NovelToon NovelToon
WABAH

WABAH

Status: tamat
Genre:Hari Kiamat / Horror Thriller-Horror / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ledakan pada sebuah laboratorium saat anak kelas XII IPA sedang praktek fisika, menjadi sebuah tragedi yang menagkibatkan menyebarnya wabah.

Zach dan Carol serta murid yang lain menjadi korban peristiwa tragis itu. Wabah penyakit yang menyebabkan manusia berubah wujud menjadi kera.
Virus merajalela,korban berjatuhan. Semua orang berputus asa, akankah dunia kiamat.
Apakah akan ditemukan obat untuk menangkal virus jahat itu.

Siapakah sebenarnya Pak Edward, orang yang menyebabkan virus itu.

Berhasilkah Zach dan Carol menyelamatkan diri?

Siapakah Jhon sebenarnya? pria paruh baya yang mencoba menyelamatkan Zach dan Carol dari daerah pandemi?
apakah pemerintah akan membumi hanguskan kota kecil tempat tinggal.Zach dan Carol.

Yuk simak cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. terjebak di masa lalu.

"Apakah kamu memang tidak tau kejadian yang menimpa kota tetanggamu? Wabah yang sudah menyerang disana?" selidik John curiga melihat gelagat Roby. "Hampir seluruh penduduk kota itu telah berubah wujud jadi manusia kera!" tambahnya lagi.

Wajah Roby seketika berubah. Nampak kebingungan. "Wabah apa Pak? Kenapa tidak ada pemberitahuan dari pemerintah? Bapak jangan mengada-ngada. Menebar gosip!" sangkal Roby. Jelas sekali dia terlihat panik sekaligus bingung.

"Heran, warga sekitaran sini saja sudah eksodus, masak kamu tidak tau? Toko dan rumah penduduk juga sudah pada kosong kamu juga tidak tau. Kamu hidup dijaman apa ini. John seperti tersadar dari sesuatu. Dilihatnya kalender dibelakang Roby.

 Astaga! Itu kalender sepuluh tahun yang lalu. Dunia apa yang dia masuki ini. Jadi semua yang dia alami bukan dunia nyata? Melainkan dunia masa lalu. Kok dia bisa bolak balik masuk ke dunia ini.

Ada apa ini? Pantasan dia merasakan aura aneh saat masuk ke penginapan ini kemarin.

"Ini bulan kedua tahun 2015. Ada yang aneh Pak? Kenapa Bapak menanyakan hal itu?"

John tidak bisa bicara apalagi. Entah bagaimana menjelaskan semuanya kepada Roby bahwa mereka datang dari masa depan. Terjebak di masa lalu.

"Ternyata kami datang dari masa depan. Pantas saja suasana dalam penginapan ini tampak berbeda. Tapi, kok kami bisa memasuki tempat ini?"

"Bapak datang dari masa depan. Memangnya sekarang sudah tahun berapa?"

"2026! Maaf, aku harus pergi! Ada sesuatu yang harus kuperiksa." John teringat pada Zach dan Carol. Ingin memastikan apakah mereka baik-baik saja.

John sudah berdiri di depan pintu kamar Zach dan Carol. John ragu untuk mengetuk. Takut melihat kenyataan lain di balik pintu itu. Tapi rasa penasaran begitu menggoda.

Tangan John sudah terkepal hendak mengetuk pintu. Lenganya sudah terangkat, ketika tiba-tiba pintu terbuka. Wajah panik Zach menyembul disana.

"Om sudah balik? Syukurlah!" Zach menarik nafas lega.

"Ada apa? Apakah Carol baik-baik saja?" Zach menggelengkan kepalanya. Menggeser tubuhnya, memberi jalan pada John masuk kamar.

John melangkah ragu. Dan hatinya terkesiap, melihat sosok seseorang di atas tempat tidur. Tubuh Carol terbaring lemah disana. Penampakannya begitu memprihatinkan. Carol seperti perempuan sekarat. Tubuhnya kurus kering. Otot-ototnya menonjol.

