NovelToon NovelToon
Antara Tugas Negara Dan Cinta Yang Tumbuh

Antara Tugas Negara Dan Cinta Yang Tumbuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: K.Ayura Dane

Seorang taruna tingkat akhir Angkatan Laut diperkenalkan oleh ibunya kepada putri sahabat lamanya. Pertemuan yang awalnya sekadar bentuk silaturahmi itu perlahan berubah menjadi kisah yang tak pernah mereka duga—sebuah perjalanan dari perkenalan sederhana hingga tumbuhnya cinta yang tulus. Lareina Shafa Putri, yang akrab disapa Nana, adalah siswi kelas 12 SMA. Ia merupakan anak ketiga sekaligus putri satu-satunya dari tiga bersaudara. Tumbuh di tengah dua kakak laki-laki membuat Nana menjadi pribadi yang mandiri, hangat, dan penuh perhatian. Ia adalah buah hati dari pasangan Ibu Hapsari dan Bapak Widodo, yang selalu mendidiknya dengan kasih sayang dan nilai-nilai keluarga yang kuat. Sementara itu, Izzan Adreano Althaf, atau Izzan, adalah seorang taruna Angkatan Laut tingkat terakhir yang dikenal tegas, bertanggung jawab, dan berwibawa. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dengan seorang adik laki-laki bernama Kaivan Adreano Althaf. Izzan adalah putra dari Ibu Karin dan Bapak Sudirman, yang membesarkannya dengan disiplin dan prinsip hidup yang kokoh. Perbedaan usia empat tahun di antara Nana dan Izzan sempat terasa sebagai jarak yang membatasi. Namun, waktu membuktikan bahwa angka hanyalah hitungan. Kedewasaan Izzan dan keceriaan Nana justru saling melengkapi. Dari perkenalan yang sederhana, tumbuh rasa saling memahami, saling menjaga, hingga akhirnya bersemi cinta yang menguatkan satu sama lain. Bagi mereka, perbedaan bukanlah alasan untuk berpisah, melainkan jembatan untuk belajar menerima, mengerti, dan berjalan berdampingan menuju kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon K.Ayura Dane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan yang Berubah Menjadi Luka

Jangan lupa like dan komen yaaaa agar Author makin semangat untuk melanjutkan ceritanya. Happy Reading <3.

.

.

.

.

Di dalam gerbong kereta yang redup, Nana tertidur dengan perasaan campur aduk—bahagia karena berhasil menghabiskan waktu bersama Izzan, namun juga sedikit sedih karena mereka harus kembali menjalani hubungan jarak jauh.

Hari-hari setelah itu berjalan cepat. Rutinitas kembali seperti biasa.

Nana kembali sibuk di Malang dengan berbagai persiapan menjelang perkuliahan profesi apoteker yang akan dimulai dalam waktu dekat. Berkas-berkas administrasi, pengurusan jadwal, hingga berbagai persiapan lainnya mulai memenuhi hari-harinya.

Di sisi lain, Izzan juga kembali tenggelam dalam pekerjaannya sebagai seorang perwira angkatan laut di Jakarta.

Hubungan mereka kembali menjadi LDR antara Malang dan Jakarta. Namun meskipun jarak memisahkan mereka, komunikasi tetap berjalan seperti biasa. Setiap pagi, selalu ada pesan dari Izzan.

"Selamat pagi, sayang. Jangan lupa sarapan."

Dan setiap malam, mereka biasanya akan mengobrol melalui video call sebelum tidur.

Kadang hanya sebentar.

Kadang sampai tertidur dengan layar ponsel masih menyala.

Rindu memang tidak pernah benar-benar pergi.

Ia hanya menunggu waktu untuk datang lagi.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Suatu malam, Nana sedang duduk di kamarnya sambil menatap kalender kecil yang menempel di dinding.

Ia menghitung tanggal dengan jari. H-7 sebelum perkuliahan profesi dimulai.

Nana menarik napas panjang.

Jika sudah masuk profesi, waktunya akan jauh lebih padat dibanding masa kuliah sarjana dulu. Ia mungkin tidak akan bisa sesering ini pergi ke Jakarta.

Dan tiba-tiba saja, sebuah ide muncul di kepalanya.

Sebuah rencana kecil.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

“Kayaknya seru,” gumam Nana pelan.

Ia ingin memberikan kejutan lagi untuk Izzan.

Namun kali ini berbeda. Jika sebelumnya ia datang menggunakan kereta api, kali ini Nana memutuskan menggunakan pesawat terbang.

Perjalanan akan jauh lebih cepat.

Dan Izzan pasti tidak akan menyangka.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan paginya Nana sudah berada di bandara.

Perjalanan dari Malang menuju Surabaya ia tempuh dengan mobil, lalu melanjutkan penerbangan menuju Jakarta.

Selama di pesawat, Nana beberapa kali membuka ponselnya. Izzan masih mengira Nana sedang sibuk dengan persiapan profesinya di Malang.

Dan memang benar. Hanya saja hari ini Nana mengambil sedikit waktu untuk melakukan sesuatu yang mungkin akan membuat Izzan sangat bahagia.

