Indah, seorang gadis dari kampung yang merantau ke kota demi bisa merubah perekonomian keluarganya.
Dikota, Indah bertemu dengan seorang pemuda tampan. Keduanya saling jatuh cinta, dan mereka pun berpacaran.
Hubungan yang semula sehat, berubah petaka, saat bisikan setan datang menggoda. Keduanya melakukan sesuatu yang seharusnya hanya boleh di lakukan oleh pasangan halal.
Naasnya, ketika apa yang mereka lakukan membuahkan benih yang tumbuh subur, sang kekasih hati justru ingkar dari tanggung-jawab.
Apa alasan pemuda tersebut?
Lalu bagaimana kehidupan Indah selanjutnya?
Akankah pelangi datang memberi warna dalam kehidupan indah yang kini gelap?
Ikuti kisahnya dalam
Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Rencana Selena
Selena meninggalkan perusahaan Rama dengan kemarahan yang meletup-letup. Harga dirinya serasa tercabik-cabik; penolakan Rama benar-benar membuat hatinya terluka. Dia adalah Selena, seorang wanita cantik dan seksi, dan selama ini tak pernah ada yang berani menolak pesona seorang Selena.
Lalu sekarang? Rama Wijaya? Lelaki yang dulu pernah tunduk padanya? Bisa-bisanya Rama menolak kehadiran Selena. Oh, tidak, Selena datang bukan untuk dicampakkan.
"Sial! Ini benar-benar sial! Kenapa Rama bisa berubah seperti itu? Ke mana hilangnya rasa cintanya yang dulu?" Selena terus mengumpat, memaki-maki, bahkan sampai memukul-mukul setirnya.
Reaksi yang diberikan Rama sungguh di luar ekspektasinya. Bukankah seharusnya Rama menerimanya dengan penuh suka cita? Bukankah seharusnya Rama menangis haru karena akhirnya dia bertemu kembali dengan Selena? Tetapi, kenapa yang terjadi malah sebaliknya?
Dia memang tahu bahwa apa yang dia lakukan memang salah. Dia telah pergi tanpa pesan, bahkan pergi di hari pernikahan yang seharusnya hanya tinggal beberapa saat lagi.
Tadinya dia hanya ingin bersenang-senang sejenak. Lalu, setelah itu akan kembali menjadi Selena yang manis. Toh, Rama sangat mencintainya.
Cinta yang diberikan Rama membuatnya merasa terkekang. Sifat Rama yang begitu posesif, melarangnya ini dan itu, mengharuskannya ini dan itu, membuatnya kadang-kadang merasa jenuh. Dia merasa kesulitan bernapas; dia hanya ingin sedikit kebebasan. Sehingga, uluran tangan dari sahabat Rama yang begitu hangat membuatnya terlena.
Tadinya dia tidak berpikir bahwa Rama tidak akan berubah; Rama akan tetap menjadi Rama, budak cintanya. Cinta Rama yang begitu besar meyakinkannya bahwa suatu saat dia hanya harus kembali dan meminta maaf, dan setelah itu semuanya akan baik-baik saja.
Siapa yang menyangka bahwa ternyata apa yang ada dalam pikirannya adalah salah? Waktu dua tahun untuknya bersenang-senang telah mengikis sedikit demi sedikit rasa cinta yang ada dalam hati Rama, hingga akhirnya habis tak tersisa.
Dan kini Rama telah benar-benar melepasnya. Dia mendapatkan kebebasan yang dia inginkan, Rama membebaskannya, sebebas-bebasnya. Tetapi, bukan kebebasan seperti ini yang dia inginkan. Yang dia inginkan adalah Rama tetap mencintainya dan tetap menerimanya, meski kesalahan apa pun yang dia lakukan. Kenapa bisa melenceng dari skenario?
"Aku tidak akan diam saja. Rama harus tetap menjadi milikku. Itu tidak benar. Pasti tidak benar jika dia mengatakan bahwa dia sudah menikah. Dia begitu sangat mencintaiku. Tidak mungkin secepat itu akan melupakanku. Dia pasti hanya menggertak saja. Tidak apa-apa, Sayang. Aku akan memastikan bahwa dirimu pasti kembali padaku!" ucap Selena penuh dengan percaya diri. Diusapnya air mata palsu yang membasahi pipinya.
"Shit! Kenapa ini pedih sekali?!" Selena mendesis lalu menyambar tisu yang ada di dashboard mobilnya untuk mengusap matanya. Tadi, sebelum pergi ke perusahaan Rama, dia sudah mengira bahwa Rama mungkin akan marah padanya.
Oleh karena itu, dia menyiapkan sandiwara ini. Karena tidak mungkin baginya jika akan tiba-tiba menangis, karena dia memang tidak bisa bersandiwara menangis. Oleh karena itu, dia mengusapkan irisan bawang merah pada jari-jari tangan kirinya sehingga kalau kesulitan mengeluarkan air mata, dia tinggal menyentuhkan jari-jarinya di sudut matanya.
