NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kriminal dan Bidadari / Slice of Life / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Pengantin Pengganti Hutang

​​"Jangan harap aku melangkah satu jengkal pun ke altar kalau sertifikat itu belum ada di tanganku."

​Ziva menatap pantulan dirinya di cermin rias. Gaun pengantin putih yang membalut tubuhnya terasa seperti kain kafan, mencekik dan dingin. Di belakangnya, pria paruh baya dengan setelan jas mahal yang agak kesempitan tampak menggeretakkan gigi. Wajahnya merah padam menahan amarah.

​"Kau jangan main gila, Ziva! Tamu undangan sudah datang. Keluarga Drystan sudah menunggu di depan. Kau mau mempermalukan Om Haryo hah?!" bentak pamannya itu dengan suara tertahan, takut terdengar oleh orang di luar ruangan.

​Ziva memutar tubuh, menatap lurus ke mata pamannya tanpa rasa takut sedikit pun. "Malu? Om yang mempertaruhkan nyawa Om sendiri dengan menjual keponakan demi melunasi hutang judi. Kalau aku batal menikah, siapa yang akan dicincang oleh orang-orang Drystan itu? Aku atau Om?"

​Haryo terdiam. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. Dia tahu Ziva tidak sedang menggertak. Keponakannya ini memang terlihat tenang, tapi otaknya bekerja secepat kilat.

​"Pengacara Salim!" seru Ziva, mengabaikan napas Haryo yang memburu.

​Seorang pria berkacamata yang sejak tadi berdiri kaku di sudut ruangan maju selangkah. Dia membuka tas kerjanya dengan tangan gemetar. "Dokumennya sudah siap, Nona Ziva. Sertifikat rumah atas nama orang tua Anda, surat balik nama, dan surat perjanjian pelepasan hak dari Bapak Haryo."

​"Tunggu apa lagi? Serahkan padanya!" Haryo menyambar dokumen itu kasar dari tangan pengacara dan melemparnya ke meja rias di depan Ziva. "Puas kau? Dasar anak tidak tahu diuntung! Sudah diurus sejak kecil, sekarang malah memeras paman sendiri."

​Ziva tidak peduli dengan makian itu. Jemarinya yang lentik—jemari seorang ahli bedah yang biasa memegang pisau skapel—kini dengan teliti membalik setiap halaman dokumen. Dia memeriksa stempel, tanda tangan, dan keaslian kertas sertifikat itu. Tidak ada celah. Rumah peninggalan orang tuanya aman.

​Ziva mengambil pena, menandatangani bagian penerimaan, lalu memasukkan sertifikat berharga itu ke dalam clutch pengantinnya.

​"Urusan kita selesai," gumam Ziva dingin. Dia berdiri, membenahi letak veil di kepalanya. "Ingat, Om. Setelah detik ini, aku bukan lagi urusanmu. Dan jangan pernah berani menginjakkan kaki di rumahku lagi."

​Haryo mendengus kasar, lalu memberi isyarat pada pengurus pernikahan untuk membuka pintu. "Cepat jalan. Jangan bikin malu."

​Prosesi pernikahan itu berjalan secepat kilat, seolah semua orang ingin segera mengakhirinya. 

Tidak ada janji suci yang mengharukan, tidak ada tatapan cinta. Yang ada hanyalah tatapan menilai dari para tamu undangan yang berbisik-bisik, mencemooh nasib Ziva yang harus menikah dengan "monster cacat" dari keluarga Drystan demi harta.

​Ziva masa bodoh. Dia hanya berdiri tegak, mengucapkan kata "Sah" dengan nada datar seperti sedang memesan kopi, lalu membiarkan dirinya digiring masuk ke dalam mobil limosin hitam yang akan membawanya ke neraka barunya.

​Perjalanan menuju kediaman utama Keluarga Drystan terasa sunyi. Sopir di depan tidak bicara sepatah kata pun. 

Ziva menyandarkan kepalanya ke jendela mobil, menatap gedung-gedung tinggi yang berlarian di luar. Dia tidak menangis. 

Air matanya sudah kering sejak hari pemakaman orang tuanya. Sekarang, yang tersisa hanya logika.

