ada sofa di kamar Kevin. Dia melihat kesana kemari dan hanya ada ranjang besar dan meja saja.
"Kenapa tidak ada sofa di sini?" tanya Flora
"Memangnya kenapa? Dari dulu di kamarku tidak ada sofa. Dan aku selalu belajar di balkon," sahut Kevin
Flora berdecak pelan. Jika begini, terpaksa ia tidur di ranjang yang sama dengan Kevin. Padahal ia masih kesal dengan pria itu.
"Lebih baik sekarang kau ganti baju dulu. Di sini tidak ada baju wanita, jadi kau pake kemejaku saja ya." Kevin mengambilkan kemeja putih dan memberikannya pada Flora. "Ini," ucapnya lagi
Flora diam menatap kemeja di depannya. Rasanya ini bukan hal yang baik jika ia tidur menggunakan kemeja Kevin.
"Kenapa? Kau mau tidur menggunakan gaunku itu?" tanya Kevin
"Ti-tidak, bukan begitu. Sepertinya lebih baik aku meminjam baju mommy saja." Flora hendak keluar namun di cegah oleh Kevin.
"Apa kau mau menggodaku?"
"Apa maksud mu? Siapa yang mau menggoda mu?" sangkal Flora
"Kau mungkin tidak tahu. Tapi baju tidur mommy itu sangat tipis dan seksi. Jika kau mau memakainya, apa namanya jika tidak mau menggodaku?"
Flora mendengus kesal. Dia tidak bermaksud untuk menggoda Kevin. Mana dia tahu jika mertuanya suka memakai gaun tidur seperti itu. Tidak ada pilihan lain, dia merebut kasar kemeja di tangan Kevin dan langsung masuk ke kamar mandi begitu saja.
"Yes!!" sorak Kevin pelan. Ini hanya akal-akalannya saja agar Flora tidak memakai baju tidur ibunya. Karena jika hal itu terjadi, dia tidak bisa menikmati pemandangan indah malam ini.
Nanti saat Flora sudah tertidur pulas, ia akan membuka penutup benda favoritnya. Dengan begitu, dia bisa menikmatinya pelan-pelan.
Sementara di ruang tamu, Nicholas dan yang lain masih asyik mengobrol di sana. Mereka sedang membicarakan tentang hubungan Kevin dan Flora.
Seperti yang diketahui, jika pernikahan Kevin dan Flora terjadi begitu saja. Jadi, Andara dan Hendra ingin memastikan jika hubungan cucu-cucu mereka baik-baik saja.
"Ini pertama kalinya Kevin dan Flora menginap di sini. Dan mommy bisa melihat jika hubungan mereka baik-baik saja. Tapi tetap saja, mommy ingin memastikan jika keduanya tidak seperti kalian dulu," ujar Andara
"Se-seperti kami, bagaimana maksud mommy?" tanya Nicholas
"Mommy yang dulu menjodohkan kalian. Mommy meminta Celine menikah denganmu dan menawarkan bantuan padanya untuk merebut kembali harta keluarganya. Tapi kalian malah membuat perjanjian bodoh itu dan berniat bercerai. Dan mommy tidak ingin hal itu terjadi juga pada cucu mommy," ujar Andara
"Mommy tenang saja. Mereka tidak seperti itu," sahut Celine
"Siapa yang berani menjamin mereka tidak melakukan hal itu? Kita semua tahu jika mereka menikah dengan terpaksa karena kita memergoki mereka berada di kamar yang sama. Tidak menutup kemungkinan jika Kevin menawarkan kontrak pernikahan seperti yang Nicholas lakukan padamu." Andara masih ingat dengan jelas bagaimana Nicholas mempermainkan pernikahan dengan membuat surat kontrak pernikahan dengan Celine. Tentu hal itu membuatnya marah, itu sebabnya ia berusaha meyakinkan keduanya tentang perasaan masing-masing.
Dan kini pernikahan yang sama terjadi pada cucunya. Siapa tahu Kevin melakukan hal yang sama seperti Nicholas dulu.
