Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .
Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.Kontrakan kecil
Brukk.
Bruk.
Sekitar delapan orang datang ke mansion Anes. Setelah satu hari diberi peringatan oleh Fauzan kemarin dan tidak ada pergerakan sedikit pun untuk pergi sendiri, orang-orang dari pengadilan akhirnya datang untuk bertindak.
Semua barang milik Kenzo dan Celine dilemparkan keluar satu per satu. Pintu mansion disegel dan dikunci rapat, meninggalkan dua orang yang baru saja bangun tidur itu berdiri di luar dengan penampilan berantakan, rambut acak-acakan, dan wajah penuh keterkejutan.
“Kurang ajar! Aku ini wakil CEO Dirgantara! Kalian tidak bisa memperlakukan ini kepadaku! Aku bisa menuntut kalian semua!” teriak Celine kepada orang-orang tersebut.
“Silakan jika Ibu memang ingin menuntut kami. Kami semua hanya menjalankan tugas,” ucap salah satu petugas dengan datar.
Setelah selesai menyegel mansion, mereka pun pergi, meninggalkan Celine yang masih mengumpat tanpa henti.
Kenzo menatap barang-barang mereka yang berserakan di tanah, dadanya sesak oleh amarah dan penyesalan.
“Aku tidak pernah menyangka hidupku akan sekacau ini karenamu, Celine. Andai saja aku tidak berselingkuh denganmu, mungkin sekarang aku sudah menjadi orang terkaya nomor satu di kota ini. Aku benar-benar bodoh bisa tergoda wanita jalang sepertimu,” ucap Kenzo dengan suara bergetar.
Kenzo belum sempat menghindar saat Celine menatapnya tajam.
“Kamu bilang apa? Coba ulangi sekali lagi apa yang baru saja kamu katakan!”
“Kamu perempuan jalang. Benar kata-kata Anes waktu itu. Seharusnya aku mencegahmu membunuh Anes. Mungkin dia akan memaafkanku,” ucap Kenzo sambil memunguti pakaiannya yang berserakan.
Sontak Celine memukul lengan Kenzo dengan keras.
“Kamu bilang aku jalang? Lalu kalau aku jalang, kamu apa, Kenzo? Kamu tidak hanya berselingkuh denganku, tapi juga dengan Arumi! Kamu pikir setelah semua yang kamu lakukan, setelah kamu mengkhianatinya, Anes masih mau denganmu? Sadar diri, Kenzo! Anes memang mencintaimu mati-matian, tapi dia tidak sebodoh itu untuk menerima pengkhianat dan pria brengsek sepertimu!” balas Celine dengan mata memerah.
“Kamu berani menghinaku sekarang?” bentak Kenzo.
“Tentu saja aku berani. Kamu juga memperlakukanku dengan cara yang sama tadi,” balas Celine, lalu menatap Kenzo dalam-dalam.
“Kamu begitu yakin Anes akan memaafkanmu? Sekarang berlarilah dan bersujud lah di kaki Raline yang di dalamnya bersemayam jiwa Anes. Katakan padanya apa yang baru saja kamu katakan kepadaku. Aku yakin kamu mungkin akan langsung dijebloskannya ke dalam penjara, atau mungkin dia juga akan menjatuhkanmu dari hotel pencakar langit seperti yang kamu lakukan kepadanya.”
“Aku tidak pernah melakukan itu kepadanya. Itu rencanamu, Celine. Jika bukan karena kamu mendesakku, aku tidak mungkin melakukannya kepada Anes,” ucap Kenzo.
“Kamu menyalahkanku sekarang, Kenzo? Ingat baik-baik, yang mendorong dan memukul tangan Anes di detik-detik terakhirnya itu adalah tanganmu sendiri, bukan aku,” sambung Celine dengan suara bergetar namun tajam.
“Kamu melimpahkan semuanya sekarang kepadaku?” ucap Kenzo dengan wajah putus asa.
“Ini semua memang salahmu, Kenzo. Jadi jangan pernah mengatakan ini salahku. Jika bukan karena aku, kamu tidak akan pernah bisa menduduki singgasana CEO saat ini!” ucap Celine, lalu melemparkan tas pakaiannya ke arah Kenzo.
Kenzo terduduk di atas teras, tubuhnya limbung, saat Celine melemparkan tas-tas itu ke arahnya.
“Bawa pakaianku. Tidak baik untuk ibu hamil mengangkat itu semua,” ucap Celine dingin, lalu berlenggok keluar dari gerbang mansion tepat saat taksi online mereka tiba.