​Mobil berhenti di depan sebuah mansion bergaya Eropa klasik yang suram. Halamannya luas, dipenuhi pepohonan yang dipangkas rapi namun kaku.

​"Silakan turun, Nona," ucap sopir itu sambil membukakan pintu.

​Seorang pelayan wanita paruh baya dengan wajah kaku sudah menunggu di depan pintu utama. Tanpa senyum, tanpa sambutan hangat. "Mari ikut saya. Pak Elzian tidak suka menunggu."

​Ziva mengikuti langkah pelayan itu menyusuri lorong panjang yang lantainya berlapis marmer dingin. Dinding-dindingnya dipenuhi lukisan abstrak yang menambah kesan angker rumah itu. 

Tidak ada foto keluarga. Tidak ada vas bunga segar.

Rumah ini mati.

​"Ini kamar Pak Elzian. Beliau ada di dalam," kata pelayan itu, berhenti di depan sebuah pintu kayu jati ganda yang besar. Pelayan itu bahkan tidak repot-repot membukakan pintu. Dia langsung berbalik pergi, seolah takut tertular sial jika berlama-lama di sana.

​Ziva menarik napas panjang. Ini dia, batinnya. Bagian dari kesepakatan. Dia sudah mendapatkan rumahnya kembali, sekarang dia harus menghadapi 'pembelinya'.

​Tangannya terulur memutar gagang pintu yang dingin. Pintu terbuka tanpa suara, engselnya diminyaki dengan sempurna.

​Kamar itu luas dan remang-remang. Tirai jendela tertutup rapat, menghalangi cahaya matahari sore. Udara di dalam terasa lebih dingin beberapa derajat dibanding di luar, berbau antiseptik samar bercampur aroma kayu manis yang maskulin.

​Ziva melangkah masuk, suara hak sepatunya teredam oleh karpet tebal. Matanya menyapu ruangan, mencari sosok suaminya.

​Di sudut ruangan, dekat jendela yang tertutup, sebuah kursi roda membelakanginya. 

Sosok pria duduk di sana, diam tak bergerak seperti patung. Punggungnya tegap, terlalu tegap untuk ukuran orang yang dikabarkan lumpuh total dan sekarat.

​"Tutup pintunya," suara itu terdengar rendah, berat, dan sarat akan dominasi. Bukan permintaan, tapi perintah mutlak.

​Ziva mendorong pintu hingga tertutup dengan bunyi klik pelan. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang, bukan karena takut, tapi karena adrenalin yang biasa ia rasakan sebelum melakukan operasi sulit.

​Kursi roda itu perlahan berputar.

​Ziva menahan napas. Pria itu, Elzian Drystan, menatapnya. Wajahnya tampan namun keras, dengan rahang tegas yang seolah dipahat dari batu granit. Namun yang paling mengintimidasi adalah matanya. Mata itu gelap, tajam, dan dingin, menatap Ziva seolah dia adalah kuman yang harus dibasmi, bukan seorang istri.

​Tidak ada kelembutan dalam tatapan itu. Hanya ada kebencian yang sangat.

​"Keluar kau. Kau pikir aku akan menyentuhmu?" Suara Elzian memecah keheningan, dingin menusuk tulang. "Aku lumpuh."

1
Warni
🥰🤭🤭🤭🤭😂
Warni
Lebih galak Ziva.
Warni
😫
Warni
😂
Warni
🤭
Warni
Ngambek nanti si Suami klu tulisannya di ejek jelek.
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kalau orang mengira Elzian lumpuh maka kakinya adalah istrinya sendiri. good job Ziva
Ma Em
Akhirnya Ziva bisa mengalahkan Elzian akibat egonya yg terlalu tinggi dan keras kepala orang lain tdk ada yg berani melawan Elzian tapi Ziva bisa mengalahkan nya hebat kamu Ziva .
Savana Liora: iya. mantap
total 1 replies
Warni
🥰
Warni
Mengamuk.🤣
Warni
😂
Warni
😁
Warni
😂
Warni
Jangan bilang Dokter Rayn di pindah tugaskan.🤭
Warni
😂🥰🥰🥰
Warni
🥰
Warni
🤣
Warni
Oh mampus.
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
Aanisa aliya
lanjutkan
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Warni
Ohhh,mantap pak.Suami siaga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!