NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Itu Terbagi

Ketika Cinta Itu Terbagi

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Menceritakan kisah Maya yang menikah dengan Albiru karena perjodohan, selama ini Maya sudah berjuang untuk cintanya, kala cinta itu sudah bersemi kerikil kerikil kecil kerap kali menghampiri, berbeda dengan Maya yang selalu mencoba menjadi dewasa dalam setiap menyikapi masalah tapi berbeda dengan Albiru yang memilih untuk menikah lagi demi mendapatkan selingan di luar rumah. Akankah Maya menyerah diakhir cerita karena mendapati suaminya telah membagi cinta yang seharusnya utuh hanya untuk dirinya?

Aku mencintaimu dengan penuh kesabaran, tapi kamu membalas cintaku dengan luka, Mas! [Maya]

Maafkan aku karena telah mencintai kamu dan dia, sekarang kalian sudah berada di hatiku. Aku hanya meminta kalian untuk mengerti! [Albiru]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Yang Gagal!

Benar saja, setelah malam tiba Pak RT datang ke rumah Maya membawa beberapa saksi.

Kemudian Gala yang sedang berada di meja makan pergi melihat siapa tamu yang mengetuk pintu.

''Pak RT? Ada apa ini? Tumben?'' tanya Gala, setelah itu Gala mempersilahkan semua tamunya untuk duduk di kursi panjang yang berada di teras.

''Begini, saya mendapatkan laporan kalau di rumah ini ada tamu yang menginap dan itu tidak ada laporan ke saya, lagi pula kalau bukan kerabat akan timbul fitnah, Nak Gala!'' ujar Pak RT.

''Oh... tapi itu kan teman saya, sudah biasa menginap di sini, Pak.''

''Maaf. Kalau sebelumnya kan tidak ada Maya tinggal di sini,'' jawab Pak RW.

Mendengar mereka menyebut nama Maya membuat Gala mengerti kalau ini adalah ulah Biru. ''Baik, Pak. Nanti akan saya sampaikan sama teman saya,'' kata Gala yang tak ingin melawan.

''Baik kalau begitu kami permisi,'' kata Pak RT yang kemudian bangun dari duduknya diikuti oleh Pak RW dan beberapa warga.

Setelah itu Gala kembali masuk ke dalam dan segera mendapat pertanyaan dari Maya.

''Siapa, Gal?''

''Bukan siapa-siapa!'' jawab Gala yang kembali duduk ke kursinya melanjutkan makan malam yang tertunda. Sementara Bram menatap Gala, mengerti ada yang di sembunyikan olehnya. Selesai dengan makan malam Bram menarik lengan Gala membawanya masuk ke kamar.

''Ada apa?''

Gala menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ''Pak RT, bang,'' jawab Gala dan tanpa panjang lebar Bram sudah mengerti maksud kedatangan Pak RT.

''Oh,'' jawab Bram, setelah itu Bram mengambil jaketnya dan segera keluar dari rumah Gala.

''Bang mau kemana?'' tanya Gala yang mengikuti Bram di belakangnya.

''Pergi lah, entar repot kalau gue diusir sama warga!'' jawab Bram yang sudah berada di mobil.

Dan Biru mendapat laporan kalau Bram sudah diusir oleh RT membuat Biru merasa senang.

Walau sudah begitu Maya tetap tidak mau pulang ke rumah Biru, wanita itu kekeh meminta cerai dari suaminya apabila masih ada orang ketiga.

''Maya, coba tolonglah kamu mengerti posisi aku, dia sudah terlanjur hamil, May. Aku tidak bisa lepas tanggungjawab begitu saja!'' ucap Biru, lelaki itu berdiri dari duduknya, merasa kesal pada Maya masih belum juga melupakan masalah Hafizah.

''Aku enggak mau tau itu, harusnya kamu berfikir dulu sebelum bertindak!'' jawab Maya, wanita itu menggerakkan kursi rodanya masuk kedalam tetapi Maya terkejut karena Biru tiba-tiba saja menyusul dan mengambil Ifraz yang berada di ranjang.

