NovelToon NovelToon
Anak Wanita Yang Kucerai

Anak Wanita Yang Kucerai

Status: tamat
Genre:Single Mom / Lari Saat Hamil / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Atuusalimah

"Aku menikahimu dulu karena permintaan ibu ,Arin.Mulai sekarang kau tak berhak mencampuri urusanku begitupun aku terhadapmu .Aku ceraikan kau ,tetapi jangan khawatir .Semua kebutuhan mu dan mama tetap aku yang menanggung ,dengan begitu kau tak akan kekurangan sesuatu apapun !"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atuusalimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Bian Rahangga

***

Aku berangkat begitu mendapatkan alamat tempat tinggal Arin sekarang .Alamat yang sama dengan rumah yang aku beli atas namanya lima tahun silam di kawasan Sentul city .Entah ,aku tak mau banyak berpikir dan sedikit pun tak peduli bagaimana cara Alex mengajukan aku sebagai pengasuh putranya , karena saat itu aku terlanjur pergi .

"Sudah di hubungi ,aman pak !" Alex menelpon ,dan aku mendapati diri ini bernapas lega. Tak sia-sia aku memperingatkan Alex untuk menutup mulut,berjaga jaga kalau sampai Arin mempertanyakan siapa yang berminat menjadi pengasuh putranya itu. Jika saja dia tau itu aku, rencana ku ini pasti di tolak mentah-mentah bahkan sebelum aku menginjakan kaki dirumah miliknya .

Berbekal sebuah tekad ,mobil yang ku kendarai akhirnya mulai memasuki gang kawasan perumahan tempat Arin tinggal .Tak begitu ramai seperti apa yang sudah ku perkirakan .Gang ini hanya banyak dilalui oleh pengendara motor dan karena itu pulalah mobil ku sempat beberapa kali berhenti ,hanya karena jalan yang tak memadai .

Tak ada yang aku rencanakan sebelumnya dengan mengasuh seorang putra dari Arin .Aku sudah tertinggal jauh semua informasi tentangnya ,tetapi saat mengingat obrolan dengan Alex seputar Arin tadi ,cukup jika untuk sekedar memupuk sebuah harapan .

Semoga tak ada laki-laki yang menyandang gelar suami di hidupnya .Ada sesuatu yang ingin aku rencanakan menyangkut dirinya ,tetapi jika pada kenyataannya hal menyakitkan itu yang terjadi ?

DAMN,Jangan dulu berpikir ke arah sana.

Tak begitu lama menyusuri jalan sempit ini ,sampai kemudian mobilku berbelok memasuki halaman rumah yang gerbangnya cukup terbuka lebar kemudian berhenti setelah mengambil tempat di sebelah mobil Toyota kijang Inova berwarna silver .

Pandanganku menelisik dibalik kemudi, memperhatikan tanaman algonema yang berada di beberapa titik ujung teras ,di percantik dengan rumpun mawar merah ,aku tersenyum demi mengingat Arin begitu mencintai tanaman namun di detik berikutnya ,sepasang netra ini terpaku di susul dengan jantung ku yang berdebar kencang .

Sesosok anak laki-laki,seusia Mauren menatap ke arah mobil dengan sorot ingin tahu. Ia duduk dengan posisi lutut di tekuk ,sementara kakinya menapak lantai yang posisinya lebih rendah.

Aku diam untuk sesaat ,melonggarkan dada yang kian terasa sesak begitu ingatan percakapan dengan kak Sera berputar-putar ,membuat kepalaku di serang rasa pening.

Berbagai kemungkinan namun terlalu takut aku simpulkan ,berusaha ku tepis jauh-jauh .Tidak mungkin ,tidak mungkin ! Aku merafal mantra sia-sia .

Di hadapan bocah itu ,aku membeku .Tak kuasa walau hanya untuk sekedar bergerak apalagi bersuara. Sepasang iris mata coklat itu berbinar,keningnya berkerut dengan alis menyatu menatapku dengan sorot mata penuh penilaian .

"H-Hai!" Cicit ku dengan suara tertahan . Tak ada kata yang bisa menjelaskan bagaimana perasaan ku saat ini. Gelap,semuanya terasa membingungkan ,serba salah ,blank dan aku tak berani walau hanya untuk sekedar melangkah maju kemudian meraih bocah itu kedalam pelukan ku ,walau aku ingin .Sangat ingin.

Ia lantas berdiri ,dengan pandangan masih sama .Memandangku seolah dia sedang menaksir harga pada barang yang terpajang di etalase "Apakah om ,Daddy yang baru saja mommy pesan untukku ?"

Aku bersumpah demi apapun aku ingin menangis saat itu juga. Dia putraku ,tak sama sekali berhak berbicara seperti itu . Apa katanya tadi? Pesan ? Oh ,no !!

Aku berjongkok ,kemudian mengusap rambutnya yang bergelombang ."Kau berbicara apa tadi?"

Tanyaku setelah berhasil memenangkan diri.

"Daddy yang mommy beli ,barusan sedang dalam perjalanan .Apa itu om?"

