NovelToon NovelToon
Game Pernikahan Mafia

Game Pernikahan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:376.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Aku tidak menyangka jika pernikahanku ternyata membuatku harus memilih antara tetap hidup dengan seorang pembunuh Ayahku atau aku harus membalaskan dendam atas kepergian Ayahku.

Sebuah cerita perjuangan hidup seorang wanita yang besar dengan bertahan hidup di jalanan karena sejak usia sepuluh tahun kedua orangtuanya harus meninggal dengan keadaan tenggelam di laut bersama mobil yang mereka kendarai. Beruntung saat itu ia tidak ikut dengan kedua orangtuanya untuk makan malam dengan kliennya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33. Gara Akan Memperjuangakan

"Kita pulang." ajak Gara pada Randa.

Kedua pria itu melangkah masuk ke mobil lalu mobil pun melaju ke kediaman Tuan Tedy. Saat ini Tuan Tedy masih terlihat tidak begitu sehat. Wajah pucat dan tatapan matanya yang memperlihatkan ada sorot kesedihan di sana terus membuat Nyonya Harina ikut memikirkan apa yang suaminya rasakan saat ini.

Di perjalanan Gara dan Randa tidak berbicara apa pun, keduanya terdiam tanpa kata. "Tuan, apa kita tidak kembali ke Cina untuk menyelesaikan pekerjaan itu?" tanya Randa dengan ragunya.

"Aku masih banyak yang harus ku selesaikan, untuk hal itu kita bisa lanjutkan setelah masalahku selesai." tutur Gara.

"Tapi, Tuan-" (Ucapan Randa tidak lagi ia teruskan saat melihat tangan Gara memintanya untuk berhenti berbicara).

Perjalanan kembali sunyi, Randa enggan memberikan komentar atau pun pertanyaan pada Gara. Saat ini Gara sudah jauh berbeda dari yang ia kenal. Selama ini tidak ada yang lebih utama selain menyelesaikan pekerjaan.

"Malam ini kau kembalilah ke markas." pintah Gara.

"Baik, Tuan." tutur Randa.

"Dan satu lagi, jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu. Panggil namaku saja." pintahnya lagi.

Mata Randa terbelalak saat mendengar permintaan Gara saat ini, bagaimana bisa ia meminta panggilan itu di rubah sedangkan selama ini panggilan Tuan sudah melekat pada Randa dan anak buah yang lainnya. Semenjak Gara mengabdikan diri pada Mr. Dave, Gara merupakan atasan mereka juga.

Tapi berbeda dengan pandangan Gara, saat ini dirinya sudah mulai menyadari betapa berartinya keluarganya untuk dirinya. Dan Gara ingin mengabdikan diri untuk keluarganya. Meski ia tahu semua tidak akan semuda yang ia harapkan.

"Tuan, maksud saya...Gara anda tidak berniat untuk keluar dari kerjaan ini kan?" tanya Randa yang sangat penasaran.

"Andai itu bisa ku lakukan." ucap Gara dengan tatapan kosongnya seakan penuh penyesalan.

"Anda ingat apa resiko kita jika akan keluar dari kerjaan ini? sebaiknya anda mengurungkan niat itu." tutur Randa.

Tanpa terasa perjalanan mereka kini sampai di kediaman Tuan Tedy, tubuh lemas Gara turun dari mobil dan Randa segera melajukan kembali mobil itu kembali ke markas besar Mr. Dave.

"Gara," sapa Nyonya Harina yang tanpa sengaja melihat kedatangan putranya.

Gara melirik ke arah sumber suara itu, ia melihat keadaan Tuan Tedy yang duduk tak berdaya di kursi roda dengan suapan bubur dari sang istri. Perlahan Gara melangkah ke arah Tuan Tedy lalu ia duduk berjongkok sejajar dengan Tuan Tedy.

"Ayah, bagaimana keadaan Ayah saat ini?" tanya Gara.

"Baik, Ayah sudah baik Gara. Apa kau lelah bekerja terus?" tanya Tuan Tedy.

Gara menganggukkan kepalanya dengan bibir yang berusaha keras menunjukkan senyuman itu. "Istirahatlah." pintah Tuan Tedy.

