seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alina dalam bahaya?
malam ini Alina sedang tidur dengan nyenyak karena sangat lelah seharian bekerja tanpa henti, walaupun Devano tak memberikan pekerjaan yang berat namun tetap saja lelah belum lagi pekerjaan yang ada di rumah ini benar benar membuat nya lelah.
Namun Alina tak sadar di kamarnya ada yang menyelinap masuk, orang itu seorang pria yaitu selingkuhan dari sang bibi yang berniat tak baik kepada Alina, entah apa niat nya sampai berani masuk diam diam ke kamar Alina.
"Yaampun.. kamu ngapain masuk ke kamar saya?"tanya Alina merasa takut.
"Ssut.. Kamu mending diam,dan nikmati saja,"jawab pria itu membuat Alina bingung.
Alina pun segera beranjak dari tempat tidur dengan nafas memburu sangat takut, segera melempar bantal guling lalu segera keluar dari kamar nya entah dari mana pria itu masuk kamar padahal udah dirinya kunci namun kenapa bisa masuk kamar Alina?
Alina baru ingat pasti dari jendela karena terbuat dari kaca yang bisa pecah jika di pukul pake batu,namun tiba-tiba menarik tangan Alina saat sampai pintu membuat Alina menghela nafas berharap ada yang menyelamatkan diri nya di saat seperti ini.
"kenapa semua ngga bangun,aku harus bagaimana?"gumam Alina.
"Kamu ngga bisa,kemana mana haha!"ucap pria itu dengan tertawa.
"Lepas!"teriak Alina menatap tajam karena sikap pria ini sangat lancang.
Akhirnya Alina bisa membuka pintunya lalu segera mendorong pria itu dengan kuat,Alina pun lari dengan sekuat tenaga nya sungguh Alina benar benar takut akan di lec3hkan oleh pria yang ngga dirinya kenal namun tiba-tiba Alina tersandung batu membuat nya terjatuh.
"Haha! Mau kemana lagi hm,ayo ikut om!"bisik pria itu membuat Alina geleng.
"Ngga jangan, kumohon jangan sakiti saya!"ucap Alina dengan satukan tangan nya.
Pria itu mendekat lalu menarik tangan Alina agar ikut dengan nya entah mau apa pria itu sebenarnya,namun tiba-tiba ada yang memukul pria itu dari belakang membuat Alina terkejut melihat pria itu pingsan hampir jatuh ke tubuh mungil Alina.
Alina pun mendongak saat ada seseorang ingin membantu nya berdiri,dan itu adalah seorang pria yang ternyata bosnya sendiri seketika Alina merasa kaget ada Devano menolong nya lalu mengucek matanya ini seperti mimpi.
"Are you okay?"tanya Devano dengan pelan membuat Alina berkaca kaca.
"Saya baik baik saja tuan!"jawab Alina membuat Devano menghela nafas.
Devano ngga tau siapa gadis yang sedang dalam bahaya dirinya menolong nya karena mengingat kannya waktu kejadian menimpa adiknya dulu,dan ternyata yang di tolong adalah Alina Asisten nya sendiri entah kenapa Alina sampai hampir di lec3hkan oleh pria itu.
Brugh..
Tiba-tiba saja Alina pingsan di pelukan Devano membuat Devano terkejut mungkin masih ketakutan jadi seperti ini, Devano pun menghela nafas segera menggendong Alina namun dirinya lihat seperti keluarga nya habis melihat tapi diam saja,Devano yang tadinya ingin bawa Alina ke dalam rumah Alina kini urungkan niatnya.
"seperti nya,aku harus bawa dia ke tempat Mension ku karena entah kenapa aku merasa, keluarga nya sangat aneh,"gumam Devano.
****
Kini Devano berada di Mension pribadi nya karena ngga mungkin bawa ke rumah keluarga nya,udah pasti akan selalu di tanya tentang Alina yang kenapa di bawa kerumah,dan berbagai macam pertanyaan niat Devano hanya menolong karena walaupun keras tapi tetap ada sisi baik nya apalagi pada seorang wanita.
