KHUSUS AREA DEWASA!
"Wanita itu menyuruhku untuk melupakan adegan panas yang dilakukan dengannya semalam?
yang benar saja!!.."
"Tidak semudah itu
nona Kaira!..." (Arka)
Seharusnya tak harus terjadi tapi memang itu kenyataannya, Kaira menyukai sosok lelaki tampan blasteran New York (Arka Bryanditama) sekaligus kakak ipar juga pria yang sempat ia tolak dulu saat dijodohkan dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Sudah hampir 25 menit Arka memeluk Kaira dari belakang mencelupkan wajahnya pada leher jenjang wanita itu, Kaira kebingungan bagaimana caranya ia bisa melepaskan diri bukannya tak mau tapi jika lama-lama seperti ini menurutnya akan bahaya.
"Ah itu kau lanjut saja pekerjaanmu aku akan kembali ke kamar..." Lirih Kaira memberanikan diri.
"Pekerjaanku sudah usai..." Balas Arka.
"Bagaimana ini?.." Batin Kaira.
"Kalau begitu aku yang akan kembali ke kamar, rancangan fashion yang kau tugaskan belum ku kerjakan.." Lanjut Kaira sengaja berbohong.
Tidak ada jawaban dari Arka. "Kau belum memberi tahu maksud kedatanganmu ke kamar ini apa, tidak semudah itu untuk pergi..."
Kaira memutar badan menghadap Arka. "Hanya ingin melihatmu saja, karena ternyata kau baru selesai mandi silahkan berpakaian dulu..."
Tubuh kekar polos yang masih basah itu membuat Kaira gagal fokus. "Ck! seharusnya tadi aku tak usah balik badan.." Batinnya.
Arka menarik dagu Kaira. "Tatap aku..."
Terpaksa Kaira menatap wajah tampan itu walaupun rasa gugupnya begitu besar. "Ada apa?.."
CUP!...
Mata Kaira membulat sempurna saat bibir Arka mendarat pada bibirnya sekilas. "Malam ini tidur di sini bersamaku Kai..." Lirih Arka yang tak lepas menatap lekat wajah cantik itu.
"Itu tidak mung...."
"Jika kau melakukan penolakan maka aku akan berbuat lebih..." Potong Arka seraya menyeret tubuh Kaira mendekati ranjang.
"Bukan tak mau atau apa mengertilah perasaanku yang sangat gugup jika berada di sini!.." Timpal Kaira tak mau kalah.
BRUGH!!
"Akh!..."
Arka mendorong tubuh Kaira hingga terjatuh ke atas kasur, ia menindih tubuh wanita itu agar tak bisa lolos dari kungkungannya.
Wajah tampan disertai dengan roti sobek kekar berada di atas Kaira, hal ini yang diinginkannya dari jauh hari saat mengejar Arka tapi sekarang situasinya berbeda jadi Kaira sendiri tak bisa leluasa. "Berhenti menggodaku cepatlah pakai baju!..."
Kaira memejamkan mata saat butiran air dari rambut basah Arka jatuh mengenai wajahnya. "Kau juga bisa sakit kepala jika kepala basah begitu!..."
Arka tersenyum sinis menikmati setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita yang dicintainya itu. "Sudah bicaranya? kapan aku bisa melanjutkan adegan tadi jika kau bicara terus Kaira..."
Kaira seketika terdiam saat Arka kembali melanjutkan aksinya mencium bibir ranum itu, terasa hangat sekali cumbuan lembut Arka yang lagi-lagi membuat Kaira tak bisa berkutik.
Dalam waktu bersamaan...
Drrrt drrrt drrrt!
Handphone Arka berdering, Kaira yang menyadarinya sontak menepuk-nepuk dada bidang lelaki itu agar melepas ciuman.
Dengan berat hati Arka melepas aksinya. "Ada apa Kai?."
"Ada yang menghubungimu!..." Tunjuk Kaira.
