NovelToon NovelToon
KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Pangeran / Tamat
Popularitas:92.9k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Dilarang Bom like...


Kisah ini menceritakan tentang seorang pangeran yang harus mengasingkan diri karena tidak ingin mewarisi tahta sang Ayah di usianya yang masih sangat muda.

Pangeran Areez harus selalu berpindah tempat tinggal, dirinya tidak pernah menetap di satu tempat untuk menghindari kejaran para bodyguard ayahnya yang selalu mencari dirinya untuk kembali ke istana.

Hingga akhirnya di tempat persinggahan nya yang terakhir dirinya bertemu dengan seorang wanita sederhana dan jatuh cinta kepada wanita tersebut.

Karena dirinya sudah terlanjur jatuh cinta pada wanita yang bernama Evina, dirinya tidak bisa pindah dari tempat itu.

Sampai akhirnya para bodyguard sang raja menemukan tempat persembunyiannya, dan akhirnya membawa pangeran Areez kembali ke istana.

lalu bagaimanakah kelanjutan dari kisah cinta sang Pangeran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa tak bersalah

Sepeninggal sang Kaka yang di bawa keluar dengan paksa oleh pengawal pribadi kakaknya tersebut, pangeran Brendan tampak bercermin.

Dirinya menatap wajahnya sendiri dari pantulan cermin, meraba setiap luka memar yang terasa sangat perih dan penuh dengan darah segar yang di akibatkan oleh hantaman sang Kaka yang membabi buta kepada dirinya.

Pangeran Brendan sungguh tidak menyangka jika kakaknya tersebut akan tahu dengan begitu cepat tentang apa yang sudah ia lakukan kepada Evina, dan seperti nya mulai saat ini ia juga harus memiliki seorang pengawal pribadi yang bisa melindungi dirinya jika suatu saat nanti kakaknya tersebut melakukan hal yang sama kembali kepadanya.

Pangeran Brendan mengusap darah segar dari pelipis wajahnya menggunakan satu jarinya, dan tanpa merasa jijik sedikitpun ia memasukan jari yang sudah berwarna merah tersebut ke dalam mulutnya.

Mulutnya tertawa licik di depan cermin, ia tidak menyesal atau merasa bersalah sedikit pun karena telah merenggut kesucian seorang wanita yang sangat di cintai oleh kakaknya tersebut, tanpa mengetahui jika wanita yang bernama Evina itu sekarang sedang berbaring lemah tak berdaya di Rumah sakit.

Di Rumah sakit.

Putri Elisa duduk di sebuah Ruangan, di hadapannya nampak Evina sedang berbaring dengan mata yang terpejam.

Putri Elisa tidak sendirian, ia membawa serta beberapa orang pelayan agar bisa melayani dirinya jika ia membutuhkan sesuatu.

Evina mengerutkan kening nya, mata nya tampak masih terpejam namun wajah nya tampak menunjukan Ekspresi yang mengkhawatirkan. Buliran air mata tiba tiba saja keluar dari pelupuk mata yang masih terpejam dengan sangat rapat.

Sang putri yang duduk di sebelah nya merasa iba, ia mengusap tetesan air mata yang membasahi pipi tirus wanita tersebut.

Dan tak lama kemudian mata itu pun perlahan terbuka, dengan genangan air mata yang terlihat sudah mengisi penuh bola mata berwarna coklat berkilau miliknya.

Evina tampak melihat ke sekeliling, ketika ia mulai sadar jika dirinya sudah berbaring di ruangan luas bersama sang putri yang duduk di sebelah ranjang nya.

''Evina...! kamu sudah bangun?'' ucap sang putri merasa senang.

''Saya dimana?'' jawab Evina masih melihat ke sekeliling kamar.

''Kamu berada di rumah sakit Ev...''

''Apa... Rumah Sakit?'' Evina mencoba bangun namun sekujur tubuhnya terasa nyeri terutama bagian telapak tangannya yang sudah terbalut perban.

Ia pun kembali berbaring, tubuhnya sama sekali tidak sanggup menahan nyeri yang seolah menjalar sampai ke tulang rusuknya.