"Ya ,om adalah Daddy yang baru saja mommy kamu pesan !" Seruku berusaha mengikuti permainan .Walau sebenarnya aku tak begitu mengerti dengan apa yang sedang terjadi .

"Keren !" Komentarnya sambil mengacungkan dua ibu jarinya . Detik berikutnya ,pria kecil itu berlari meninggalkan ku .Tak berapa lama,tubuhnya kembali menyembul di balik pintu .

"Dad ,Jum kita masuk ! Mommy menyuruh dad untuk menunggu di ruang tamu !" Ajak nya bersemangat dengan mata yang berbinar sempurna .

Aku melepas alas kaki sebelum menginjakan kaki di lantai dan memasuki ruangan yang anak itu sebut dengan ruang tamu .

Begitu masuk ,mataku di sambut dengan kondisi rumah yang berantakan ,berbagai jenis mainan anak bertebaran di mana-mana .Dan aku hanya tersenyum ,saat anak itu membimbing tangan ku ,mempersilahkan aku duduk di atas sofa sebelum ia memindahkan mobilan Tamiya terlebih dahulu.

Beberapa kali aku menghela napas untuk menetralisir rasa gugup yang menyerang,keringat dingin sudah membanjiri pelipis

di detik menunggu kedatangan seseorang.

Sampai tak berapa lama ,wajah itu muncul.Memakai kemeja kotak merah dengan rambut di kuncir kuda .Aku menahan napas sejenak ,saat melihat sisa keringat menghiasi kening dan leh ...DAMN,stop Bian. Jangan cari penyakit!

Di tangan nya ada sebuah nampan yang kemudian ia angsurkan kehadapan ku .Aku menatap wajahnya,berharap menemukan kilatan marah tetapi ,hanya ekspresi tak suka yang ku dapati disana .Matanya sekilas menatap mataku dingin,seolah tak menganggap adanya keberadaan ku di rumah ini .Dan itu ,bagiku terasa lebih menyiksa ketimbang menerima amukannya .

***

Masih ada banyak potongan-potongan masa lalu di tengah cerita sehingga mungkin terkesan membingungkan pembaca karena gak di tandai . Terimakasih kepada kakak yang kemarin memberi saran , kedepannya insyaallah akan di perbaiki !!

1
Ocha Ari Kara
ending yg membagongkan 🤭
Dian
bagusss
Ida Aja
klw jd saya gk bakal mau balikan lg walaupun ada anak udah SDH merendakan harga diri
Suherni 123
dah keliatan Arin lebih berat ke bian,,, liren lah
Suherni 123
mencintai boleh tapi jangan terlalu bodoh,,,,, apa ga salah tuh ngomong gitu😬
Suherni 123
mantan nya arin
Suherni 123
Farhan : kenapa mom malah pergi...
Arin : ....
bian : ....
hayo kenapa gak di jawab 😄
Suherni 123
katanya jarang jarang nidurin Arin kok disini POV sering ditiduri,,, sekarang aja bilang cantik,manis dulu malah muak liat wajahnya Arin yg kusam,baju sederhana,bau bawang
Suherni 123
seharusnya Arin ngebahas Naren,, bukannya ahh ihh gak karuan 😬
Suherni 123
sekali kali si bian di tampar tuh biar bener sedikit otaknya
Suherni 123
emang menye menye si Arin, bisanya nangis,, coba Arin tahu alasan sesungguhnya bian gak mau ngajakin jalan jalan, ketemu temen temen nya ngenalin ke orang luar apakah masih mau ,,dan alasan menceraikan Arin karena dia terobsesi sama Naren karena cantiknya,body nya yg kalah jauh dari Arin
kalo aku jadi Arin ogah banget dah balikan lagi😬
Suherni 123
kebanyakan cerita di novel pasti balikan lagi setelah yg baru nya selingkuh, gak baik dan yang lamanya mau aja nerima lagi
Suherni 123
kita baik baik saja ... itu kan dari sisi mu bi,,, bukan dari sisi Arin dan lagi sekarang mulai nguber nguber
Suherni 123
bian padahal orang kaya hanya karena gak cinta sama istrinya ngebiarin penampilan istrinya burik, kusam,
sekarang cantik dikejer terus,,, emang cowok itu mahluk visual
Suherni 123
adaw,,, Arin masih ngarep si bian
Suherni 123
kok batinnya mengapa harus bertemu kembali,,la situ yg ga mau jujur sama ibunya jadi disuruh datang lah kirain masih jadi mantu nya 😬
Suherni 123
aku jadi Arin gak Sudi ngerangkak memohon ,, disuruh TTD hayu toh belum ada anak kan dan juga dapat gono gini 😁
Khusnul Khotimah
lah dirimu sendiri murahan,,,,kenapa merasa dilecehkan
Khusnul Khotimah
terlalu akay utk ukuran wanita yg pernah di rendahkan serendah rendahnya seperti sampah,,,,,cukup satu tamparan dan selesai
Khusnul Khotimah
za kasihkan bpknya aja kok repot,,,,,bukan tega bukan g punya hati,,,,tp hati akan sakit KLO trs dihadapkan situasi kek gini trs,,,,,pergi jauh dr sumber penyakit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!