"Ck!..." Arka merubah posisi menjadi duduk diikuti Kaira, ia sontak mengambil handphone lalu menerima panggilan itu.
"Iya hallo ma ada apa?." Jawab Arka.
"Tante Veena?." Batin Kaira bertanya.
"Mama di depan apartemenmu Arka, bukankah kau ada di dalam kenapa bel berbunyi pun tak terdengar?." Ujar Veena.
Kaira terkejut mendengar hal itu, sementara Arka sontak meliriknya.
"Iya aku ada di dalam ma, sebentar di baju dulu habis mandi.." Balas Arka.
"Ah oke sayang mama tunggu..."
Panggilan pun berakhir.
"Aku harus cepat pergi dari sini!.." Sontak Kaira hendak melangkah namun Arka menahan lengan kekasihnya itu.
"Mau kemana? kita beritahukan hubungan kita yang sebenarnya pada mama..." Timpal Arka.
Kaira seketika menggeleng. "Aku tidak setuju untuk itu, untuk saat ini berpura-puralah.."
"Apa maksudmu?..."
"Butuh waktu, orang-orang juga belum tahu jika kau dan kak Indah sudah bercerai.." Jawab Kaira.
"Aku akan memberitahunya sekarang..."
"Tidak, aku mohon jangan buru-buru!.." Timpal Kaira. "Bagaimana reaksi mereka nanti? aku tidak mau kamu dan aku dipandang buruk.."
Arka terdiam mendengar jawaban kekasihnya.
"Cepat ganti baju temui tante Veena..." Lirih Kaira seraya pergi dari kamar itu memasuki kamarnya dengan perasaan tak menentu.
Arka memijit kening pusing ia tak mau menyakiti hati Kaira dengan membicarakan hubungan sandiwaranya dengan Indah, tapi ia sekarang menghargai keinginan kekasihnya itu dulu.
Lelaki itu sontak berpakaian setelahnya keluar kamar menyambut sang mama.
Veena melirik seluruh ruangan apartemen Arka. "Dimana Kaira? bukankah dia bersamamu di sini?."
"Apa mama datang ke sini hanya untuk mencari gadis itu?."
"Iya termasuk, sudah lama sekali tak bertemu adik iparmu.." Jawab Veena seraya duduk di kursi ruang tamu.
Arka sontak melangkah menghampiri kamar Kaira ia mengetuknya dan tidak lama Kaira keluar. "Ada mama.."
Kaira tersenyum sambil melewati Arka ia berjalan menghampiri Veena. "Hai tante..."
Veena menoleh ke arah sumber suara, ia membalas senyuman Kaira lalu mereka berpelukan. "Hai Kaira.."
Kaira duduk di samping Veena sementara Arka duduk di depan mereka.
"Bagaimana apa kamu tertekan tinggal bersama Arka? maklumi saja ya sayang jika ada perkataan yang tak mengenakan.." Ujar Veena.
"Haha tak ada tante.." Jawab Kaira.
"Tante? panggil mama saja Kai?."
"Ah iya mama..." Canggung Kaira.
Arka hanya menatap dua wanita yang dicintainya itu tanpa ikut bicara.
"Ah iya, mama masih punya anak bujang kau tahu Sean Candra? sepertinya dia cocok denganmu Kaira.."
"Apa!!!!..." Timpal Arka dengan nada tinggi bahkan ia menggebrak meja.
"Ada apa denganmu kau membuat kaget mama!.." Ujar Veena keheranan.
Bersambung....
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
wesss.. sak karepmulaah, Ka...
wong penak tooo...
awalnya agak males baca.
tapi akhirnya tertarik buat baca kesimpulannya KAIRA begok itu aja sih.. pick me bgt. klo ngomong gak terus terang jd ambigu. gak bisa ambil keputusan.
padahal semua keluarga udah setuju ya kan tinggal bilang iya pacaran sama Arkaa gitu aja, nggak usah ribet orang tua keduanya juga setuju gitu. lah si kairanya NGLONTE sukanya.