Namun di sisi lain, Raline dan Raka justru tertawa menyaksikan pertengkaran sepasang suami istri itu melalui CCTV mansion, berkat kode akses yang masih Raline ingat.
“Menurutmu ke mana mereka akan pergi?” tanya Raka sambil melirik Raline yang bersandar di bahunya.
“Hm… mengingat tabungan Kenzo terkuras habis karena biaya pernikahan dadakan kemarin dan Celine yang baru saja tertipu investasi, aku rasa mereka akan berakhir di kontrakan kecil di pinggir kota,” ucap Raline sambil tertawa puas, membayangkan nasib dua penghianat itu.
“Dari mana kamu tahu kalau Celine tertipu investasi?” tanya Raka.
“Karena aku yang melakukannya,” jawab Raline enteng.
Raka menatap Raline tak percaya. “Kamu baru saja melakukan penipuan?”
“Tenang dulu, Mas. Aku nggak melakukan penipuan. Sebut saja ini cicilan utang,” ucap Raline santai.
Raka semakin mengernyit. “Kamu tahu berapa uang yang dia ambil dari perusahaanku lewat kebodohan Kenzo saat aku masih menjadi istrinya? Hampir 300 M, Mas. Sedangkan sekarang aku hanya mengambil 50 M. Uang itu bahkan belum sebanding dengan hartaku yang mereka nikmati,” lanjut Raline.
“Perempuan itu sangat lihai menghabiskan uang, tapi tidak lihai mengumpulkannya. Kamu tahu, aku berharap di rekeningnya lebih dari itu, tapi ternyata hanya segitu yang dia punya,” ucap Raline sambil berdecak.
“Jadi karena kamu menipunya dan uang tabungannya terkuras habis, makanya dia mendesak Kenzo untuk menikahinya agar dia terselamatkan dari kemiskinan?” tanya Raka.
“Sepertinya begitu,” jawab Raline singkat.
“Tanpa dia tahu kalau Kenzo sebenarnya juga melarat tanpa latar harta Anes. Bahkan sekarang berlaku pembekuan aset, dan sahamku yang terbesar ada di sana, sedangkan mereka hanya memiliki seperempatnya jika digabung. Pendapatan mereka tidak akan sama lagi. Dan yang lebih mengancam, jika mereka kalah tender kali ini, dewan direksi dan komisaris pasti akan langsung mengadakan rapat untuk menurunkan mereka dari jabatan,” jelas Raline.
“Tapi, Raline, aku yakin mereka tidak akan membiarkan rencanamu berjalan mulus. Apalagi sekarang mereka sudah tahu kalau kamu adalah Anes yang bereinkarnasi,” ujar Raka.
“Aku tahu itu, Mas. Kamu tenang saja, aku tidak akan mati dua kali di tangan mereka,” ucap Raline sambil menggenggam tangan suaminya erat.
Di sisi lain, Celine kini tercengang menatap rumah kecil dan kumuh di hadapannya saat taksi online berhenti di deretan bangunan sempit itu.
“Kenzo, kamu tidak salah? Kenapa kita berhenti di pemukiman kotor seperti ini?” ucap Celine enggan turun dari taksi.
“Harusnya kita pergi ke apartemen. Bukankah uang tabunganmu banyak?” tanyanya.
“Kamu pikir pernikahan dadakan kita kemarin tidak menguras isi tabunganku? Uangku hanya cukup untuk membayar kontrakan kecil ini, Celine,” jawab Kenzo dingin.
“Kalau kamu memang ingin kita tinggal di apartemen, berarti harus dengan uangmu. Kamu pasti punya banyak tabungan, kan? Apalagi uang yang aku transfer kepadamu dulu ratusan juta dari rekening perusahaan, kamu masih memilikinya, kan?” tanya Kenzo.
Celine terdiam membeku.
“Kenapa kamu diam? Kamu tidak mau menggunakan uang tabunganmu?” tanya Kenzo.
“Apa kamu takut aku tidak bisa menggantinya nanti? Serius, kamu meragukanku kali ini?” lanjutnya.
“Bukan seperti itu… sebenarnya uang tabunganku juga lenyap. Aku baru saja ditipu investasi dan uang di rekeningku raib. Makanya aku memintamu untuk segera menikahiku. Perselingkuhanmu dengan Arumi hanyalah penambah desakanku agar kamu segera menikahiku dan aku terselamatkan dari kemiskinan,” ucap Celine dengan suara melemah.
“Apa?” ucap Kenzo tak menyangka.
.
.
.
💐💐💐Bersambung💐💐💐
Cicilan hutang banget ya Raline setidaknya dapet seujung kukunya daripada nggak ada🤣
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