Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.
Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.
Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 PERTARUNGAN YANG SENGIT
Steve Lim dan Ruolan Tan berjuang untuk melawan anak buah Long Wei. Mereka berdua menggunakan kemampuan bela diri mereka untuk menghadapi serangan anak buah Long Wei. Ruolan Tan menggunakan tendangan dan pukulan yang cepat dan akurat, sementara Steve Lim menggunakan kekuatan fisiknya untuk menghadapi anak buah Long Wei yang lebih besar dan kuat.
Pertarungan tersebut berlangsung sengit, dengan kedua belah pihak saling menyerang dan bertahan. Steve Lim dan Ruolan Tan bekerja sama dengan baik, menggunakan strategi dan taktik untuk menghadapi anak buah Long Wei.
Tapi, meskipun mereka berdua berjuang dengan keras, anak buah Long Wei tidak mudah dikalahkan. Mereka berjumlah banyak dan terlatih dengan baik, membuat Steve Lim dan Ruolan Tan kesulitan untuk menghadapi mereka.
Long Wei memandang pertarungan tersebut dengan senang hati, sambil tersenyum sinis. "Kalian berdua tidak akan pernah menang," kata Long Wei. "Anak buah saya akan mengalahkan kalian dengan mudah."
Tapi, Steve Lim dan Ruolan Tan tidak menyerah. Mereka berdua terus berjuang, menggunakan semua kemampuan mereka untuk menghadapi anak buah Long Wei.
Tiba-tiba, Steve Lim melihat kesempatan untuk mengalahkan Long Wei. Dia melihat bahwa Long Wei tidak dijaga dengan baik, dan dia memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut.
Steve Lim menyerang Long Wei dengan cepat, sementara Ruolan Tan menghadapi anak buah Long Wei yang lain. Pertarungan tersebut berlangsung sengit, dengan Steve Lim dan Long Wei saling menyerang dan bertahan.
Tapi, Steve Lim memiliki rencana lain. Dia menggunakan kekuatan fisiknya untuk menghadapi Long Wei, dan dia berhasil membuat Long Wei terdesak.
"Ini adalah akhir untukmu, Long Wei," kata Steve Lim, sambil mengangkat tinjunya untuk memberikan pukulan terakhir.
Sebelum Steve Lim dapat memberikan pukulan terakhir, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Long Wei tersenyum sinis, sambil memandang ke arah sumber suara.
"Kalian berdua tidak akan pernah menang," kata Long Wei. "Saya telah menyiapkan kejutan untuk kalian."
Steve Lim dan Ruolan Tan memandang ke arah sumber suara, dan mereka melihat bahwa mereka telah dikepung oleh anak buah Long Wei yang lain. Mereka berdua tahu bahwa mereka harus berpikir cepat jika ingin keluar dari situasi tersebut.
Tepat saat itu, terdengar suara tembakan dan anak buah Long Wei yang mengepung mereka mulai berjatuhan. Steve Lim dan Ruolan Tan memandang ke arah sumber suara dan melihat anak buah mafia Steve Lim yang dipimpin oleh seorang pria yang setia dan tangguh, yaitu Ah Jian.
Ah Jian adalah tangan kanan Steve Lim yang paling dipercaya. Dia telah memimpin tim anak buah mafia Steve Lim untuk memantau situasi dan siap untuk memberikan bantuan jika diperlukan.
"Ah Jian, kamu datang tepat pada waktunya," kata Steve Lim, sambil tersenyum lega.
Ah Jian mengangguk, sambil memandang Long Wei dengan mata yang dingin. "Kita tidak bisa membiarkan dia melarikan diri," kata Ah Jian.
Steve Lim mengangguk, sambil memandang Long Wei yang masih tersenyum sinis. "Kita akan membuatnya membayar untuk semua kejahatannya," kata Steve Lim.
Anak buah mafia Steve Lim kemudian maju untuk menangkap Long Wei dan anak buahnya yang masih hidup. Steve Lim dan Ruolan Tan memandang mereka dengan puas, sambil tahu bahwa mereka telah berhasil menghadapi musuh mereka.
