NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:426.8k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Suster berangkat sayang... nanti malam pasti datang lagi terus bobo sama Arka," pamit Sekar pagi itu ketika ia masuk shift pagi.

Arka tidak menjawab, anak itu seperti berat ditinggal Sekar. Setiap Sekar hendak berangkat harus membujuknya susah payah seperti hari-hari sebelumnya, walaupun ada Luna.

"Hari ini Arka main sama Papa dulu, Papa nggak kemana-mana kok, nanti sore baru main sama Suster Sekar lagi," Ilham yang melihat Sekar kewalahan membujuk anaknya, lalu masuk ke kamar berjongkok di depan Arka.

Melihat hal itu, Sekar segera berpaling memasukkan perlengkapan ke dalam tas. Begitulah sikap Sekar selalu malas untuk memandang apa lagi bicara lebih dulu, jika Ilham bertanya tentang Arka pun hanya menjawab seperlunya saja.

"Sudah Arka bilang, bukan Sustel Sekal, Papa, tapi Mama Kecil," protes Arka. Sekar menoleh cepat, dan akhirnya kontak mata dengan Ilham. Namun, hanya beberapa detik Sekar lagi-lagi berpaling.

"Iya, Papa lupa, Mama Kecil," ralat Ilham lalu menuntun Arka keluar kamar. "Kami menunggu di meja makan, Sekar," ucap dokter Ilham.

"Baik Dok," Jawab Sekar. Selang beberapa menit setelah Ilham dan Arka keluar, ia segera menyusul dengan tas yang sudah menggantung di pundak. Tiba di luar pintu, langkah Sekar berhenti ketika Luna berdiri menatapnya dengan gurat wajah kesal.

"Kamu guna-guna dengan ilmu apa anak saya Sekar?!" Tanyanya sinis.

"Tidak ada, Bu," Sekar menjawab masih tetap sopan. Walau bagaimana Luna istri direktur rumah sakit di mana ia mencari makan.

"Jangan bohong!" Tandas Luna, sorot matanya yang tajam membuat Sekar merasa ngeri.

"Maaf Bu, saya terburu-buru," Sekar mengangguk sopan, lalu meninggalkan Luna yang menampakkan wajah merah padam.

"Tidak sopan!" Ketus Luna hendak mengejar Sekar, tapi tiba-tiba nyonya Pratiwi menghadang.

"Ada apa lagi, Luna?" Nyonya Pratiwi sebenarnya tahu jika Luna marah kepada sekar.

"Emmm... tidak Ma, ada tikus lewat tadi," jawabnya, terdengar mengada-ada di telinga nyonya Pratiwi. Tetapi nyonya tidak mau ribut. Lebih baik melanjutkan perjalanan ke arah meja makan.

Di sana, Arka, Ilham, dan Sekar sudah menunggu, tampak Ilham menyeruput kopi sembari mendengarkan celotehan Arka dengan Sekar. Momen seperti ini tidak pernah Ilham dapat dari Luna.

Sekar sudah berhasil membujuk Arka, setelah sarapan nanti hendak berangkat ke rumah sakit.

"Iya Mama kecil," jawab Arka.

"Siapa yang menyuruh Sekar ikut duduk di sini?!" Luna tiba-tiba membentak, tidak suka Sekar ikut duduk di kursi meja makan. Apa lagi tampak akrab dengan Arka dan tidak sungkan berhadapan dengan Ilham suaminya.

Sekar menatap nyonya Pratiwi, ia berani duduk di tempat itu karena beliau yang menyuruh.

"Sudahlah, Luna. Mama yang suruh," nyonya Pratiwi tidak mau ada keributan lagi dan selalu Luna pemicunya.

"Iya, Mommy. Mama kecil kan lagi suapin Alka, Alka disuluh Papa makan di sini," Arka ikut nimbrung dengan mulut penuh.

Jika sudah mendengar pembelaan Arka untuk Sekar, Luna tidak bisa berkata-kata lagi. Dia pun duduk di samping Ilham dengan wajah cemberut.

Di meja makan, pagi itu semua sarapan, termasuk Sekar. Belum juga habis karena menyuapi Arka lebih dulu, jemputan sudah tiba. Ia cepat menghabiskan sepotong roti karena mendengar derung kendaraan Rayyan di luar pagar.

"Suster berangkat dulu ya," ucap Sekar hendak mencium pipi Arka.

"Jangan cium-cium anak saya," Sentak Luna. Sekar menarik wajahnya cepat.

"Luna," tegur Ilham walau perlahan tapi tegas.

"Dia kan cuma perawat Mas, kalau punya penyakit menular bagaimana? Kamu tidak takut anak kita tertular" Luna beralasan.

Nyonya Pratiwi menarik napas panjang, bagaimana mengajari Luna agar tidak sombong seperti itu.

Sekar tidak menghiraukan lalu salim tangan nyonya Pratiwi sebelum berangkat.

"Mama kecil... belum cium..." Arka justru mengejar. Sekar yang tidak mau merusak mood Arka, membungkuk. Ciuman bibir kecil terasa hangat di pipinya. Arka sendiri yang mencium pipinya.

