NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

"Sudah aku bilang, jangan kirim uang lagi! Aku di sini mau kuliah. Bukan mau jadi pajangan, yang kalian beri makan supaya kalian nggak merasa bersalah karena nggak pernah pulang!"

Suara lantang itu membelah keramaian di depan Galleria Vittorio Emanuele II. Cahaya, dengan ponsel yang ditempelkan erat ke telinga, berjalan mondar-mandir dengan napas memburu. Ia tidak peduli pada tatapan orang Italia yang lewat. Emosinya sudah di ubun-ubun.

"Kerja saja terus sampai lupa kalau punya anak! Aku bisa cari uang sendiri di sini! Nggak usah sok peduli!"

Cahaya mematikan sambungan telepon dengan kasar. Matanya panas, namun ia menolak untuk menangis di tempat umum. Dengan langkah yang tergesa-gesa dan kepala yang masih menunduk karena sibuk memasukkan ponsel ke dalam tas ranselnya, ia berlari kecil mengejar waktu untuk jadwal wawancara kerja part time nya.

Di saat yang bersamaan, sebuah sosok tinggi tegap baru saja keluar dari butik mewah. Jeremy sedang melangkah menuju mobilnya dengan raut wajah sekaku es, pikirannya masih dipenuhi oleh kekesalan sisa perdebatan dengan Elio pagi tadi.

"Aduh!"

Tubuh mungil Cahaya menghantam dada bidang Jeremy yang sekeras batu. Cahaya terhuyung ke belakang, tasnya merosot, dan beberapa lembar kertas formulir pendaftarannya berhamburan di atas trotoar Milan yang bersih.

Jeremy membeku. Aroma parfum yang tidak asing tiba-tiba merasuki indra penciumannya. Itu adalah aroma mendiang istrinya. Namun, saat ia menunduk, ia melihat seorang gadis yang sedang menatapnya dengan api kemarahan di matanya.

"Heh! Kalau jalan pakai mata, dong!" bentak Cahaya refleks dalam bahasa Indonesia, sebelum sadar ia sedang di Italia. "Eh, maksudku... look at where you're going!"

Jeremy menatap gadis di hadapannya dengan tatapan yang bisa membekukan air terjun.

"Kau yang menabrak ku, Nona. Kau yang harusnya melihat jalan," ketus Jeremy.

Cahaya tertegun sejenak. Pria di depannya ini luar biasa tampan, tapi auranya sangat menyebalkan. Terlalu angkuh. Dan yang paling membuat Cahaya kesal, pria ini hanya berdiri tegak tanpa niat sedikit pun membantunya memunguti kertas-kertasnya.

"Wah, luar biasa ya. Sudah menabrak, bukannya minta maaf malah berdiri kayak patung?" Cahaya berdiri, menepuk-nepuk celana jeansnya, lalu menunjuk dada Jeremy dengan telunjuknya yang mungil.

Jeremy mengernyit. Belum pernah ada orang di Milan, atau siapapun yang berani menunjuk-nunjuk dadanya dengan begitu tidak sopan.

"Turunkan tanganmu!"

"Enggak mau! Lagian, Om ini penampilannya saja yang rapi, jas mahal, jam tangan mewah, tapi etikanya nol! Orang tua Om nggak pernah ngajarin sopan santun, ya?"

Darah Jeremy seolah mendidih mendengar makian itu. "Om?"

"Iya, Om! Habisnya Om sudah kelihatan... ya, sudah berumur sih. Lagian sikap Om kaku banget kayak kanebo kering. Harusnya Om itu minta maaf, bukan malah menatapku kayak mau makan orang!" Cahaya berkacak pinggang, menatap Jeremy tanpa rasa takut sedikit pun.

Jeremy merasa dunianya sedikit jungkir balik. Gadis ini sangat pendek, wajahnya sangat mirip dengan wanita yang ia tangisi setiap malam, tapi mulutnya... mulutnya benar-benar seperti petasan. Berisik dan tajam.

"Dengar, Nona. Aku tidak punya waktu untuk meladeni kegilaanmu. Minggir dari jalanku," suara Jeremy merendah, memberi peringatan.

"Oh, silakan lewat, Om Sombong! Lewat saja!" Cahaya memberi jalan dengan gerakan tangan yang dramatis. "Semoga harimu sial terus!"

Jeremy tidak membalas. Ia melangkah melewati Cahaya dengan hati yang bergemuruh. Ada perasaan aneh yang bergejolak di dadanya, marah karena dihina, namun ada sedikit rasa penasaran karena wajah itu. Wajah yang membuat jantungnya yang sudah mati tiba-tiba berdenyut nyeri lagi.

Cahaya menjulurkan lidahnya ke arah punggung Jeremy yang menjauh. "Idih, ganteng-ganteng kok kayak monster es. Kasihan banget kalau ada yang jadi istrinya, pasti setiap hari sarapannya dibentak doang."

Cahaya segera memunguti kertas-kertasnya yang tersisa. Ia melihat jam di pergelangan tangannya dan memekik.

"Mampus! Aku telat wawancara!" Ia berlari menuju alamat yang diberikan oleh agen tenaga kerja di ponselnya.

Sementara di dalam mobilnya, Jeremy terus memegangi dadanya. Bayangan gadis itu terus berputar di kepalanya. Terutama caranya menunjuk-nunjuk dan memanggilnya dengan sebutan yang sangat menghina itu.

"Siapa gadis kurang ajar itu? Tidak punya sopan santun sama sekali!" gumam Jeremy pada dirinya sendiri.

"Ada apa dengan wajahmu, Jer? Kau terlihat seperti baru saja melihat hantu," tanya Edgar yang sejak tadi duduk di samping Jeremy.

Jeremy tidak langsung menjawab. Matanya menatap tajam ke luar jendela mobil yang menyusuri jalanan Milan.

"Bukan apa-apa, Ed. Hanya saja tadi ada tikus pengganggu," jawab Jeremy dingin.

Edgar mengernyitkan alis, sedikit terkejut dengan nada bicara Jeremy yang lebih lembut dari biasanya.

"Tikus pengganggu? Lalu, kau sudah memusnahkan tikus itu? Biasanya kau tidak akan membiarkan siapa pun mengusik ketenanganmu."

"Tidak!" jawab Jeremy cepat, bahkan sebelum Edgar kembali bertanya.

"Tumben sekali. Seorang Jeremy membiarkan pengganggunya pergi begitu saja? Siapa sebenarnya tikus itu sampai kau mendadak jadi pemaaf?"

Jeremy terdiam. Ia tidak tahu bagaimana menjelaskan bahwa tikus itu memiliki wajah yang sama dengan alasan di balik seluruh kesedihannya selama enam tahun ini.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!