NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Sore mulai turun di rumah sakit itu.

Cahaya matahari yang masuk dari jendela kamar perawatan membuat ruangan terasa lebih hangat dibandingkan siang tadi yang penuh kepanikan.

Kakek Tasya kini sudah terlihat jauh lebih tenang. Alat bantu napas masih terpasang, tetapi kejangnya sudah berhenti.

Seorang perawat baru saja selesai memeriksa tekanan darahnya.

“Kondisinya sudah lebih stabil,” kata perawat itu dengan suara ramah.

Tasya mengangguk lega.

“Terima kasih.”

Perawat itu kemudian menuliskan sesuatu di papan catatan di ujung tempat tidur. Namun, sebelum pergi, ia sempat berkata dengan hati-hati,

“Bu … mengenai biaya perawatannya.”

Tasya langsung mengerti arah pembicaraan itu. Perawat itu melanjutkan dengan nada sedikit ragu.

“Perawatan di rumah sakit ini memang tidak murah, apalagi jika harus rawat inap beberapa hari.”

Tasya mengangguk pelan, dia sudah tahu. Rumah sakit ini memang terkenal sebagai salah satu yang terbaik di kota itu. Pelayanannya bagus, fasilitasnya lengkap. Meski kadang, dia pernah bertemu beberapa dokter yang terlalu sombong.

Namun, tetap saja, untuk kondisi kakeknya yang memiliki riwayat jantung dan asma, ia tidak berani mengambil risiko dengan membawa beliau ke rumah sakit lain.

“Tidak apa-apa,” jawab Tasya tenang.

“Saya akan mengurusnya.”

Perawat itu tersenyum kecil lalu pamit keluar dari ruangan. Tasya berdiri di samping tempat tidur kakeknya. Ia membenarkan selimut yang menutupi tubuh pria tua itu dengan lembut.

“Kakek istirahat saja,” bisiknya pelan, tetapi setelah beberapa detik Tasya tiba-tiba menyadari sesuatu. Ruangan itu terasa terlalu sepi dan saat dia menoleh ke kanan lalu ke kiri.

Keningnya perlahan berkerut.

“Kenzo?” Tidak ada jawaban. “Kenzi?” Masih tidak ada, baru saat itu ia ingat. Tadi kedua anaknya sempat berpamitan. Mau ke kantin sebentar, Tasya menghela napas kecil. Ia tidak terlalu khawatir. Bukan sekali dua kali mereka datang ke rumah sakit ini. Sejak kakek sering sakit, mereka sudah berkali-kali menemani Tasya ke sini. Bahkan, kedua anak itu sudah hafal hampir semua sudut rumah sakit.

Meski begitu tetap saja dia ingin memastikan mereka baik-baik saja. Tasya berjalan keluar dari kamar perawatan. Ia melangkah ke lorong rumah sakit. Namun, langkahnya langsung terhenti. Beberapa meter di depannya berdiri sekelompok pria.

Dua di antaranya sangat ia kenal, Alex Roman Vasillo dan di sampingnya Mario. Beberapa pria berpakaian serba hitam berdiri sedikit di belakang mereka. Aura yang tercipta di lorong itu langsung terasa tegang.

Tasya menegang di tempatnya. Tatapannya langsung bertemu dengan mata Alex. Seolah waktu berhenti beberapa detik. Ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan pria itu secepat ini. Tasya menarik napas pelan lalu kembali melangkah di lorong itu. Ia tidak ingin berurusan lagi dengan pria itu. Bahkan, melihat wajah Alex saja sudah cukup membuat dadanya terasa berat.

“Tasya,” Suara dingin Alex menghentikan langkahnya. Tasya tidak menoleh, dia tetap berdiri membelakangi mereka. Lalu, Alex berkata lagi dengan nada datar namun jelas.

“Tidak perlu mencari anakmu.”

Beberapa detik hening.

Kemudian kalimat berikutnya membuat jantung Tasya seperti berhenti berdetak.

“Karena mereka ada padaku.”

Seketika Tasya berbalik, tatapannya tajam menatap Alex.

“Apa maksudmu?”

Mario segera melangkah maju beberapa langkah mendekati Tasya. Ia mengangkat tangannya sedikit, mencoba menenangkan situasi.

“Tenang, Nona Tasya.” Suaranya jauh lebih lembut dibandingkan Alex.

“Mereka berdua baik-baik saja.”

Mario menatap Tasya dengan serius.

“Tidak perlu khawatir.”

Tasya tetap menatap mereka dengan waspada, Mario melanjutkan,

“Tuan Alex hanya ingin meminta bantuan Anda.”

Tasya mengerutkan kening.

“Bantuan?”

“Untuk memulihkan keamanan sistem perusahaan Vasillo.” Jawab Mario.

Tasya tiba-tiba tertawa kecil tetapi tawanya terdengar lebih seperti ejekan.

“Keamanan perusahaan kalian?” Ia menatap Alex dengan sinis. “Itu bukan urusanku.” Nada suaranya dingin, “itu urusan kalian sendiri.”

Mendengar itu, rahang Alex langsung mengeras. Tatapannya berubah tajam.

“Berhenti berpura-pura.” Nada suaranya rendah namun penuh tekanan.

“Bukankah itu ulahmu?”

Tasya mengerutkan kening.

“Apa?”

Alex melangkah sedikit lebih dekat. “Kamu mengancamku pagi tadi.”

Tasya benar-benar terlihat bingung sekarang. Mario kemudian menyalakan iPad di tangannya. Ia membuka sebuah email dan lalu memutar layar itu agar bisa dilihat Tasya.

