NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Cerai
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Hanya karena perbedaan gaya hidup yang kini tak lagi sejalan, Tiffany menceraikan suaminya demi menjaga citra sebagai seorang konglomerat.

Ia bahkan melupakan siapa yang telah berjuang bersamanya dari nol hingga mencapai posisi tersebut.

Hans Rinaldi tidak menyimpan dendam. Ia menerima keputusan itu dengan lapang dada.

Namun, setelah perpisahan mereka, Tiffany tetap menyeretnya ke dalam berbagai masalah. Hingga akhirnya, terungkaplah siapa sebenarnya sosok pria sabar yang selama ini telah ia buang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Amal

Hans sama sekali tidak menyangka Maureen akan mengatakan hal seperti itu. Saat ia memperhatikannya lebih saksama, ia menyadari bahwa kecantikan wanita itu berbeda dari Tiffany.

Maureen memiliki pesona sensual yang kuat, seperti Aphrodite, dengan senyum yang mampu membuat orang kehilangan napas. Singkatnya, ia adalah tipe wanita yang secara alami memikat pria dengan daya tariknya.

“Kenapa kaget gitu? Saya cuma bercanda.” Maureen tertawa lepas. Dadanya naik turun seiring tawanya yang renyah, sementara Hans berusaha keras mengalihkan pandangan dari lekuk tubuhnya. Semakin lama ia melihat, semakin sulit baginya untuk tidak terpaku.

“Pak Rinaldi, balik ke urusan tadi. saya mau minta tolong lagi.” Ekspresi Maureen berubah serius.

“Apa itu?” tanya Hans.

“Anda tahu semua pengawal saya lagi ditempatin di rumah sakit. Sekarang saya gak punya siapa-siapa buat jaga saya. Setelah kejadian ini, enggak ada yang tahu kapan serangan berikutnya akan terjadi. Saya harap Anda bisa jadi bodyguard pribadi saya dan lindungi saya dua puluh empat jam,” ujar Maureen dengan sungguh-sungguh.

“Bodyguard pribadi?” Hans mengangkat alis. “Nona Wiraningrat, apa enggak lebih baik kalau kamu tinggal di tempat yang aman saja?”

“Enggak bisa, Pak Rinaldi. Sekadar info, keluarga Wiraningrat malam ini ngadain jamuan makan amal. Saya penyelenggara utamanya, jadi saya harus hadir. Kalau ada yang tiba-tiba bikin onar, gimana? Cewek lemah kayak saya ini kan enggak bisa apa-apa. Lagian, kalau saya kenapa-kenapa, siapa yang akan cari canscora?” Maureen mengedipkan mata dengan polos.

Hans terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk. “Baiklah. Aku akan melindungimu.”

Meski terasa merepotkan, ia tidak punya pilihan. Demi mendapatkan canscora itu, ia tidak boleh membiarkan apa pun terjadi sebelum tanaman tersebut berada di tangannya.

“Makasih banyak, Pak Rinaldi.” Maureen tersenyum tipis penuh arti. Sejujurnya, ia justru lebih tertarik pada sang pengawal dibandingkan pada perlindungan itu sendiri.

***

Malam itu, suasana di Colloseum begitu semarak. Colloseum adalah klub paling bergengsi di Jakarta.

Bangunannya sebesar hotel, dengan arsitektur bergaya era Victoria. Atapnya runcing, jendelanya besar dengan tonjolan khas, dan dihiasi berbagai patung dekoratif. Bagian dalamnya pun dirancang megah dan mewah. Di luar, klub itu dikelilingi taman luas, kebun anggur, bahkan danau buatan.

Sebuah Mercedes Benz hitam berhenti di pintu masuk Colloseum. Seorang wanita cantik mengenakan gaun malam hitam turun dari mobil. Kulitnya mulus tanpa cela, kakinya jenjang, dan raut wajahnya begitu tegas sekaligus anggun.

Begitu ia muncul, perhatian semua orang langsung tertuju padanya. Di antara para wanita lain yang hadir, ia tampak paling menonjol.

“Cantik banget. Artis ya?”

