Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.
Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.
“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”
Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Dan tanpa menjelaskan lebih banyak lagi, ia berjalan pergi meninggalkan Axlyn begitu saja mengabaikan tuntutan penjelasan yang Axlyn minta. Nero segera mengikuti Tuannya, meski sesekali menengok ke belakang untuk menatap Axlyn yang terus meminta penjelasan.
“Tuan, anda yakin akan membantunya seperti ini?” tanya Nero.
“Bukankah kedepannya akan sangat seru? Kapan lagi ada kesempatan sebagus ini untuk membuat Kay kesal dan frustasi sendiri,” jawab Spencer dengan senyuman jahil yang seketika ia perlihatkan. “Ayo, kita temui dia sekarang.”
Keduanya pun bergegas berangkat kembali menuju ke markas utama klan Dark Lion. Sesuai perjanjian Kay dan Noah akan menemui mereka di sana untuk membahas informasi yang berhasil Spencer temukan tentang sisa pengikut dari kakeknya. Begitu juga dengan Kay dan Noah yang sudah mengamankan pengkhianat dalam perusahaan.
...****************...
Sementara di belahan dunia lain. Angin musim gugur menyapu jembatan batu di atas Sungai Vltava. Dari kejauhan, siluet Charles Bridge tampak seperti lukisan tua namun romantis, tenang, dan sama sekali tidak mencerminkan kekacauan dua pria yang berdiri di bawahnya. Pria yang ditugaskan untuk menemukan calon keponakan ipar mereka yang kemungkinan sedang mengandung.
“Jadi,” gumam Levi sambil menatap layar ponselnya yang retak, “kau yakin ini alamat yang benar?”
Regis mengangguk penuh percaya diri. “Sumber pencarianku tidak pernah salah. Kau tahu itu, bukan?”
Ya, orang dipercaya oleh Rayden dan Luca untuk mencari keberadaan wanita yang kemungkinan tengah mengandung anak Kay adalah Levi dan Regis. Kebetulan dua orang ini sedang mencari masalah dengan istri masing-masing, sehingga Lucia dan Alicia mengirim keduanya untuk melaksanakan tugas khusus tersebut.
“Terakhir kali kau bilang begitu, kita berakhir di kelas yoga prenatal.”
“Hehehee… itu kesalahan teknis. Kau tahu sendiri, bukan? Sudah sangat lama kita aman Sentosa tanpa pertarungan atau masalah seperti ini, terakhir kali sepertinya di Kota Xennor! Siapa sangka kali ini Kay kembali membuat masalah di sini dan kita lagi yang harus mengurusnya.”
Levi memijat pelipisnya. “Ck… bocah itu memang biang masalah, ditambah anak angkat Felix yang berada di sisinya yang kelakuannya sebelas dua belas dengan ayah angkatnya itu.”
“Kita diperintahkan keluarga Papah untuk mencari seorang wanita misterius di Praha. Seorang wanita yang pernah tidur dengan Kay dan kini kemungkinan tengah mengandung anaknya. Bukan untuk ikut latihan pernapasan ‘hee-hee-hoo’!” lanjutnya jengah.
Regis mendengus. “Setidaknya sekarang kita tahu teknik pernapasan kalau sewaktu-waktu kita menemukan masalah lain dan pingsan nanti.”
“Hahahaa… Kau benar, Regis! Aku jadi teringat saat pertama kali akan memiliki Shea dan Zhea, aku tidak pernah sekalipun melewatkan kelas prenatal untuk menemani Kakakmu—Lucia.” Ucap Levi.
“Haish, sudahlah Kak Levi! Berhenti dulu bucinnya terhadap Kakakku, sekarang kita fokus dulu menemukan wanita itu sebelum jejaknya hilang lagi.” ujar Regis sembari memeriksa lokasi pelacakan yang sebelumnya berhasil ia temukan.
Mereka terdiam sesaat. Suasana kembali serius. Di layar ponsel Regis, terpampang informasi bahwa wanita itu adalah seorang pengawal dari perusahaan terkemuka di sana. Kini Levi dan Regis sudah berdiri tepat di depan perusahaan tersebut. Mereka saling pandang sebelum memutuskan masuk ke dalam perusahaan tersebut untuk mencari tahu identitas dari pengawal wanita tersebut.