''Mas! Mau kamu bawa kamu anakku?'' teriak Maya seraya berusaha mengejar Biru.

''Anakmu? Memangnya kamu bisa hamil sendri? Ifraz juga anakku!'' kata Biru yang kemudian meninggalkan rumah Maya. Biru merasa kesal karena tidak juga berhasil membujuk Maya dan kali ini Biru kembali menggunakan Ifraz untuk membuat Maya kembali ke pelukannya.

Biru yang tidak mau kecolongan lagi itu menyewa dua pengawal untuk menjaga Ifraz di rumah.

''Kamu nggak akan bahagia kalau aku enggak bahagia, May!'' geram Biru seraya terus fokus mengemudi mobilnya.

****

Sementara Maya mengambil ponselnya, menghubungi Biru dan dengan sengaja Biru mengabaikan panggilan itu.

''Aku tidak main-main, May!'' kata Biru yang kemudian mematikan ponselnya, pria itu ingin Maya terus memikirkannya yang tidak ada kabar.

''Aku harus gimana, Gal?'' tanya Maya, wanita itu terlihat panik, takut kalau dirinya tidak dapat bertemu lagi dengan anaknya.

''Gala yakin kalau ini taktik dia, Mbak!'' kata Gala yang tidak ingin Maya terpancing oleh Biru.

Tetapi Maya adalah seorag ibu yang tidak akan sanggup berada jauh dengan bayinya. Wanita itu masuk ke kamar dan menangis dengan terus berusaha menghubungi Biru.

Masih tidak dapat dihubungi membuat Maya berfikir kalau Biru sedang bersama dengan Hafizah, Maya menurunkan harga dirinya untuk menghubungi Hafizah.

''Halo,'' ketus Maya saat Hafizah menerima panggilannya.

''Ada apa mbak? Tumben malam-malam telepon aku?''

''Nggak usah basa-basi, sekarang aku mau bicara sama Mas Biru!'' kata Maya

Mendengar itu Hafizah yakin kalau Maya dan Biru kembali bertengkar.

''Tapi suami kita enggak ada di rumah aku, mungkin dia ada di rumahnya,'' jawab Hafizah, wanita itu seolah ingin Maya mengetahui kalau Biru membelikan rumah untuknya.

Tak mendapatkan apa yang dicari membuat Maya memutuskan sambungan teleponnya.

Maya pun meminta Gala untuk keluar dari kamarnya, maya merasa pusing dan ingin sendiri.

Maya melihat dirinya di pantulan cermin.

''Aku ini lumpuh! Tidak secantik dulu, terus apa yang akan kamu pertahankan dari aku? Sedangkan aku sangat membencimu, kamu sendiri yang mengikis rasa cintaku padamu dengan sikapmu!'' ucap Maya pada dirinya sendiri.

Lalu Maya melihat gunting yang berada di meja riasnya, Maya mengambil itu dan menatap gunting tersebut.

''Kamu menyukai rambut panjangku, bukan?'' ucapnya, setelah itu Maya memotong rambut panjangnya itu menjadi sebahu.

''Mulai sekarang aku akan melakukan semua hal yang kamu benci!" ucapnya seraya melempar rambutnya ke lantai.

****

Di rumah Hafizah, wanita itu ingin mengambil kesempatan mendekati Biru lebih dalam lagi, wanita itu keluar dari kamarnya berniat ingin pergi ke rumah Biru.

''Afi, mau kemana malam-malam begini?'' tanya Bambang yang baru saja mengunci pagar dan semua pintu.

''Afi mau pergi ke rumah Mas Biru, dia yang menghubungi Afi,'' jawab Hafizah berbohong agar Bambang tidak menahannya.

''Tapi tidak mungkin Nak Biru menyuruhmu datang malam-malam begini!''

