NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:806
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Drew dan Arsen sampai gemas sendiri melihat ekspresi Shena. "Akan ku hindari sebisaku. Kau puas" ucap Arsen. Shena tersenyum mengangguk.

Shena duduk di kursi samping ranjang Arsen dan Drew duduk di atas ranjang Arsen. "Kau mau buah? Biar aku kupas kan" tanya Shena.

"Mau" jawab Arsen senang.

"Aku juga mau" ucap Drew pura-pura merajuk karena tak di tawari.

"Apa kau pasien disini???" Tanya Arsen kesal karena Drew ikut-ikutan.

"Apa orang sehat tak butuh makan??" Sarkas Drew. "Shena, lihat Arsen. Dia begitu kejam pada ku" rengek Drew pada Shena.

"Kalian berdua menggelikan" ledek Shena sambil buang muka.

Shena mengupas kulit buah apel. Arsen bertanya. "Apa hatimu sudah baik-baik saja?" Tanya Arsen pelan.

"Iya" jawab Shena.

"Kenapa cepat sekali? Kau sudah move on?" Tanya Arsen tak percaya.

Shena melirik Arsen sekilas lalu melanjutkan mengupas buah apel. "Aku belum move on. Aku hanya berusaha untuk mengerti situasi saja dan menerimanya". Jawab Shena pelan.

Arsen tersenyum lembut dan meraih tangan Shena. Ia menggenggamnya. "Perlahan saja. Aku akan ada disamping mu untuk menemani mu melupakannya".

"Jangan lupakan aku. Aku akan selalu mendukung mu, my Hero" sahut Drew semangat.

Shena tersenyum dan mengangguk. "Terima kasih. Kalian sangat baik sekali padaku padahal kita baru kenal" ucap Shena senang penuh rasa syukur.

"Aku pikir sudah lebih dari satu bulan" sahut Drew. Mereka tertawa pada akhirnya.

.

.

.

Satu Minggu telah berlalu. Arsen sudah masuk ke sekolah 2 hari yang lalu. Namun Ello baru masuk hari ini.

Shena tahu Ello masuk rumah sakit. Ia meminta Drew mencari tahu keberadaan Ello. Shena sempat kesal dan memarahi Arsen karena memukuli ello. Mereka bahkan bertengkar. Tapi Drew menengahi. Ia menenangkan Shena. Drew berkata Arsen memukuli Ello karena Shena. Walaupun salah, tolong hargai upaya Arsen demi dirinya. Shena pun berdamai dengan Arsen di hari itu juga.

Shena tidak berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk Ello. Ia hanya meminta Drew memastikan kalau Ello baik-baik saja.

Ketika Shena masuk, Ello sudah duduk di kursinya. Dian nampak sangat khawatir dengan kondisi Ello. Mereka mengobrol seperti biasanya. Shena menatapnya sendu dan berusaha mengabaikannya.

Shena duduk di kursinya. Arsen memberinya sebatang coklat. Shena menoleh pada Arsen. Arsen tersenyum. "Jangan dilihat, mengerti!!" Tegas Arsen. Shena tersenyum dan mengangguk.

.

.

.

Jam pelajaran pertama sudah selesai dengan Shena yang murung dari awal sampai guru keluar. Arsen melihat itu namun dia diam saja memperhatikan. Ia tak tahu harus berbuat apa agar Shena merasa lebih baik.

Ello berjalan mendekati Shena. "Shena, bisa kah kita bicara sebentar?" Tanya Ello pelan.

Shena menoleh pada Ello. Arsen berdiri menjadi tameng. "Tidak perlu bicara apapun pada Shena" ucap Arsen dingin.

Shena mendorong Arsen pelan. Ia lalu berdiri. "Arsen, biarkan aku bicara pada Ello. Aku akan baik-baik saja" ucapnya.

Arsen tidak setuju. Dia khawatir. Shena tersenyum meyakinkan. Dengan berat hati Arsen mengizinkan.

