NovelToon NovelToon
SERABI LEMPIT

SERABI LEMPIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Cariza Nofiriyanto

lanjutkan seorang gadis cantik baru lulus dan sedang mencari kerja dan menemukan masalah karena orangtuanya berhutang dengan lintah darat namun ada bos muda yang membantunya namun bos itu jatuh hati kepadanya gadis cantik itu bernama Mira dan bos besar grup Nusantara itu Romano Kusuma dan ia menginginkan gadis cantik itu dan mengejaran dimulai ...... lanjutkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Cariza Nofiriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 19

Meskipun ketenangan di perbukitan Bogor telah menjadi tempat bernaung mereka, Mira tahu bahwa mengisolasi diri bukanlah jawaban jangka panjang untuk melindungi warga Sektor Tujuh. Di meja kayu yang biasa digunakan untuk menyortir biji kopi, Mira membentangkan sebuah denah baru. Kali ini bukan denah laboratorium, melainkan cetak biru "Berdikari Hub".

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu kebun ini, Romano," ujar Mira, jemarinya menunjuk pada titik-titik koordinat di sekitar pemukiman lama mereka di Jakarta. "Hukum memang sudah melindungi kita, tapi kemandirian ekonomi adalah benteng yang sebenarnya. Aku ingin mengembangkan sistem sirkular."

Romano mendekat, meletakkan cangkir kopinya dan mempelajari denah tersebut. "Kau ingin menghubungkan kebun-kebun satelit di Bogor langsung dengan pusat pengolahan di Sektor Tujuh?"

"Lebih dari itu," Mira menjelaskan dengan antusiasme yang terkendali. "Rencana pengembangannya mencakup tiga pilar:"

 * Agro-Teknologi Rakyat: Menggunakan sisa-sisa teknologi pemantauan Nusantara Group untuk sensor kelembapan tanah dan nutrisi organik, bukan untuk memantau manusia.

 * Energi Mandiri: Memanfaatkan aliran air bawah tanah yang kita temukan dulu untuk turbin mikro-hidro. Sektor Tujuh akan menjadi wilayah pertama di Jakarta yang 100% lepas dari jaringan listrik pusat yang mahal.

 * Bank Benih Rahayu: Mengumpulkan benih-benih asli Nusantara yang belum dimodifikasi. Kita akan menjadi bank genetik alami untuk melawan ketergantungan pada benih korporat.

Romano mengangguk pelan, otaknya yang terbiasa dengan strategi bisnis mulai memetakan risiko. "Globalindo dan sisa-sisa pemain lama tidak akan senang. Kau secara de facto sedang menciptakan negara kecil di dalam kota. Mereka akan menyebut ini monopoli baru."

"Ini bukan monopoli jika setiap warga adalah pemegang sahamnya," balas Mira tegas. "Koperasi Sektor Tujuh akan memiliki 100% hak kelola. Kita hanya arsiteknya, Romano. Setelah sistem ini berjalan, kita akan menyerahkan kuncinya kepada mereka."

Namun, rencana pengembangan ini membutuhkan modal awal yang besar. Mira tidak ingin menyentuh sisa harta keluarga Kusuma yang berdarah.

"Ada satu aset yang belum kita cairkan," bisik Romano. "Gedung lama Nusantara Group di jantung kota. Bangunan itu masih atas namaku secara pribadi. Jika kita menjualnya ke organisasi konservasi dunia, dananya cukup untuk mendanai Berdikari Hub selama sepuluh tahun ke depan."

Mira menatap Romano cukup lama. Gedung itu adalah simbol trauma mereka berdua. "Kau yakin ingin melepaskannya?"

"Gedung itu adalah penjara, Mira. Menjualnya untuk membangun kehidupan di Sektor Tujuh adalah cara terbaik untuk meruntuhkannya tanpa harus menggunakan dinamit."

Pengerjaan pun dimulai. Dalam hitungan bulan, Sektor Tujuh berubah menjadi bengkel kerja raksasa. Warga tidak lagi hanya menjadi buruh; mereka dilatih menjadi teknisi energi dan ahli agronomi perkotaan. Mira sering terlihat di sana, mengenakan helm proyek, memimpin instalasi turbin air pertama di bawah tanah pasar.

Di tengah kesibukan itu, sebuah ancaman baru muncul namun dalam bentuk yang berbeda. Bukan pasukan bersenjata, melainkan tawaran investasi triliunan rupiah dari konsorsium asing yang ingin membeli "Model Berdikari" untuk diterapkan secara global sebagai komoditas hijau.

"Mereka ingin membotolkan kebebasan kita dan menjualnya kembali kepada dunia," desis Mira saat membaca surat tawaran tersebut di kantor koperasi.

