Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.
Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.
Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Pengalihan
"Panggil Nindya dan Kirana ke sini. Aku ingin mendengar penjelasan dari mereka!" reaksi Pramana, yang tidak mau memperpanjang perdebatan dengan Jaya Karta, guru yang terkenal jenius juga berdedikasi tinggi tersebut.
Selain berdedikasi, Dia juga terkenal jujur dan tegas dalam bertindak. Banyak siswa yang takut padanya. Tapi dalam lingkungan guru, dia termasuk orang yang dibenci, karena dia tidak bisa diajak kompromi.
Tak lama kemudian. Nindya dan Kirana sudah ada di hadapan mereka. dan saat ini sedang disuruh berdiri seperti seorang pesakitan saja.
"Anda memanggil saya Pak Pramana. Apa yang bisa saya bantu, dan apa yang bisa saya jelaskan untuk anda?" tanya Xuan Nindya cukup jumawa.
"Kurang ajar! Kau itu hanya seorang siswa. Kenapa tidak ada sopan sopannya pada kami orang tua, ha!?"
"Oh, orang tua ya? Kalau begitu anggap saja saya ini leluhur anda Pak Pramana. Sekarang katakan, untuk apa anda memanggil kami, dan disuruh berdiri seperti ini?" balas Xuan Nindya tak kalah sengitnya.
"Dasar anak yang tidak punya sopan santun. Badjingan!"
"Mulai hari ini aku nyatakan, bahwa kalian bukan lagi siswa di sekolah ini. dan statusnya sudah diturunkan menjadi budak, yang bisa diperlakukan semena mena!"
"Mulai hari ini juga, beasiswa yang sudah kalian nikmati harus kalian kembalikan pada yayasan, dan jumlahnya meningkat dua kali lipat menjadi 600 juta!?"
"Jika kalian tidak mampu membayar, maka bersiaplah untuk mendekam di penjara!" ancam Pramana. sambil terus tersenyum sinis, karena dia sakit hati tidak dihargai oleh seorang siswa.
"Mau memecat ku ya. Apa kau sudah meminta izin padaku tuan Dakota, ketua mafia bawah tanah, yang banyak melakukan kejahatan di luaran sana?"
"Ditakuti, disegani, juga di hindari oleh banyak orang, terutama oleh sembilan keluarga besar ibukota."
"Apa kau ingin aku menyebarkannya di media sosial, atau langsung menyerahkannya pada mafia internasional, yang selama ini sedang mencarimu Dakota?" jawab Xuan Nindya, sambil berbisik lirih di dekat telinga Pramana.
"Apa yang kau katakan. Bagaimana kau bisa tahu nama asliku yang sebenarnya?" reaksi Pramana mulai merasa curiga, dan mulai merasa ketakutan.
Selama ini dia bersembunyi cukup dalam. Di luar organisasi, dia berperan sebagai seorang ayah yang disayangi serta disegani. Semua perintahnya diindahkan oleh seluruh keluarganya.
Tapi jika dalam organisasi, dia merupakan pembunuh bayaran yang kejam. Tidak segan segan menghabisi lawannya dalam sekelip mata.
Jika rahasia besarnya itu terbongkar, maka banyak orang tua yang akan menarik anaknya dari sekolah, dan pindah ke sekolah lain.
Nama baiknya tentu saja akan hancur, dan tidak diagung agungkan lagi oleh para pemujanya, kecuali oleh 200 ribu anak buahnya di luaran sana.
"Itu sangat mudah Dakota. Jaringanku sangat luas dan bisa dipercaya."
"Organisasi mu yang besar itu bisa aku hancurkan dengan mudah, hanya dengan sekali klik saja. dan...Boom. langsung musnah!"
"Jadi bagaimana, masih ingin memecat ku Dakota?" jawab Xuan Nindya cuek saja.
"Apa yang kau inginkan agar posisiku aman, dan keberadaanku tidak ditemukan oleh mafia internasional itu?" tanya Pramana.
"Itu sangat mudah Dakota. Kau serahkan saja yayasan ini padaku, dan seluruh sahamnya akan aku beli. Aku yang akan menjadi pemilik tunggal, dan akulah penguasa satu satunya."
"Yang kedua, jadilah bawahanku. maka aku akan melindungimu dari kejaran mafia asing, yang saat ini ingin menghabisimu. Bagaimana, apakah kau bersedia?"
"Itu tidak mungkin. Harga saham yayasan ini sebesar 970 miliar, karena lahannya sangat luas. Bukan hanya sekolah ini yang berada di dalamnya, tapi ada 9 usaha lain yang bernaung di bawahnya?"
