Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.
Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.
Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9 TEKNIK NAGA PUTIH
Steve Lim dan Roulan Tan berlari dengan cepat melalui koridor, dikejar oleh anak buah Xiaoyun. Tiba-tiba, mereka berhadapan dengan beberapa orang yang siap menyerang.
Steve Lim tidak ragu-ragu, dia langsung mengeluarkan jurus kungfu andalannya. Tinju dan tendangan yang cepat dan kuat menghantam lawan-lawannya. Roulan Tan juga tidak kalah hebat, dia menggunakan jurus kungfu yang lincah dan gesit untuk menghindari serangan lawan.
Pertarungan kungfu yang seru dan intens pun dimulai. Steve Lim dan Roulan Tan bekerja sama dengan baik, mereka saling melengkapi dan mengalahkan lawan-lawan mereka satu per satu.
Steve Lim dan Roulan Tan berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka, tapi mereka tahu bahwa Xiaoyun tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Mereka harus terus berhati-hati dan siap untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Ruolan Tan berlari dengan cepat melalui koridor yang gelap, dikejar oleh beberapa orang yang dipimpin oleh seorang pria berbadan besar. Dia tidak memiliki waktu untuk berpikir, dia harus bertindak cepat jika ingin selamat.
Tiba-tiba, Ruolan Tan mengeluarkan selendang yang panjang dan kuat dari balik bajunya. Dia memutar selendang itu dengan lincah, menggunakannya untuk mengikat dan melumpuhkan lawan-lawannya. Pria berbadan besar itu terkejut dengan keahlian Ruolan Tan, tapi dia tidak menyerah.
Pria itu mengeluarkan pistol dan menembak ke arah Ruolan Tan. Tapi Ruolan Tan sudah siap, dia menggunakan selendangnya untuk menghalangi peluru yang datang. Peluru itu terpental dan mengenai dinding, membuat suara yang keras.
Ruolan Tan tidak menunggu lama, dia langsung menyerang pria itu dengan pedang yang dia keluarkan dari balik bajunya. Pria itu terkejut dengan kecepatan Ruolan Tan, tapi dia tidak menyerah. Pertarungan antara Ruolan Tan dan pria itu pun dimulai.
Mereka berdua bertarung dengan sengit, pedang dan selendang mereka beradu dengan kuat. Ruolan Tan menggunakan semua keahliannya untuk mengalahkan pria itu, dan akhirnya dia berhasil melumpuhkannya.
"Ha!" Ruolan Tan berteriak dengan kemenangan, sambil menarik napas dalam-dalam. "Aku tidak akan membiarkanmu menghalangi jalanku!"
Tapi, Ruolan Tan tidak tahu bahwa dia tidak sendirian. Ada seseorang yang mengawasi dia dari bayangan, seseorang yang tidak ingin dia tahu bahwa dia ada di sana...
Seseorang itu terus mengawasi Ruolan Tan dari bayangan, sambil tersenyum sinis. "Kamu memang tangguh," kata orang itu pada dirinya sendiri. "Tapi kamu tidak tahu apa yang sedang kamu hadapi."
Tiba-tiba, Ruolan Tan merasakan ada yang tidak beres. Dia menoleh ke belakang, tapi tidak melihat siapa-siapa. Dia merasa ada yang mengawasi dirinya, tapi dia tidak bisa melihat siapa.
Seseorang itu terus mengawasi Ruolan Tan, sambil menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Ruolan Tan tidak tahu bahwa dia sedang berada dalam bahaya besar.
Tiba-tiba, seseorang itu muncul dari bayangan dan menyerang Ruolan Tan. Ruolan Tan terkejut dan berusaha melawan, tapi lawannya terlalu kuat. Ruolan Tan terjatuh ke tanah, tidak bisa bergerak.
"Kamu seharusnya tidak ikut campur dalam urusan ini," kata seseorang itu, sambil menatap Ruolan Tan dengan mata yang dingin. "Sekarang, kamu harus membayar harga."
Ketika Ruolan Tan diserang oleh seseorang yang tidak dikenal, Steve Lim langsung datang untuk membantunya. "Roulan!" teriak Steve Lim, sambil menyerang lawan Ruolan Tan dengan jurus kungfu yang kuat.
Lawan Ruolan Tan terkejut dengan kedatangan Steve Lim, tapi dia tidak mundur. Dia terus melawan Steve Lim dengan kekuatan yang sama kuat.
Pertarungan antara Steve Lim dan lawan Ruolan Tan pun semakin sengit. Ruolan Tan yang sudah bangkit dari kejatuhannya, juga bergabung dalam pertarungan. Mereka berdua bekerja sama dengan baik, mengalahkan lawan mereka dengan jurus kungfu yang kuat dan terkoordinasi.