"Apa langkah kita?" tanya Romano. "Menolak mereka secara mentah-mentah akan memicu tekanan politik."

Mira tersenyum miring—senyuman yang menunjukkan bahwa "Subjek Alpha" di dalam dirinya masih memiliki taring. "Kita tidak akan menolak. Kita akan mengundang mereka ke sini. Tapi bukan untuk rapat di hotel mewah. Suruh mereka ikut menggali parit air bersama warga. Jika mereka tahan satu minggu, kita bicara. Jika tidak, mereka tidak pantas menyentuh proyek ini."

Rencana pengembangan ini bukan lagi soal bertahan hidup, melainkan tentang menetapkan standar baru bahwa manusia dan alam bisa berjaya tanpa harus saling memangsa.

Sabotase itu datang bukan melalui ledakan, melainkan melalui birokrasi yang mencekik. Tiba-tiba saja, pasokan material untuk turbin mikro-hidro tertahan di pelabuhan dengan alasan "pemeriksaan keamanan nasional". Di saat yang sama, kampanye hitam mulai beredar di media sosial, menyebut bahwa air bawah tanah di Sektor Tujuh mengandung sisa- residu kimia berbahaya dari era Nusantara Group.

"Mereka mencoba mematikan kita perlahan dengan ketakutan," ucap Romano sambil menatap layar monitor yang menunjukkan penurunan drastis kepercayaan konsumen pada kedai kopi mereka.

Mira tidak marah. Ia justru mengumpulkan seluruh warga di lapangan pasar. Di tengah keraguan yang mulai menyelimuti wajah-wajah tetangganya, ia meminum segelas air langsung dari keran utama yang baru saja dipasang.

"Mereka bilang air ini beracun karena mereka takut kita tidak lagi membeli air dari mereka," suara Mira tenang namun jernih. "Mereka menahan material kita karena mereka takut kita tidak lagi butuh listrik mereka. Jika mereka ingin menguji ketahanan kita, maka mari kita tunjukkan bahwa Berdikari bukan sekadar nama, tapi cara kita hidup."

Mira memerintahkan warga untuk menggunakan material lokal. Alih-alih menunggu turbin pabrikan yang ditahan, mereka memodifikasi mesin-mesin tua dari gudang logistik Nusantara yang masih bisa diselamatkan. Romano menggunakan jaringan lamanya untuk melakukan "perang data", merilis hasil uji laboratorium independen setiap hari ke publik untuk mematahkan hoax yang beredar.

Puncaknya terjadi saat malam peluncuran sistem energi mandiri. Seluruh Jakarta sedang mengalami pemadaman bergilir akibat kegagalan sistem pusat, namun Sektor Tujuh mendadak benderang. Cahaya lampu dari rumah-rumah warga dan pasar terlihat seperti pulau emas di tengah lautan kegelapan kota.

Visual itu menjadi viral. Media internasional mulai meliput bagaimana sebuah pemukiman yang dulunya dianggap "sampah" kini menjadi satu-satunya wilayah yang paling stabil secara energi dan pangan.

Di kantor koperasi yang sederhana, Mira dan Romano melihat laporan terakhir. Sistem Berdikari Hub telah mencapai titik impas. Mereka tidak lagi memiliki utang, dan surplus energi mereka mulai disumbangkan ke puskesmas serta sekolah di wilayah sekitar.

"Kita berhasil, Mira," bisik Romano, menyandarkan punggungnya di kursi kayu yang keras. "Sektor Tujuh tidak lagi membutuhkan kita sebagai pelindung. Mereka sudah memiliki sistemnya sendiri."

Mira berjalan menuju jendela, melihat warga yang sedang merayakan kemenangan kecil itu dengan makan malam bersama di sepanjang gang. "Itulah tujuannya, kan? Menjadi tidak relevan."

Ia melepaskan lencana kepemimpinan koperasinya dan meletakkannya di meja. "Besok, kita kembali ke Bogor. Aku ingin melihat apakah bibit kopi yang baru kita tanam sudah mulai bertunas."

Romano berdiri, memeluk Mira dari belakang. "Hanya kita berdua?"

"Hanya kita berdua," jawab Mira. "Sebagai warga biasa dari dunia yang baru saja kita bebaskan."

Mereka meninggalkan kantor itu tanpa upacara perpisahan yang megah. Di bawah cahaya lampu yang dihasilkan oleh aliran air mereka sendiri, Mira dan Romano berjalan menuju mobil, meninggalkan sebuah legasi yang tidak lagi terbuat dari baja dan beton, melainkan dari keberanian sebuah komunitas untuk berdiri di atas kaki sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!