NovelToon NovelToon
Hasrat Liar CEO Arogan

Hasrat Liar CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Nikahmuda
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 1

Brum..

Brum..

Brum..

Suara kenalpot dari sebuah motor ninja memenuhi halaman sebuah rumah sederhana di sebuah desa yang tak jauh dari kota.

Suara langkah kaki terdengar tergesa gesa memasuki rumah tersebut.

"Bik,bibik"!!

Teriak seorang gadis dengan wajah bahagia menguasai wajah cantiknya..

"Ada apa ,nak"! Tanya bik Titin sambil terbopong bopong berjalan mendekati sang keponakan.

"Bik ,lihatlah nilai kelulusanku sangatlah baik,,ini aku peringkat ke dua dari sepulu besar bik"! Kata Clara sambil mengangkat sebuah ijasa yang berada di genggamannya ke udara.

"Benarkah,, Alhamdulillah,pasti ibumu sangat senang di surga"! Kata bik Titin sambil memeluk sang keponakan ,tak terasa air bening mengalir pada sudut matanya .

Ya ..

Clara Azelina gadis yang suka berpenampilan tombok ,rambut identik dengan kuncir kuda,,kulit putih ,hidung mancung dan bibir yang manis .seolah menjadi kembang desa di kampung tersebut.

Namun karena karakternya yang tomboy membuat para pemuda di kampungnya sungkan untuk mendekatinya lebih dari sekedar teman,, tak sedikit kaum Adam yang mencoba mengungkapkan perasaan nya kepada gadis tomboy tersebut,namun ujung ujungnya malah di ketawain oleh Clara karena hal konyol tersebut.

Clara gadis berusia 19 tahun yang sudah di tinggal pergi sang ibu sejak usianya yang masih 6 tahun,sedangkan sang ayah sudah menikah kembali dengan wanita lain dan kini tinggal di kota,meskipun tak jauh dari desa tersebut,namun Clara enggan untuk berkunjung ke tempat sang ayah.

1 tahun,2 tahun bahkan 3 tahun setelah kepergian sang ibu,ayah Clara masih sering mengirimkan uang untuknya,namun setelah mendapat berita jika sang ayah telah menikah lagi,maka sejak itu pula ayahnya tidak lagi mengirimkan uang untuknya,untuk biaya sekolah dan jajanya semua bik Titin dan paman Santo yang menanggungnya.

"Cla,,apa rencanamu setelah ini nak"! Tanya bik Titin dengan tatapan serius tertuju pada sang keponakan.

"Bik,,Clara ingin menjadi orang sukses,supaya Clara bisa membalas Budi kepada bik Titin dan paman,serta bisa membantu menyekolahkan Rio dan Naila"! Kata Clara sambil menggenggam erat tangan sang bibik.

Terlihat bik Titin hanya bisa mengangguk.

"Bik,,Clara mendapatkan biaya siswa 1 semester di universitas ibu kota,Clara tidak ingin menyiapkan nyiakan kesempatan ini,,nanti biar clara kuliah sambil bekerja bik,bibik tidak perlu khawatir lagi dengan Clara"! Kata Clara meyakinkan sang bibik,meskipun tersirat sebuah perasaan tidak rela jika keponakannya yang baik itu akan pergi ke ibu kota seorang diri.

"Bik,percayalah pada Clara"!

"Nanti sebaiknya kamu bicara langsung dengan pamanmu,,bibik tidak bisa mengizinkan mu sepihak cla"! Ucap bik Titin dengan mata yang sudah berkaca kaca.

Clara pun mengangguk dengan senyum manisnya yang menghiasi wajah cantiknya.

"Baiklah,kalau begitu  sebaiknya kamu mandi dan makan siang"! Kata bik Titin yang tak ingin terlihat sedih di hadapan sang keponakan.

"Okey,bik"! Sahut Clara sambil mengangkat satu jempolnya ke udara.

Didalam diam nya bik Titin yang masih duduk di sofa ruang tengah,bik Titin pun teringat mediang sang kakak yang sudah meninggal tersebut.

"Mbak, aku sebenarnya tidak rela jika Clara harus pergi ke ibu kota seorang diri,tapi aku juga tidak bisa menghalangi cita citanya ,mbak maaf kan aku"! Ucap bik Titin lirih sambil sesekali mengusap pipinya yang basah akibat air mata yang tidak bisa ditahan,lolos begitu saja.

Malam pun tiba.. diruang tengah Clara yang sudah duduk di depan sang paman di temani bik Titin yang juga ikut duduk di ruang tengah tersebut.

Paman santo pun tidak bisa mencegah keinginan Clara,apapun yang Clara lakukan itu pasti yang terbaik untuk dirinya.

"Baiklah ,besok paman akan membantumu menjual motor mu"! Kata paman Santo akhirnya.

"Tapi kamu janji harus bisa menjaga dirimu sendiri disana,jangan pernah lupa untuk memberikan kabar kepada bibikmu setiap hari"! Nasehat paman Santo kepada keponakannya itu.

"Terimakasih paman,clara pasti janji untuk kalian berdua "! Kata Clara dengan senyum manisnya.