"Jika kau ingin membeli, apakah Kau mempunyai dananya anak muda?" jawab Pramana.
"Jangankan 970 milyar. 1 triliun saja aku sanggup membelinya. Kau katakan saja, bersedia atau tidak?"
"Baik, aku bersedia. dan setelah ini kita akan melakukan serah terima jual beli. Setelah itu terserah kau mau menjadikan apa yayasan ini?"
"Bagus! Ternyata kau tidak berbelit belit Dakota. Lalu usulku yang kedua bagaimana. Jika kau terus bersembunyi terlalu dalam, maka yakinlah, seluruh keluargamu akan dihabisi, dan organisasimu yang besar itu akan musnah begitu saja."
"Menjadi bawahanmu? Apakah kau merasa sudah pantas?"
"Kau hanya seorang perempuan, masih muda pula. Apa latar belakang kekuatanmu?"
"Untuk kau tahu saja. Sekarang kekuatanku sudah mendekati kekuatan 100 ekor kuda, dan 50 ekor gajah, sementara kau mungkin belum ada apa apanya." reaksi Pramana penuh hina.
"Baru mendekati 100 tenaga kuda ya. Baik, kau lihat itu Dakota!"
Tap.. kraaakk, Duar!
Begitu ditunjuk, Vas bunga yang cukup besar di atas meja sudut ruangan langsung hancur menjadi debu, dan pecahannya berterbangan kemana mana.
Namun tak seorangpun yang berani protes, karena Xuan Nindya sudah menyebarkan Aura penindasannya untuk menekan mereka semua.
Sebaliknya di bagian Pramana Pemandangan itu tentu saja membuatnya bergidik ngeri. karena dia tahu, orang yang mampu menghancurkan benda dari jarak jauh, adalah seorang pejuang sekaligus petarung agung, atau pun pertapa dewa, yang keberadaannya sangat misterius di jagat raya bela diri saat ini.
Sekarang di depan mata, orang agung itu malah sedang berdiri di dekatnya, serta menawarkan kerja sama, yang tentu saja tidak boleh ditolak atau pun di acuhkan.
Orang agung seperti itu, sudah mempunyai tenaga dalam cukup mumpuni, yang bisa menghancurkan lawan dengan mudah. Sedangkan dia tidak punya. Hanya kekuatan eksternal saja, tanpa kekuatan tenaga dalam.
Jadi tanpa basa basi lagi, Pramana atau Dakota itu langsung setuju, dan saat itu juga menjatuhkan lututnya ke lantai, dan langsung pula mengikrarkan janji setia pada tuan barunya.
Pemandangan itu tentu saja membuat orang orang yang hadir menjadi keheranan. Kenapa ketua Yayasan yang terkenal kuat dan kaya itu sanggup berlutut di bawah kaki seorang siswa, seorang perempuan pula.
"Pak Pramana. Kenapa anda melakukan itu. Dia hanya seorang siswa yang sudah dikeluarkan dari sekolah ini, tapi kenapa anda mau berlutut di bawah kakinya?" reaksi Bima, tentu saja bertanya tanya.
"Benar pak ketua. Perempuan itu tidak pantas mendapatkan penghormatan dari anda. Jadi cepat bangun, dan lanjutkan hukuman padanya!" reaksi yang lainnya.
"Diam kau! Kau tidak tahu siapa dia. Dia adalah pemilik asli yayasan ini, dan aku selama ini berada di bawah perintahnya. Jadi kalian jangan berani bersikap kurang ajar dan berani macam macam padanya!" jawab Pramana.
"Apa...!?" reaksi Bima tidak percaya. Lalu memandang kepada yang lainnya.
'Kali ini habislah aku. Selama ini aku selalu membiarkan dia dibuli, Bahkan aku juga tahu bahwa dia telah dihabisi oleh anak anak orang kaya itu.'
'Tapi karena takut posisiku bakal bergeser, maka aku membiarkannya saja, dan pura pura tidak tahu perbuatan mereka'
'Jika Tuan Pramana mengetahui perbuatanku, maka aku bisa dipenjara, bahkan mungkin akan dijatuhi hukuman mati'
'Kalau begini bisa gawat. Aku harus berpura pura baik pada anak itu, siapa tahu mendapatkan pengampunan darinya?' batin Bima, sambil terus mencari cara, bagaimana mendapatkan simpati dari Nindya, pikirnya.