aku si gadis sederhana yang miskin, di perebutkan tiga pria tampan,,,
mampukah aku memilih salah satu diantara ketiganya....
Jaga jarak
Setelah sampai dikamar sagara...
"emmm, sayang... istirahatlah... " pinta sagara...
"i iya om... " elsa pun mengambil satu bantal diranjang untuk di bawa ke sofa..
"lho mau kemana" tanya sagara dengan heran..
"mau... tidur disini om.. kan om juga mau istirahat kan... " jawab elsa... sambil menata bantalnya pada sofa...
"sana, tidur di ranjang saja.. biar aku tidur di kamar barra.... " kata sagara sambil menarik lembut tangan elsa....
"emm... ya udah deh... makasih om... " jawab elsa ..
"hemm... nanti, kalau ada apa apa, panggil mas atau barra ya" kata sagara...
"okkk" jawab elsa sambil mengacungkan jempolnya...
sagara pun pergi menuju kamar sang adik..
tok tok tok...
"barr... " panggil sagara sambil mengetuk pintu kamar barra...
cklekk... pintu pun terbuka dari dalam dengan barra yang hanya memakai celana boxer saja....
"ada apa kak" tanya barra...
"kamu sudah tidur... " tanya sagara sambil masuk kedalam kamar...
"belum kak... ini baru habis telvon temen... kakak sendiri belum tidur.. " kata barra sambil meminum cocktail miliknya....
"ini, kakak mau tidur, makanya datang kesini.." jawab saga sambil berpindah dari kursi roda ke ranjang kingsize milik barra...
"owhh... ya udah kakak tidur lebih dulu aja... barra masih mau abisin ini... " jawab barra sambil memegang tinggi cocktail miliknya...
23.00...
hoammmm.....
gluduk gluduk gluduk...
"kayaknya mau hujan nih... hoammm... " kata barra sambil meletakkan cocktainya yang udah kosong...
dikamar lain...
terlihat cahaya kilat dari jendela.... pyarrrr..... jderrr..... disertai angin kencang dan hujan lebar...
"astagfirullah" elsa pun terbangun kagett...
dia melihat kearah jendela , tirainya terbuka karena angin...
dia pun turun ingin menutup nya kembali..
belum sampai tirainya tertutup sempurna, , kilatan petir kembali menyapa lebih terang....
kali ini petir menyambar tiang listrik di ujung jalan terlihat jelas dari dalam kamar sagara...
saat itu, elsa berdiri tepat di depan jendela...
"aaaaaaaaaaaaa... " elsa pun berlari cepat keluar kamar sagara dan masuk ke dalam kamar barra yang berada tak jauh,, tepat di depan kamar sagara...
cklekkk..... brakkkk...
brughhhh.....
bersamaan dengan barra yang mau naik ke ranjangnya.... pett.... lampu pun padam....
"aaaaaaaaaaaa.... " teriakkkk barra kaget hingga membangunkan sang kakak yang sudah terlelap...
"hiks hiks hiks.... " suara elsa lirih yang menangis pelan sambil memeluk pinggang barra, dengan barra yang jatuh tersungkur di atas ranjangnya.....
"adaa apaa sih barr... kalau telvon jangan dibawa ke kasur dong... ganggu kakak tidur saja.... nih lampu juga kenapa dimatiin total sih bar" gerutu sagara yang belum tau kejadian apa yang baru saja terjadi....
"kakkk sagaaa..... ada setann ... " teriakkk barra sambil menarik narik baju sagara ,, ketakutan...
"apa lagi sihh barra.... " jawab sagara kesal sambil berusaha duduk dan melepaskan diri dari tarikan barra....
"se setann kakkk.... a ada di ping....."kata barra terbata bata sambil kembali meraih lengan sagara...
" ommm.....hiks .. hikss... "panggil elsa lirih sambil terisak memanggil sagara..
" elsa.. "jawab sagara terperanjat kaget... bukankah tadi tidur dikamarku.. kok bisa berada disini... batin sagara...
"a a anakkk bebekkk..... hufff" jawab barra dengan sedikit lega....
"ngapain loe disini.. pake peluk peluk pinggang gue lagi... lepass... " kata barra berusaha melepaskan diri dari pelukan elsa... dengan jantungnya berdebar tak aman tentunya....
sedangkan elsa malah semakin mempererat pelukannya...
"akuu takutt... " jawab elsa lirih disela sela isakan nya..
barra pun akhirnya pasrah dipeluk elsa...
"heyy,, sayang... ada apa... lepasinn barra yaa... barra gak bisa nafass... sini raih tanganku... " kata sagara sambil meraba ke arah mereka karna gelap gulita untuk meraih tangan elsa yang berada dipinggang sang adek...
elsapun mulai melepaskan pelukannya pada barra dan mulai meraih tangan sagara...
sagara pun memeluk elsa dan membelai lembut rambut elsa...
"omm... aku takutt" kata elsa sambil membenamkan wajahnya pada dada sagara...
"udahh... nggak papa.. kamu udah aman disini.. " jawab sagara...
"barr... hidupin lampunya jangan diam aja" perintah sagara...
"gimana aku mau turun kak... kakiku tertindih anak bebek... " protes barra..
"maaf... " kata elsa sambil membenarkan duduknya...
lalu barra menyalakan ponselnya yang berada di nakas samping tempat tidur.. dan berjalan kearah saklar lampu...
ctek ctek...
"gak bisa kak... sepertinya memang ada pemadaman" jawab barra dan kembali duduk keranjangnya....
"listriknya tadi tersambar petir" kata elsa lirih sambil melepaskan pelukannya pada sagara dan mengusap air matanya....
"ya sudah,, kamu tidur disini aja... nanti mas jagain.... mungkin besuk listriknya baru diperbaiki... biar barra tidur di kamar kakak..." kata sagara sambil merapikan bantalnya...
"tapi kakk... masa aku di usir dari kamar aku sendiri sihh"tolak barra
" si bodel biarin tidur disini juga om, kasian.. dikamar om saga seremm... "jawab elsa sambil merebahkan badannya diranjang barra di tengah tengah antara barra dan sagara....
ishhh.... barra pun merebahkan tubuhnya di samping dengan membelakangi elsa...beruntung sebelum elsa datang tadi dia sudah pakai baju tidur...
" jaga jarakk... jangan cari cari kesempatan dalam kesempitan.. "perintah barra pada elsa sambil membungkus tubuhnya dengan selimut...
" i ya iya,, bawell.. "sungut elsa... elsa tidur menghadap sagara...
" sudah sudahh... "kata sagara menengahi sambil membenarkan selimut elsa... dan dia pun juga ikutan merebahkan diri.... sambil menepuk nepuk lembut punggung elsa , dan akhirnya ia pun ikut terlelap...