NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Aruna dan Arka pun turun dari kamar mereka dan menemui Melisa dan Afdal.

“Apa kabar, ma?.“Tanya Aruna sambil tersenyum kecil, menarik tangan mama mertuanya dan mengecup punggung tangannya.

“Baik, kamu sendiri?.“Tanya Melisa yang kini sepenuhnya mengalihkan atensinya pada sang menantu, Aruna pun tersenyum kecil sambil menganggukan kepalanya.

“Alhamdulillah baik, Ma.“

“Maaf ya, Aruna agak lama. Soalnya Aruna lagi mandi pas Mas Arka ngasih tahu kalau mama sama papa datang ke rumah kami.“Dustanya, padahal Aruna dan Arka sibuk adu mulut juga sibuk memindahkan semua barang Aruna ke kamar Arka, Arka tadi sempat bicara kalau mama dan papanya akan menginap malam ini.

Tumben-tumbenan dan entah ada alasan apa. Yang jelas memang Aruna dan Arka ketar-ketir. Bahaya kalau sampai keduanya tahu kalau Aruna dan Arka tinggal di kamar yang terpisah.

“Iya, gak papa kok.“Sahut Melisa dengan suaranya yang terdengar pelan, nsmun masih bisa di dengar Aruna. Aruna tersenyum puas, setidaknya Melisa tidak se-seram yang di bayangkan, walau tidak sehangat dan sebaik camer-camed yang ada di tv-tv, tapi setidaknya Melisa masih mau lho menanggapi ucapannya.

Lalu giliran Afdal yang Aruna salimi. Beda halnya dengan Melisa yang membuat Aruna sedikit merasa lega, aura dingin dan angkuh begitu kentara sekali di wajah Afdal, bahkan Aruna takan lupa bagaimana ekspresi menyeramkan saat tahu Elia kabur di hari Aruna menjadi pengantin pengganti.

“Apa kabar, pa?.“Tanya Aruna sambil mengulas senyum ramahnya. Walau Afdal sangat kentara sekali tidak menyukainya. Aruna masihlah harus tetap hormat dan bersikap baik pada Afdal, bagaimana pun Afdal adalah ayah mertuanya.

“Baik.“Hanya satu kata yang keluar dari mulutnya dan tatapan matanya, sumpah demi apapun begitu tajam seperti laser__kalau di kartun-kartun, mungkin kepala Aruna sudah bolong karena di tatap Afdal tajam.

****

Karena tidak ada ART di rumah Arka. Aruna yang mengerjakan semua pekerjaan rumah, baik menyapu, ngepel, masak hingga belanja dan Aruna senang-senang saja sih, lagian hitung-hitung Aruna membalas uang nafkah dan di ijinkannya dirinya tinggal di rumah ini__walau sejujurnya, kalau Aruna harus memilih. Aruna lebih senang tinggal di rumah sang mama, walau mamanya dingin dan cuek padanya, setidaknys rumah yang di tempati mamanya adalah rumah yang selama ini menjadi saksi bisu untuk Aruna dati bayi sampai sebesar ini__tapi tidam mungkin, akan sangat mencurigakan kalau Aruna dan Arka pisah rumah.

“Masak apa?.“Tanya seseorang yang membuat Aruna pun tersentak dari lamunannya. Aruna lantas berbalik dan memberikan senyum lebarnya pada Melisa yang entah kenapa bisa berada di dapur.

“Eh mama. Runa masak sayur lodeh, mama suka nggak?.“Ujarnya, Melisa tak lantas menjawab, kepalanya sedikit di condongkan ke depan lalu matanya menatap penuh selidik pada wajah yang isinya kuah berwarna putih dan ada beberapa sayuran di dalamnya.

“Suka aja.“

Mendengarnya Aruna pun tersenyum lega.

“Aruna juga udah buat ayam goreng sama lalapan, goreng kerupuk dan ada sate juga.“

Melisa berdecak kagum”Kamu sendiri yang masak, Run?.“Tanya Melisa yang terlihat masik terkejut dengan kedua mata membesar.

Aruna cengengesan”Enggak sih, Ma. Untuk satenya, Aruna beli dari depan. Tadi ada abang-abang lewat..hehe.“

Ekspresi Melisa berubah biasa saja dan membuat Aruna ketakutan. Pasalnya Aruna takut membuat mertuanya kecewa dengan masakannya yang ala kadarnya ini.

“Mama mau makan apa? Barangkali gak suka masakan Runa, nanti Runa pesenin.“Tukas Aruna yang menyimpulkan kalau Melisa tidak suka dengan masakannya. Respon Melisa berdecak, tatapannya berubah tajam.

“Kata siapa saya gak, suka?.“Ujarnya terlihat galak, Aruna tertegun di tempat, wajahnya setengah meringis dengan sebelah tangan menggaruk belakang kepalanya.

Lho, kirain Aruna Melisa tak suka dengan makanannya. Tapi kenapa ekspresinya harus se seram itu, ya?

