NovelToon NovelToon
Kesempatan Dari Sistem

Kesempatan Dari Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab VXII—Gelap

Ruangan itu sunyi, terlalu sunyi untuk ukuran sebuah kamar yang masih berdiri di tengah kota yang belum sepenuhnya mati. Tidak ada suara televisi, tidak ada langkah kaki dari luar, bahkan suara kendaraan yang biasanya samar terdengar kini benar-benar menghilang, seolah dunia di balik dinding kamar itu perlahan ditelan sesuatu yang tidak terlihat. Udara terasa lebih berat dari biasanya, tidak mengganggu, Meski begitu, cukup untuk disadari oleh seseorang yang terbiasa memperhatikan hal-hal kecil.

Jay berdiri di tengah ruangan, tubuhnya tegak tanpa gerakan berarti. Di tangannya, sebuah kunci tergenggam erat. Bentuknya panjang dan ramping dengan ukiran halus yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Bukan seperti kunci biasa, bukan pula seperti benda hasil buatan manusia pada umumnya. Permukaannya dingin saat disentuh, namun dingin itu terasa begitu aneh, tidak memiliki asal yang jelas, seolah benda itu tidak pernah benar-benar berada di dunia yang sama dengan dirinya.

Ia memutar kunci itu perlahan di antara jari-jarinya, merasakan setiap lekukan yang ada. Tidak ada ekspresi berlebihan di wajahnya. Tidak ada keraguan, tidak juga rasa penasaran yang berlebihan. Keputusan untuk menggunakannya sudah diputuskan sejak pertama kali mendapatkannya. Yang tersisa sekarang hanyalah menjalankannya.

Matanya terangkat, menatap lurus ke depan. Tidak ada ritual, tidak ada kata-kata khusus ya g keluar dari mulutnya. Ia hanya mengangkat kunci itu ke arah ruang kosong di hadapannya.

Untuk beberapa detik, tidak terjadi apa-apa.

Namun kemudian, udara di depannya mulai berubah secara halus. Sangat halus hingga hampir tidak terlihat. Seperti permukaan air yang tersentuh oleh sesuatu yang tidak memiliki bentuk. Tipis, bergetar, lalu perlahan muncul sebuah garis retakan kecil berwarna hitam pekat. Garis itu begitu tipis, seperti luka pada ruang yang tidak seharusnya ada.

Retakan itu tidak mengeluarkan suara. Tidak ada cahaya. Tidak ada energi yang terasa secara langsung. Ia hanya ada… dan terus melebar secara perlahan, seperti kaca yang dipaksa pecah dari dalam tanpa perlawanan.

Dalam beberapa detik, retakan itu sudah cukup besar untuk di masuki satu orang dewasa.

Tanpa banyak omong, Jay melangkah maju ke arah portal yang keluar. Tidak ada keraguan dalam gerakannya. Tidak ada jeda. Satu langkah sederhana, dan tubuhnya langsung menembus celah gelap itu.

Tidak ada rasa jatuh, tidak ada dorongan, tidak ada tarikan. Hanya satu langkah… dan semua yang ia kenal lenyap begitu saja.

Begitu kakinya menyentuh sesuatu yang terasa seperti lantai, retakan di belakangnya langsung menutup rapat secara perlahan, tidak meninggalkan jejak sama sekali. Dalam sekejap, celah itu hilang sepenuhnya, seolah tidak pernah ada sejak awal.

Jay tidak menoleh ke belakang. Ia sudah tahu. Tidak ada jalan untuk kembali saat sudah memasuki portal tersebut dan keheningan langsung menyambutnya.

Namun ini bukan keheningan biasa. Bukan keheningan yang menenangkan atau memberi ruang untuk berpikir. Ini adalah keheningan yang terlalu sempurna, terlalu dalam, hingga terasa menekan dari segala arah. Tidak ada suara sekecil apa pun. Bahkan napasnya sendiri terdengar asing oleh telinganya sendiri.

Jay berdiri diam untuk beberapa saat, membiarkan dirinya beradaptasi.

Matanya mencoba menyesuaikan, namun tidak ada yang benar-benar bisa dilihat olehnya. Bukan karena tempat itu gelap, melainkan karena tempat itu tidak memiliki sesuatu untuk dilihat. Ia bisa merasakan permukaan di bawah kakinya, dingin dan keras, namun saat ia mencoba memahami bentuknya, tidak ada detail yang bisa ditangkap. Tidak ada tekstur yang jelas.

