NovelToon NovelToon
The Fault In Our Secrets

The Fault In Our Secrets

Status: tamat
Genre:Ketos / Duniahiburan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Di dunia yang penuh sandiwara, kebenaran adalah satu-satunya hal yang paling berbahaya."
Bagi semua orang di SMA Garuda, Jenny adalah definisi kesempurnaan. Sebagai ketua pemandu sorak yang ceria dan ramah, hidupnya tampak lengkap dengan kehadiran Jonathan, ketua OSIS yang kaku namun romantis, serta Claudia, sahabat yang selalu ada di sisinya. Jenny memiliki segalanya—atau setidaknya, itulah yang ia percayai.
Namun, di balik pintu ruang OSIS yang tertutup dan senyum manis para sahabat, sebuah pengkhianatan sedang tumbuh subur. Jonathan yang ia puja dan Claudia yang ia percaya, menyembunyikan api di balik punggung mereka.
Hanya satu orang yang berani mengusik "gelembung" bahagia milik Jenny: Romeo. Sang kapten tim voli yang kasar, red flag, dan rival bebuyutan Jenny sejak hari pertama. Romeo benci kepalsuan, dan ia tahu betul bahwa mahkota yang dipakai Jenny sudah retak sejak lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Ponsel di atas meja kayu kafe itu terus bergetar tanpa henti, berputar kecil setiap kali notifikasi baru masuk. Layarnya menyala terang, menampilkan ratusan mention dan pesan pribadi yang masuk seperti air bah. Jenny melirik ponselnya, namun alih-alih merasa cemas, sebuah lengkungan manis terbentuk di bibirnya.

Di seberang meja, Romeo sedang menyesap kopi hitamnya sambil bersandar santai. Ia memperhatikan Jenny yang tampak begitu tenang di bawah tekanan badai media sosial yang ia ciptakan sendiri.

"Ponsel lo berisik banget. Nggak mau dicek?" tanya Romeo dengan nada malas yang khas.

"Nggak perlu. Gue udah tahu isinya apa. Paling isinya anak-anak sekolah yang syok, atau temen-temen OSIS yang mulai ngehujat Jonathan," jawab Jenny santai. Ia meraih ponselnya, lalu dengan gerakan jempol yang lincah, ia melakukan pembersihan besar-besaran.

Satu per satu, foto-foto bersama Jonathan yang selama tiga tahun menghiasi feed-nya menghilang. Foto kencan mereka, foto saat Jonathan memberinya bunga, hingga foto formal saat mereka memenangkan penghargaan pasangan terbaik sekolah—semuanya lenyap ke dalam folder trash.

"Jonathan brengsek," gumam Jenny pelan. "Dan Claudia... dia bener-bener ular yang nggak tau diri. Gue udah kasih dia segalanya, dan dia bales dengan cara murahan kayak gitu."

"Besok jabatan dia di OSIS bakal hilang," Romeo menimpali, suaranya terdengar puas. "Kepala sekolah kita nggak bakal biarin skandal moral kayak gitu ngerusak nama baik SMA Garuda. Apalagi foto yang lo ambil itu... HD banget, Jen."

Jenny tertawa kecil. Ia kemudian membuka kamera ponselnya, berpose dengan pencahayaan kafe yang hangat, menunjukkan senyum paling cerah yang ia miliki malam itu. Bukan senyum yang dipaksakan, tapi senyum seorang gadis yang baru saja melepaskan beban berat dari pundaknya.

Ia mengunggah foto itu dengan caption singkat:

"Butterfly era, single era. Welcome back! 🦋✨"

Begitu terunggah, Jenny langsung mematikan ponselnya. Ia tidak ingin diganggu oleh puluhan panggilan tak terjawab dari nomor Jonathan maupun Claudia. Ia tahu mereka pasti sedang panik setengah mati di apartemen atau rumah masing-masing, mencoba menyusun pembelaan yang tidak akan pernah diterima oleh siapa pun lagi.

Matahari pagi menyinari gerbang SMA Garuda dengan hangat. Hari ini adalah hari pertama setelah "Bom Instagram" itu meledak. Suasana sekolah terasa berbeda; bisik-bisik terdengar di setiap koridor, dan hampir setiap pasang mata tertuju pada layar ponsel mereka masing-masing.

Di tengah kegaduhan itu, sebuah mobil taksi berhenti di depan gerbang. Jenny turun dengan penampilan yang memukau. Ia sengaja berdandan lebih manis dari biasanya. Rambutnya diatur dengan rapi, sedikit polesan lip glass membuat wajahnya segar, dan seragam cheerleader-nya tampak sangat bersih.

Ia berjalan memasuki area sekolah dengan langkah ringan, kepalanya tegak.

"Pagi, Pak Satpam!" sapa Jenny dengan suara riang, seolah-olah pengkhianatan terbesar dalam hidupnya tidak pernah terjadi semalam.