“Selamat datang, Tuan! Ada yang bisa saya bantu?” ucap Resepsionis itu professional dalam menyambut tamu yang datang.
“Aku hanya ingin tahu apakah kalian memiliki wanita ini sebagai salah satu pengawal resmi kalian?”
Regis memperlihatkan siluet seorang pengawal wanita yang ia dapatkan dari salah satu rekaman cctv yang berhasil ia pulihkan dengan sangat susah payah. Wajahnya memang samar dan tidak begitu jelas, tetapi nama perusahaan yang tertera di lengan jas yang wanita itu gunakan sangat familiar dan hanya ada satu di Kota Praha yaitu milik perusahaan yang sedang mereka datangi ini.
“Tunggu sebentar, saya akan memberitahukan tentang hal ini kepada atasan saya lebih dulu. Sebab informasi para pengawal di sini hanya pemimpin yang bisa mengakses datanya,” jawab Resepsionis tersebut yang tugasnya memang menyambut dan mengarahkan tamu yang datang.
“Baiklah, jangan lupa beritahu dia bahwa kami berasal dari Negara A, lebih tepatnya dari keluarga Xavier.” Levi menambahkan, menggunakan nama besar keluarga Xavier untuk jalur vvip yang bisa mereka dapatkan dengan mudah.
Resepsionis itu mengangguk, lalu segera menghubungi atasannya menjelaskan tujuan kedatangan keduanya dan juga menyampaikan asalnya. Tak membutuhkan waktu lama, sambungan telepon itu terputus. Resepsionis itu lantas segera beranjak dari posisinya, mengantar secara langsung Levi dan Regis menuju ruangan pemimpinnya berada.
“Tuan, ini orang yang bertemu dengan anda,” ucap sang Resepsionis begitu memasuki ruangan yang paling luas dan mewah di gedung perusahaan tersebut.
“Aaah, silakan duduk, Tuan—”
“Zaen Der Levi,” potong Levi memperkenalkan diri. Lalu tidak lupa memperkenalkan Regis juga. “Dan dia adik iparku, Regis Cano Xavier.”
“Rupanya anda, Tuan Zaen! Menantu kesayangan Tuan Rayden dan Nyonya Zhia, serta putra bungsu Xavier.” Pemimpin perusahaan yang bernama Erick Howard itu langsung mengenali kedua tamu tak terduganya itu. “Lalu apa yang bisa saya bantu untuk kalian?”
“Langsung saja, kami sedang mencari wanita dalam rekaman cctv ini. Wajahnya memang tidak terlihat jelas, karena sebelumnya rekaman ini sudah di hapus. Beruntung kami bisa memulihkannya, tetapi simbol di lengan jasnya itu berasal dari perusahaanmu, bukan?” Levi menjelaskan sembari menunjukan siluet wanita itu kepada Erick.
Hanya sekali lihat, Erick langsung bisa mengenali siapa wanita itu. Namun, ia tidak langsung mengatakannya mengingat wanita itu saat ini sedang menjalankan tugas penting. “Aku bisa memastikan bahwa wanita ini memang berasal dari perusahaan kami. Dia salah satu pengawal terbaik di sini.”
“Namun, sayang sekali aku tidak bisa memberitahukan identitasnya kepada siapapun selama dia masih menjalankan tugasnya. Kalau anda mau… anda bisa menunggu selama 3 bulan sampai dia menyelesaikan tugasnya. Sebab ini sudah menjadi aturan dan kebijakan mutlak perusahaan ini demi menjaga keamanan dan integritas kami kepada klien.” Jelasnya, lebih tepatnya menolak memberitahu secara halus.
“Bagaimana kalau kami memaksa ingin mendapatkan datanya?” Levi langsung mengeluarkan jurus mengancamnya.
Bersambung ….
Aku masih nungguin loh 🤭☺
Dan tanpa Kay sadari, kedua perempuan itu adalah orang yang sama 😝
Wah, seru ini 🤭
Eh, maksudnya mantan bocah psikopat.. Kan Levi udah bukan bocah lagi... ☺✌