NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM

BALAS DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bullying dan Balas Dendam / Dendam Kesumat
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.

Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.

Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.

Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.

Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.

Trimakasih, jangan lupa like, coment***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB.25. MERASA TERSISIH

Ke inginan Yudi untuk menikahi Aluna terpaksa di setujui oleh orang tua Aluna. Bagi keluarga Blossom Yudi termasuk anak yang baik, walaupun kampungan dan gaptek. Mungkin dia hidup di pedalaman yang tidak terjangkau technologi dan sekolah. Pikir pak Cahya saat mengambil keputusan.

"Yudi, mau sekolah lagi? homeschooling saja supaya wawasanmu lebih luas dan lebih lancar bahasa Inggrisnya."

"Trimakasih om, dulu aku pernah sekolah dan sudah tamat. Buat apa sekolah lagi?"

Pak Cahya berusaha menjelaskan kalau sekolah itu penting, nanti dapat bertemu beragam orang sehingga membuat pola pikir semakin berkembang.

Memang banyak faktor bisa memengaruhi pola pikir, akan tetapi peran sekolah juga cukup penting untuk perkembangan pola pikir. Tak ada batas umur untuk menuntut ilmu.

Penjeĺasan pak Cahya mental, Yudi kekeh tak mau sekolah, ia menganggap dirinya sudah pintar. Kalau sudah begitu pak cahya angkat tangan dan membiarkan Intan mengarahkan Yudi.

Kalau tidak ada Intan, Yudi juga bukan apa-apa dan tidak mungkin punya uang, mereka saling menguntungkan. Intan juga banyak mengajarkan hal baru kepada Yudi supaya tidak membuat malu.

Saat membuat kartu pengenal Yudi tidak tau tahun lahirnya, memang payah, Intan memperkirakannya saja.

Jadi Yudi benar-benar seperti manusia baru. Makanya Yudi tidak begitu kemaruk harta, ia hanya ingin menikah dengan Aluna, itu sudah cukup. Walaupun nyonya Aluna dan pak Cahyo menyetujuinya, tapi dalam hati mereka kurang sreg.

Ini hari kedua Aluna tinggal di rumahnya, ia kecewa kepada orang tuanya. Harapan bertemu Darren semakin menipis. Yang membuat Aluna kesal Darren tidak aktif di sosial media. Ia heran kenapa di zaman modern begini, ada orang tidak mengikuti sosial media.

Atau Darren memakai nama palsu. Aluna merasa tercampakan oleh nasib, ia akan selalu menyalahkan dirinya gara-gara cepat pindah dari Bali, tidak bisa bertemu Darren.

"Tookkk...Tookkk....Tookkk"

Suara ketukan menyeret kaki Aluna untuk membukakan pintu. Bibi tersenyum saat Luna menatapnya.

"Nona, nyonya besar sudah menunggu di ruang makan." ucap bi Atun sendu.

"Ya bi, sebentar lagi aku turun."

"Semoga nona sehat terus, saya kangen melihat nona seperti dulu..."

Ntah apa maksud bi Atun, Aluna hanya tersenyum menanggapi tingkah bibi. Ia tau bibi ingin membicarakan sesuatu, tapi takut mendahului.

Sebenarnya ia masih kurang mengerti dan curiga kepada tingkah Intan. Kenapa intan berubah menjadi iri dan sangat membencinya, padahal dulu tidak begitu. Intan sahabat yang cukup penĝertian.

Akhirnya Aluna berjanji pada dirinya sendiri, untuk menutup diri supaya orang tuanya tidak terlalu menyudutkannya dan tidak terlalu percaya kepada pengaduan Intan.

Sebelum Aluna bergabung di meja makan, nyonya Yunita sedang membahas tentang ke inginan Yudi, karena sudah menolong Aluna sampai mempertaruhkan nyawa.

Nyonya Yunita menetapkan perjodohan akan diadakan di Hotel Blossom dengan meriah dan mengundang banyak kolega.

"Tante aku ingin langsung menikah saja, tidak perlu bertunangan." ucap Yudi saat nyonya Yunita bertanya, setelah berjasa menolong putrinya.

"Masalahnya tradisi di keluarga besar kami begitu. Harus bertunangan dulu, supaya ada penjajagan, setelah cocok baru lanjut ke pernikahan. Semoga saja lancar dan tidak ada kendala." ucap nyonya Yunita memberi pengertian.

"Sebenarnya aku keberatan, asal Aluna setia dan tidak merasa terpaksa menikah denganku aku mau saja." ucap Yudi pasrah.

Kadang problem datang setelah mereka saling mengenal, apalagi ini perjodohan

"Maaf Yudi memang harus begitu, setelah kalian saling mencinta dan pondasi kalian sudah kokoh baru menikah resmi."

"Yudi sudah tidak sabaran ya..." goda Intan membuat Yudi tersipu malu.

Aluna turun menuju meja makan, untuk mengobati rasa rindunya kepada Darren ia mengenakan baju pembelian Darren. Wajahnya terlihat pucat dengan bibir irit senyum.