"Pagi, Bi Sum! Gorengannya wangi banget hari ini!" serunya lagi saat melewati kantin.

Semua siswa yang berpapasan dengannya terpaku. Mereka mengharapkan Jenny datang dengan mata sembap atau wajah depresi, tapi yang mereka lihat adalah sosok "Golden Girl" yang jauh lebih bersinar dari sebelumnya.

"Gila, dia kuat banget ya?" bisik seorang siswi kelas 11.

"Malah makin cantik setelah putus," timpal yang lain.

Jenny sampai di depan lokernya dan menemukan sekelompok orang sedang berkumpul di sana. Ternyata, Jonathan sedang berdiri di depan loker Jenny, wajahnya tampak kuyu, matanya merah, dan penampilannya yang biasanya kaku dan rapi kini terlihat sedikit berantakan. Kemejanya tidak serapi biasanya.

Di sisi lain, Claudia berdiri agak jauh dengan wajah pucat, mencoba menyembunyikan diri di balik kerumunan, namun semua orang terus menatapnya dengan pandangan jijik.

"Jennifer, kita perlu bicara," ucap Jonathan, suaranya parau. Ia mencoba melangkah mendekat, namun Jenny segera mengangkat tangannya, memberi tanda "berhenti".

"Pagi, Jonathan! Pagi, Claudia!" sapa Jenny dengan senyum yang sangat manis, senyum yang bagi orang yang tidak tahu akan dianggap sebagai keramahan biasa, namun bagi Jonathan itu adalah belati yang sangat tajam.

"Jen, postingan itu... itu salah paham. Aku bisa jelasin," Jonathan mencoba membela diri dengan logika kaku yang biasanya ia gunakan.

Jenny tertawa kecil, suara tawanya terdengar merdu di tengah koridor yang mendadak sunyi. "Salah paham? Maksud kamu, sudut kamera aku yang salah? Atau maksud kamu, bibir kalian berdua itu cuma lagi diskusi soal program kerja OSIS?"

Beberapa siswa di sekitar mereka menahan tawa, sementara yang lain mulai mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian langka ini.

"Aku nggak butuh penjelasan, Jo. Kita udah selesai," ucap Jenny tenang. Ia membuka lokernya, mengambil buku pelajarannya, lalu menoleh ke arah Claudia yang tampak ingin menangis.

"Oh, Claudia! Laporan bendaharanya jangan lupa diserahin ke pengurus yang baru ya. Soalnya aku denger, bakal ada reorganisasi dadakan hari ini karena masalah 'etika'," sindir Jenny sambil mengedipkan sebelah matanya.

Claudia hanya bisa menunduk, air matanya mulai menetes, tapi tidak ada satu pun orang yang bersimpati padanya. Di sekolah ini, pengkhianat tidak punya tempat.

Saat Jonathan hendak menahan lengan Jenny, sebuah tangan kekar lebih dulu mencengkeram bahu Jonathan. Romeo muncul dari balik kerumunan, masih dengan jaket kulitnya yang terlihat kontras dengan lingkungan sekolah.

"Lo denger kan dia bilang apa? Dia nggak mau bicara," ucap Romeo dingin. Matanya menatap Jonathan dengan ancaman yang nyata.

"Ini urusan pribadi gue sama Jenny, Romeo! Nggak usah ikut campur!" bentak Jonathan, emosinya mulai terpancing.

"Dulu emang urusan pribadi lo. Tapi sekarang, satu sekolah udah tau kalau lo itu sampah. Dan gue paling nggak suka liat sampah nempel di orang yang baru aja 'bersih'," balas Romeo sambil mendorong bahu Jonathan menjauh.

Jenny menatap Romeo, lalu tersenyum miring. Ia tidak menyangka bahwa musuh bebuyutannya selama bertahun-tahun justru menjadi orang yang paling berdiri di depannya saat ini.

"Ayo, Rom. Kelas bentar lagi mulai," ajak Jenny lembut.

Mereka berdua berjalan melewati Jonathan dan Claudia yang kini menjadi tontonan memalukan seantero sekolah. Saat melewati Claudia, Jenny sempat berbisik pelan, hanya untuk didengar oleh si ular itu.

"Makasih ya, Clau. Gara-gara lo, gue jadi tau kalau gue pantes dapet yang jauh lebih baik daripada cowok kaku kayak dia. Enjoy your new status as the school's most hated person."

Jenny melangkah pergi dengan anggun. Di belakangnya, Romeo berjalan dengan gaya angkuhnya, sesekali melirik sinis pada siapa pun yang mencoba mengganggu Jenny.

Pagi itu, SMA Garuda menyaksikan runtuhnya sebuah kerajaan kepalsuan dan lahirnya kembali seorang Jenny yang tidak akan pernah bisa diremehkan lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!