Tapi, Long Wei masih belum menyerah. Dia memandang Steve Lim dengan mata yang penuh dengan kebencian, sambil mengucapkan kata-kata yang mengancam. "Kamu belum menang, Steve Lim," kata Long Wei. "Aku akan kembali, dan aku akan membuat kamu membayar untuk ini."
Steve Lim tersenyum, sambil memandang Long Wei dengan mata yang dingin. "Aku tidak takut padamu, Long Wei," kata Steve Lim. "Kamu tidak akan pernah kembali."
Dan dengan itu, anak buah mafia Steve Lim membawa Long Wei pergi di dalam sebuah mobil. Steve Lim dan Ruolan Tan memandang mereka pergi, sambil tahu bahwa mereka harus tetap waspada dan siap untuk menghadapi ancaman lainnya.
Long Wei dibawa ke sebuah gudang tua yang terletak di pinggiran kota. Gudang tersebut adalah tempat yang sangat aman dan tersembunyi, jauh dari pengawasan polisi dan mata-mata lainnya.
Steve Lim dan Ah Jian menunggu di gudang tersebut, sambil memandang Long Wei dengan mata yang dingin. "Kamu telah membuat banyak kesalahan, Long Wei," kata Steve Lim. "Kamu telah menculik orang-orang yang tidak bersalah, dan kamu telah membunuh banyak orang yang setia kepada saya."
Long Wei memandang Steve Lim dengan mata yang penuh dengan kebencian. "Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan saya," kata Long Wei. "Saya memiliki banyak koneksi dan sumber daya. Saya akan selalu bisa melarikan diri."
Steve Lim tersenyum, sambil memandang Ah Jian. "Kita lihat saja," kata Steve Lim.
Ah Jian mengangguk, sambil memukul Long Wei dengan keras. Long Wei terjatuh ke tanah, sambil memohon ampun.
Tapi, Steve Lim tidak mau mendengarkan permohonan Long Wei. Dia memerintahkan Ah Jian untuk membawa Long Wei ke ruang interogasi, untuk mengetahui informasi tentang jaringan kejahatan yang dimiliki oleh Long Wei.
Di ruang interogasi, Long Wei dipaksa untuk memberitahu semua informasi tentang jaringan kejahatannya. Steve Lim dan Ah Jian menggunakan berbagai cara untuk membuat Long Wei berbicara, dan akhirnya Long Wei tidak bisa menahan lagi.
Long Wei memberitahu semua informasi tentang jaringan kejahatannya, termasuk nama-nama orang yang terlibat dan lokasi-lokasi yang digunakan untuk kegiatan kejahatan. Steve Lim dan Ah Jian mendengarkan dengan seksama, sambil membuat catatan dan rencana untuk menghadapi jaringan kejahatan tersebut.
Setelah Long Wei selesai berbicara, Steve Lim memandang Ah Jian dengan mata yang dingin. "Kita harus memastikan bahwa Long Wei tidak akan pernah bisa melarikan diri lagi," kata Steve Lim.
Ah Jian mengangguk, sambil memandang Long Wei dengan mata yang penuh dengan kebencian. "Jangan khawatir, bos," kata Ah Jian. "Saya akan memastikan bahwa Long Wei tidak akan pernah bisa melarikan diri lagi."
Dan dengan itu, Ah Jian membawa Long Wei pergi, untuk dihadapkan pada hukuman yang setimpal dengan kejahatannya. Steve Lim memandang mereka pergi, sambil tahu bahwa dia telah membuat keputusan yang tepat untuk menghadapi Long Wei.
Tapi, Steve Lim tidak tahu bahwa ada seseorang yang sedang memantau dia dari jauh, seseorang yang memiliki rencana untuk menghancurkan Steve Lim dan jaringan kejahatannya...
Steve Lim dan Roulan Tan saling terdiam sembari memadang satu sama lainnya setelah pertemuan mereka dengan Ah Jian, mereka mulai berpikir serius akan perkataan Ah Jian yang mereka temui sambil terus menyusun strategis berikutnya dalam menghadapi lawan-lawan selanjutnya.