NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Langkah Pertama di Jalan Orkestrasi

Lin Feng tidak tidur nyenyak malam itu setelah ketemu Shen Yuan.

Setiap kali ia memejamkan mata, bayangan-bayangan bermunculan. Ayahnya yang tertawa lepas. Ibunya yang sibuk memasak. Adiknya yang berlarian di halaman rumah. Lalu semuanya runtuh oleh darah, jeritan, dan kegelapan yang menelan segalanya.

Namun kini, ada wajah lain yang berada dalam mimpi-mimpinya. Seorang kultivator bertopeng dengan lambang naga merah di dadanya.

Sekte Bayangan Naga.

Suatu hari, aku akan menemukan mereka satu per satu. Dan aku akan membuat mereka membayar atas apa yang di lakukan mereka semua.

Saat fajar mulai menyingsing, Lin Feng masih duduk bersila di lantai dalam keadaan kultivasi untuk menenangkan pikirannya yang masih kacau.

Qi sembilan elemen mengalir di dalam dantian-nya dengan harmoni yang nyaris sempurna. Fondasi yang ia bangun setelah tribulasi kini terasa jauh lebih kokoh, Ranah Pembentukan Fondasi Lapisan Kedua, bahkan hampir menembus Lapisan Ketiga.

Perkembangan yang sangat cepat, Namun Lin Feng tahu itu belum cukup.

Shen Yuan benar, Aku harus menjadi lebih kuat. Jauh lebih kuat.

Tiba tiba ketukan pelan di pintu membuatnya membuka mata.

“Lin Feng?” Suara Yue Lian terdengar dari luar. “Kau sudah bangun? ini sarapan sudah siap.”

“Ya, tunggu sebentar.”

Lin Feng berdiri dan merapikan pakaiannya lalu membuka pintu.

Yue Lian berdiri di ambang pintu sambil membawa nampan berisi roti hangat, telur, dan teh. Namun yang langsung menarik perhatian Lin Feng adalah mata Yue Lian yang tampak sedikit sembab, seolah olah ia juga tidak tidur semalaman.

“Kau baik-baik saja?” tanya Yue Lian dengan nada khawatir. “Zhou Ming bilang kalian kembali sangat larut malam. Tidak terjadi apa-apa kan?”

“Tidak ada masalah, aku baik baik saja,” jawab Lin Feng sambil menerima nampan itu. “Hanya aku butuh waktu untuk mencerna informasi yang kudapat..”

“Informasi tentang keluargamu?”

Lin Feng mengangguk pelan.

Yue Lian terdiam sejenak, jelas ingin bertanya lebih jauh, namun ragu harus mulai dari mana.

“Aku tidak bisa menceritakan semuanya,” kata Lin Feng lembut. “Tapi satu hal pasti, aku tahu siapa yang membunuh keluargaku. Dan suatu hari nanti, aku akan membuat mereka membayar semuanya.”

Yue Lian menatapnya dengan sorot mata penuh empati. “Apa pun yang kau butuhkan Lin Feng. Aku akan membantumu.”

“Terima kasih,” jawab Lin Feng tulus. “Tapi ini adalah sesuatu yang harus kulakukan sendiri.”

“Kau tidak sendirian lagi,” sanggah Yue Lian tegas. “Kau punya kami sekarang. Aku, Zhou Ming, Chen Hao, Xu Ling, Chen-er. Kita semua akan mendukungmu.”

Lin Feng tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya mengangguk canggung.

Yue Lian tersenyum kecil. “Makanlah dulu. Lalu ceritakan rencanamu hari ini.”

“Aku akan pergi untuk berlatih,” kata Lin Feng setelah menimbang kata-katanya. “Dengan seseorang yang sangat ahli. Mungkin aku tidak akan kembali sampai malam.”

“Latihan apa?”

“Teknik kultivasi tingkat lanjut.”

Yue Lian menatapnya dengan curiga, tetapi tidak mendesak lebih jauh “Baik. Tapi hati-hati..”

“Iya.”

***

Rumah Shen Yuan saat ini berada di distrik selatan kota, wilayah yang lebih tenang dan jarang dilalui orang.

Bangunannya kecil dan sederhana, hanya satu lantai dengan halaman mungil yang dipenuhi tanaman obat. Dari luar, rumah itu tampak seperti kediaman tabib biasa. Namun Lin Feng dapat merasakan keberadaan formasi kuat yang menyelubungi tempat itu, formasi yang menyembunyikan segala aktivitas di dalam bangunan supaya tidak terdeteksi di luar.

Lin Feng kemudian mengetuk pintu.

Dan ternyata Shen Yuan sendiri yang membukanya, pakaiannya masih mengenakan jubah lusuh yang sama, tetapi saat ini wajahnya tampak lebih segar.

“Tepat waktu,” ujar Shen Yuan sambil mengangguk puas. “Ayo masuk.”

Bagian dalam rumah jauh lebih luas daripada yang terlihat dari luar. Ruang tamunya sederhana, hanya berisi meja, kursi, dan rak-rak buku yang penuh gulungan serta manual kuno.

Namun perhatian Lin Feng tertuju pada sebuah ruangan di bagian belakang, pintunya terbuka dan dipenuhi oleh berbagai formasi.

