NovelToon NovelToon
Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Teen
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.

Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.

Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.

ia merasa dilema!!!

Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?

Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?

••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••

☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.

●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Mengikuti Lomba Olimpiade fisika

Sambil memegang dada untuk menenangkan dirinya, ia memasang mukena sambil membelakangi Kenzo

"Bang Ken, apakah kamu juga merasakan apa yang aku rasakan, atau tidak sama sekali!" Gumam Inara ia melihat Kenzo kembali dari setelah ambil wudhu.

Setelah itu mereka sholat maghrib bersama kenzo sebagai imamnya, tidak lama setelah itu mereka menyelsai sholat maghrib.

Kenzo mengulurkan tangannya kepada Inara, untuk ia bersalaman

"Ada apa." Ucap Inara bingung, melihat tangan Kenzo di hadapannya, ia mengernyit dahinya.

"Ya, salim lah, biasa kalau selesai sholat kita saling bersalaman." Ucap Kenzo kepada inara sambil tersenyum.

"Kamu bukan suamiku." Ucap Inara, lalu ia berdiri untuk melipat mukena nya, dan mengabaikan Kenzo setelah itu ia menyimpan mukena kedalam tas.

"Umurku lebih tua darimu, sudah sepatutnya kamu salim." Ucap Kenzo lagi, sambil melihat Inara membelakangi.

"Kamu bukan kakakku." Ucap Inara lagi datar, ia tidak melihat kenzo masih sibuk dengan aktivitasnya.

Kenzo yang diabaikan hanya tersenyum, sambil memandang Inara yang sibuk sendiri, ia juga melipat sajadahnya meletakkannya ditempat semula.

"Sudah selesai berkemas, kalau begitu kita lanjutkan belajar." Ucap Kenzo baru inara kembali duduk disamping Kenzo.

Jam sudah menunjukkan pukul delapan, inara bersiap untuk pulang, saat sampai dilantai bawah, ibu Kenzo dan ayahny sedang menunggu untuk makan malam.

"Sudah selesai belajarnya, mari makan malam bersama sebelum kamu kembali" ucap Ibu kenzo.

"Bibi tidak usah, bunda masih juga menungguku untuk makan malam." Ucap Inara menolak dengan sopan.

"Mengapa kamu jadi sungkan itu sekarang, bundamu juga tidak akan menunggu karena dia tahu kamu makan disini." Ucap Ibu Kenzo lagi.

Terpaksa Inara makan malam bersama keluarga Kenzo, sejak kejadian setelah sholat maghrib Inara banyak diam.

"Kenzo antar Nara pulang, meski rumah kita dekat tapi sekarang hari sudah gelap." Ucap Ibu kenzo, setelah selesai makan Inara bersiap untuk pulang, ibu kenzo tidak tega melihat Inara pulang sendirian meminta kenzo mengantarkannya.

"Baiklah ibu." Ucap Kenzo, lalu ia mengikuti inara dari belakangnya, sebelum pulang Inara lupa berpamitan kepada kedua orang tua Kenzo.

Di tengah perjalan mereka berdua hanya hening, sama-sama merasa canggung, keheningan itu dipecahkan oleh kenzo.

"Besok kamu gak usah lagi datang kerumahku." Ucap Kenzo ia belum selesai berbicara tetapi inara sudah menyambung.

"Kenapa! apa kamu marah padaku." Ucap Nara menghentikan langkahnya sambil melihat kenzo dengan serius.

"Apa yang kamu pikirkan! Bagaimana mungkin aku marah padamu." Ucap Kenzo juga memandang Inara dengan lembut.

"Lalu"

"Mulai besok aku yang datang kerumahmu, jadi kamu tidak perlu lagi pulang malam-malam begini." Ucap Kenzo lagi sambil tersenyum.

Inara juga tersenyum kepada Kenzo sambil bergumam dalam hati. " bang Ken, mengapa kamu baik sekali padaku." Gumamnya ia memandang kenzo cukup lama, begitu pula dengan Kenzo memandang Inara, melihat Inara tersenyum lagi baru hatinya merasa lega.

Setelah itu mereka melanjutkan langkah mereka menuju rumah Inara.

"Masuklah, kita sudah sampai." Ucap Kenzo kepada Inara, lalu ia berbalik untuk kembali kerumahnya.

"Bang Ken, apa kamu tidak masuk dulu." Ucap Inara memanggil Kenzo lagi.

"Tidak usah! hari sudah malam, besok aku kesini lagi." Ucap Kenzo lalu melambaikan tangannya kepada Inara, inara juga menyampaikan tangan.