Pesawat akhirnya mendarat di Jakarta.

Begitu keluar dari bandara, Nana melihat sosok yang sudah dikenalnya berdiri tidak jauh dari pintu kedatangan. Kakaknya. Seperti biasa, kakaknya selalu menjemput setiap kali Nana datang ke Jakarta.

“Capek?” tanya kakaknya sambil mengambil koper Nana.

“Lumayan.”

“Kamu ini ya. Datang lagi ke Jakarta.”

Nana tertawa kecil.

“Kangen.”

Kakaknya menggeleng sambil tersenyum.

Mereka pun langsung menuju mobil. Namun kali ini Nana memutuskan untuk tidak langsung menemui Izzan. Ia ingin memberikan kejutan yang lebih sempurna.

Jadi malam itu Nana memilih untuk beristirahat dulu di rumah kakaknya. Rencananya, besok pagi ia akan pergi ke rumah Izzan.

Diam-diam. Seperti kejutan sebelumnya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan paginya Nana bangun cukup pagi. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Entah kenapa ada sedikit rasa gugup. Namun ia menepis perasaan itu.

Setelah sarapan ringan, Nana memesan ojek online menuju rumah Izzan. Sepanjang perjalanan, Nana memikirkan bagaimana reaksi Izzan nanti.

Apakah ia akan terkejut?

Apakah ia akan langsung memeluknya seperti waktu itu?

Semakin dipikirkan, Nana justru semakin tidak sabar.

Beberapa menit kemudian ojek yang ditumpanginya berhenti di depan rumah Izzan.

Nana turun.

Rumah itu terlihat sama seperti terakhir kali ia datang.

Tenang.

Sepi.

Namun satu hal yang sedikit membuat Nana heran. Pagar rumah tidak terkunci. Padahal biasanya selalu tertutup rapat.

Nana membuka pagar perlahan. Langkahnya pelan saat berjalan menuju pintu rumah.

Ia tidak ingin membuat suara.

Ia ingin benar-benar mengejutkan Izzan.

Namun begitu melewati ruang tengah, langkah Nana tiba-tiba terhenti.

Tubuhnya membeku.

Matanya membesar.

Di ruang tengah itu…

Izzan berdiri.

Namun ia tidak sendirian.

Di hadapannya ada seorang perempuan yang berpakaian sangat terbuka. Perempuan itu berdiri sangat dekat dengan Izzan. Bahkan terlihat seperti sedang merayunya.

Dunia Nana seolah berhenti berputar.

Dadanya terasa sesak.

Dan tanpa sadar kalimat itu keluar dari bibirnya.

“Astaghfirullah hal adzim…”

Suara Nana membuat keduanya menoleh. Wajah Izzan langsung berubah pucat.

“Nana…?”

Namun Nana menatapnya dengan mata yang penuh kekecewaan.

“Mas Izzan… jadi ini yang katanya ada tugas negara lima bulan?”

Suaranya bergetar.

“Tapi kenyataannya kamu main begini di belakangku?”

Izzan langsung melangkah mendekat.

“Tidak… semuanya tidak seperti ini sayang. Mas bisa jelaskan—”

Namun Nana hanya diam.

Tangannya perlahan melepas cincin tunangan yang melingkar di jarinya.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Nana melempar cincin itu ke arah Izzan.

Cincin itu jatuh ke lantai dengan suara kecil.

Perempuan itu—Cintya (Mantan pacar Izzan, dimana orang itu yang sangat ditolak mentah-mentah oleh keluarga Izzan, kemudian ia berselingkuh dibelakang izzan waktu berpacaran dulu, kemudian mereka lost contact. Tidak sengaja minggu lalu mereka bertemu dan ngobrol kembali namun izzan hanya menanggap mantan saja tidak ada perasaaan seperti dulu)—hanya berdiri sambil tersenyum tipis. Seolah menikmati semua yang terjadi.

Izzan baru benar-benar menyadari situasi yang terjadi.

Ia menoleh tajam ke arah Cintya

“Kamu…?”

Cintya hanya mengangkat bahu.

Namun sebelum Izzan sempat mengatakan apa-apa lagi, Nana sudah berbalik. Air matanya akhirnya jatuh. Ia berlari keluar rumah.

Tangannya dengan cepat membuka aplikasi ojek online. Seolah alam sedang berpihak padanya. Motor yang tadi mengantarnya masih berada di depan rumah.

“Pak… jalan sekarang,” ucap Nana dengan suara gemetar.

Di dalam rumah, Izzan mencoba mengejar. Namun Cintya tiba-tiba menahannya.

“Izzan… tunggu dulu.”

“Lepasin!”

Suara Izzan kali ini benar-benar marah. Ia mendorong tangan Cintya dengan keras.

“Apa yang kamu lakukan?!”

Cintya hanya tersenyum.

Namun senyum itu langsung hilang ketika Izzan memandangnya dengan tatapan penuh amarah.

