*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. NML
Happy Reading ✨
Nana gagal memberantaki rumah karena niatnya diketahui oleh saudara dari CCTV yang dipantau lelaki itu di dalam kamar mereka.
dan di sinilah Nana sekarang duduk sambil menonton televisi yang Nana sendiri pun bingung ingin menonton apa.
sedangkan suaminya tadi pamit ke ruang kerjanya katanya ingin mengerjakan beberapa berkas yang dikirim dari kantornya.
"gue kalau cuma duduk kayak gini jujur bosen banget tapi kalau disuruh kerja juga gue capek banget gimana ya?" kata Nana celingukan seperti mencari sesuatu yang dapat dia lakukan.
"masa Sagara nih masak berantakin rumah nggak boleh" Kata Nana yang masih kesal karena rencananya diketahui oleh suaminya.
"ngapain ya nonton kayak gini bosen banget sumpah" kata Nanda yang masih berpikir apa yang dia bisa lakukan agar bosannya menghilang.
"memang kayaknya gue harus pelihara hewan deh di rumah ini supaya nggak bosen, tapi mau pelihara singa nggak boleh, macan nggak boleh, buaya juga nggak boleh. masa wanita sesanggar gue harus melihat kucing??? anjing??? kan enggak sama banget sama wibawa gue yang sangar" Kata Nana yang masih kepikiran ingin memelihara hewan-hewan buas di rumahnya.
"padahal halaman belakang seluas itu loh masak nggak bisa bikin kandang singa , bisalah bikin kandang singa di akal-akalin kayak gitu memang sagara nya aja gua rasa yang pelit" Kata Nana yang kali ini terdengar mendumel.
"permisi Bu"
kata arah suara dari belakang Nana yang membuat nanah menoleh dan melihat satpamnya yang kini tengah berjalan mendekatinya.
"Pak Budi. ada apa Pak???" kayak Nana pada saat pemilihan giginya sudah berdiri tepat di belakang sofanya.
"ada pesanan makanan Bu,,,ini atas nama pak Sagara" kata Pak Budi yang memberikan satu kantong kresek berwarna putih dengan brand toko kue yang sangat Nana kenal.
"oh terima kasih kalau kayak gitu Pak" Kata Nana tersenyum sambil mengambil kantong kresek tadi.
dan setelah kantong kresek itu Nana terima apa Budi pamit kembali keluar lagi melanjutkan pekerjaannya.
Nana langsung saja membawa kue-kue tadi ke pantry dan ingin membaginya kepada Pak Budi untuk diantar lagi ke pos satpam menemani lelaki paruh baya tersebut sambil berjaga.
"pesanan kuenya udah datang???" tanya Sagara yang tiba-tiba saja sudah ada di dekat mana yang membuat mana hampir terjungkal terkejut.
"Mas,,,, bisa nggak sih jangan datang tiba-tiba kayak gitu aku kan jadi kaget" Kata Nana mau ngusap dadanya karena dia sangat terkejut.
"maaf aku nggak tahu kok kamu suruh fokus itu" kata segera meminta maaf dan setelahnya dengan santai mengambil satu potong kue dan memakannya sambil duduk di kursi pantry.
"yang dipiring buat siapa???" hanya Sagara saat melihat Nana memisahkan beberapa potong kue ke dalam piring.
"Aku mau kasih pak Budi" Kata Nana yang setelahnya menyeduh kopi dan menaruh kopi tersebut di dalam nampan bersama kue tadi.
"kalau gitu biar aku aja yang antar" kata Sagara yang langsung menawarkan diri untuk mengantar kue dan kopi tadi ke pos satpam depan.
"terima kasih suamiku" kata Nanda berterima kasih pada Sagara yang mau membantunya mengantar cemilan tersebut ke Pak Budi.
setelah Sagara pergi, Nana mengambil beberapa buah-buahan mencucinya lalu memotongnya. Nana tahu Sagara tidak terlalu suka memakan kue-kuean apalagi kue tersebut sudah pasti dari tepung yang mana lelaki itu sedang menjaga makan dan tubuhnya.
Nana membawa satu piring kue dan satu piring buah-buahan potong tadi membawanya ke depan meja TV .
Nana pikir Sagara akan sedikit lebih lama di depan tapi ternyata tidak suaminya itu setelahnya Langsung kembali dan gini duduk di sofa ruang keluarga mereka.
Sagara juga langsung mengambil sepiring buah dan memakannya sambil mencari channel TV mana yang ingin dia tonton.
