NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 33: BAGAIMANA MUNGKIN KAU TIDAK MERASA SAKIT?

“Yang Mulia, kita sudah tiba di kediaman Putri Ruoxi,” ucap Li Dezai memberi tahu bahwa mereka telah tiba di tempat tujuan.

Mei Zhiyi turun dari kereta, kemudian dia memastikan Liu Yan juga berhasil turun dengan selamat, walau sebenarnya dia tidak perlu mengawasinya. Liu Yan orang dewasa, tidak mungkin terjatuh saat menuruni tangga kereta. Tapi, sudahlah. Daripada dia dianggap tidak sopan karena mendahului seorang kaisar.

“Masuk,” ucap Liu Yan.

Mereka lalu memasuki kediaman megah itu bersama-sama. Sepanjang jalan, Mei Zhiyi tak bisa mengalihkan pandangan dari tata letak batu taman dan hiasan di sepanjang jalan. Megah, tapi juga unik. Seolah telah tersentuh oleh sentuhan gaya yang lebih maju dari zamannya.

Keningnya mengernyit. Bukankah Putri Ruoxi ini adalah orang yang tak pernah meninggalkan kediaman dan tunduk pada peraturan keluarga kekaisaran?

Mengapa kediamannya justru dibuat dengan gaya yang lebih bebas, yang tidak sesuai dengan ketentuan bangunan milik keluarga kekaisaran biasanya?

“Apa yang kau lihat?” tanya Liu Yan.

“Yang Mulia, apakah Putri Ruoxi pernah pergi ke negeri asing atau menerima ajaran dari orang asing?”

“Apa maksudnya?”

“Bukan apa-apa. Aku hanya merasa kalau kediaman ini sepertinya berbeda dari kediaman keluarga kekaisaran lainnya. Jika orangnya tidak pernah mendapat pengajaran tentang sesuatu dari orang asing, mustahil dapat membangun gaya seperti ini.”

Aku berharap ini hanya dugaanku. Jika Putri Ruoxi ini adalah seseorang yang berasal dari kampung halaman yang sama denganku, itu pasti bagus. Tapi jika bukan, mungkin aku yang terlalu banyak berpikir.

Tidak salah kalau Mei Zhiyi punya pemikiran seperti itu. Liu Yan juga merasa aneh dan heran pada awalnya. Sebagai Kaisar, dia tentu memperhatikan banyak orang, bahkan keluarganya sendiri.

Beberapa bulan lalu, Putri Ruoxi tiba-tiba meminta dekrit untuk mengizinkannya mengubah tata letak kediaman dan menambahkan gaya yang berbeda dari kediaman pada umumnya.

Perbedaannya cukup besar. Di kediaman ini bukan hanya ditambahkan taman luas yang dipenuhi dengan hiasan batu gunung buatan, tapi juga ditambahkan pahatan patung yang wajahnya bentuknya aneh.

Seolah bukan patung dari figur orang di Daqi. Bahkan untuk kediaman utama saja dirombak besar-besaran dan dibuat ulang seperti sebuah kastil aneh.

“Kau tahu, awalnya kediaman ini sama saja dengan kediaman keluarga kekaisaran yang lainnya. Beberapa waktu lalu kediaman ini diperbaiki dan jadi seperti sekarang.”

“Apakah Putri Ruoxi sendiri yang mendesain tata letaknya?”

“Mungkin. Tanyakan saja saat bertemu dengannya nanti.”

Li Dezai tiba lebih dulu di tempat perjamuan. Saat ini, para tamu sudah lebih banyak dan sudah duduk. Bahkan Ibu Suri dan Liu Cheng juga sudah tiba.

“Kaisar tiba!”

Semua orang yang hadir seketika menoleh dan tidak bisa menutupi raut terkejut mereka. Kaisar datang? Bukankah selama ini dia tidak suka menghadiri pesta perjamuan keluarga kekaisaran?

Bahkan pesta-pesta kecil yang diadakan oleh para selir di harem dan Ibu Suri pun belum pernah didatangi. Kenapa hari ini tiba-tiba datang ke perjamuan ulang tahun Putri Ruoxi?