Perutnya. Perutnya ya Tuhan, kenapa bisa mendadak sebesar itu. Tubuh Carol terlihat mengerikan. Mata cekung hitam. Jari jemarinya tinggal tulang. Bayi dalam kandungannya, telah menghisap seluruh energi tubuhnya.

"Ca-carol?" seru John! Jakunnya turun naik menelan saliva yang terasa pahit.

"Om, aku sudah tidak tahan lagi." bisik Carol lirih tak berdaya. "Lakukan sesuatu Om. Anak ini, aku takut anak ini datang dari dunia kegelapan. Sebelum segala sesuatunya lebih hancur. Lakukan sesuatu Om." ucap Carol terbata. Nafasnya terputus-putus. Carol sangat menderita.

"Carol!" sahut John tercekat. "Kamu bertahan ya? " John menggenggam telapak tangan Carol. Seolah mau memberi kekuatan. Carol tersenyum tipis. Terlihat sangat kesakitan hanya dengan tersenyum. Kedua matanya terlihat sayu.

"Zach, berikan sesuatu untuk memulihkan kekuatannya!" ucap John.

"Semua sudah habis Om. Setiap kali Carol makan, janin itu semakin rakus menyedot tubuh Carol. Apa yang harus kita lakukan Om. Aku tidak mau kehilangannya. Berbuatlah sesuatu Om. Please!"

John diam mematung. Bingung apa yang harus dilakukannya dengan keadaan Carol saat ini. Niatnya yang hendak mengatakan kalau mereka dalam dimensi dunia lain, terjegal di tenggorokannya. Tidak Ingin Zach lebih shock lagi.

"Tidak ada yang bisa Om lakukan. Kita hanya bisa berdoa, semoga Carol bisa bertahan, sampai dia melahirkan."

"Apakah Carol akan sanggup bertahan, Om. Dalam semalam saja dia sudah berubah seperti ini. Bukankah Om, mantan Pastor? Tolong lakukan sesuatu Om!" John tersentak dengan ucapan Zach.

Dia memang mantan seorang imam. Gagal memperjuangkan keluarganya, sehingga dia menarik diri dari hiruk pikuknya dunia. Mengembara kemana saja. Melakukan pelayanan di kalangan tertentu secara sembunyi-sembunyi.

Mendengar keluhan mereka yang tertindas tanpa pernah menunjukkan jati dirinya. Masalahnya apakah Carol membutuhkannya saat ini. Dan apa yang harus dia lakukan?

John teringat mimpi-mimpinya. Dia yang merasa dituntun sehingga berada di kota ini. Pertemuan mereka, bukanlah kebetulan belaka. Bahkan karena perkataannya lah kedua anak ini ikut bersamanya. Mereka percaya bahwa dia bisa menolong mereka.

Mereka telah mengikutinya hingga sejauh ini. Haruskah melepas mereka begitu saja? Tapi apa yang harus dia lakukan sekarang? Mereka saja terjebak ke masa lalu tanpa sengaja.Ataukah semua ini sudah di atur oleh Tuhan, untuk menyelamatkan mereka?

Disaat dunia dikuasai oleh kekuatan gelap. Wabah yang mulai menyebar, entah sampai kemana nantinya. Apakah akan menguasai seluruh dunia ini? Sehingga nantinya dunia ini di huni oleh makhluk primata?

"Baiklah, Om akan lakukan ritual. Mendoakan keselamatan Carol dan bayi dalam kandungannya." ucap John perlahan. Menatap Zach tepat ke manik matanya. Mengusir keputus asaan di dada pria muda itu. Membangkitkan semangatnya.

"Aku percaya Om pasti bisa melakukannya. Perantara yang akan menyelamatkan kami."

"Berdoalah bersamaku. Hanya itu yang bisa kita lakukan."John memasuki kamarnya. Membuka salah satu tas yang selalu dibawanya kemana saja. Satu persatu isi tas dikeluarkannya. Ternyata isinya adalah perlekapannya ketika masih menjadi seorang Imam.