"Pagi semua..." ucapnya datar.

Ia melirik kursi yang biasa ia duduki kini sudah diambil alih oleh Intan. Bi Atun buru-buru menarik kursi lain untuk Aluna.

"Silahkan duduk nona.."

"Terimakasih bi..."

"Nona Luna, pagi ini tidak ada makanan kesukaan nona karena nona Intan..."

"Bibi ke dapur saja, aku yang menjelaskan kepada Luna masalah ini." potong Intan.

"Baik nona."

Bi Atun segera beranjak dengan perasaan kasihan menyelimuti hatinya. Ia heran kenapa nyonya dan tuan sangat senang kepada Intan yang jelas-jelas manis di depannya saja, lalu menusuk di belakang.

"Luna, jangan menyalahkan bibi Atun, saat ini aku yang mengatur segalanya, baik itu makanan atau masalah yang lain. Tante sudah menganggap aku sebagai anaknya. Jadi sarapan pagi aku yang menyiapkan. Sebagai dokter aku pasti tau apa yang tante harus makan, apa yang tidak. Tante dan papamu perlu diberi asupan yang mengandung omega 3, udang, ikan laut dan salmon." ucap Intan panjang lebar.

"Trimakasih sudah mengurusi keluarga ku, aku harap kamu ingat kalau aku alergi makanan laut .." sahut Aluna datar.

Aluna tau Intan sengaja menyediakan makanan laut supaya alerginya kumat, mungkin kalau ia m*ti Intan langsung bersorak. Bukankah Intan sangat pongah mengaku sebagai anak?!

"Aku ingat Lun, kalau anak berbakti akan mengalah dan selalu mementingkan kepentingan orang tuanya. Kalau orang tua sakit siapa yang bekerja, emangnya uang bisa turun dari langit."

"Intan benar, pemikirannya sudah dewasa, ia tau baik dan buruknya makanan laut. Belajar makanan laut sayank, lama-lama kamu bisa kebal dan alergimu hilang." ucap nyonya Yunita tak peduli saat Aluna tidak menyentuh makanan laut.

Ia mengambil nasi dan telor ceplok tanpa mengeluh. Nyonya Yunita melongo saat melihat putrinya sarapan nasi dan telor ceplok.

Dari kecil makanan Aluna sangat mewah dan selalu dalam pengawasan ahli gizi. Namun sekarang putrinya dengan tenang sarapan sederhana, siapa yang mengubah prinsip putrinya, apa Yudi?

Melihat ketenangan Aluna, Intan menjadi kesal, padahal nyonya Yunita jelas-jelas sudah membelanya dan mengaguminya, tapi Aluna tidak bereaksi. Intan melirik Yudi memberi isyarat supaya Yudi berkomentar.

"Luna, aku bersyukur melihat kamu sehat dan semakin dewasa. Tante pasti senang melihat keberadaanmu sekarang ini, tidak rugi perjuanganku melawan warga desa Beduwi." ucap Yudi menatap Aluna dengan cinta.

Aluna hanya melirik sesaat, ia tak begitu senang kepada Yudi yang cengengesan dan membiarkan dirinya meringkuk di dapur tanpa alas tidur.

"Terimakasih Yudi, untung aku dan Aluna bertemu kamu, kalau tidak ada kamu bagaimana nasib kita." ucap Intan sendu. Ia pura-pura sedih.

"Ya Yudi, tante juga berterimakasih padamu apapun yang kamu minta tante akan berikan..."

"Maa...hati-hati bicara, masih ada papa yang harus dihormati keputusannya. Karena papa yang memegang kendali."

"Yudi tidak serakah walaupun ditawarkan hotel dan uang banyak." ucap Intan kesal.

"Aku tidak ingin harta benda, aku hanya ingin acara pertunangan dipercepat." kata Yudi tenang.

*****

1
❤️⃟Wᵃf Nesia
Aluna cepat cari bantuan untuk temanmu
❤️⃟Wᵃf Nesia
ratunya masa bisa salah si 🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kasian sekali hidupmu aluna terasa tertekan smaa dua org itu
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
segala ada add on nya ilmu leak 🤣🤣 blm lagi ada diskonan juga... dukun jaman now 😅
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
waduh Darren ini masuk golongan yang mn ya 🤔
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
udah keburu nyebur ya sekalian aja nyelem ya😅
❤️⃟Wᵃf Nesia
kok makin penasaran yah ceritanya menarik
❤️⃟Wᵃf Nesia
ternyata sudah ada larangan keras dari polisi
❤️⃟Wᵃf Nesia
Prustaii ditinggal Pacar
❤️⃟Wᵃf Nesia
ceritanya mbah dukun
Anonymous71
mata-mata agensi
Anonymous70
lanjut thor semangat
Anonymous69
sakit banget pasti
Anonymous68
keren banget novelnya
Anonymous67
mantap daren
Anonymous66
lanjut
Anonymous65
bagus
Anonymous64
yudi jangan kecewakan tuanmu
Anonymous63
dendam jadi cinta
Anonymous62
daren hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!