“Salam, Yang Mulia. Semoga Yang Mulia panjang umur,” ucap orang-orang sembari menunduk penuh hormat. Mata mereka tak sengaja melihat ada seorang wanita muda berjalan di belakang Kaisar. Apakah dia adalah pelayan?

“Salam, Yang Mulia,” ucap sang pemilik pesta, Liu Zhao, yang memakai gaun sutera berwarna merah bersulam benang emas.

“Bangunlah. Tidak perlu sungkan.”

“Terima kasih, Yang Mulia.”

Ibu Suri menatap Liu Yan dengan dahi mengernyit. Tak disangka ternyata dia akan bertemu dengan putra sulungnya di momen perjamuan seperti ini.

Padahal, mereka tinggal di istana yang sama, dan jelas bisa bertemu kapan saja. Hanya saja… Ada tembok yang terlalu sukar dilewati.

“Yang Mulia, kau biasanya tidak suka muncul di depan publik menghadiri perjamuan. Hari ini apa yang membuatmu datang jauh-jauh kemari, mendatangi kediamanku yang sederhana?” tanya Liu Zhao dengan suara lembutnya.

“Bagaimanapun kau adalah kakak perempuanku. Bukankah Ibu Suri juga datang? Adik Kedua juga datang. Jika aku tidak datang, bukankah itu terkesan aku tidak menghormati hubungan keluarga?”

Walau itu adalah sebuah penjelasan, namun kata-katanya jelas merupakan sebuah sindiran yang ditujukan langsung untuk Ibu Suri dan Liu Cheng. Keduanya memasang raut wajah yang tidak senang. Kedatangan Liu Yan tampaknya telah membawa angin buruk untuk mereka.

“Yan’er selalu sibuk dengan urusan resmi. Tidak kusangka kau akan datang ke perjamuan ulang tahun kakak perempuanmu,” kata Ibu Suri dengan nada yang sama sekali tidak ramah.

“Hari ini aku punya waktu luang. Jadi, aku datang untuk meramaikan suasana saja. Ibunda tidak marah, kan?”

“Kenapa aku harus marah? Yan’er punya rasa persaudaraan yang tinggi. Keluarga kekaisaran pasti akan jauh lebih harmonis. Aku bahagia saja belum sempat.”

Liu Yan bisa datang ke perjamuan Liu Zhao dengan alasan meramaikan suasana. Namun di waktu lain, Liu Yan malah mengurung Liu Cheng di kediaman dan melarangnya keluar. Hari ini jika tidak memanfaatkan situasi, entah kapan dia akan bertemu dengan Liu Cheng sejak pertemuan terakhir setelah kebakaran itu.

Masih beranikah dia mengatakan punya persaudaraan yang dalam?

“Ibunda memang sangat penyayang. Sudah tidak memegang kekuasaan pun masih begitu memedulikan urusan persaudaraan kami,” ujar Liu Yan.

“Tentu saja. Kalian adalah putra putriku. Tidak mungkin aku menyayangi anak keluarga lain. Karena Yan’er datang, Cheng’er, masih tidak mau memberi hormat pada kakakmu?” tegur Ibu Suri pada Liu Cheng.

Liu Cheng dengan malas berdiri dan memberi hormat. Ekspresinya jelas sangat enggan. Namun karena di sini banyak orang, tidak mungkin dia bersikap tidak hormat pada kakaknya sendiri. Reputasinya sebagai adik yang berbakti dan tidak menginginkan kekuasaan akan rusak.

“Salam, Kakak Kaisar.”

“Adikku, apa kabarmu?”

“Berkat Kakak Kaisar, aku sangat baik. Terima kasih atas kekhawatiran Kakak Kaisar.”

Mei Zhiyi yang sedang menonton drama pendek saling sindir itu jadi merinding. Ternyata setelah Liu Yan, Liu Cheng, Liu Zhao, dan Ibu Suri dipertemukan dalam satu bingkai, situasinya bisa benar-benar menegangkan tanpa alasan. Jelas sekali terlihat perselisihan terselubung antara Liu Yan dan adik juga ibu kandungnya.

