Bagaimana jadinya jika di jodohkan dengan ketos yang paling kita benci di sekolah.
Alvina Anindita anak dari Hana, dengan sifat bad girl yang membuat dirinya di kenali di SMA Garuda,dan membuat anggota Osis serta ketua Osis kewalahan dengan sifat Alvina Anindita.
Alvina Anindita mempunyai seorang bunda yang sangat sibuk dan jarang ada waktu buat Alvi,di tambah lagi Alvi tidak mengetahui siapa ayah kandungnya karna sedari kecil Alvi hanya tinggal bersama bunda Hana
Bagaimana jika Bunda Hana mempunyai Rahasia besar dan Alvi belum mengetahuinya?Banyak yang tidak di ketahui Alvi mengenai bundanya
Kevin Gionino sebagai ketua Osis dengan wajah cool, yang membuat fansnya semakin menggilainya.
Kevin yang selalu kewalahan dengan sifat Alvina yang selalu buat onar dan tidak mempunyai rasa takut kepada Kevin dan anggota Osis lainya.
Bagaimana jadinya jika Mereka berdua di jodohkan?
follow ig author
ya
@chitanda_nnd
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putri Sarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alvi kemana?
setelah Arkan mengantarkan Alvi pulang ke rumah bunda Hana.Alvi langsung naik ke kamar miliknya dan merebahkan badannya ke kasur king size miliknya. "Kenapa lo nggak pernah berubah Ar"Gumam Alvi "Gue nggak boleh terpengaruh ucapan Arkan "Menolog Alvi lalu berlari ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah 30 menit Alvi berada di kamar mandi kini Alvi telah siap siap untuk ke rumah Mama Dila.
Alvi menuruni anak tangga untuk segera kerumah Dila.Tidak butuh waktu lama taxi yang di pesan Alvi telah datang.
🌸
Alvi kini berada di rumah mama Dila ."Kok sepi"Gumam Alvi karna tidak melihat kedua mertuanya.
"Eh non Alvi udah pulang"Ucap bibi Kiti.
"Bi kenapa rumah sepi,mama sama papa Kemana?"Tanya Alvi
"Tuan dan nyonya tadi buru buru, kayaknya ada urusan penting"Jawab bibi Kiti
"Bibi tau kemana"Tanya Alvi lagi
"Keluar negeri non kalau tidak salah"Ucap Kiti
Alvi hanya mengangguk "Terus Kevin belum balik bi"Ucap Alvi
"Belum non,katanya nganterin sahabatya ke tokoh buku"Ucap Kiti
Sekali lagi Alvi mengangguk lalu berjalan ke kamar milik Kevin.
Saat menaiki anak tangga tiba tiba Handphone Alvi bunyi menandakan adanya pesan
Ting
***Mama Dila❤️
Maafin mama Al,nggak pamit karna mama tadi buru buru ada urusan mendadak di luar negeri.Kemungkinan mama sama papa di luar negeri kurang lebih dua Minggu.Kamu baik baik di Jakarta yah sayang sama Kevin
^^^Alvina ❤️^^^
^^^Iyah mah,nggak apa apa.Mama baik baik di^^^
^^^sana yah***^^^
begitulah isi pesan dari mama mertua Alvi.Alvi langsung membalas pesan dari mertuanya lalu melanjutkan langkahnya ke kamar Kevin.
Pukul tujuh malam kini Kevin telah pulang,Alvi menyeritkan alisnya karna melihat Kevin bersama Manda.
"Hai Al"Sapa Manda
Alvi hanya tersenyum "Hai juga"Jawab Alvi merasa kikuk karna dirinya dengan Manda Sangat beda dari segi sifat .
"Manda tinggal di sini,karna maminya keluar negeri"Ucap Kevin
Kini mereka bertiga sedang menonton tv sambil memakan cemilan dan juga minuman yang telah di siapkan oleh Kiti.
"Aku tidur sama siapa Vin?",Tanya Manda "Aku tidur sama kamu aja yah Vin"Ucap Manda enteng
"Uhuk..Uhuk."Alvi yang sedang meminum minumannya seketika batuk karna ucapan dari Manda yang ingin tidur bersama Kevin
Kevin yang sedari tadi menatap laptopnya mengarahkan pandangannya kepada Manda
Kevin menarik nafasnya panjang "Lo tidur sama Alvina"Ucap Kevin
"Aku maunya tidur sama kamu Vin"Ucap Manda "Waktu kecil kan kita tidur bareng,mandi bareng"Ucap Manda
Lagi dan lagi Alvi Hanya menatap cengo ke arah Manda.Alvi tidak habis fikir dengan jalan fikiran Manda yang jelas dulu dengan sekarang jauh beda karna mereka dulu masih kecil dan sekarang sudah dewasa.
"Manda"Ucap Kevin "Itukan dulu waktu kita kecil, sekarang kita sudah dewasa jadi tidak bisa seperti dulu lagi"Ucap Kevin memperingati Manda sahabatya
Manda Hanya mengangguk "Yaudah deh"Ucap Manda pasrah
Alvi kini berada di kamar tamu, dengan Manda.Alvi merasa sangat canggung.Manda masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci Wajahanya lalu memulai ritual malamnya.Alvi berfkir kalau Manda dengan kedua sahabatnya tidak jauh beda jago dandan
Setelah selesai dengan ritual malamnya kini Manda telah tertidur.Sedangkan Alvi gelisah sedari tadi membolak balikkan badanya.Matanya tidak bisa terpejam entah mengapa malam ini Alvi merasa tidak tenang.Fikiranya terus ke pada bunda Hana
"Semoga bunda baik baik aja"Gumam Alvi
Kini pukul sembilan malam,namun Alvi belum tertidur, berulang kali Alvi memejamkan matanya namun tidak kunjung tidur.Alvi menarik nafasnya kasar lalu turun dari kamar dan membuka pintu kamar dan menuruni tangga.
