NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta & Dendam

Jeratan Cinta & Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.

Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.

Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

...****************...

Malam sudah larut ketika Alicia kembali ke apartemennya di lantai tinggi sebuah gedung mewah di ibu kota.

Lampu kota terlihat seperti lautan bintang dari balik jendela kaca besar.

Namun Alicia tidak tertarik menikmati pemandangan itu.

Ia berjalan langsung menuju meja kerjanya.

Di atas meja terdapat sebuah flashdisk hitam kecil.

Flashdisk yang diberikan oleh Revano beberapa jam yang lalu.

Alicia berdiri cukup lama menatap benda itu.

Matanya tajam, namun di dalamnya ada sedikit keraguan.

Ia bergumam pelan.

"Apa sebenarnya yang ingin kau tunjukkan padaku, Revano, apa ini sebuah permainan baru."

Alicia menarik kursinya lalu duduk.

Komputer di depannya sudah menyala.

Tangan Alicia mengambil flashdisk itu perlahan.

Namun ia berhenti sejenak sebelum memasukkannya.

Alicia memejamkan mata beberapa detik.

"Aku sudah sejauh ini.., tidak ada waktu untuk kembali."

Akhirnya ia memasukkan flashdisk itu ke port komputer.

Klik.

Beberapa file langsung muncul di layar.

Dokumen.

Foto.

Video.

Dan satu folder besar dengan nama: PROJECT HELIOS.

Alicia mengerutkan kening."Helios..? Apa ini"

Ia membuka folder itu.

Di dalamnya terdapat puluhan dokumen penelitian ilmiah.

Diagram teknologi.

Blueprint senjata.

Algoritma sistem pertahanan digital.

Semua terlihat sangat kompleks.

Alicia membisikkan satu kalimat pelan.

"Ini.., bukan penelitian biasa. Ini blue print rencana senjata pemusnah masal."

Ia membuka salah satu dokumen identitas peneliti utama.

Nama yang muncul membuat tubuh Alicia membeku.

Dr. Adrian Roses

Tangan Alicia langsung berhenti di atas keyboard.

"Itu.., tidak mungkin..!"

Suara Alicia hampir tidak terdengar.

"Ayah..? Seorang ilmuan."

Ia membuka file berikutnya dengan cepat.

Foto seorang pria memakai jas laboratorium muncul di layar.

Pria itu tersenyum lembut di depan kamera.

Pria yang sangat familiar baginya.

"Ayah.." ucapnya lirih. "Dr. Adrian Roses."

Alicia menatap foto itu cukup lama.

Namun yang membuat jantungnya berdebar bukan hanya foto itu.

Di bawah foto tertulis keterangan:

"Lead Scientist – Advanced Weapon Systems Development."

Alicia berbisik pelan.

"Pengembangan sistem senjata?"

Ia membuka file video berikutnya.

Video itu menampilkan ruang laboratorium besar.

Beberapa ilmuwan sedang bekerja.

Dan di tengah ruangan berdiri ayahnya yang sedang menjelaskan sesuatu kepada sekelompok pria berpakaian jas mahal.

Suara ayahnya terdengar jelas.

"Teknologi ini mampu menembus sistem pertahanan digital dalam waktu kurang dari tiga menit."

"Jika digunakan dengan benar, negara mana pun bisa melumpuhkan jaringan militer musuh tanpa satu pun tembakan."

Alicia mundur sedikit di kursinya.

Matanya membesar.

"Tidak mungkin.., rahasia apa yang disimpan oleh nya selama ini."

Ia terus membuka file demi file.

Setiap dokumen semakin memperjelas kebenaran.

Ayahnya bukan hanya ilmuwan biasa.

Ia adalah ilmuwan legendaris di dunia gelap.

Seseorang yang menciptakan berbagai teknologi canggih yang sangat diburu oleh para elit global.

Kartel.

Mafia.

Organisasi bayangan.

Semuanya ingin bekerja sama dengan Dr. Adrian Roses.

Namun ada satu dokumen terakhir yang membuat Alicia membeku.

Alicia membuka file itu dengan jantung berdegup kencang.

Isi dokumen itu adalah laporan operasi pembunuhan.

Target: Dr. Adrian Roses

Alasan: "Menolak melanjutkan pengembangan teknologi Helios."

Di bagian bawah tertulis nama organisasi yang menerima perintah itu.

Red Devils.

Alicia menggigit bibirnya.

"Tidak mungkin..!, bajingan itu.."

Ia membaca paragraf berikutnya.

Dokumen itu menjelaskan bahwa Adrian Roses memutuskan keluar dari dunia gelap setelah Alicia lahir.

Ia ingin hidup normal, Adrian menghentikan semua penelitian yang berkaitan dengan senjata.

Namun keputusan itu membuat banyak pihak marah.

Terutama organisasi elite global yang telah membiayai penelitiannya selama bertahun-tahun.

Dan di bagian akhir dokumen tertulis satu kalimat yang membuat tangan Alicia gemetar.

"Operasi eliminasi berhasil dengan bantuan internal dari Miranda Stone."

Flashback kecelakaan langsung kembali memenuhi pikirannya.

Lampu mobil.

Jeritan ibunya.

Suara kaca pecah.

Alicia menutup mulutnya.

Jadi selama ini mereka diburu karena semua ini, senjata canggih yang diciptakan oleh ayahnya.

Bukan hanya soal warisan.

Miranda membantu Red Devils membunuh ayahnya.

Demi uang.

Demi kekuasaan.

Air mata perlahan jatuh dari mata Alicia.

Namun wajahnya tetap dingin.

Ia menatap layar komputer dengan tatapan kosong beberapa detik.

Lalu perlahan air mata itu berhenti.

Tatapan Alicia berubah bukan lagi kesedihan.

Melainkan kemarahan yang sangat dingin.

Ia bergumam pelan.

"Jadi.. seperti ini kebenarannya."

" Kebenaran yang selama ini disembunyikan, mungkin itu juga yang melandasi mengapa aku dulu dibuang ke panti asuhan bukan dibunuh, semuanya demi senjata ini."

Alicia menutup semua file.

Lalu bersandar di kursinya sambil menatap langit malam dari jendela apartemen.

Lampu kota berkilauan di kejauhan.

Namun matanya sekarang dipenuhi tekad yang jauh lebih gelap.

"Ayah seorang buronan utama elit global."

Suara Alicia sangat pelan.

"Kali ini aku benar-benar mengerti."

Ia mengambil ponselnya lalu menekan satu nomor.

Beberapa detik kemudian panggilan terhubung.

Suara Revano terdengar dari ujung telepon.

"Apa kau sudah melihatnya?"

Alicia menjawab dengan suara tenang.

"Aku sudah melihat semuanya."

Revano terdiam sejenak.

"Lalu?"

Alicia berdiri dari kursinya sambil menatap kota yang luas di bawahnya.

"Mulai sekarang"

Suaranya sangat dingin.

"Aku tidak hanya akan menghancurkan Red Devils."

Ia berhenti sebentar.

"Tapi juga semua orang yang pernah menyentuh proyek Helios."

Di ujung telepon Revano tersenyum kecil.

...****************...

1
yula
lama banget up thor
yula
💪💪💪💪💪 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!