''Tak usah duduk Ev, kamu berbaring saja dulu, saya akan segera memanggil dokter agar bisa segera memeriksa keadaan mu,'' putri bangkit dan meminta pelayan untuk segera memanggil Dokter.

Tak lama kemudian Dokter pun datang dengan dua perawat yang mendampingi nya, ketiga nya langsung memeriksa keadaan Evina.

Setelah memastikan jika keadaan pasien tersebut sudah dalam kondisi normal, Dokter dan kedua Perawat pun segera pamit keluar.

Sang Putri kembali menghampiri Evina yang tampak melayangkan pandangan kosong ke udara, seolah menatap langit langit kamar yang berwarna putih, namun sebenarnya pikirannya sedang menerawang jauh entah kemana.

''Bagaimana perasaan mu Ev...'' tanya sang putri membuyarkan lamunannya.

''Hmmm...'' Evina hanya bergumam pelan sambil menatap wajah sang putri.

Sebenarnya Evina sedang mengingat kembali kejadian yang menimpanya tadi malam, merangkaikan setiap ingatan yang sempat sedikit memudar akibat syok yang ia dapatkan.

Bibirnya tampak sedikit bergetar saat semua ingatan itu sudah tersusun lengkap di memori otaknya.

Dia pun menangis tersedu menahan pilu sambil menutup wajah dengan kedua tangannya, rasa sakit di pergelangan tangannya pun seolah sudah tidak dapat ia rasakan lagi karena tergantikan oleh rasa sakit di dalam hatinya.

Putri Elisa yang tidak mengetahui apa yang telah menimpa wanita di hadapannya, hanya bisa menatap Evina dengan wajah sedih, dirinya tak bisa berbuat apa apa untuk menenangkan wanita tersebut. Hanya tangannya saja yang tambak mengelus dengan lembut pundak Evina.

Tak lama kemudian Pangeran Arezz mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan, lalu ia meminta semua yang berada di sana untuk keluar meninggalkan mereka berdua.

Tangan pangeran meraih tubuh Evina dan memeluknya meski wanita tersebut dalam keadaan berbaring.

''Lepaskan aku pangeran, tubuhku kotor, aku tak pantas lagi mendampingi mu,'' ujar Evina dengan mencoba mendorong pangeran yang mendekap dirinya dengan kedua tangannya.

''Tidak...'' pangeran Arezz tak melonggarkan dekapan tangannya.

''Aku tak peduli meski tubuhmu kotor dan tak suci lagi, kau tetap wanita yang aku cintai,'' ujarnya lagi.

''Tidak... aku tetap akan mundur sebagai kekasihmu, kamu layak mendapatkan wanita yang lebih baik dari pada aku yang sudah ternoda,'' Evina masih terisak.

Lalu pangeran Arezz melepaskan dekapan tangannya, menatap wajah wanita yang di cintanya dengan tatapan sendu, bola mata indah milik kekasihnya itu kini telah berubah memerah, namun itu sama sekali tidak mengurangi keindahan nya sedikit pun.

Sang pangeran mengusap buliran air mata Evina yang terus mengalir dengan derasnya, membasahi pipi tirus nan mulus yang kini penuh dengan lelehan air mata duka nestapa.

''Sayang... aku berjanji mulai saat ini kamu tidak akan merasakan sakit lagi, aku akan segera meminta ayahanda ku untuk menjadikanmu istri ku, dengan begitu tidak ada lagi yang akan berani menyentuh mu apa lagi mengganggu mu,'' ujarnya pelan.

Evina hanya terdiam tidak menjawab, dirinya masih merasa jika tubuh kotornya ini sama sekali tidak pantas untuk bersanding dengan laki laki pujaan hatinya tersebut, Lalu ia pun memalingkan wajahnya dan menatap kosong ke arah jendela.

Pangeran Arezz tidak bertanya apapun lagi, dirinya mengetahui dengan pasti jika wanita pujaan hatinya tersebut sedang dalam keadaan terpuruk.