“Ini,”

Tasya melihat layar itu, sebuah email ancaman. Isi pesannya jelas menantang Alex dan perusahaan Vasillo. Kening Tasya langsung berkerut, dia membaca ulang pesan itu. Dan tiba-tiba, sebuah kemungkinan muncul di kepalanya.

'Kenzi…' batinnya. Hanya satu orang yang ia kenal yang mampu meretas sistem seperti itu. Dan orang itu adalah anaknya sendiri. Jantung Tasya berdegup lebih cepat. Namun, ia tidak mungkin mengatakan hal itu. Jika orang-orang seperti Alex tahu kemampuan Kenzi, anaknya bisa dimanfaatkan.

Tasya mengangkat wajahnya kembali.

“Aku tidak tahu apa-apa tentang ini.”

Lalu ia berkata dengan tegas,

“Dan aku tidak bisa memperbaikinya.”

Alex menyipitkan mata.

“Tapi…”

Tasya melanjutkan cepat,

“Aku bisa melihat siapa yang melakukannya.”

Ia menatap Alex langsung.

“Dengan satu syarat.”

“Apa?”

Tasya mengepalkan tangannya. “Aku harus bertemu dengan anakku dulu.”

Lorong itu kembali sunyi beberapa detik. Kemudian Alex berkata dengan nada dingin,

“Perbaiki keamanan perusahaanku!” Tatapannya tajam menusuk Tasya.

“Setelah itu kamu bisa bertemu dengan anakmu.”

Tasya menegang, Mario kemudian ikut berbicara dengan hati-hati.

“Ikut saja, Nona Tasya.” Ia menatap Tasya dengan serius. “Tidak akan terjadi apa-apa pada mereka.”

Mario sebenarnya lebih khawatir pada satu hal. Ia tahu persis seperti apa Alex ketika kesabarannya habis. Dan situasi ini bisa dengan mudah berubah menjadi lebih buruk. Karena itu ia berkata lagi,

“Lebih baik kita selesaikan ini secepatnya,”

Tasya mengepalkan kedua tangannya, dadanya naik turun menahan emosi. Ia tidak punya pilihan, akhirnya dia mengangguk.

“Baiklah,” tatapannya tetap tajam. “Tapi jika sesuatu terjadi pada anakku…”

Ia menatap langsung ke mata Alex.

“Aku tidak akan tinggal diam.”

Lorong rumah sakit itu kembali dipenuhi ketegangan. Alex, menyeringai mendengar ucapan Tasya, masih saja wanita itu berani mengancamnya.

1
Yani Suryani
Alex, kamu selalu mengancam orang, sekarang Kamu diancam anakmu sendiri 😀
lenny sukmasari
Luar biasa
Yani Suryani
dulu yg penasaran Kenzo dengan Alex dan Kenzi tidak mempercayai, tapi justru sekarang setelah mengetahui kalau Alex ayahnya justru Kenzi yg paling bersemangat
Iis Kurniasih
Walaupun baca novelnya sudah tamat dr pembuatan n tudak mengikuti pd saat membuat episode ² nya ...aq acungin jempol 2 is the best pokoknya karya Mba Aisyah Alfatih ... sukses selalu Mba ttp semangat n jaga kwalitas pembuatan novel nya
kookie
lah si tasya kok diam aja dion bilang sikembar bukan anak alex, lah kamu emang tidur sama siapa aja tasya dudul
e²n
suka sama Kenzi 😍
e²n
keluarga vasillo dan rockhi di adu domba
evana gusani
baru mampir
Yani Suryani
Alex kamu ingin menguasai,lah perusahaan mu aja dibajak anak kecil aja langsung keos sok berlagak dibuat bangkrut baru nyahok lo
Yani Suryani
Tasya kenapa gak cerita detailnya sama kakeknya , kalau dia dijual terus melarikan diri
Munas Tuti
akhirnya mereja semua bahagia....selamat mbak author 👍👍
Yani Suryani
menyebalkan sekali lagi baca iklan Shopee selalu nongol berulang ulang sangat menggangu sekali, kadang sampai maki" karena geregetan,baca satu bab tapi iklan Shopee nya datang berulang ulang 😤😡
Aisyah Alfatih: 😭😭😭😭 iyakah? jadikan VIP akunnya kak, biar bebas iklan...
total 1 replies
Yani Suryani
aneh kalau tanya hal pribadi langsung didepan banyak orang itu seperti tidak proporsional dan terlalu gegabah, sedikit songong sih😁
Yani Suryani
kalau kerja dirumah sakit ya mentingin pasien tapi aneh menejernya 😁, dokter lagi menangani pasien darurat kok suruh keluar untuk penyambutan 🤦, sebenarnya bukan cerita komedi tapi menggelikan
Kenzo keberanian mu luar biasa 👍
Kenzi muka datar tapi nyalinya sedikit menciut karena perhitungan dan menyelamatkan saudaranya biar tidak kena masalah
bocil kembar yg saling melengkapi dan melindungi 😁👍
Yani Suryani
keceriaan Kenzo seperti mamanya tapi instingnya seperti Daddy nya, Kenzi muka datar dan misterius seperti Daddy nya tapi kecerdasannya seperti mamanya, bahkan membobol keamanan Daddy nya sendiri 🤭😀 biar tau rasa karena sombong beraninya meremehkan mamanya
Yani Suryani
Kenzo ini memiliki kemirip Daddy nya kalau kenzi seperti ibunya yg memiliki kemampuan yg sama juga, jadi keduanya saling melengkapi
Iis Kurniasih
is the best
Iis Kurniasih
Jalan cerita tidak bertele² ...msh enak bt dibaca n lebih mudah dimengertinya......
Munas Tuti
benernya culik balik Jessi...buang jauh2
Munas Tuti
daaah Alex jangan curiga ke mana2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!