Jubah kebesarannya.

John mengenakan satu persatu pakaiannya. Mulai dari ALBA, jubah putih panjang sampai semata kaki. SINGEL, yang diikatkan melingkar di pinggang. STOLA, kain panjang melingkar di leher dan KASULA, busana luar.

Pakaian yang sudah puluhan tahun tersimpan rapi, namun selalu dibawanya kemana saja pergi. John sudah lama tidak mengenakannya. Karena statusnya yang telah kembalikan ke satus awam.

Tapi karena ini adalah kondisi darurat, John mengenakan kembali jubahnya. Untuk mendoakan Carol yang sekarat.

Setelah membuka ritual dengan tanda salib dan memulai ritual doa. John memercikkan air suci ke tubuh Carol. Merapalkan doa-doa keselamatan. Suasana hening! Terkesan menegangkan.

Beberapa saat setelah ritual doa dilakukan. Carol terlihat semakin kesakitan. Seluruh otot-ototnya menegang.

"Om, Carol kenapa?" seru Zach panik.

"Sepertinya dia mau melahirkan!"

"Apa? Carol mau melahirkan. Disini Om?" beliak Zach heran.

"Iya disini. Bahaya kita membawanya ke luar. Ingat diluar sana ada kelompok yang menginginkan anak ini. Mereka mau menjadikannya tumbal untuk membuka portal. Mengundang iblis menguasai dunia ini."

"Tapi, apa mungkin bagi Carol melahirkan disini, tanpa peralatan medis, Om?"

"Kita yang akan menolongnya. Sekarang, persiapkanlah air panas.juga pakaian bersih. Minta ke manajer hotel! Cepat!" perintah John keras karena Zach terlihat bingung. Sementara Carol memegangi perutnya. Dia begitu kesakitan. Peluh sudah membanjiri seluruh tubuhnya.

"Carol, yang kuat ya. Ayo berdoa, mohon kekuatan dari Tuhan." John menuntun Carol merapal doa-doa keselamatan.

"Om, jaga anakku ya, kalau aku tidak selamat." pinta Carol menatap John dalam. ***

1
vj'z tri
bisa Mak bukan bosa 🤭🤭
Linda pransiska manalu: parah, eror hp Màk. sudah diganti pun mau balik lagi.
total 1 replies
vj'z tri
nanti lagi cerita nya mas bro lagi gaswat ini gaswat 🤧🤧🤧
Linda pransiska manalu: apa mak?
total 1 replies
vj'z tri
cie cie baru ni yey cover nya 🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: diganti Ntoon, hhh
total 1 replies
Erchapram
Mak judulnya typo
Linda pransiska manalu: bah! iya ya. udah dibetulin Mak. makasih ya.
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
cover barunya bagus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2
total 6 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 seru seru
Linda pransiska manalu
DNA kera itu, penyebab Zach berubah.
Tulisan_nic
Zack di suntik apa sama Pak Edu? kasian loh Zack🥲
vj'z tri
lanjut Mak sat set 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
Mak tambah lah up nya 🤭🤭🤭🤭
Linda pransiska manalu: Amin, makasih doanya ya.
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
lanjut, Kak ...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut, Kak ...👌🏻
vj'z tri
siapa sih malam minggu ketuk-ketuk pintu hatiku bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: sungguh aneh tapi nyata memang dia dia. siang tadi jumpa di depan rumah. senyum senyum padaku, lanjut Mak. 🤭🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
goyang up nya Mak 🎉🎉🎉
vj'z tri
waduh 😅😅😅😅😅
Tulisan_nic
reader juga jadi penasaran nih
Tulisan_nic
jadi inget dulu pas SMA🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
makin menegangkan
Tulisan_nic
Ha? Apa Pak Edu terinspirasi dari teori Carles Darwin
Tulisan_nic
Banyak tuh pejabat yang melendung perutnya, apa karna kualat juga? Entahlah🥲
Linda pransiska manalu: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!