"Istirahat "! Sahut bik Titin kepada Clara.

Clara pun hanya mengangguk dan beranjak dari duduknya.

Di belahan bumi yang berbeda..

Malam itu di sebuah ruang CEO . Jam sudah menunjukan angka 8 malam,namun seorang laki laki masih duduk setia di kursi kebesaran ya.

"Boss ,nyonya besar menelpon "! Kata seorang laki-laki yang kini sedang berdiri disamping boss nya.

Laki laki tersebut menoleh sesaat dan mengambil ponsel yang berada di tangan asisten nya.

"Hallo Devan,,pulanglah papamu sedang tidak enak badan , cepat temui dia,apa kamu tidak khawatir dengan keadaanya"! Kata seorang perempuan paruh baya dari seberang telpon.

Devan tidak menjawab langsung saja mematikan sambungan telpon sepihak dan memberikannya kembali ponselnya kepada sang asisten.

"Devandra Arganta,, CEO muda di sebuah perusahaan Arganta Company yang bergerak di bidang ekspor impor.

Wajah tampan ,bibir tipis, sorot mata tajam , tubuh yang kekar dan rahang yang tegap membuat CEO satu itu banyak di kagumi para wanita,tidak sedikit dari rekan bisnisnya yang menawarkan putri mereka untuk bisa menjadi istri seorang devandra .

Namun laki laki berumur 30 tahun itu sepertinya masih menikmati kesendirian nya,tanpa ingin memikirkan wanita yang menurutnya selalu ribet.

Devan pun berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Jo sang asisten yang berjalan mengekor di belakangnya.

30 menit berlalu sampailah mobil yang di tumpangi Devan di sebuah mansion mewah kediaman tuan Erwin.

Tuan Erwin Hariz Arganta sosok lembut penuh kasih sayang,seorang figur papa yang selalu di dambakan anak anak nya. Namun sosok tersebut tak lagi Devan rasakan setelah kepergian sang mama untuk selamanya,dan hingga akhirnya tuan Erwin menikah dengan nyonya Nadin farica janda dengan anak satu.

Semenjak itu Devan menjadi sosok yang sangat irit bicara,angkuh dan pemarah..

Bahkan tuan Erwin pun sering di bantah jika sudah mulai mengatur tentang hidupnya..

Untung saja perusahaan Arganta yang di bangun sang kakek tidak di wariskan kepada tuan Erwin ,melainkan langsung kepada sang cucu yaitu Devandra Arganta.

"Selamat malam tuan muda"! Sapa salah satu pelayan yang sudah berdiri di depan pintu menyambut kedatangan tuan mudanya.

Jangan kan melirik menjawab pun rasanya tidak mungkin.devan nyelonong masuk kedalam mansion begitu saja seakan tidak ada satu orang di depan pintu.

Ceklek..'!!

Perlahan pintu kamar utama di buka dari luar,munculah laki laki tampan dengan aura yang mematikan melangkah masuk ke dalam kamar tersebut.

"Devan"!! Kata tuan Erwin lirih sambil tersenyum hangat kepada sang anak.

"Untung kamu segera datang,papamu sedari tadi menanyakan kamu"! Sahut nyonya Nadin yang berdiri di samping sang suami.

Devan hanya melirik tajam ke arah wanita paruh baya tersebut,dan itu mampu membuat nyali nyonya Nadin menciut seketika .

"Katakan ,apa mau papa"! Tanya Devan dengan wajah dingin dan suara yang tegas .

"Kapan kamu menikah"! Lagi lagi pertanyaan yang sama yang selalu keluar dari mulut sang papa.

"Jangan bicara hal tidak penting itu'! Sahut Devan dengan tatapan datarnya .

"Van,,usiamu sudah 30 tahun ,apa kamu tidak ingin memikirkan pendamping hidup dan keluarga,siapa yang akan menjadi penerusmu jika kamu tidak menikah'!

Devan hanya terdiam sepertinya otaknya kini sedang mencerna ucapan sang papa yang ada benarnya.

"Nanti akan aku pikirkan, istirahat lah pa"! Sahut Devan akhirnya sambil melirik sekilas ke arah tuan Erwin setelahnya langsung kembali melangkah meninggalkan kamar tersebut.

Tuan Erwin hanya bisa menghela nafas berat melihat langkah sang anak yang pergi meninggalkan kamar tersebut.

Merasa bersalah,ya pastinya ,semenjak kecelakaan itu yang mengakibatkan sang putra kehilangan sosok ibu,semenjak itu pula Devan berubah menjadi sosok laki laki dingin seperti kutut selatan tembus ke kutup Utara.

"Kita kemana boss'"! Tanya jo yang kini sudah kembali mengekor di belakang boss nya itu.

"Pulang"! Sahut Devan masih melanjutkan langkahnya menuju mobil.

Keheningan terjadi di dalam mobil ,Jo pun memilih fokus ke menyetir sedangkan Devan memilih untuk melihat keluar jendela mobil.

1
Ananda Fibrianti
lnjut min seru bangettt
Ananda Fibrianti
lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!