"Ha!" teriak Steve Lim, sambil menyerang lawan mereka dengan jurus kungfu yang terakhir. Lawan mereka terpental ke belakang, tidak bisa bergerak lagi.
Steve Lim dan Ruolan Tan berdiri tegak, sambil menarik napas dalam-dalam. "Kita harus terus berhati-hati," kata Steve Lim. "Mereka tidak akan berhenti sampai kita kalah."
Ruolan Tan mengangguk, sambil memandang Steve Lim dengan mata yang tajam. "Aku tidak akan membiarkan mereka mengalahkan kita."
Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah kaki yang berat dan suara senjata yang sedang disiapkan. Mereka berdua menoleh ke arah suara itu dan melihat sekelompok orang yang dipimpin oleh seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan mata yang tajam.
"Xiaoyun," kata Steve Lim, sambil mengerutkan keningnya. "Apa yang kamu inginkan?"
Xiaoyun tersenyum sinis, sambil memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang dingin. "Aku ingin kalian berdua mati," kata Xiaoyun. "Kalian telah mengganggu rencana-rencana ku, dan sekarang kalian harus membayar harga."
Steve Lim dan Ruolan Tan bersiap untuk melawan, tahu bahwa pertarungan yang akan datang akan sangat sengit. Mereka berdua telah siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi, tapi mereka tidak tahu bahwa Xiaoyun memiliki rencana yang lebih besar dan lebih berbahaya daripada yang mereka bayangkan.
"Serang!" teriak Xiaoyun, sambil memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Steve Lim dan Ruolan Tan. Pertarungan yang sengit pun dimulai, dengan Steve Lim dan Ruolan Tan melawan sekelompok orang yang dipimpin oleh Xiaoyun.
Pertarungan antara Steve Lim dan Ruolan Tan melawan sekelompok orang yang dipimpin oleh Xiaoyun semakin sengit. Steve Lim dan Ruolan Tan menggunakan semua keahlian kungfu mereka untuk mengalahkan lawan-lawan mereka, tapi jumlah lawan mereka terlalu banyak.
Xiaoyun sendiri tidak ikut bertarung, tapi dia mengawasi pertarungan dengan mata yang tajam. Dia tampaknya menikmati pertarungan ini, dan dia tidak terlihat khawatir tentang kemungkinan kekalahan anak buahnya.
Tiba-tiba, Ruolan Tan terjatuh ke tanah setelah terkena serangan yang kuat dari salah satu lawan. Steve Lim langsung datang untuk membantunya, tapi dia juga terjebak dalam pertarungan yang sengit.
Ketika Ruolan Tan berusaha untuk bangkit, dia melihat Xiaoyun yang sedang mendekatinya. Xiaoyun tersenyum sinis, sambil mengeluarkan pisau yang tajam dari balik bajunya.
"Saatnya kamu mati," kata Xiaoyun, sambil mengangkat pisau ke arah Ruolan Tan.
Tapi, sebelum Xiaoyun bisa menusuk Ruolan Tan, Steve Lim datang dan menghentikan serangan itu. "Tidak!" teriak Steve Lim, sambil menyerang Xiaoyun dengan jurus kungfu yang kuat.
Xiaoyun terkejut dengan serangan Steve Lim, tapi dia tidak mundur. Dia melawan Steve Lim dengan kekuatan yang sama kuat, sementara Ruolan Tan berusaha untuk bergabung dalam pertarungan lagi.
Pertarungan antara Steve Lim dan Xiaoyun semakin sengit. Mereka berdua menggunakan semua keahlian kungfu mereka untuk mengalahkan lawan. Ruolan Tan yang sudah bangkit dari kejatuhannya, juga bergabung dalam pertarungan dan membantu Steve Lim melawan Xiaoyun.
Xiaoyun ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa, dan dia tidak mudah dikalahkan. Dia menggunakan berbagai macam jurus kungfu yang mematikan untuk mengalahkan Steve Lim dan Ruolan Tan.
Tapi, Steve Lim dan Ruolan Tan tidak menyerah. Mereka terus melawan dengan sekuat tenaga mereka, dan mereka berhasil membuat Xiaoyun terdesak. Xiaoyun semakin marah dan dia mengeluarkan jurus kungfu yang paling kuat.
"Teknik Naga Putih!" teriak Xiaoyun, sambil mengeluarkan serangan yang sangat kuat.
Steve Lim dan Ruolan Tan terkejut dengan kekuatan serangan itu, tapi mereka tidak menyerah. Mereka menggunakan semua keahlian kungfu mereka untuk mengalahkan serangan Xiaoyun.
Pertarungan yang sangat sengit pun terjadi, dengan Steve Lim dan Ruolan Tan melawan serangan Xiaoyun yang sangat kuat.