NovelToon NovelToon
Dokter Jodoh Polisi (Diakah Jodohku 3)

Dokter Jodoh Polisi (Diakah Jodohku 3)

Status: tamat
Genre:Romantis / Dokter / Tamat
Popularitas:748.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Zean Sin adalah putri bungsu dari Tora Sin dan Sherly Lee. Menjadi putri kebanggaan Tora yang meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai polisi. Wanita cantik itu sedikit tomboi, dan juga terkenal sangat usil. Ia akhirnya bisa membanggakan kedua orang tuanya dan sekarang bisa menjadi Brigadir Polisi.

Brian adalah seorang dokter tampan dan juga cerdas, ia juga putra dari dokter Jack sahabat dari Tora Sin. Dokter Brian dan Zean Sin bersahabat sejak usia mereka baru 6 tahun, keduanya dijodohkan keluarga sejak kecil. Namun baik keluarga Tora maupun keluarga Jack tak pernah memaksakan keduanya.

Persahabatan mereka harus terputus karena Brian kuliah kedokteran di luar negeri, sedangkan Zean Sin juga sibuk dengan tugasnya sebagai anggota kepolisian di Bandar Lampung. Keduanya akhirnya bisa bertemu kembali setelah Zean Sin ditugaskan di Jakarta dan dokter Brian bertugas di rumah sakit Jakarta.

Mereka juga akhirnya bisa berlibur bersama saat si kembar Sin, kakak Zean menikah di Amerika. Akankah persahabatan keduanya menjadi cinta dan bisa bersama selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gogigui

Jam tugas sudah selesai, belum ada kabar apapun dari anak buahnya. Zean tak bisa pulang tanpa kabar, ia tak bisa menghubungi Ega maupun yang lain karena mereka mungkin sedang menghadapi penjahat saat ini. Zean terus menunggu sampai melewatkan jam makan malamnya, Brian juga belum menghubunginya lagi.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tak bisa makan jika belum mendapat kabar baik dari anak buahku." gumam Zean.

Zean teringat orang tuanya, ia bahkan belum menghubungi mereka atau sebaliknya. "Ya Tuhan, aku melupakan mereka." ujarnya seraya mengambil ponselnya.

"Selamat malam sayang." ujar Tora setelah mengangkat telepon dari Zean.

"Selamat malam pi, maaf aku baru menghubungi kalian. Bagaimana perjalanannya?" tanya Zean.

"Kami tahu kau sibuk bekerja, makanya kami juga tak menghubungimu. Perjalanan kami sangat lancar, kami masih di Bandar Jaya tempat dokter Jack. Calon mertuamu, melarang kami pulang langsung ke tulang bawang." jawab Tora.

"Syukurlah, kalian beristirahat terlebih dahulu. Jangan sebut om Jack calon mertuaku, aku malu pi. Lanjutkan perjalanan kalian besok pagi. Perawat dan pelayan sudah ada di rumah saat ini, jadi kalian tak perlu khawatir."

"Bukankah dokter Jack memang calon mertuamu sayang, kau tidak main main kan dengan Brian. Dan kami baik baik saja sayang, kami masih bisa mengurus diri sendiri." ujar Sherly.

"Aku memang serius dengan Brian, tapi aku masih memikirkan lebih matang soal berkeluarga mi. Dan tidak ada kata baik baik saja mi, kalian harus menerima perawat dan pelayan itu. Jika tidak kak JiJo mungkin akan menjemput paksa kalian agar tinggal di Amerika." ancam Zean.

Terdengar suara tawa kedua orang tuanya. "Baiklah bawel, kami akan menerima mereka. Kau baik baik saja kan, sepertinya kau sedang kesal." ujar Tora.

Memang hanya Tora yang bisa memahaminya. "Aku baik baik saja pi, hanya lelah saja. Dimana om Jack?" tanya Zean.

"Sayangnya pak tua itu masih di rumah sakit. Kami ditinggalkan disini."

Zean tertawa. "Om Jack sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya, kalian jaga diri baik-baik disana, nanti aku telepon lagi, ada telepon masuk soal pekerjaan."

"Baik sayang, kau juga." jawab kedua orang tuanya seraya menutup ponselnya.

Zean segera mengangkat panggilan masuk dari Ega. "Bagaimana?" tanya Zean.

"Maafkan kami bu, kami gagal menangkap tersangka. Sepertinya informasi bocor, kami sudah menggeledah rumahnya dan kosong." jawab Ega.