"aku pikir masih mau ngobrol sama Pak Budi di depan" Kata Nana yang kali ini sudah membawa dua botol minuman dingin dan menaruhnya di atas meja sebelah Kue.
"di luar gerimis males lama-lama" kata Sagara yang kali ini matanya sudah fokus pada berita perekonomian rakyat di televisi.
"mas,,,, jangan nonton berita itu terus aku bosan nontonnya perekonomian juga gitu-gitu aja" kata nada yang merebut remote tv-nya dari tangan suaminya lalu mengganti channel TV tersebut.
Sagara tidak ambil pusing dan ikut saja istrinya ingin menonton apa malas berdebat karena nanti segera tahu akan berakhir dengan dirinya tetap yang kalah.
setara dengan Nana nunduk saling berdempetan dengan Sagara yang menyuapkan buah-buahan potong padi ke dalam mulut nanah dan mulutnya.
sedangkan mata kedua pasangan itu tertuju pada film kartun jadul yang mana anjing tokoh anjing dalam kartun tersebut menjadi primadona anak-anak pastinya.
"kenapa ya Mas kartu sebagus ini kok kayaknya udah jarang banget tayang di TV kalau nggak kita tonton di aplikasi-aplikasi itu???" pertanyaan anak pada Sagara yang mulutnya tengah sibuk mengunyah satu buah apel potong.
"anak zaman sekarang pada jarak yang nonton TV sayang mereka sudah pada tahu gadget jadi mungkin dia nontonnya dari gadget" kata Sagara yang membuat Nana mengganggu setuju.
ya nana tahulah walau dia belum memiliki anak tapi karena sering melihat kau di rumah sakit ada beberapa ibu-ibu yang memberikan anaknya gadget sebagai alat nonton agar anak tersebut tidak rewel.
Sagara menaruh piring buah yang sudah kosong di atas meja kembali lalu mengambil satu botol minum membukanya dan memberikannya pada Nana.
"Mas aja yang minum aku masih belum haus kok" tolak Nana pada air yang suaminya sodorkan itu.
sekarang menunggu air putih tersebut sampai setengah botol kecil lalu setelah nya meletakan botol air tadi di atas meja kembali.
Sagara membawa Nana ke dalam pelukannya merangkul bahu istrinya itu sambil mengusapnya pelan, dagu Sagara juga ditaruhnya di atas kepala Nana yang mana kepala istrinya itu bersandar di dadanya.
Sagara juga terlihat beberapa kali mencium kepala nanah sambil matanya tetap fokus pada tontonan mereka.
"sudah terpikir punya anak apa belum???" tanya Sagara tiba-tiba yang membuat Jari Nana yang tengah memainkan kancing baju suaminya itu berhenti.
"Mas ingin punya anak???" tanya Nana balik pada suaminya.
"Aku tanya kamu supaya aku tahu kamu kapan siapnya ingin punya anak. kalau ditanya ingin punya anak, ya Aku ingin punya anak tapi tentunya hal itu juga harus kita bicarakan karena nanti yang mengandung dan melahirkan itu kan kamu" kata Sagara yang membuat Nana mengangguk pelan .
"tentunya kesiapan dari kamu itu yang paling utama" tambah Nana yang kali ini tersenyum kecil.
Sagara benar benar memperlakukan dirinya dengan baik sedari dulu, selalu bertanya kesiapan Nana dan juga Nana ingin apa tidak .
Tidak pernah menuntut ini itu dan tidak pernah juga memaksakan kehendaknya terhadap Nana .
"kalau aku??? aku udah siap sih kalau punya anak, tapi ya pastinya aku juga masih perlu bimbingan dari kamu. secara kamu tahu sendiri Kan aku orangnya kayak gimana , aku takutnya nanti aku cuman tahu bikin anak aja atau melahirkan aja tapi ngerawatnya nggak bisa . jadi aku perlu support system dari kamu dan juga bantuan kamu nanti kalau seandainya memang kita dikasih anaknya cepat" kata Nana yang membuat pelukan Sagara tambah mengerat.
"kalau itu tentu, aku akan selalu berusaha ada untuk kamu kapan pun kamu perlu. aku akan menjadi pendukung terbaik kamu nanti" kata Sagara yang kali ini membuat Nana mendongak dan melihat wajah suaminya itu.
Sagara melabuhkan satu ciuman di dahi Nana yang mana hal tersebut sontak membuat kedua mata Nana tertutup.
************