Waktu berjalan dengan cepat satu bulan berlalu, sekarang waktunya Inara mengikuti lomba Olimpiade, ujiannya dilaksanakan disekolah mereka, dengan secara online.

Sekolah mereka mempunyai fasilitas yang lengkap ada beberapa sekolah lainnya, yang ikut ujian di sekolah mereka.

Inara masuk keruangan labor komputer bersama teman-teman lain yang mengikuti lomba Olimpiade.

Para sahabatnya menunggu di luar labor komputer termasuk Kenzo dan kawan-kawan, diluar labor juga disiapkan tempat duduk, asalkan tidak berisik mereka diizinkan menunggu disana.

Tidak lama setelah itu inara semua peserta ujian keluar dari ruangan labor, itu pertanda ujian selesai, Inara keluar paling akhir.

"Nara!," panggil para sahabatnya, Inara menghampiri teman-temannya, lalu duduk disamping Aira.

"Minumlah dulu, jangan berbicara dulu." Ucap kenzo sambil memberikan botol air minum kepadanya,

"Terimakasih, bang!" Ucap Inara langsung meminum air tersebut karena tutupnya memang sudah di buka.

"Berhasil...!" Ucap Inara dengan senyuman dibibirnya.

"Benarkah, selamat itu berarti kamu bisa ikut olimpiade nasional, dong!." Ucap Naura juga senang keberhasilan Inara.

"Aku tidak tahu bagaimana penilaian sistem!, tapi kalau menurutku, aku sudah menjawab soal dengan benar, karena semua soal sudah aku pelajari bersama bang Kenzo, hanya berbeda angka saja." Ucap Inara lagi, sambil tersenyum kepada semuanya.

"Selamat! Kamu telah bekerja keras." Ucap kenzo mengucapkan selamat terlebih dahulu.

"Terimakasih, tetapi aku belum pasti lulus, kita tunggu pengumuman dari pihak sekolah." Ucap Nara lagi.

"Untuk merayakan keberhasilan Nara, hari ini aku yang traktir minum di cafe Kennara." Ucap Kenzo kepada mereka.

"Asyik!!! Begitu dong sekali-kali traktir kita-kita." Ucap Aira senang, lalu ia memanggil yang lainnya.

"Ayo semuanya, ke pantai padang kita serbu cafe Kennara." Ucapnya lagi, semuanya juga senang langsung berjalan kearah parkiran.

Zayyan membawa Aira karena ia tidak membawa motor, lalu Gilang ia membonceng Hasna, gadis malu-malu itu sudah menjadi anggota tim Inara.

Sedangkan Naura ia bawa motor sendiri tadinya ia ingin pergi bersama Inara, tetapi ia sudah kalah cepat dengan Kenzo, karena Kenzo sudah membawa Inara naik keatas motornya.

Mereka menghabiskan waktu bersama di pantai, karena setelah minum dan makan camilan di cafe Kennara, mereka bermain bola voli pantai bersama.

Hari ini sekolah memang di liburkan, karena takut mengganggu konsentrasi peserta ujian Olimpiade, yang ikut ujian bukan sekolah mereka saja, tetapi juga ada dari sekolah lain ujian kesekolah mereka.

Tim inara bermain bola volli mereka membagi kelompok dua kelompok, Inara bersama Naura sedangkan lawannya Aira bersama Hasna mereka bermain dengan gembira, melupakan kesulitan hidup selama ini.

Sedangkan tim Kenzo mereka ikutan futsal dengan anak pantai lainnya. Mereka juga membagi kelompok, kenzo, Zayyan dan Gilang satu tim jadi mereka melawan anak-anak pantai.

Setelah bosan bermain bola volli inara lanjut bermain air, karena ia kurang suka bermain voli membuat tangannya sakit.

Lalu ia menyerah dan langsung bermain air, dan di ikuti oleh yang lainnya, mereka tahu bahwa inara sangat takut yang namanya rasa sakit.

Kenzo dan yang lainnya juga menyudahi permainannya karena ia kalah dari anak-anak pantai.

"Mereka asyik bermain air, apa kita juga ikutan kesana." Ucap Zayyan kepada Kenzo karena Kenzo hanya berdiri saja.

"Tidak usah kita tunggu disini." Ucap Kenzo lalu ia duduk disana sambil membuat bentuk pasir seperti rumah.

.

.

.

1
Alessa 🥀💋
...
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
😍
Cinta Lidya
❤️
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
kata Nara?
terima atau tidak masalah nanti?
Cinta Lidya
lanjut...
Cinta Lidya
lanjut...
Memyr 67
𝗇𝗒𝗂𝗆𝖺𝗄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!