"Apa perintah selanjutnya dari pak Teo?" tanya Zean.

"Kami mundur dan mencari informasi selanjutnya. Kami sudah mendengar pengakuan beberapa saksi, ada tempat yang harus kami intai selanjutnya. Jika tidak ada juga, berarti tersangka lari ke daerah lain."

"Seharusnya aku bersama kalian."

"Tidak perlu bu, pak Teo sangat baik memimpin team. Bu Zean lebih baik kembali ke rumah sekarang, bukankah Polda sudah tak ada orang kecuali yang sedang bertugas malam." ujar Ega.

"Pak Teo memang selalu profesional dalam team, itu tak diragukan lagi. Aku hanya ingin mendengar kabar kalian sebelum aku pulang. Baiklah kalian berhati-hati saat kembali, aku tunggu kabar selanjutnya."

"Baik bu, siap laksanakan." jawab Ega.

Zean menutup ponselnya lalu segera menghubungi kekasihnya.

"Kau dimana sayang?" tanya Zean.

"Aku sudah di rumah sayang, apa kau sudah selesai?" tanya Brian.

"Iya, aku ingin pulang sekarang. Bri, sebaiknya aku naik taksi saja."

"Kenapa? Apa kau bosan bertemu denganku?"

"Jangan berpikir seperti itu, aku hanya tak ingin merepotkanmu." jawab Zean.

"Lagi lagi itu ucapanmu, aku kekasihmu Zee dan aku selalu menjagamu sejak kecil. Aku sudah mau berangkat sekarang, kau tunggulah disana. Aku yakin kau belum makan malam, kita makan dulu sebelum pulang." ujar Brian.

"Kau selalu tahu aku, baiklah kau hati hati dijalan." ujar Zean seraya menutup ponselnya.

Zean kali ini mengganti seragamnya dengan pakaian biasa yang ia simpan di kantornya, ia tak ingin kencan dengan Brian memakai seragamnya.

*****

Satu jam kemudian, Brian akhirnya sampai di Polda. Zean sudah menunggunya di pos keamanan. Wanita itu terlihat sangat lelah, ia juga terlihat sangat kesal tapi wanita itu sangat cantik dengan pakaian yang ia kenakan. Brian turun dari mobilnya dan menghampiri kekasihnya.

"Apa yang kau pikirkan?" tanya Brian membuat Zean terkejut dari lamunannya.

"Kapan kau sampai? Maaf aku tak melihatmu datang." jawab Zean.

"Kau pasti sangat lelah, aku akan membawamu ke restoran dengan pemandangan yang indah disini seperti wajah cantikmu Zee." ujar Brian.

"Aku tidak lelah, aku hanya lapar dan sedikit kesal karena pekerjaan. Dan berhenti menggodaku pak dokter."

Brian menarik tangannya dan menggenggamnya dengan lembut, ia membawa Zean menuju parkiran.

"Ceritakan pekerjaanmu jika kau tidak keberatan." ujar Brian seraya membuka pintu mobilnya untuk Zean.

Zean masuk kedalam mobil, begitu juga dengan Brian.

"Kemana kita akan makan?" tanya Zean.

"Rahasia, kau pasti akan suka." jawab Brian.

"Oh jadi anda mulai memiliki rahasia pak dokter." ejek Zean.

"Bukan seperti itu, tapi tidak seru jika kau tahu lebih dulu, ini kejutan buatmu." ujar Brian seraya menyalakan mobilnya dan membawa Zean keluar dari lingkungan Polda.

Keduanya akhirnya berhenti di sebuah restoran mewah yang menyiapkan menu makanan Korea. Pemandangan disana sangat indah, dan juga sangat ramai.

"Kau yakin akan mendapatkan meja?" tanya Zean.

"Tentu sayang, aku sudah memesan terlebih dahulu. Dan meja kita tepat di balkon atas. Kita bisa mencoba makanan Korea sambil melihat pemandangan gedung kota Jakarta." jawab Brian.

Keduanya turun dari mobil dan masuk ke restoran tersebut, seorang pelayan mengantarkan mereka ke meja lantai atas. Benar saja, tempat itu sangat indah. Suasana hati Zean langsung berubah saat melihat pemandangan tersebut.

"Ya Tuhan aku tak tahu jika kota Jakarta akan seindah ini jika sudah malam." ujar Zean.

"Kau menyukainya?" tanya Brian.

"Tentu saja, terima kasih Bri."