“Wajah sama bodinya enggak masuk akal.”

“Itu kan presiden Emerald Group? Salah satu dari Empat Wanita Tercantik di Jakarta!”

Orang-orang yang berdiri di sekitar pintu masuk berbisik kagum pada kecantikan Tiffany. Namun tak satu pun berani mendekat untuk berkenalan karena merasa terintimidasi.

“Aku enggak nyangka Colloseum semegah ini! Desain sama patung-patungnya keren banget!” seru Rachel saat turun dari mobil.

“Colloseum itu salah satu bisnis utama keluarga Wiraningrat, jadi wajar kalau desain dan kualitasnya enggak main-main. Buat dapetin undangan ke sini juga susah banget,” ujar Tiffany sambil mengamati sekelilingnya. Bahkan dengan standarnya yang tinggi, ia harus mengakui bahwa Colloseum memang berada di kelas tersendiri.

“Tiffany, akhirnya kamu datang juga!”

Seorang pria muda berkacamata dengan setelan rapi menghampiri mereka. Ia adalah Othan, putra kedua keluarga Karimi.

“Tuan Karimi, kamu juga tertarik dengan jamuan makan amal malam ini?” sapa Tiffany.

“Bukan sekadar jamuan amal biasa. Ini acara yang diadain keluarga Wiraningrat. Siapa sih yang enggak tertarik?” jawab Othan sambil tersenyum.

Keluarga Wiraningrat adalah salah satu dari Tiga Keluarga Terkuat, tiga keluarga paling berpengaruh di Jakarta. Kekuatan finansial dan pengaruh mereka tidak tertandingi di kota itu. Banyak orang rela melakukan apa saja demi bisa masuk ke Colloseum, apalagi mendapatkan undangan ke jamuan makan amal keluarga Wiraningrat.

“Pak Karimi, yakin cuma itu yang kamu incar?” Rachel menyeringai penuh arti.

“Tentu aja aku punya tujuan lain. Aku ke sini buat bantu kalian berdua.” Othan terkekeh.

“Bantu kami?” Rachel tampak bingung.

“Aku dengar Emerald Group masuk daftar calon mitra keluarga Wiraningrat. Jadi partner mereka itu enggak gampang, apalagi buat Emerald Group. Makanya aku datang buat kasih rekomendasi yang bagus atas nama kalian. Peluang buat tanda tangan kontrak pasti bakal naik,” ujar Othan dengan nada penuh percaya diri.

“Wah, itu bagus banget! Makasih, Pak Karimi!” Rachel berseri-seri.

Jika Emerald Group berhasil menjadi mitra keluarga Wiraningrat, reputasi perusahaan pasti akan melonjak. Statusnya sebagai sekretaris presiden pun otomatis ikut terangkat.

“Sama-sama. Dengan hubungan aku sama Tiffany, ini bukan masalah besar kok.” Othan melempar senyum yang disengaja.

“Iya dong, kita kan udah kayak satu keluarga.” Rachel membalas dengan senyum serupa.

Tiffany sama sekali tidak memperhatikan percakapan mereka. Pandangannya tertuju pada sebuah mobil mewah di kejauhan. Di samping mobil itu, terlihat siluet seorang pria.

Apa itu Hans?

Akhirnya ia mengenali sosok tersebut. Sejak mengetahui kebenaran tentang perkelahian waktu itu, ia terus merasa bersalah. Kebetulan Hans ada di sini malam ini. Tiffany memutuskan untuk meluruskan kesalahpahaman itu.

Ia melangkah mendekat.

“Hans!”

Tiffany hendak melanjutkan ucapannya, tetapi langkahnya terhenti. Di samping Hans berdiri seorang wanita yang begitu mencolok.

Wanita itu mengenakan gaun merah menyala yang ketat, menonjolkan pinggang ramping dan lekuk tubuhnya yang memikat. Kulitnya putih mulus seperti porselen, dan raut wajahnya begitu menawan. Dari dirinya terpancar aura anggun dan berkelas, seperti seorang ratu yang turun langsung menyapa rakyatnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!