Entah mengapa fikiran Alvi terus memikirkan bunda Hana.Alvi melihat ruang tamu sudah gelap karna sebagian lampu sudah di matikan
"Alvi kangen sama bunda"Gumam Alvi dengan air mata yang menetes di wajahnya.Dengan segera Alvi menghapus air matanya.Alvi melihat Kunci mobil milik Kevin di ruang tamu,dengan segera Alvi mengambil kunci mobil milik Kevin.Tujuan Alvi saat ini ke rumah bunda Hana karna merasa rindu terhadap bunda Hana
Alvi menyalakan mesin mobil milik Kevin lalu meninggalkan pekarangan rumah Dila
Alvi telah sampai di depan rumah bunda Hana,dia berlari untuk menumpahkan kesedihannya.Entah mengapa dia mempunyai firasat buruk.
"Bunda,kenapa bunda nggak ada kabar,bunda kenapa bunda ninggalin Alvi"Ucap Alvi dengan air mata yang menetes di wajahnya.
Alvi memasuki kamar milik bundanya lalu menatap foto dirinya dan juga bundanya.Terlihat Alvi saat memasuki sekolah dasar dan tersenyum ke arah kamera bersama bundanya.
"Al kangen Bun"Lirih Alvi dengan memeluk bingkai foto dirinya dan juga Hana
Sudah satu jam Alvi menumpahkan kesedihannya dengan air mata.Kini Alvi Merasa ingin tidur.Akhirnya Alvi tidur di lantai kamar milik Hana dengan masih memeluk foto dirinya dan juga bundanya dengan mata sembab.
Pukul seblas malam,Kevin terbangun dari tidurnya karna merasa sangat lapar.Kevin keluar dari kamarnya untuk ke dapur,Kevin menyeritkan alisnya karna kamar yang di tempati Alvi dan juga Manda pintunya terbuka.Dengan penasaran Kevin melihat kamar Alvi,namun Kevin tidak melihat Alvi berada di kamar hanya Manda dengan tertidur pulas.Dengan Panik Kevin mengecek balkon kamar dan toilet namun Kevin tidak menemukan Alvi.Kevin bergegas menuruni untuk mencari Alvi siapa tau Alvi berada di dapur.Kevin menyalakan lampu dapur namun Alvi tidak ada.
"Kenpa den, tengah malam ke dapur"Tanya Kiti yang melihat Kevin panik
"Bibi liat Alvi"Tanya Kevin
"Bukanya non Alvi sudah tidur"Ucap Kiti
"Nggak ada bi"Ucap Kevin
"Saya juga kurang tau den,karna bibi juga baru bangun karna ada suara langkah kaki terburu-buru bibi kira maling"Ucap Kiti
Kevin tidak memperdulikan ucapan Kiti,Kevin ke ruang tamu.Kevin melihat ke Mejah.Kevin menyeritkan alisnya karna Kunci mobilnya tidak ada di sana.Dengan segera kevin berlari keluar dan firasatnya memang benar mobilnya tidak ada di gerasi.Dengan langkah panik Kevin naik ke kamarnya untuk mengambil kunci motornya.
"Aden mau kemana"Tanya kiti karna melihat Kevin terburu buru.
"Bibi jangan tanya ke Manda kalau saya keluar mencari Alvi,jika Manda bertanya jawab setau bibi saja"Ucap Kevin lalu pergi meninggalkan rumah.
Kevin melajukan motornya membela kota Jakarta dengan malam yang sangat dingin.Kevin memukul stir motornya karna sedari tadi tidak menemukan Alvi.
Kevin memutar motornya untuk ke cafe karna Alvi sering kesana.
Kini Kevin memarkirkan motornya,Kevin bisa melihat kalau Cafe Flower masih sangatlah ramai meski sudah larut malam.Dengan wajah dingin Kevin memasuki cafe Flower
"Kak Kevin ada yang bisa saya bantu"Ucap salah satu karyawan menundukkan kepalanya
"Apa Alvi tadi kesini"Tanya Kevin
"tidak pernah kak, terakhir kemarin datang sama kakak"Ucap karyawan itu.
Kevin keluar dari cafe untuk mencari Alvi lagi.Sudah pukul 1 malam namun Alvi belum ketemu."Kamu kemana sih Al"Ucap Kevin dengan mengendarai motornya.Kevin sangatlah lelah karna sedari pulang sekolah tidak istirahat karna mengantar Manda ke toko buku,dan tidurnya terganggu karna Alvi tiba tiba ada di kamarnya.
Saat di perjalanan Kevin mengingat jika dia belum mencari Alvi ke rumah Hana.Dengan segera Kevin melajukan motornya ke rumah bunda Hana
jujur aja baca sampe sini belum dapet feel nya
maaf ini menurut saya, maaf sekali lagi kalau saya ada salah niat saya cuma kasih saran