''Kenapa enggak mungkin, Afi harus selalu ada buat Mas Biru, yah!'' kata Hafizah yang kemudian membuka kunci rumahnya.

Dan baru saja sampai teras Hafizah sudah berteriak memanggil Bambang.

Dan Bambang segera berlari keluar dari rumah, betapa terkejutnya Bambang melihat putrinya jatuh terduduk.

''Ayah. Tolong Afi!'' rintih Hafizah, wanita itu merasa sakit yang luar biasa di perutnya.

Bambang membantu Hafizah untuk berdiri dan betapa terkejutnya ia saat melihat darah yang sudah menembus dress Hafizah.

Bambang menjadi panik dan berteriak meminta tolong.

''Tolong!''

Dan para tetangga yang mendengar itu segera berlarian mencari sumber suara.

Segera Mereka menolong Hafizah, membawanya ke rumah sakit terdekat.

''Ayah, sakit!'' rintih Hafizah yang sedang dibopong oleh Bambang, pria itu membawa Hafizah masuk ke mobil tetangga yang bersedia mengantar Hafizah ke rumah sakit.

Sekarang Hafizah tidak sadarkan diri di pangkuan ayahnya.

''Afi!'' teriak Bambang seraya menepuk-nepuk pipi Hafizah.

Bambang semakin panik melihat itu.

Bambang pun meminta pada tetangganya untuk lebih cepat lagi mengemudikan mobilnya.

Sesampainya di rumah sakit Hafizah segera mendapat penanganan.

Sayangnya dokter tidak dapat menyelamatkan kandungan Hafizah.

Ya, Hafizah telah keguguran.

Mendengar itu Hafizah menangis histeris.

Bersambung.

Jangan lupa tinggalkan like, komen dan dukungannya ya, terimakasih^^

1
Khairul Azam
sebeuah cerita itu mencerminkan dari diri sipenulis itu sendiri
Mala–Bell: makasih, kak. Sudah memahami si penulisnya. 😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
menurutku disini yg aneh bukan siapa" tp othornya yg aneh
Mala–Bell: Makasih, kak. 🥰😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
hadeeeehhhh ini yg bikin cereta gak mumet apa
Mala–Bell: Kaaaa 😅😅😅😅
total 1 replies
Khairul Azam
hadeh gak ada yg bener semua, si maya bego, sihafiz pelakor, si biru tukang selingkuh, si bram hadddooohhhhh
Khairul Azam
perempusn psling bodoh maya, sukurlah klo gak bisa jln, tsu suami gak bener tingalkan aja malah nrobros lampu merah
Khairul Azam
hadeeehhh suami kaya gitu di rebutin tinggalin aja
Komang Diani
semangat maya demi masa depan irfas, jangan biarkan perlakor itu menang.. buat dia menderita
Komang Diani
bagusss,, kapok, karmanya instan,..
Komang Diani
bikin gregetttt,, dasar pelakorrrrr
Komang Diani
Luar biasa
Komang Diani
nama aja hafizah tp ular
Siti Nurbaidah
sukses sllu kk sayang..alurcerita ny mantap👍👍👌💕dag dig dug kdg buat sedih..nth lah spt dunia nyata tpi siapa pun itu pasti ada jln terbaik ny
Siti Nurbaidah: 👍👌👌siap
total 2 replies
Siti Nurbaidah
Luar biasa
Mala–Bell: Terimakasih 🥰
total 1 replies
ALNAZTRA ILMU
bodoh
ALNAZTRA ILMU
rasakan
ALNAZTRA ILMU
mampus
ALNAZTRA ILMU
bangkitlah maya. cepat!!
ALNAZTRA ILMU
semoga saja maya bisa bercerai dan nikah sama bram.. biru akan selingkuh lagi dan hafizah tau rasa diselingkuhi.. semoga saja
ALNAZTRA ILMU
otak blue sebab tu kau rosak
ALNAZTRA ILMU
astagaaaa.. brengsekkkk.. ceraisajalah bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!