“Peringatan: Tingkat kebencian Kaisar Daqi mencapai 75%. Harap tuan lakukan sesuatu untuk mencegah tingkat kebencian semakin parah. Daya hidup saat ini 47%, total poin 85 poin.”

Suara sistem berdengung di telinga Mei Zhiyi. Astaga, dia melupakan sesaat tentang misinya. Ibu Suri dan Liu Cheng adalah salah satu sumber kebencian di hati Liu Yan dan mereka sedang bersitegang lewat kata-kata yang terdengar perhatian saat ini!

Mei Zhiyi kemudian menarik lengan jubah Liu Yan dan berkata, “Yang Mulia, kau harus duduk.”

Seolah sadar bahwa situasinya sudah berkembang ke arah ketegangan yang berlebihan, Liu Zhao lalu menyunggingkan senyum dan sedikit tertawa untuk mencairkan suasana. Bahkan seorang pelayan pun lebih tahu situasi dibandingkan dia, tuan rumahnya sendiri.

“Ibu Suri, Yang Mulia, Adik Cheng, silakan duduk. Perjamuannya kita lanjutkan.”

Semuanya menahan ego masing-masing dan duduk di tempat yang disediakan. Di depan semua orang, mau tidak mau harus menahan kemarahan dan menyembunyikan kebencian. Bagaimanapun, martabat keluarga kekaisaran masih perlu diselamatkan.

Liu Yan diberi tempat paling utama yang tadinya disiapkan untuk Ibu Suri dan Liu Zhao. Ibu Suri tetap di sana, namun orang di sampingnya sudah berganti. Semua orang menahan napas, tidak berani bersuara. Terlalu menakutkan dan terlalu menegangkan saat para tokoh utama keluarga kekaisaran berkumpul di satu tempat.

“Tidak perlu merasa sungkan. Aku datang hanya untuk meramaikan suasana.”

“Terima kasih, Yang Mulia,” ucap orang-orang secara serentak. Huh, untung saja Kaisar tidak marah.

Suasana berangsur-angsur mencair kembali. Musik ditabuh dan sajian makanan disajikan. Dalam pesta ulang tahun itu, semua orang menikmati waktu dan momen mereka. Tak lagi merasa canggung dan khawatir seperti tadi, walau dalam hati masih tersisa sedikit rasa waswas.

Feng Yuzhen yang sejak tadi diam memperhatikan diam-diam menghela napas lega. Untung saja ada Mei Zhiyi tadi. Jika tidak, mungkin dia yang harus turun tangan untuk menenangkan situasi agar tidak semakin buruk.

Berkat Mei Zhiyi, dia sedikit santai hari ini. Orang gila itu juga tidak disangka datang kemari membawa pelayannya. Tampaknya Mei Zhiyi memang punya tempat khusus di hati Liu Yan.

“Jangan tegang. Nikmati saja suasananya,” ucap Liu Yan pada Mei Zhiyi dengan suara pelan hampir seperti berbisik.

“Yang Mulia, kau baik-baik saja?”

“Aku tidak apa-apa. Tidak usah khawatir. Mereka tidak pantas membuatku khawatir.”

Bohong. Kau jelas-jelas merasa sakit dalam hatimu. Ibumu begitu memihak adikmu dan mengabaikanmu, bahkan terkesan menyalahkanmu. Bagaimana mungkin kau baik-baik saja? Liu Yan, kau pandai sekali menipu orang dengan wajahmu!

Liu Yan hanya menyunggingkan sedikit senyuman. Lagi pula dia sudah terbiasa, tidak perlu lagi menjadi beban pikiran.

Karena tidak peduli sebesar apapun dia berusaha, dia tidak akan pernah dilihat dan dipandang. Jadi, dia tidak perlu pura-pura lagi menjadi anak patuh.

Mei Zhiyi tiba-tiba teringat pada ucapan Ibu Suri pada malam kebakaran itu. Hari itu Ibu Suri menyebutkan perjamuan dan menyuruh orang untuk tampil memperjuangkan nasibnya sendiri.