Dirasa kurang mempan, dia menambahkan dengan mengoleskan irisan cabai yang dioleskan juga di jari-jari tangan kirinya agar nanti dia bisa mengeluarkan air mata yang banyak dan aktingnya menjadi sempurna. Tidak disangka, rasanya akan sepedih ini sekarang.
Selena menghentikan mobilnya di tepi jalan. Diambilnya cermin yang ada di dalam tas. Terlihat olehnya bagian wajahnya di sekitar mata sudah berubah ruam-ruam berwarna merah. "Oh, Tuhan! Ini benar-benar pedih." Dia benar-benar menangis saat ini, bukan hanya sekadar akting.
"Kau harus membayar untuk rasa pedih ini, Rama. Jika aku tak bisa menjadikanmu milikku, jangan panggil aku Selena. Sejauh ini tidak ada yang tidak bisa kutaklukkan. Dan begitu juga dirimu. Pada akhirnya kamu akan tetap menjadi milik Selena. Kamu harus tetap menjadi tambang emasku, menjadi ATM berjalan!" gumam Selena.
Selena kembali mengendarai mobilnya dengan pikiran berkecamuk. Segala ingatan tentang Rama terus menerus berseliweran di depan matanya, seperti roll film yang diputar ulang dan ulang lagi.
Selena ingat persis, Rama memang sangat mencintainya; itu tak pernah sama sekali Selena ragukan. Rama selalu menuruti apa pun keinginannya dan memberikan apa pun yang dimintanya. Dan sekarang, tiba-tiba saja Rama mengatakan bahwa dia sudah tidak lagi mencintainya.
Oh, tidak... Itu pasti tidak benar. Pasti Rama hanya membual. Pasti Rama hanya sedang masih marah padanya saja. Benar begitu, kan? Iya, benar. Itulah yang sebenarnya. Rama hanya masih marah padanya.
Dan Selena pasti akan mencari cara untuk meluluhkan hati pria yang pernah hampir menjadi suaminya itu.
"Lalu, sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau benar-benar berpisah dengan Rama. Aku tidak mau kehilangan tambang emasku. Si Doni sialan itu, dia sekarang berubah menjadi gembel. Dia sudah tidak bisa lagi memberikan apa yang kuinginkan. Ternyata dia tidak sekaya Rama. Aku menyesal telah tergoda oleh bujuk rayunya."
Huff...
"Kenapa aku harus tergiur dengan ucapannya dulu? Seharusnya kalau aku meninggalkan Rama, aku mendapatkan orang yang lebih kaya dari Rama, bukannya seperti si Doni sialan itu yang ternyata hanya seorang orang kaya rendahan; ternyata kekayaannya tak ada sebandingnya apa pun dari kekayaan Rama."
Selena terus saja berbicara sendiri.
"Apa pun yang terjadi, aku harus bisa kembali dengan Rama. Tapi apa benar dia sudah menikah? Bagaimana kalau ternyata benar? Ah, tidak... Itu pasti hanya omong kosong. Dia pasti hanya ingin mengelabuhiku."
"Aku harus memastikannya. Jika benar dia sudah menikah, aku harus bertemu dengan wanita itu. Dan jika aku sudah bertemu dengannya, itu urusan gampang. Aku bisa membuatnya mundur dari pernikahannya dengan Rama. Dan kalau dia tidak bisa mundur secara sukarela, maka aku yang akan membuatnya tersingkir, aku yang akan menyingkirkannya. Apa pun yang terjadi, Rama hanya boleh menjadi milikku, milik Selena!!"
Ucap Selena sambil mengepalkan tangannya di atas setir. Tekadnya sudah bulat. Rama harus kembali menjadi miliknya. Apa pun yang terjadi, tak boleh ada seorang pun yang memiliki Rama. Jika dia tidak bisa memilikinya, maka wanita lain pun tak akan bisa memilikinya; itulah yang menjadi tekad Selena.
Selena tersenyum menyeringai; berbagai rencana licik sudah muncul di dalam otak kotornya. Pertama-tama yang harus dia lakukan adalah dia harus mengetahui seperti apa perempuan yang telah dinikahi oleh Rama, dan untuk mengetahuinya itu berarti dia harus pergi ke tempat kediaman Rama.
Bukan hal yang sulit karena sejak dulu dia sudah sering pergi ke tempat itu. Karena dulu, sebelum pengkhianatan yang dia lakukan, rumah Rama sudah menjadi rumah kedua baginya. Dia bebas keluar masuk ke sana karena semua pelayan di rumah Rama tahu bahwa Selena adalah calon istri Rama dan tak ada seorang pun yang berani menentang Selena.
lagian Rama mana mau sama bentukan manusia tak tau diri kaya kuuu ...
blm apa² udah bikin emosiii ini manusia 😑😑😑
awas aja kalo indah plonga plongo yaaaa
..
ga ada yg lain thor alurnya