NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

“Pyarrrrrrrr” suara itu lumayan keras, terdengar hingga ruangan depan.

“Suara apa itu?” Aretha yang penasaran dengan asal suara itu pun memilih menghampirinya.

Presley menghalangi Aretha, ia tak membiarkan wanita itu pergi ke kamar Ivana. “Ada apa denganmu Presley, kau sangat aneh hari ini. Aku hanya ingin pergi ke sana, siapa tahu itu adalah Ivana.”

“IVANA, BERHENTI MENATAPKU SEPERTI ITU, BERHENTILAH MENGGANGGUKU.” Emalia menatap Ivana dengan tatapan tajam, wanita itu seolah lupa beberapa menit yang lalu sempat memeluk putrinya. Ia bahkan memukul Ivana dengan sebuah pot bunga di tangannya.

Ivana yang sudah tak kuat berdiri lagi memilih hanya terbaring di lantai, ia bahkan masih bisa tersenyum setelah semua yang ibunya lakukan padanya.

Aretha mendengar teriakan itu, ia pun kembali menatap Presley, “Kau berbohong padaku Presley, aku akan temui kau lagi nanti.”

Aretha pergi ke kamar Ivana, namun semua pengawal menghalanginya. “Rupanya benar, ada yang kalian sembunyikan di sini.”

“Cepat buka, aku tak akan mengulanginya lagi dua kali.”

“Nyonya Aretha, ini semua atas perintah nyonya Emalia, jika dia tahu, maka dia benar-benar akan marah besar.”

“Kau tahu, aku juga bisa marah di sini. Kamar siapa ini, Ivana bukan? Kalian semua benar-benar keterlaluan, bagaimana bisa kalian mengurung Ivana di sini. Cepat buka! atau panggilkan polisi.”

Mendengar ucapan Aretha para pengawal itu pun saling menatap, “Cepat buka!”

Para pengawal itu pun dengan terpaksa membuka pintu kamar itu, dan Aretha pun cepa masuk ke dalam kamar itu, “Ivana,” teriak Aretha yang berlari menghampirinya.

“Ivana, apa yang terjadi padamu?,” Aretha memeluknya dengan erat, wanita itu sudah penuh dengan luka lebam di sekujur tubuhnya.

“Berhentilah memelukku bibi, aku pantas mendapatkan ini semua.” Ivana sama sekali tak menatap mereka, ia menatap tembok yang ada di sampingnya. Ia mulai menutup matanya dan pingsan di pelukan Aretha.

“Ivana, lihat aku!,” Aretha menepuk-nepuk pipi Ivana, namun wanita itu tak merespons.

“Ivana, kau dengar aku?”

Tangan Ivana yang sudah lemas pun terjatuh ke lantai, Aretha pun menatap Emalia. “Cih, kau benar-benar membelanya, kau tahu apa yang sudah dia perbuat padaku dan juga Saga kan, karenanya kami kehilangan Olivia.”

“Ema, sadarlah. Harus berapa kali aku bilang, yang terjadi saat ini adalah takdir, tak selamanya ini adalah salah Ivana, mengapa kau selalu saja benci padanya. Dia putrimu, kau yang pernah bilang sayang dan ingin menjaganya itu lari ke mana, pergi ke mana dirimu yang dulu Ema, kau kenapa sekarang seperti ini.”

“Cih, kau tak akan tahu rasanya menjadi aku.”

Emalia pergi meninggalkan mereka, sedangkan Aretha, dia masih memeluk Ivana yang pingsan. Namun ternyata wanita itu tak benar-benar pingsan, ia ternyata hanya berpura-pura karena benar-benar sudah lelah.

“Ivana, kau tidak pingsan.” Ivana pun menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Aretha.

“Bibi, bisakah aku minta tolong.” Aretha pun mengangguk.

“Kau ingin minta tolong apa Ivana, aku selalu siap membantumu.”

“Tolong temani mama bibi, sepertinya dia kambuh lagi. Dia sempat memelukku tadi, namun setelahnya dia kembali marah padaku.”  Aretha yang mendengar itu pun langsung mengangguk.

“Aku pasti membantumu Ivana, kau jangan khawatir, fokus saja pada pemulihanmu, biar Ema menjadi urusanku,”

Ivana pun mengangguk, Aretha kemudian menuntun Ivana menuju ranjangnya, membantunya berbaring di atas ranjang dan memakaikan selimut untuknya.