“Saya akan majan masakan kamu, nyobain masakan mantu, enak atau tidak. Sesuai atau tidak.“Dan ucapan Melisa malah semakin membuat Aruna ketakutan. Bagaimana kalau masakannya tidak enak? Tidak sesuai selera kedua mertuanya? Dan apa yang akan mereka lakukan setelahnya? Men-cap Aruna sebagai istri tak becus? Atau apa?

Sungguh Aruna sudah seperti salah satu kontestan master chef nih, yang akan segera bertemu dan bertatal muka dengan juri.

****

Nyatanya ke khawatiran Aruna pun keliru. Kedua mertuanya tampak lahap memakan masakan yang Aruna masak, bahkqn dengan terang-terangan Melisa memuji masakan Aruna, katanya enak, meski masakan rumahan dan bukan ke barat-baratan.

Tentu saja di puji begitu membuat hati Aruna menghangat dan perasannya sudah seperti di terbangkan ke atas langit ke tujuh. Huhh, tak sia-dia sejak kecil Aruna suka sekali membantu ART masak di rumah mamanya dulu__bagai seseorang yang pecinta masak memasak, ketika makanannya di makan lahap dan di puji rnak. Itu sudah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa sekali.

“Enak kan, pa?.“Tanya Melisa pada sang suami, Afdal hanya mengangguk tanpa memgatakan apapun, diam-diam Aruna kecewa, lantaran papa mertunya masihlah ketus begitu padanya. Tapi tidak apa, yang penting papa dan mama mertuanya nambah nasi beberapa kali dan semua masakannya habis.

“Gak nyangka kamu bisa masak seenak ini lho, Run.“Ujar Melisa yang kini tersenyum, tatapan matanya yang tadinya dingin berubah hangat dan Aruna merasa dirinya mulai di terima__tapi kok Aruna bahagia, ya? Harusnya biasa saja, sih. Mengingat usia pernikahannya dan Arka hanya akan berlangsung dua tahun saja.

“Run, ngelamun kamu?.“Tegur Melisa dengan sebelah tangan melambai-lambai di depan wajah Aruna dan mrmbuat Aruna tersentak dari lamunannya__wanita itu buru-buru menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis.

“Enggak kok, ma.“

“Jangan ngelamun, Run.“

“Iya, ma.“

“Oh ya, kamu bisa masak kue, Run?.“Tanya Melisa dan mmebuat Aruna terkaget, sebab ibu mertuanya menjadi lebih bawel padanya, namun senyum lebar terlihat di bibirnya. Aruna senang sekali, akhirnya ibu mertuanya tak benci dia.

“Eum sedikit, tan.“

Wajah hangat Melisa pun kembali ke setlan awal yaitu dingin dan Aruna di buat kembali kaget. Pasalnya kenapa mendadak berubah? Padahal Aruna merasa tak melakukan kesalahan apapun.

“Panggil saya mama.“

Oh ternyata masalah panggilan toh, duhh mulut Aruna memang suka keseleo.

“Maaf ma, Aruna masih belum terbiasa.“

“Ck, kamu udah nikah sama anak saya, kamu juga anak saya sekarang, nadi panggil mama. Jangan sampai lupa!.“

“Iya, mama.“Ujar Aruna malu-malu dengan semburat merah di kedua pipinya dan Melisa yang melihat itu pun kontan terkekeuh pelan__sementara itu, pria di samping Aruna kini menatap bergantian kepada sang istri dan ibunya, dia merasa aneh sekaligus takjub, mamanya yang selalu dingin dan tak menerima Elia. Kini berubah menjadi hangat dan seolah sudah menerima Aruna sebagai bagian dari keluarga mereka.

Iya sih, Melisa yang mengusulkan supaya Arka menikah dengan Aruna. Tapi sumpah demi apapun, Atka sangat yakin sekali, kslau Melisa melakukam hal itu hanya semata-mata ingin melindungi reputasi keluarga saja__walau menurut Arka, keputusan sang mama sangatlah keliru.

Aruna dan Arka menikah tanpa cinta dan Arka sanksi bisa hidup berdampingan bahkan sampai terlihat seperti pasangan pada umumnya. Meski Aruna baik, tak kalah csntik dari Elia, pinter masak juga. Tspi tetap saja, perasan mah tak bisa di paksakan atuh.

“Oh ya, kalian kok belum honeymoon, sih?.“Tanya Melisa bergantian pada anak dan menantunya. Dan pertanyaan dari Melisa membuat Aruna kontan tersedak, Arka terlihat kembali anteng dengan makanan di depannya, menyendok dan mengunyahnya pelan lantas pria itu memekik kesakitan tatkala pukulan yang di dapatinya di kaki dan pelakunya adalah ibu negara yang saat ini melotot padanya.

Melalui instruksi yang Melisa lakukan lewat mata, akhirnya Arka pun melepas sendoknya lalu beralih mengambilkan gelas miliknya pada Aruna__Aruna yang sudah tidak tahan pun langsung mengambil gelas itu dan menghabiskannya, tanpa Aruna tahu kalau gelas itu adalah milik Arka. Dan tanpa Aruna tahu, kalau sebelum Aruna meminumnya. Pria bernama Arka itu jugalah yang meminum duluan dari gelas itu.

1
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!