 

"Gara masuk ke kamar dulu." ucapnya dan Tuan Tedy pun tersenyum. Gara melangkah menjauh dengan langkah yang tidak setegas biasanya.

Nyonya Harina dan Tuan Tedy menatap kepergian putra mereka, ada rasa cemas namun seperti itulah selama ini yang selalu di rasakan kedua pasangan suami istri itu. Tidak henti-hentinya mereka selalu mencemaskan keadaan Gara yang selalu menghabiskan waktu di luar.

***

Begitu banyaknya drama yang telah terlewati hari ini, begitu banyaknya lika liku hidup yang terus mengalir berputar layaknya roda. Tanpa sadar sudah melewatkan selama dua belas jam lamanya, Kharisa yang baru saja terbangun dari tidur lelapnya kini mendengar suara ketukan pintu di rumah itu.

Mata lemasnya mengerjap beberapa kali merasa ketukan pintu itu hanyalah mimpi. Tak lama kemudian terdengar pintu itu terbuka, dan Kharisa turun dari tempat tidur untuk melihat siapa yang datang saat itu.

"Apa pemilik kontrakan ini yah?" gumam Kharisa, kepalanya ia keluarkan untuk mengintik ke arah pintu.

Di sana Vino sudah membuka lebar pintu rumah mereka, "Hah dia?" Kharisa begitu terkejut saat melihat sosok Gara yang sudah berdiri di sana.

"Ada apa Kakak ipar datang kemari?" tanya Vino dengan tatapan sinisnya.

"Di mana Kharisa?" Gara enggan membuang-buang waktu untuk menjelaskan pada adik iparnya dan memilih segera bertanya keberadaan istrinya.

"Astaga dia benar datang?" Kharisa yang segera masuk kembali ke kamarnya menatap keadaan dirinya yang sangat kusam segera bergegas ke kamar mandi di bagian belakang dengan jalan yang mengendap-endap agar Gara tidak melihatnya.

"Kak Risa sedang istirahat, sebaiknya Kakak ipar pulanglah biarkan Kak Risa istirahat dulu karena besok ia harus bekerja." tutur Vino berniat untuk mengusir keberadaan Gara.

Namun bukan Gara namanya jika tidak akan melawan dan mempertahankan keinginannya. Ia melepas tangan Vino yang menempel di dinding rumah kecil itu dan Gara segera masuk melewati adik iparnya.

"Kakak ipar." panggil Vino yang mengejar Gara saat melangkah masuk menelusuri tempat tinggal mereka.

Gara menganggukkan kepalanya beberapa kali memperhatikan keadaan tempat tinggal istrinya itu. Sangat bersih dan tertata dengan rapi meski sangat sederhana. "Kakak ipar." Vano yang baru saja keluar dari kamarnya ikut mencegah langkah Gara yang hendak masuk ke kamar yang tertutup.

"Aku ingin bicara pada Kharisa. Kalian belajarlah." pekik Gara menampilkan tatapan mematikannya itu.

Vano yang menghalangi langkah Gara kini sudah di tepis pelan pada pria itu. Saat ini Kharisa tengah mandi di kamar mandi belakang, ia terus merasa ketegangan dengan datangnya suaminya itu.

"Mengapa dia datang betulan? aku fikir hanya mengancamku saja." gumam Kharisa sembari menyiram terus kepalanya dengan wadah pengambil air. Sungguh Kharisa sudah sangat terbiasa dengan hidup kesederhanaan itu.

 

Di dalam kamar, Gara terkekeh menggelengkan kepalanya melihat dalaman Kharisa yang sudah berserakan di bawah lantai tepat di samping tempat tidurnya. Sepertinya Kharisa lupa untuk meletakkan pakaian kotor itu di tempatnya karena terlalu panik hingga ia berlari ke kamar mandi menggunakan handuk saja.

"Bra miliknya cukup besar juga, hampir sama seperti Ibu." gumam Gara terkekeh melirik ke arah pakaian kotor Kharisa.

Merasa ada sedikit hiburan saat datang ke kamar sang istri, belum lagi ia melihat ponsel jadul milik Kharisa, Gara meraih benda kecil itu di atas kasur dan memperhatikannya. Ponsel tiruan yang terbilang cukup murah dan keluaran lama.