“Bibi, terima kasih ya, kau masih mau berbaik hati padaku di saat semua orang mengacuhkanku. Kau benar-benar sangat baik bibi Aretha, aku benar-benar kagum padamu.”

Aretha pun mengelus kepala Ivana, “Sama-sama Ivana sayang, aku akan selalu mendukungmu, kau tenang saja, aku ada di pihakmu.” Ivana yang mendengar itu pun merasa lega, ia benar-benar tersanjung atas kebaikan wanita itu.

“Ivana, aku keluar dulu ya, aku akan pergi untuk menemui Aretha.”

“Ya bibi sekali lagi terima kasih atas bantuanmu.”

“Namun Ivana, jika aku pergi sekarang, siapa yang akan merawatmu?.”

“Tenang saja bibi, ada Jane yang akan merawatku.”

“Jane, siapa itu Jane?” tanya Aretha dengan wajah yang tampak kebingungan.

“Dia adalah pelayanku bibi, itu dia orangnya.” Jane datang, ia membawa kotak p3k seolah ia benar-benar sudah tahu hal itu akan terjadi.

“Biarkan saya yang merawat nona Ivana nyonya, Anda bisa pergi sekarang.”

“Baiklah, tolong rawat dia dengan baik.” Jane pun mengangguk, Aretha pun kemudian pergi untuk menemui Emalia.

Setelah Aretha benar-benar sudah pergi, Jane pun menghampiri para pengawal itu. “Tolong tutup pintunya, nona Ivana ingin berganti pakaian.” Mendengar perkataan dari Jane pun membuat pengawal yang berjaga itu pun menutup pintu kamarnya, pengawal itu pun setelahnya mengunci kamar itu lagi.

Setelah pintu itu terkunci Jane pun langsung menghampiri Ivana, “nona, tolong ikut saya sebentar!” Ivana di tarik oleh Jane menuju bilik pakaiannya.

“Ada apa Jane?”

Jane tak menggubris ucapan Ivana, ia memutar badan Ivana dari depan hingga belakang. Tampak tubuh Ivana yang penuh dengan luka dan goresan. “Astaga, bagaimana dia bisa setega ini padamu?” ucap Jane yang sudah sangat marah pada Emalia.

“Kau sebenarnya siapa? dan apa urusanmu denganku, jika ku ingat, kita bahkan tak saling mengenal satu sama lain bukan. Kau dan aku, kita tak pernah ada kaitan apa pun.”

Gadis muda itu pun menghembuskan napasnya berat, “Biar aku perkenalkan diriku dulu! agar kau tak salah paham lagi kepadaku.” Ivana yang mendengar hal itu pun akhirnya mengangguk.

“Nama saya Jane Autumn, umur saya baru 19 tahun dan saya adalah keponakan dari bibi Agnes.” Ivana yang mendengar itu langsung menutup mulutnya, “Jadi kau adalah keponakan bibi?” Jane pun mengangguk.

“Lalu di mana bibi Agnes, mengapa sekarang pelayanku itu adalah kau dan bukan dia?”

Jane pun kemudian menjelaskan semuanya kepada Ivana, “Nona, bibi di usir dari rumah ini oleh nyonya besar. Dirinya kembali ke kampung dan menyuruhku menjadi pelayan di sini sementara.”

“Pantas saja, aku kira bibi juga ikut membenciku. “

“Tidak nona Ivana, dia tak akan pernah mungkin membenci Anda.”

“O iya nona, bibi memberikan surat ini padaku. Dia menyuruhku untuk memberikan surat ini pada Anda.” Jane pun memberikan surat itu kepada Ivana.

“Surat apa ini?”

“Saya tidak tahu nyonya, tapi sepertinya surat itu sangat penting.”

Ivana pun dengan  cepat mengambil surat itu, “Ada lagi, yang ingin kau bicarakan?” tanya Ivana kepada Jane.

“Ada Nona, dan ini sangat penting,” ucapan Jane benar-benar tampak serius.

“Ada apa sebenarnya Jane, mengapa kau sangat aneh sekali.”