Dia pasti akan beraksi hari ini. Apakah dia benar-benar ingin mencelakai anak kandungnya sendiri?

“Yang Mulia, jangan makan apapun dan jangan minum apapun.”

“Kau takut aku diracuni?”

“Kalau terjadi sesuatu yang buruk padamu, siapa yang akan membayar gajiku?”

“Tenang saja. Ruoxi tidak akan membiarkan masalah terjadi di kediamannya.”

Lalu seorang pelayan dari kediaman putri datang menuangkan secangkir anggur. Mei Zhiyi tidak sempat mencegahnya karena Liu Zhao langsung mengangkat cangkirnya dan mengajak Liu Yan untuk bersulang.

“Aku, Ruoxi, sangat senang karena Yang Mulia bersedia hadir di acara kecilku. Satu cangkir anggur ini aku persembahkan untukmu.”

Senyum lembut Liu Zhao terlihat begitu tulus. Liu Yan membalas senyuman itu, hendak mengangkat cangkir untuk bersulang.

“Putri, Yang Mulia beberapa hari ini sedang mengalami masalah dengan pencernaannya. Tabib mengatakan kalau Yang Mulia tidak boleh minum anggur. Secangkir anggur ini biar aku saja yang menggantikannya,” ucap Mei Zhiyi, mencegah Liu Yan meminumnya.

“Lancang sekali! Apa kau mencurigai anggurnya bermasalah dan ingin memfitnah seorang putri? Kau hanya seorang pelayan, beraninya mewakili Kaisar! Inikah sopan santunmu? Tampaknya peraturan di Biro Istana Dalam harus diperketat lagi,” sergah Ibu Suri.

“Tidak apa-apa. Yang Mulia, apakah gadis itu adalah pelayanmu?”

“Ya.”

“Pelayan yang sungguh perhatian. Tahu bahwa kondisi Kaisar sedang tidak baik dan mengambil risiko menyinggung orang demi kebaikannya. Aku menghargai ketulusanmu. Secangkir anggur itu kau boleh mewakilinya untuk Kaisar.”

Mei Zhiyi mengambil cangkir anggur dan mau meminumnya. Namun, Liu Yan menahan tangannya dan berkata dengan tenang, “Minuman ini untukku. Kau tidak perlu mewakilinya untukku.”

Tapi, Mei Zhiyi malah buru-buru meminumnya. Liu Yan membelalak dan menghela napas. Sebenarnya Mei Zhiyi tidak perlu meminumnya. Dia berniat membuangnya tadi. Benar-benar tidak sabaran.

Melihat anggurnya dihabiskan seorang pelayan, Ibu Suri tampak kesal. Dia mengepalkan tangannya sampai gaunnya agak kusut.

Dalam hidupnya, Ibu Suri paling benci ada pelayan yang mendahului tuannya. Bersikap sok tahu dan sok pahlawan, menjadi tidak sopan dan tidak tahu aturan. Jika saja pelayan itu jatuh ke tangannya, hukuman tidak bisa dihindarkan.

“Benar-benar tidak tahu aturan. Yan’er, tatanan Istana Dalam harus diperbaiki lagi. Jangan sampai membiarkan orang-orang rendahan melampaui batas,” cibir Ibu Suri.

“Istana Dalam dikelola oleh ibunda. Jadi, semuanya terserah ibunda saja.”

Mendengar pernyataan tidak peduli itu, kemarahan dalam hati Ibu Suri semakin besar. Saking marahnya sampai dia tidak menemukan kata-kata yang pas untuk mengeluarkan keluhan dalam hatinya.

“Aku masih ada urusan. Kalian lanjutkan saja perjamuannya,” ucap Liu Yan.

Semua orang lalu berdiri dan mengantar kepergian Liu Yan dengan sebuah salam. Feng Yuzhen juga ikut pergi setelah menikmati keramaian. Perjamuan masih dilanjutkan. Namun, rencana seseorang telah benar-benar dihancurkan.

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!