“Kalau hubungan saya dengan Nana sampai rusak karena ini… kamu akan menyesal,” ucap Izzan dengan suara dingin.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sementara itu Nana sudah sampai di rumah kakaknya.

Begitu masuk rumah, kakaknya langsung terkejut.

“Loh? Cepat sekali pulangnya.”

Nana mencoba tersenyum.

“Mas Izzan lagi sibuk.”

“Terus kamu pulang naik apa?”

“Gojek.”

Kakaknya mengerutkan kening. Ada sesuatu yang terasa tidak biasa. Namun ia memilih untuk tidak bertanya lebih jauh. Ia tahu adiknya membutuhkan waktu.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.

Izzan datang.

Namun Nana sudah berada di kamar.

Kakak iparnya mengetuk pintu kamar Nana.

“Nana… ada Izzan di ruang tamu.”

Namun tidak ada jawaban.

Beberapa detik kemudian terdengar suara langkah. Izzan berdiri di depan pintu kamar.

“Sayang…”

Ia mengetuk pintu perlahan.

“Ini Mas Izzan. Boleh keluar sebentar?”

Di dalam kamar, Nana langsung berlari menuju pintu dan menguncinya rapat. Air mata terus mengalir di wajahnya.

“Sayang… dengarkan Mas dulu. Mas ingin ngobrol dengan kamu.”

Namun suara Nana terdengar pelan dari balik pintu.

“Mas… aku belum siap bertemu denganmu.”

Izzan terdiam.

“Tunggu aku siap… dan ikhlas menerima semua ini.” Suara Nana semakin bergetar.

“Pergilah.”

Beberapa detik kemudian hanya ada keheningan.

Lalu terdengar langkah kaki yang perlahan menjauh dari pintu kamar.

Izzan pergi.

Nana berdiri beberapa saat di depan pintu. Tubuhnya terasa lemas. Ia berjalan perlahan menuju tempat tidur lalu duduk di tepi kasur. Air matanya masih terus mengalir.

Dalam hatinya Nana hanya berharap satu hal. Semoga ia bisa segera menutup mata. Dan ketika bangun nanti… Semua ini hanyalah mimpi buruk. Mimpi buruk yang tidak pernah sekalipun ia bayangkan dalam hidupnya.

1
Wiwik widyawati
akhirnya bahagia.. selamat ya nana & izzam.. jgn tamat dlu kak... sampai punya baby ya🤭
Wiwik widyawati
Minal aizin walfaidzin mohon lahir batin kakak author.. 🙏 salam toleransi GBU...
Ambar Mariehastuti
Kok up datenya sedikit2 thor...gk teruuus...
Wiwik widyawati
kak.. jgn bertele-tele🤭
Wiwik widyawati
semoga
Rusty Susanti
terlalu bertele tele thor ceritanya
maret
semangat berkarya kk🫰
Ambar Mariehastuti
Akh gk juga sih...
Apanya yg kurang greget,kan mmng lg menceritakan proses pemulihan rasa luka bathin.
Lanjut aja,thor...jngn baperan sm kritik, at koment para reader...
K. Ayura Dane: Hehe makasih yaa🥹🥹santai aja kok hehe
total 1 replies
Wiwik widyawati
cepet up kak
K. Ayura Dane: *nanti malam
total 2 replies
Rusty Susanti
agak mbulet kak ceritanya kaya bertele tele kurang greget
K. Ayura Dane: Ya maaf ya, soalnya kemarin Authornya udah kehabisan ide, doain aja supaya ide nya ngga habis biar kalian semangat membaca 🙏🙏🙏😍😍
total 1 replies
Wiwik widyawati
kak.. jgn bikin hati nana bimbang sama raka.. 🥲
K. Ayura Dane: Wkwkwkkw ngga kok, nana sama raka berteman saja karena hati nana hanya untuk mas Izzan tersayang🙏🙏🙏😍😍
total 1 replies
Nisa Naluri
kelamaaan
K. Ayura Dane: Jangan lupa like dong kakak🥹🥹🥹
total 2 replies
Wiwik widyawati
thor jgn bikin sedih gini dong.... nama kamu harus denger penjelasan izzam.. buat chintia hempas kan ke jurang thor😄😄😄
Wiwik widyawati
waduh dasar pelakor....
Ambar Mariehastuti
duh thor,mana lanjutannya...
K. Ayura Dane: Di tunggu ya, hari ini bakal up kok😍😍jangan lupa like dan komen😍😍
total 1 replies
Rusty Susanti
lanjut kak sering2 up sih kak biar pembaca gak lupa sama alurnya
K. Ayura Dane: Di tunggu ya, hari ini bakal up kok😍😍jangan lupa like dan komen😍😍
total 1 replies
Wiwik widyawati
yeeeeee akhirnya up juga makasih kakak author👍
Wiwik widyawati
kak up lgi dong jgn lama²
K. Ayura Dane: hello, makasih ya sudah membaca novelku, maaf lama up nya, ini udah up kok
total 1 replies
Wiwik widyawati
yahhh di ulang 2 kakak🥲
Wiwik widyawati
kakak... jgn di ulang² bingung bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!