NovelToon NovelToon
Dokter Meets Mafia

Dokter Meets Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mafia / Dokter
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik jas putih yang bersih, seorang dokter muda bernama Evelyn Lavina hanya ingin menjalani hidup yang tenang, menyelamatkan nyawa dan melupakan masa lalunya yang kelam. Namun takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang seharusnya tidak pernah ia kenal.

Enzo Bellucci, pria tampan dengan tatapan dingin yang disegani banyak orang. Di dunia bisnis, ia dikenal sebagai pengusaha sukses. Tetapi di balik itu, ada sisi gelap yang tidak diketahui banyak orang, di merupakan seorang pemimpin mafia yang berbahaya.

Pertemuan mereka bermula di sebuah jalan, ketika Evelyn hendak perjalanan pulang. Saat di lampu merah, tiba seorang laki-laki asing masuk kedalam mobilnya dengan luka tusuk di perutnya.


Evelyn yang seorang dokter akhirnya membawa pria tersebut ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya.


Sejak saat itu, hidup Evelyn berubah. Ia terjebak dalam dunia yang penuh rahasia, kekuasaan, dan bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Ruangan itu dipenuhi aroma obat-obatan yang khas. Baunya tajam, bersih, dan sedikit menusuk hidung. Lampu putih di langit-langit menyala terang, memantulkan bayangan dua sosok yang sama-sama keras kepala di dalamnya.

Evelyn berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada, wajahnya datar namun sorot matanya jelas menunjukkan kelelahan. Rambutnya yang biasanya rapi kini sedikit berantakan, beberapa helai jatuh ke depan wajahnya. Ia bahkan tidak repot-repot merapikannya.

Di hadapannya, Enzo duduk santai di atas ranjang pasien, dengan perut yanh sudah di jahit dan di perban. Namun, dia terlihat seperti orang yang baru saja dirawat, pria itu justru tampak terlalu santai seolah tempat itu adalah ruang istirahat pribadi miliknya.

“Lukanya sudah ku obati. Sekarang, sana pergi. Aku mau istirahat. Sudah dua malam kau membuatku tidak bisa istirahat,” ucap Evelyn dingin, nyaris tanpa emosi, sembari melirik sekilas ke arah pintu, memberi isyarat yang sangat jelas: keluar.

Namun Enzo tidak bergerak sedikit pun. Sebaliknya, ia justru menyandarkan tubuhnya lebih nyaman, kedua tangannya menopang tubuh di belakang, ekspresinya santai seolah tidak perduli dengan pengusiran yang di lakukan Evelyn.

“Kau seorang dokter tapi mengusir pasienmu, kau tidak takut terkena kode etik?” cibirnya ringan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang jelas-jelas mengundang emosi.

Evelyn mendengus pelan. Ia berjalan beberapa langkah mendekat, lalu berhenti tepat di depan Enzo. Tatapannya tajam, seolah sedang menilai seberapa parah tingkat ‘ketidakwarasan’ pria itu hari ini.

“Untuk apa takut, mereka juga pasti akan membelaku kalau tahu pasiennya tidak waras sepertimu" Sahutnya tanpa ragu sedikit pun.

Enzo terkekeh pelan. Gelak tawanya tidak keras, tapi cukup untuk memenuhi ruangan yang tadinya sunyi. Ia menggelengkan kepala, seolah tidak habis pikir dengan perempuan di hadapannya.

“Sepertinya aku memang sudah gila,” gumamnya, masih dengan sisa tawa di bibir. “Bisa-bisanya aku tetap datang ke sini, tahu akan diperlakukan seperti ini.”

Evelyn mengangkat alisnya, tidak terkesan sedikit pun. “Kesadaran yang bagus. Sekarang silahkan pergi dari ruanganku.”

Namun lagi-lagi, Enzo tidak menurut. Ia justru menatap Evelyn lebih lama kali ini. Tidak seperti sebelumnya yang penuh canda dan ejekan, tatapannya kini sedikit berbeda, lebih tenang, lebih dalam.