“Apakah kamu mau minum teh?” tawar Shen Yuan sambil menuju dapur kecil.

“Terima kasih.”

Mereka duduk berhadapan di meja kayu, masing-masing dengan secangkir teh hangat.

“Sebelum kita mulai, aku perlu menilai tingkat kultivasimu dengan benar. Bukalah dantian-mu.”

Lin Feng ragu sejenak. Namun ia memilih untuk percaya. Ia menutup mata dan mengalirkan qi-nya keluar, membiarkan Shen Yuan merasakan struktur dantian-nya.

Shen Yuan terdiam lama, indera spiritualnya menyapu dengan sangat teliti.

“Luar biasa,” gumamnya akhirnya. “Fondasi Orkestrasi Sembilan Naga yang sempurna. Tidak ada celah, tidak ada ketimpangan. Dan kau sudah mencapai Ranah Pembentukan Fondasi Lapisan Kedua. Berapa lama setelah terobosan?”

“Sekitar satu bulan,” jawab Lin Feng.

“Satu bulan…” ulang Shen Yuan dengan nada kagum. “Kebanyakan kultivator membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk naik dari lapis satu ke lapis dua. Dengan Gulungan Kekacauan dan fondasi sekuat ini, laju kemajuanmu akan selalu melampaui batas normal.”

Ia meletakkan cangkir tehnya. “Baik. Kita mulai dari dasar. Apa yang kau ketahui tentang Orkestrasi Sembilan Naga?”

“Hanya yang tertulis di gulungan,” jawab Lin Feng. “Bahwa teknik ini diciptakan tiga ribu tahun lalu oleh sembilan pendiri. Bahwa setiap gulungan mewakili satu elemen. Dan bahwa mengumpulkan semuanya akan memberiku kekuatan untuk… menciptakan sistem baru.”

“Benar, tetapi belum lengkap,” ujar Shen Yuan. “Orkestrasi bukan sekedar tentang kekuatan. Ini tentang harmoni. Tentang memahami bahwa setiap elemen yang saling bertentangan seperti api dan air, dapat bekerja bersama jika diarahkan dengan benar.”

Ia berdiri dan mengambil sebuah gulungan kuno dari rak.

“Ini catatan yang ditinggalkan Lin Tian untukku. Tentang filosofi di balik Orkestrasi.” Shen Yuan membukanya dan memperlihatkan diagram rumit di dalam lingkaran, dengan simbol-simbol elemen yang saling terhubung.

“Perhatikan,” katanya sambil menunjuk. “Dalam kultivasi biasa, seseorang memilih satu elemen dan memusatkan diri sepenuhnya pada elemen itu. Mereka menjadi ahli dalam satu aspek, tetapi memiliki kelemahan fatal terhadap elemen lawannya. Api kuat, namun lemah terhadap air. Tanah kokoh, namun rentan terhadap kayu.”

“Namun Orkestrasi berbeda,” lanjutnya. “Dengan menguasai seluruh elemen sekaligus, kau tidak memiliki kelemahan unsur. Lebih dari itu kau dapat menciptakan kombinasi yang mustahil dilakukan kultivator biasa.”

“Seperti apa?” tanya Lin Feng penasaran.

Shen Yuan tersenyum. “Mari kita coba. Ulurkan tanganmu.”

Lin Feng mengulurkan tangan kanannya.

Shen Yuan menyentuh telapak tangannya dan mengalirkan sedikit qi. “Sekarang, ciptakan api.”

Lin Feng berkonsentrasi dan menyalurkan qi api dari dantian ke telapak tangannya. Nyala api kecil pun muncul, merah, panas, dan stabil.

“Bagus. Sekarang tanpa memadamkan api itu, tambahkan qi air.”

“Tapi air akan memadamkan api—”

“Coba saja.”

Dengan ragu, Lin Feng mengikuti instruksi itu.

Dan sesuatu yang menakjubkan terjadi.

Api tidak padam. Sebaliknya, api dan air menyatu dan menciptakan pusaran uap yang berputar lembut di telapak tangannya. Uap itu memancarkan cahaya merah kebiruan yang indah.

“Ini…” Lin Feng menatap tangannya dengan takjub.

“Uap Naga,” kata Shen Yuan. “Perpaduan api dan air yang hanya mungkin dengan kendali sempurna atas kedua elemen. Dapat digunakan untuk menyamarkan diri, membakar musuh dari dalam, atau bahkan menyembuhkan luka dengan uap hangat.”

Lin Feng menarik kembali qi-nya. Uap itu pun menghilang.

“Dan itu baru dua elemen,” lanjut Shen Yuan. “Bayangkan jika kau menggabungkan tiga, empat, bahkan lima elemen sekaligus. Kemungkinannya tak terbatas.”

“Tapi itu pasti sangat sulit,” ujar Lin Feng.

“Sangat sulit,” Shen Yuan mengangguk. “Itulah sebabnya hampir tak ada kultivator yang berani mencobanya. Namun kau berbeda. Gulungan Kekacauan secara alami menyelaraskan seluruh elemen. Dengan latihan yang tepat, kau bisa melakukan hal-hal yang bahkan kultivator tingkat tinggi pun tak pernah bayangkan.”

Shen Yuan melangkah menuju ruang latihan di belakang.

“Ayo, kita mulai dari fondasi.”

1
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!