"Sudahlah, jika kau sangat ingin tahu, kita bisa melihatnya sekarang," timpal Hendra
"Apa maksudmu?" tanya Andara
"Selama mereka berkumpul dengan kita, aku melihat keduanya sangat mesra. Jadi lebih baik kita ke kamar Kevin sekarang dan lihat, apakah mereka hanya berpura-pura mesra di depan kita atau tidak," usul Hendra
"Ide yang bagus." Andara berdiri dan menarik tangan suaminya. "Ayo kita lihat mereka!!" ajaknya
"Mom, jangan melakukan hal yang memalukan. Bagaimana jika ... Aish." Nicholas tidak melanjutkan ucapannya karena sang ibu sudah menaiki anak tangga tanpa mau menggubrisnya.
"Bagaimana sekarang?" tanya Nicholas khawatir
"Sudah biarkan saja. Paling mereka hanya menguping di depan pintu. Tidak mungkin kan, mereka masuk ke kamar Kevin?" ujar Celine
Dan memang benar, saat ini Andara dan Hendra berada di depan kamar Kevin. Mereka menempelkan telinga di pintu dan mendengar apa yang terjadi di dalam sana.
"Apa kau mendengar sesuatu?" tanya Andara pelan
"Tidak," jawab Hendra
Mereka diam dan memasang baik-baik telinga mereka. Namun tetap saja tidak terdengar apapun di dalam sana. Hal itu membuat mereka berdecak kesal. Namun suara decakan mereka justru di dengar oleh Kevin yang saat ini duduk di tepi tempat tidur.
"Suara apa itu?" gumamnya. Karena penasaran, Kevin mendekati pintu dan mendengar bisik-bisik di luar sana. Dia tersenyum simpul karena ada dua manula tengah menguping di balik pintu.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Flora heran
Kevin memberi kode pada Flora untuk diam. Dia mendekati wanita itu dan langsung menyambar bibirnya.
"Hmmpptt ... " Flora memberontak karena mendapatkan serangan dadakan. Dia mendorong bahu Kevin hingga ciuman mereka terlepas. "Apa yang kau ... "
Kevin buru-buru membekap mulut Flora dan menempelkan jari telunjuk di bibirnya. "Sst ... Pelan kan suaramu. Ada yang menguping di depan pintu," ucapnya pelan
"Ng? Menguping?" Flora melihat kearah pintu dan mendengar samar-samar suara di depan kamarnya.
"Siapa yang menguping?" tanyanya pelan
"Kakek dan nenek. Mereka pasti ingin memastikan apakah kita benar-benar melakukannya atau tidak. Jadi ... " Kevin langsung mendorong pelan tubuh Flora di tempat tidur dan menindihnya.
"Apa yang kau lakukan?" pekik Flora pelan
"Kita harus berakting untuk mengusir mereka sayang. Jadi, bekerjasama lah." Tanpa menunggu persetujuan Flora, Kevin langsung mencium bibir wanita itu. Dan kedua tangannya juga ikut berpartisipasi memberikan sentuhan lembut di tubuh Flora.
"Hmmpptt, ah~" lenguh Flora
"Good, honey. Keluarkan suara indah mu." Kevin kembali memberikan kenikmatan dengan lidahnya sementara tangannya membuka satu persatu kancing kemeja yang Flora kenakan.
Flora ingin menolak, namun demi mengusir secara halus Andara dan Hendra, dia harus berakting terlebih dahulu. Lagipula, dengan begitu Andara dan Hendra bisa yakin jika mereka benar-benar melakukannya.
"Vin~ " Flora menggigit bibir bawahnya kala lidah Kevin bermain di pucuk dadanya. Dia menggeliat bak cacing kepanasan sambil membusungkan dadanya.
"Sepertinya mereka benar-benar membuat generasi penerus kita. Ayo kita pergi!!" ajak Hendra yang di sambut senyuman oleh Andara. Mereka tidak mau mengganggu kedua cucunya yang sedang bersenang-senang.
Sementara itu, Kevin yang sudah tidak mendengar suara nenek dan kakeknya, masih terus melanjutkan aksinya.
Dengan alasan keberadaan nenek dan kakeknya, Kevin mengambil kesempatan untuk mendapatkan jatah malamnya. Sedangkan Flora yang sudah terbawa suasana, hanya bisa mendesah panjang dan menikmati sentuhan suaminya.
"Sebentar lagi, tinggal sebentar lagi aku akan menjadikan mu milikku seutuhnya, sayang. Tunggu kejutan dariku," batin Kevin