Ello membawa Shena ke atap. Dia memulai pembicaraan lebih dulu. "Shena, kau salah paham. Aku tidak mengkhianati mu..."

"El.." potong Shena.

"Ada apa?" Sahut Ello.

"Kau tidak perlu jelaskan apapun padaku. Aku mengerti" ucap Shena pelan.

"Apa yang kau mengerti" tanya Ello tak tenang.

"Kita tumbuh bersama. Selain bibi, aku yang paling mengerti dirimu". Shena menghela nafas pelan. "Kau berbeda dengan Ello yang ku kenal dua tahun lalu. Hatimu dari awal tidak pernah menjadi milik ku, El". Lanjut Shena.

"Shena itu tidak benar" ucap Ello mencoba menjelaskan.

"Itu benar" tukas Shena. "Dari awal aku selalu berusaha mengikat mu atas hubungan yang kita bangun sejak kecil. Aku selalu bergantung semua hal padamu hingga meminta lebih. Sejak kita bertemu lagi setelah dua tahun, aku menyadari perasaan mu pada Dian. Aku berusaha untuk mengabaikannya karena aku takut kehilanganmu. Namun sejujurnya itu menyiksaku. Kau selalu merasa terbebani dan bimbang untuk memilih pergi ke sana atau kemari" Shena tersenyum lirih. "El, aku sudah besar sekarang. Kau bisa menarik tali yang kau berikan untukku selama ini agar aku tak selalu bergantung padamu. Aku membebaskan dirimu dan kau bisa bebas memilih pada siapa hatimu diberikan" lanjut Shena. "Mungkin ini akan terasa berat, tapi kau jangan khawatir padaku. Drew dan Arsen berjanji akan menemani. Lakukan apa yang kau inginkan dan jangan pedulikan aku. Aku sudah besar dan akan selalu baik-baik saja". Shena tersenyum untuk menunjukkan pada Ello bahwa ia telah berdamai dan baik-baik saja.

"Shena, aku tak pernah berusaha untuk mengkhianati mu. Semalam di luar kendaliku. Ibu Dian datang dan mereka bertengkar. Aku menemani Dian namun tak menyangka Dian akan melakukan itu. Maafkan aku" ungkap Ello penuh penyesalan. Kepalanya tertunduk merasa bersalah.

Shena menepuk-nepuk bahu Ello pelan untuk menenangkan. "El, aku percaya padamu. Mulai sekarang jangan meminta maaf padaku. Hiduplah untuk dirimu sendiri. Aku akan bahagia jika kau bahagia" Shena tersenyum tulus.

Ello menangis dan menarik Shena kedalam pelukannya. "Aku tidak pernah benar-benar bisa melepaskanmu. Aku selalu ingin menjagamu". Ucapnya lirih.

"Kita bisa menjadi teman bukan. Teman yang saling menjaga satu sama lain" ucap Shena tersenyum.

Sejak dari hari itu, hubungan Shena dan Ello berakhir. Dari hari ke hari, Shena benar-benar mulai berdamai dengan semuanya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Drew dan Arsen. Ello juga lebih fokus ke study nya. Ia dan Dian masih berteman. Hubungan mereka tak pernah berkembang lebih jauh. Setidaknya itu yang Shena tahu.

Lalu apakah Shena dan Ello menjadi jauh? Sejujurnya bisa dibilang seperti itu, namun tidak menjauh sepenuhnya. Shena selalu mengamati apakah Ello baik-baik saja. Ello juga lebih sering mengirim pesan untuk menanyakan kabar Shena. Mereka tampak jauh di luaran namun Ello masih sering menghubungi Shena. Sesekali Ello akan bercerita banyak hal pada Shena dan Shena lebih banyak mendengarkan.

Kalau dulu Shena lebih banyak bercerita dan terbuka pada Ello, sekarang Shena lebih banyak mendengarkan saja. Entah mengapa ia merasa lebih baik mulai menutup diri untuk benar-benar melepaskan Ello.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!