Ia mengangkat pandangannya. Tidak ada langit. Tidak ada atap. Tidak ada batas ruang yang dapat dilihat. Seolah ia berdiri di dalam sesuatu yang luas… namun pada saat yang sama terasa sempit dan menekan.

Ia melangkah perlahan, tidak ada suara langkah. tidak ada juga suara yang menggema. Seolah setiap gerakan yang ia lakukan langsung ditelan sebelum sempat ada.

Jay berhenti.

Napasnya terasa sedikit lebih berat. Udara di tempat ini bisa dihirup, namun tidak terasa benar. Seperti ada sesuatu yang kurang, atau mungkin sesuatu yang berlebihan, tapi tetap tidak bisa dijelaskan dengan jelas.

Ia mengangkat tangannya, menatapnya dalam diam, lalu menurunkan tangannya kembali tanpa berkata apa pun.

Beberapa detik berlalu.

Tidak ada perubahan, tidak ada makhluk, tidak ada suara bahkan tidak ada tanda kehidupan. Justru itulah yang membuat tempat ini terasa lebih mengganggu. Ini bukan dungeon biasa. Tidak ada batasan yang bisa dikenali, tidak ada pola yang bisa dipahami.

“Asha.” Panggilnya terdengar pelan, namun jelas.

Tidak ada jawaban.

Beberapa detik berlalu, lebih lama dari biasanya.

“Asha.” Panggilnya kedua kali, sedikit lebih tegas.

“…ya… Tuan.” Jawab Asha.

Suaranya terdengar lebih jauh, sedikit terdistorsi, seolah harus menembus sesuatu sebelum sampai kepadanya.

Jay tidak menunjukkan reaksi berlebihan dan berkata “tolong analisis tempat ini!.”

Dalam beberapa detik Asha baru menjawab kembali “…tidak dapat dilakukan Tuan… tempat ini di luar batasan saya…”

Jawaban dari Asha terputus-putus, tidak sejelas biasanya.

Jay menatap ke depan tanpa bergerak. “Dungeon?”

“…kemungkinan… namun… data tidak tersedia dalam diri saya…” Jawabnya ragu.

“Sialan…tempat yang sesuai dengan namanya…Ancient.”

“…tidak ada catatan Tuan… tidak ada jejak manusia… tidak ada data sistem untuk saya analisis…”

Jay menghembuskan napas perlahan. “Jadi benar-benar kosong…ya? Apakah akan seperti ini terus sampai kematianku datang?”

Namun bahkan saat ia mengatakannya, kata itu terasa salah. Karena tempat ini tidak terasa kosong, justru sebaliknya. Seperti ada sesuatu yang memenuhi ruang ini. Sesuatu yang tidak terlihat dan tidak terdengar. Entah apa itu.

Jay melangkah kembali tapi kali ini langkahnya semakin tenang. Kali ini, perasaan itu muncul. Terasa begitu samar, seperti ada sesuatu… yang memperhatikan. Ia menghentikan langkahnya, matanya sedikit menyipit, tanpa adanya raut wajah panik, hanya kesadaran dan rasa waspada semata yang ia keluarkan.

“Asha.”

“Iya, Tuan…”

“…apa kau merasakannya?” Tanyanya.

Hening beberapa detik.

“…ya… ada sesuatu… yang tidak dapat saya identifikasi… yang pasti ada sesuatu.” Jawabnya lebih pelan dari sebelumnya.

Jay tetap berdiri diam, ia merasa kini keheningan itu terasa berbeda. Seolah ruang itu sendiri mulai “menyadari” keberadaannya.

Dan untuk pertama kalinya sejak ia masuk, ia merasakan suatu keberadaan entah dari mana arahnya tapi dia dapat merasakan keberadaan tersebut.

Hingga tiba-tiba…

Benda berat yang tampak terasa pipih menyayat lehernya…

SRINGGG

Syukur, sayatan itu tak terkena lehernya. Ia bergerak dengan cepat menghindari arah sayatan yang tak terlihat itu dengan menjatuhkan diri ke tanah.

Semua itu berkat skill yang ia miliki…yakni Instinct Combat dan Phantom Reaction. Berkat kedua skill itu ia dapat menghindari serangan tak terlihat tersebut, walaupun hindarannya menjatuhkan diri ketanah.

1
ラマSkuy
Hem ini latar ceritanya tentang apocalypse monster ya kayak komik solo leveling, keren Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!