"Apa kau sudah pernah mencoba makanan Korea?"

Zean menggeleng. "Ini pertama kalinya, aku benar benar berterima kasih karena kau memikirkan tempat seperti ini."

"Aku akan melakukan apapun agar kau senang Zee, berhentilah mengagumi pemandangan itu. Kau pilih menu makanan terlebih dahulu."

"Aku ikut saja, aku belum pernah mencoba apapun."

"Baiklah." ujar Brian seraya memesan makanan pada pelayan.

Brian juga memesan gogigui, ia memanggang daging daging itu di depan Zean. Zean terus menatapnya saat melakukan itu.

"Apa aku terlihat seperti oppa oppa Korea sekarang?" tanya Brian.

Zean terkekeh. "Kau lebih mirip opa(kakek) Indonesia." ejeknya.

"Enak saja, aku masih muda." jawab Brian seraya tertawa.

Zean menahan tawanya, ia terus memperhatikan Brian melakukan itu.

"Aku senang wajahmu berubah tidak seperti saat di Polda. Jika pekerjaanmu terasa berat, kau ceritakan padaku sayang. Aku akan mendengarkan keluh kesahmu."

"Tidak apa apa, hanya saja teamku gagal menangkap bandar narkoba karena informasi bocor. Dan yang lebih mengesalkan aku tak bisa turun ke lapangan." jawab Zean.

"Bagus." ujar Brian.

"Apanya yang bagus, kau mengejekku."

"Bukan karena kegagalan team kalian tapi karena kau tak turun ke lapangan. Jika kau melakukan itu, aku akan menggila karena khawatir dan orang tuamu akan menyuruhmu berhenti." kata Brian.

"Itulah yang membuatku kesal, aku hanya bisa turun ke lapangan saat ada pendemo atau pertandingan bergengsi. Padahal aku juga ingin merasakan ketegangan dalam menangkap..."

"TIDAK... Aku tak menyukainya." potong Brian.

"Lupakan saja, toh aku memang tak diizinkan atasanku."

"Makanlah, coba dagingnya." ujar Brian seraya memberikan potongan daging tipis itu ke mangkuk Zean.

Zean mencobanya dan mengangguk anggukkan kepalanya. "Lumayan, pasti aku akan gemuk karena makan makanan berlemak pada jam malam seperti ini."

"Tidak akan, tubuhmu tak mudah gemuk walaupun kau makan sekarung beras." kata Brian.

Zean tertawa. "Kau lebih tahu aku Bri."

"Hentikan tawamu, makanlah. Buat perutmu kenyang." perintah Brian.

Keduanya menikmati makan malam mereka yang terlambat.

*****

Happy Reading All...😘😘😘

1
inisial AE ✨
untung remnya pakem Bri 😂😂😂
inisial AE ✨
menurutku bahasanya kurang formal ya, antara dokter dan pasien, atau sesama rekan kerja di lingkungan kerjanya... bukankah harusnya 'anda saya' bukan 'aku kamu'😁😁 sorry y Thor 🙏
inisial AE ✨
ada ya kata 'membunuh' buat becandaan 😪
inisial AE ✨
mana tahan punya atasan begitu😑
R is
baguss
💕Leyka Gallardiev 💕
cantik polwan nya
Fuzi Maulida
pak teo gercep euy
Fuzi Maulida
bertemu di restoran
Ratna Wati
Akhirnya jadian juga pak dokter ma bu polisi
Nur Adam
smgt thor ujtuk krya mu
Rahma Inayah
hrs nya visual nya peran utama brian dan zean
Rahma Inayah
untung brian mash inget pesan zean walau sempat pesimis dan menganggp omongan zean terllu berlbhn..pd akhr mmg bnr aralyn mmg licik mau menjebk bryan
Rahma Inayah
dasr polisi gelo
Rosalinda Yo_2
Suka sama ceritanya Thor
Rosalinda Yo_2
Selalu keren ceritamu Thor

Semangat 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Rosalinda Yo_2
Semakin seru....
The Sin Series...

Love you Thor 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻🙏🏻🙏🏻
Maritza Hanan
baru awal
CAT ME
lanjut ke 4
Purnama
kalau di suatu hubungan untuk pilihan perempuan menang
tp kalau berdebat adu argument pria pasti menang🤭
karna perempuan harus nurut Ama suami
Purnama
Teo polisi stress....🤜
jd polisi kan ada tes kejiwaan, mana bisa jd polisi kalau labil kayak gitu😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!