"Dia mainan Lo bro?"tanya Andrew sang dokter membuat Devano menghela nafas.
"sembarangan Lo ini,dia itu gadis baik baik!"jawab Devano merasa kesal.
"Hehe.. Sorry,"ucap Andrew sembari memeriksa kondisi Alina.
Devano hanya menghela nafas entah bagaimana nasibnya jika ngga ada dirinya di tempat kejadian tadi, mungkin Alina akan disakiti pria itu yang seperti nya berniat tak baik pada Alina namun parahnya keluarga nya hanya diam.
"Kakinya sedikit luka,dia sepertinya sering telat makan atau mungkin kadang ngga makan,"ucap Andrew membuat Devano terkejut.
"Dia asisten pribadi gue, gue memang merasa sedikit iba karena dia sering memakan bekas gue saat pertama kali dia kerja bersama gue, padahal rumah nya cukup besar Andrew!"ucap Devano membuat Andrew merasa miris.
"seperti nya gadis ini,butuh pertolongan karena dia lihat saja dia kurus bro,dan ini ada beberapa bekas luka!"ucap Andrew balas Anggukan Devano.
Devano merasa mimpi itu adalah kenyataan dan orang itu adalah Alina, yang sangat butuh bantuan nya saat ini mungkin besok akan dapat info dari Asisten nya yaitu David agar dirinya tau seperti apa sebenarnya keluarga dari Alina ini kenapa keluarga nya seperti tak pedulikan Alina.
"Tolong.. Jangan sakiti saya!"
Devano merasa terkejut mendengar Alina berteriak lalu segera hampiri, ternyata sedang mengigau mungkin karena merasa trauma dengan hal ini Ia memberanikan diri sentuh kening Alina, untuk memastikan apakah demam atau tidak karena alami kejadian yang buatnya trauma.
"jangan sakiti saya!"ucap Alina yang sudah membuka matanya.
"Ssut.. Tenanglah,ini saya Devano!"ucap Devano mencoba tenangkan.
"Saya benar benar takut,saya sedang tidur tiba-tiba ada pria itu di kamar,"lirih Alina dengan suara bergetar menahan tangis.
Devano merasa terkejut mendengar ucapan Alina ini pasti sangat buat gadis ini sangat Shock apalagi sedang tidur,lalu Devano pun mengusap pipi Alina yang basah karena air mata belum pernah Devano lakukan ini selain pada mendiang istrinya dulu,kini Alina di perlakukan seperti mendiang Istri Devano.
"kamu aman disini,saya ngga akan macam macam,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Terimakasih banyak tuan,saya ngga tau lagi jika ngga ada tuan hiks,"Isak Alina membuat Devano ngangguk.
"Aku ngga boleh cengeng,di depan Alina,"gumam Devano menghela nafas berat.
Devano memang sebenarnya pria yang gampang tersentuh hatinya,ia sengaja bersikap dingin Arogan agar semua ngga tau bagaimana sifat nya sebenarnya saat awal melihat Alina saat di jalan dirinya melihat Alina seperti di ganggu temannya yang nakal namun gengsi Untuk menolong Alina.
"Tuan kenapa, telinga tuan memerah dan juga matanya apakah marah?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"untung saja,dia ngga curiga kalo aku ikut sedih,"gumam Devano.
"Ngga ada,saya habis makan cabe!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.
***
PAGI HARI KEMUDIAN..
Pagi ini di rumah kediaman keluarga Alina ada sang bibi yang terlihat biasa saja saat melihat Alina tak pulang di rumah nya,semua keluarga Alina tak kehilangan Alina malah asyik sarapan bersama tanpa ada pikiran Bebani mereka.
"Mamah yakin,sepupu kamu sudah hilang masa depan nya!"celetuk Gayatri membuat Kayla tersenyum senang.
"tapi kira kira,kemana perginya gadis itu?"tanya Kayla membuat Gayatri mengerutkan keningnya.
"Mungkin saja,sudah tiada haha!"jawab Gayatri membuat Kayla tersenyum.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"