Evelyn yang menyadari perubahan itu tanpa sadar mengernyit. “Apa lagi?” tanyanya ketus.

Enzo tidak langsung menjawab. Ia menurunkan kakinya dari ranjang, berdiri perlahan, lalu mendekat satu langkah.

“Dua malam aku di sini,” katanya pelan. “Dan dua malam itu juga aku melihat sesuatu.”

Evelyn menyipitkan mata. “Kalau kau akan mengatakan sesuatu yang tidak penting, lebih baik simpan saja.”

“Bahwa kau tidak pernah benar-benar istirahat.”

Kalimat itu membuat Evelyn terdiam sepersekian detik. Namun cukup bagi Enzo untuk menyadarinya.

Evelyn segera memalingkan wajahnya, berusaha kembali pada sikap dinginnya. “Itu bukan urusanmu.”

“Mungkin. Tapi sebagai pasien ‘tidak waras’, bukankah aku bebas bicara apa saja?” sahut Enzo tanpa ekspresi.

Evelyn menatapnya tajam lagi. “Kalau sudah selesai bicara, pintu ada di sana.”

Alih-alih membalas, Enzo justru menghela napas pelan. Kali ini, tanpa banyak bantahan, ia meraih jaketnya yang tergeletak di kursi, lalu berjalan menuju pintu.

Namun sebelum benar-benar keluar, langkahnya terhenti. Tangannya sudah menyentuh gagang pintu, tapi ia belum membukanya.

“Dokter Evelyn,” panggilnya tanpa menoleh.

Wanita itu tidak menjawab, tapi jelas mendengarkan.

“Besok aku tidak akan datang.”

Tidak ada respon.

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Evelyn tetap diam, seolah tidak peduli.

Enzo tersenyum tipis, meski tidak ada yang melihat.

"Aku yakin kamu pasti akan merindukan ku"

Klik.

Pintu terbuka.

Dan beberapa saat kemudian, pintu tertutup kembali.

Ruangan itu kembali sunyi.

Evelyn berdiri di tempatnya, masih dengan posisi yang sama. Namun kali ini, ia tidak lagi terlihat setegas sebelumnya.

Tatapannya perlahan beralih ke arah pintu yang baru saja ditutup.

Entah kenapa, ruangan itu terasa lebih sepi dari biasanya. Ia menghela napas panjang, lalu mengusap wajahnya kasar.

“Pria gila…” gumamnya pelan.

________

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan.

Mohon maaf lahir dan bathin🙏

1
Atik Marwati
musuh sesungguhnya yang tak bisa ditebak
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Atik Marwati
🤣🤣🤣🤣...dimakan mucang katanya👻👻👻👻
Atik Marwati
semangat Evelyn kamu akan dapatkan enzo😂
Atik Marwati
🤣🤣🤣🤣🤣 teryata drama
Abidin Ariawan
,,, cerita semacam ini,, gengster/mafia,, biasanya menghindari RS , bahkan punya dokter/tenaga medis sendiri meski ilegal,, untuk menghindari hukum/aparat,, apalagi bos nya lebih privat lagi,,, tp dicerita ini,,, terserah penulis siih
Atik Marwati
dia ketua mafia..
tapi sering kena tembak🧐🧐🧐
Atik Marwati
mohon maaf lahir dan batin
stela aza
dikit bener 🤦
Nia Nara
Thor lanjut dong..
Atik Marwati
dokter Evelyn kamu keren🥰🥰🥰
Atik Marwati
🤣🤣🤣 salah sendiri kabur kaburan..
Atik Marwati
kurang perhitungan Enzo di lawan
Atik Marwati
tar pasti tahu tahu Enzo udah ada di kamar rawatnya lagi🤣🤣
stela aza
lanjut thor up-nya double y
Atik Marwati
mau perang dia gak betah tidur lama lama😂😂
Atik Marwati
sudah ku duga🤭🤭🤭🤭
Atik Marwati
ditunggu kebucinan mafia enzo🧐🧐🧐🧐
Atik Marwati
wkwkwkw...mafianya mleyot
Atik Marwati
gabung thor🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!