"Ayah benar memilihkan mu untukku, Kharisa. Aku yang sudah salah menilaimu. Seharusnya aku bersyukur bisa mendapatkan wanita sepertimu. Aku sadar saat ini sangat kecil kemungkinan untuk bisa menemukan wanita yang masih bisa menjaga kehormatannya. Dan aku sudah menyia-nyiakan semuanya." tutur Gara dengan penuh penyesalan.

"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu, mungkin dengan cara seperti itu Tuhan menyadarkan diriku atas semua kejahatan yang telah ku perbuat pada banyak orang." lanjutnya lagi.

Tekat Gara benar-benar bulat, ia akan memperjuangkan pernikahannya saat ini. Kharisa benar wanita yang baik.

Di kamar mandi Kharisa sudah kebingungan menatap ke sudut kamar mandi mencari baju ganti untuknya. "Kharisa, apa yang kau lakukan? mengapa bisa sampai lupa untuk membawa pakaian ganti? ah sial-sial."

Kini Kharisa nampak kebingungan apa yang harus ia gunakan untuk keluar kamar mandi, "Hah Vino." ucapnya menemukan jalan.

"Vino." panggil Kharisa dari dalam kamar mandi.

Beruntung kamar mandi kecil itu tidak kedap suara. Dengan cepat Vino segera berlari menuju kamar mandi. "Iya, Kak. Ada apa?" tanyanya.

"Tolong ambilkan Kakak pakaian." pintah Kharisa.

Vino segera berlari menuju kamar Kharisa dan ingin memilihkan pakaian, namun Gara mencegahnya. "Pergilah! biar aku saja." tutur Gara.

Vino berdecak kesal lagi-lagi kakak iparnya meminta pergi. Vino keluar dari kamar Kharisa sementara Gara sudah memilihkan baju piyama yang terusan tanpa memberikan Kharisa dalaman. Wajah Gara tersenyum membayangkan tingkah Kharisa yang malu-malu padanya nanti.

1
nobita
ooh begono ceritanya
Muhammad Ibrahim
Luar biasa
Rini Shop
bagus
ImNick
ahhhh BAGUS ANETTTTTT, thankyou thor..
Lova Yoongi
bener kata orang istri org tu lebih menggoda .....
khard pgen sutik mati ..
Lova Yoongi
itu cara allah buat gara biar tergantung sama istri, biar tau kharisa itu tanggu gar...m
Lova Yoongi
gara tar nyesel lho, byk lho yg naksir istrimu.... kyk gk ada org lain lgi, brg bekas madi di jumput lgi gk sdr dgn kata" sampah
🐬
bgus
Rahmi Ami
thor teganya dirimu....
kalo bisa di ubah aja alurnya...
😁😁😁😁
pas detik2 kard mau menodai kharisa bara datang dan belum sempat melakukan tindakannya....

kasian kharisa, 🥺
Eva Susanti
mantap👍👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤❤❤
Elizabeth
👍👍
mamah destya
tsrima kasih thour ku tunggu cerita yg lain ny
ig: monalisa_n28: Terimakaish juga kak 🥰🥰
total 1 replies
Ikhe Parlina
temksh thor. ..
sy suka bngat ceritanya..😍😍
adakah season ke2 nye😊
ig: monalisa_n28: Maafyah kak 🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Rahmi Miraie
thank thor utk cerita yg sgt mnghibur ini,aku tunggu karya lainnya
ga nyangka uda end
Rahmi Miraie: iya sama sama
total 2 replies
Tuti Ranu
alhamdulilah mksih Thor ditunggu cerita yg baru..👍👍
ig: monalisa_n28: Terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Asna Deli
terima kasih author cerita mu keren..ada kah seanson ke2nya??
ig: monalisa_n28: Hehe Terimakasih kembali kak asna sudah setia sampai di sini🙏 tidak ada season dua yah kak🤗🤗
total 1 replies
verawati.com
lanjut thor
Asna Deli
lanjut thor..
Rahmi Miraie
permisi tuan gara...iklan lewat
hhhe
tn tedy tepat waktu bgt sii dtg nya
Elizabeth
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!