“Dengarkan aku nona Ivana, aku akan membawamu kabur dari tempat ini,”

“Kau serius?” Jane benar-benar meyakinkan Ivana agar dirinya dapat mengerti.

“Saya serius nona, bibi yang berpesan kepada saya, saya akan membawa nona pergi dari sini, karena jika terus di sini, Anda hanya akan mati terpukul olehnya.”

Ivana bukannya mengangguk atau apa, namun ia malah tertawa. “Percuma Jane, ayolah, yang benar saja kau. Kau tahu, semua yang ada di rumah ini penuh dengan cctv dan juga pengawalan yang ketat. Percuma kita pergi.”

“Percayalah padaku nona, aku benar-benar akan membantumu,”

“Oke, aku percaya padamu Jane, namun bagaimana caranya, dan kita akan ke mana?”

“Kita akan pergi ke rumah bibi yang ada di kampung, sampai setidaknya hinga suasana nyaman kembali.”

Ivana pun mengangguk, setelah itu dengan cepat Jane pun langsung pergi keluar agar tak membuat para pengawal itu curiga.

Di sisi lain.......

Kini Saga pulang ke vilanya, ia kemudian pergi ke ruangannya, namun siapa sangka, saat Saga masuk ke dalam ruangan itu sudah ada Danuel yang sudah lebih dahulu menempati kursi kerjanya.

“Hai kawan, kau sudah kembali rupanya, bagaimana hasilnya?.”

Saga tak menanggapi ucapan Danuel, ia malah memberikan Danuel tatapan mata yang tajam dan mengintimidasi. “Astaga, ayolah, aku hanya ingin duduk di sini.”

“Kau ingin aku marah ya?” ucap Saga dengan nada yang membentak. Seketika itu pun Danuel langsung duduk di sofa sedangkan Saga, ia kini duduk di kursi kuasanya.

“Ini jauh lebih baik.”

“Saga,” ucap Danuel, yang seketika membuatnya langsung menoleh.”

“Ada apa?”

“Bagaimana, kau berhasil mendapatkan restu dari calon mertuamu.”

Mendengar itu Saga pun langsung menggelengkan kepalanya. “Rencana A gagal, kita harus pakai rencana b,”

“Maksudmu?”

Saga pun tersenyum menyeringai menanggapi Danuel, “kau juga nanti akan tahu Danuel, karena ini akan jauh lebih menarik dari apa yang aku duga, sayangnya itu bukan Olivia.”

*****

Di kamarnya, Emalia tengah mengurung dirinya sendiri di ruangan itu, wanita itu memegang kepalanya, tampak seperti orang yang kehilangan akal. Aretha pun menemani sahabatnya, ia duduk di samping Emalia dan sesekali memeluknya agar ia tak merasa cemas.

“Menangislah Ema, aku tak masalah jika kamu ingin menangis, curahkanlah apa yang ingin kau curahkan, jangan pendam semuanya sendiri.”

“Aretha, aku benar-benar bingung sekarang, Aretha, apakah aku jahat pada Ivana, wanita muda itu seharusnya hidup normal seperti kebanyakan perempuan lainnya, namun dia harus tersiksa di sini seperti ini. Namun aku benar-benar tak akan bisa memaafkannya, kecelakaan ayahnya dan juga jantung kakaknya, itu benar-benar membuatku gila.”

“Ema, itu semua takdir, kau ingat apa yang terjadi pada tuan wingston, kematiannya bukan karena Ivana, dia meninggal murni kecelakaan, seharunya kau bersyukur, di antara keduanya ada Ivana yang masih selamat dari tragedi mengerikan itu.”

Emalia menatap Aretha, ia kemudian tertawa, “Kau tahu Aretha, putramu tadi kemari, pria jantan yang semua orang anggap pria baik itu datang kemari, kau tahu dia inginkan apa. Dia inginkan Ivana.” Mendengar hal itu Aretha pun langsung syok.

“Apa kau yakin tak salah dengar, tak mungkin hal itu terjadi Ema, kau pasti dengar soal Saga.”

Emalia tertawa, “kau masih bisa berpikir putramu benar-benar baik setelah dia bilang akan membalaskan semua dendamnya pada Ivana, haha, kau salah besar Aretha, dia sama halnya denganku.”

“Ini tak mungkin, aku harus menanyakan ini sendiri pada Saga.”

1
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!