***

Di dalam istana, pangeran Brendan nampak sedang mencari keberadaan wanita yang semalam telah menemani nya di atas ranjang.

Dia bertanya kepada beberapa orang pelayan tentang keberadaan Evina, namun mereka semua sama sekali tidak mengetahui di mana gadis itu berada.

Pangeran Brendan merasa heran, kemana kah gerangan gadis itu pergi, karena dirinya sama sekali tidak dapat menemukanya meskipun telah mencari keseluruhan sudut istana.

Lalu saat dirinya sedang berjalan setelah mencari keberadaan Evina, ia pun melihat adik bungsunya berjalan memasuki istana dengan beberapa orang pelayan yang mengikuti di belakangnya.

Karena merasa penasaran pangeran Brendan pun menghampiri sang adik lalu bertanya.

''Dari mana kamu?'' tanya Pangeran Brendan datar.

''Dari Rumah Sakit,'' jawab sang adik dengan sama datarnya.

''Rumah Sakit?'' pangeran Brendan heran.

''Memangnya siapa yang sakit?'' tanya nya lagi.

''Bukan urusan Kaka,'' jawab Evina lalu pergi begitu saja.

''Hei...'' pangeran geram karena telah di abaikan.

Untuk menutupi rasa penasaran nya sang pangeran pun pergi ke Rumah Sakit, setelah sebelumnya bertanya terlebih dahulu kepada pelayan yang tadi berjalan bersama Putri Elisa.

*****

'

1
Angel
keren
𝗩⃝🌟 Zahra
plis walaupun aku baru baca aku di buat nangis sama cerita ini ya Allah Thor 😭😭😭
Reni: 😘😘😘😘😘
total 1 replies
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
semangat evina
ponakan Bang Tigor
makasi banyak thor atas cerita dan pelajaran hidupnya❤️
SEMANGAT berkarya thorr 🔥🔥🔥
semoga othor sehat selalu, bahagia setiap saat dan rezeki lancar, aamiin aamiin
ponakan Bang Tigor: aamiin aamiin, makasi ya thor❤️❤️
Yoi kakk, siap🔥🔥🤗
total 2 replies
ponakan Bang Tigor
aaa sedih 😭😭😭
Arezz dijemput Evina dan berbahagia di alam sana. Adam bersedih karena telah kehilangan ayahnya😭😭😭
hidup Adam ngenes banget😭
ponakan Bang Tigor
akhirnya cinta Brian dan Flora berbuah manis❤️
ponakan Bang Tigor
semoga raja Arezz dan Adam hidup bahagia
ponakan Bang Tigor
sedih banget😭
ponakan Bang Tigor
aaa aku nangis 😭😭😭 aaaa 😭😭😭😭
ponakan Bang Tigor
aaa sedih banget😭😭😭
kasihan Evina ga salah apa². kasihan Adam yang sekecil itu harus ditinggal ibunya😭😭😭
nelongso banget sih hidupnya Evina dan Arezz,😭
ponakan Bang Tigor: iya kak, samean pintar mengaduk-aduk emosi pembaca 🔥🔥
total 2 replies
ponakan Bang Tigor
tanpa Evina sadari bahwa hukuman itu sangat-sangat berat bagi dirinya dan Arezz😔
morypiee̶
Semangat thorr😉
𝑽𝒊 𝑱𝒊𝒂𝒙𝒖
lewat🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
Mom FA
aku mampir tor🤗
ponakan Bang Tigor
haishh awas kau Brendan 🔥
ponakan Bang Tigor
dasar Brendan jahat banget, minta dipukul tuh orang
ponakan Bang Tigor
aa nangis kasian Arezz dan Evina 😭😭😭
ponakan Bang Tigor
visualnya Evina cantik banget. nelongso banget nasib Evina dan Arezz ini😭
ponakan Bang Tigor
wah visualnya ganteng juga. itu visualnya Arezz ya thor?
kasian banget si Arezz sampe berubah gitu😭😭
ponakan Bang Tigor
aaa kasian banget Arezz 😭😭 Evina pasti tersiksa menikah dengan Brendan jahat itu 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!