Sekar pun akhirnya berangkat, dengan baju seragam perawat rapi dan tasnya tergantung di bahu tampak masih seperti remaja. Saat dia keluar pintu rumah, mobil dokter Rayyan sudah menunggu di depan pagar. Rayyan dengan ramah membuka pintu penumpang untuknya, senyum hangat terpampang di wajahnya.

"Selamat pagi, Sekar. Sudah sarapan?" tanya Rayyan sambil memutar kunci kontak.

Sekar mengangguk, sedikit tersipu. "Sudah, dokter. Makasih ya, sudah mau jemput saya lagi."

Sementara itu, dari balik pagar, Ilham berdiri menggandeng tangan kecil Arka. Ia tampak tidak rela Sekar tersenyum manis kepada Rayyan. Matanya mengikuti gerakan mobil yang mulai melaju menjauh. "Kenapa kelembutan dan ketulusan kamu itu mengingatkan aku kepada seseorang Sekar," guman Ilham dan terdengar oleh Arka.

"Papa, kenapa tadi sebut Mama Sekal?" tanya Arka polos.

Ilham menekan bibirnya, lalu menoleh ke arah anaknya dengan senyum yang dipaksakan. Ia seharusnya tidak berucap seperti itu di depan Arka. "Tidak apa-apa sayang... kita jalan-jalan yuk," Ilham mengalihkan. Ia menggendong Arka berjalan kaki di jalanan komplek.

Tiba di taman kompleks elite itu Ilham berhenti dan beristirahat di sana.

"Arka mau ayunan, Pa," ucap Arka memandangi taman yang sepi itu ingin bermain. Tapi Ilham tidak mengizinkan Arka main ayunan sendiri karena kaki dan kepalanya belum pulih. "Sama Papa saja," Ilham naik ke ayunan yang biasa digunakan oleh orang dewasa sambil memangku Arka.

Tiba-tiba saja bayangan masalalu Ilham hadir, ketika melamar gadis sederhana yaitu Sekar. Sekar yang duduk di ayunan kaget tidak percaya ketika ia selipkan cincin di jari manisnya.

Ilham menunduk menatap wajah Arka, rupanya putranya tertidur, pantas saja tidak ada suaranya. Ilham pun bangkit dari ayunan kemudian pulang sambil menggendong Arka kemudian menidurkan di kamar.

"Rini, temani Arka," titahnya, tidak menunggu jawaban Rini, Ilham masuk ke kamar ingin ngobrol berdua dengan Lusi yang sudah hampir seminggu tidak mereka lakukan karena kesibukan. Namun, tiba di kamar sudah tidak ada istrinya.

Dia banting bokongnya di kursi kamar menatap tempat tidur yang kosong. Di saat ia sedang di rumah begini berharap Luna menemani, tapi nyatanya pergi juga.

Lagi-lagi ia ingat mantan istrinya dulu, Sekar tetap memasak walaupun dia marah, Sekar menurut ketika ia menginginkan untuk berhenti menjadi perawat setelah menikah. Tetapi Luna, bertindak semaunya sendiri.

Ilham aktifkan handphone mencari nomor seseorang lalu menekan. "Hallo, cari data Suster Sekar di rumah sakit, setelah menemukan kirim ke saya," perintahnya tegas.

"Baik Tuan."

...~Bersambung~...

1
juwita
klo emg itu anak sekar apa tujuan si dr gadungan nyembunyiin dr sekar?
juwita
udh 3 thn sj g kerasa🤣🤣
guntur 1609
dasar begok. wanita tu ahli ilmu sejarah. mknya jangan sok mancing2
guntur 1609
kwkkwk🤣🤣 kapok kau kan. harus banyak betsabatlt lah kau ilham
guntur 1609
gak sadar diri
guntur 1609
berusaha lh kau ioham
Alvian Denis
pirasatku arka anak Sekar sama Ilham..bayi yang di lahir kan Sekar sebetulnya tidak meninggal 🙏🙏
Saryanti Yahya
yaah kasihan ilham, gagal maning gagal maning son.
guntur 1609
jangan bilang nanti orang tua Rayyan gak suka sama sekar. terakhir sekar dan Rayyan gak jadi sama
guntur 1609
aku setuju sm Rayyan. asal Rayyan jangan berulah. biarkan saja ilham hidup dalam penyesalnya
Ita Mei Lestari
kyaknyA anknya diambil dr ilham😄
guntur 1609
mampus kalian. tinggal si biadab ilham
guntur 1609
aku pingin ilham hancur sehancurnya. biar dia tahu rasa
guntur 1609
tuntut semuanya. baik ilham Luna dan Siska. dan semua yg terlibat. biar hancur semua reputasi mereka
guntur 1609
tuntut sj mereka
Misaza Sumiati
sepertinya arka anaknya Sekar , jadi waktu lahir mungkin bohong Ilham mengatakan meninggal
guntur 1609
masa di rumah gak ada foto keluarganya arka.
guntur 1609
aku yakin arka anaknya sekar yg di bilang ilham meninggal. entah apa tujuan ilham sebenarnya. dasar btrengsek kau ilham. apapun alasan mu kau memang biadab
guntur 1609
loh jadi hub sekar sm sibrengsek ilham bagaimana? kok sdh 3 tahun kemudian
guntur 1609
aku yakin anaknya sekar tdk mati. ni kerjaan ilham semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!