Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Masa Lalu yang Terkubur
[Paviliun Penyembuhan - Malam Hari, Hari Kelima]
Luo Chen duduk di tempat tidur dengan tubuh yang masih dibalut perban di beberapa tempat. Luka-luka serius sudah sembuh berkat kombinasi pil dari Lin Daiyu dan energi penyembuhan dari Pohon Dunia, tapi dia masih butuh beberapa hari lagi untuk recovery penuh.
Di sampingnya, Xiao Yao tertidur dengan kepala bersandar di pinggir tempat tidur—dia tidak mau meninggalkan Luo Chen sendirian sedetik pun sejak dia bangun.
Luo Chen mengelus rambutnya dengan lembut, tersenyum melihat wajah tidurnya yang damai.
"Master tidak bisa tidur?" suara Void terdengar dalam pikiran.
"Terlalu banyak yang kupikirkan," jawab Luo Chen dengan telepati agar tidak membangunkan Xiao Yao.
"Tentang Luo Feng?"
"Ya... aku tidak menyangka dia membenciku sampai segitunya."
Void terdiam sejenak. "Master ingin bercerita tentang masa lalu? Kadang berbagi beban membuat hati lebih ringan."
Luo Chen menatap bulan di luar jendela dengan tatapan jauh.
"Baiklah... ini cerita yang jarang kuceritakan pada siapa pun..."
[FLASHBACK - 12 Tahun yang Lalu]
[Klan Luo - Mansion Utama]
Luo Chen kecil, usia 6 tahun, berlari-lari dengan ceria di taman mansion. Dia adalah anak dari cabang utama Klan Luo—salah satu klan kultivator terkuat di wilayah tersebut.
"Chen-er! Jangan lari terlalu jauh!" suara lembut ibunya terdengar.
"Iya, Ibu!" Luo Chen kecil tertawa sambil bermain dengan kupu-kupu.
Saat itu, hidup Luo Chen sangat bahagia. Ayah dan ibunya sangat menyayanginya, kakeknya—Kepala Klan Luo—sangat bangga padanya, dan semua orang di klan memperlakukannya dengan baik.
Tapi ada satu orang yang selalu menatapnya dengan tatapan aneh—Luo Feng, sepupunya yang setahun lebih tua.
"Luo Chen," panggil Luo Feng saat itu dengan nada datar.
"Feng-ge!" Luo Chen kecil tersenyum cerah. "Mau main bersamaku?"
"Tidak," Luo Feng menggeleng. "Aku sedang latihan kultivasi. Tidak sepertimu yang hanya main-main."
"Tapi Kakek bilang aku belum cukup umur untuk kultivasi," Luo Chen kecil bingung.
"Hmph. Aku sudah mulai dari umur 5 tahun," Luo Feng meninggalkan dia dengan nada sombong.
Luo Chen kecil tidak terlalu memikirkannya saat itu—dia pikir Feng-ge nya hanya sedang dalam mood buruk.
[2 Tahun Kemudian - Usia Luo Chen 8 Tahun]
Hari pemeriksaan bakat kultivasi tiba—hari dimana semua anak klan yang berusia 8 tahun akan diperiksa meridian dan potensi kultivasi mereka.
Luo Chen berdiri di depan Kristal Pemeriksaan dengan excited—semua orang bilang dia punya bakat luar biasa karena berasal dari bloodline utama.
Tapi saat tangannya menyentuh kristal—
Tidak ada reaksi.
Tidak ada cahaya.
Tidak ada apapun.
"Ini... mustahil..." Tetua yang memeriksa wajahnya pucat. "Meridiannya... rusak total? Tapi bagaimana bisa?!"
Pemeriksaan lebih dalam dilakukan—dan hasilnya menghancurkan:
Luo Chen terlahir dengan Meridian Hancur Bawaan—kondisi langka dimana meridian tidak terbentuk dengan benar sejak lahir. Kemungkinan terjadinya hanya 1 dari 10 juta.
Dan tidak ada obat.
Tidak ada cara untuk menyembuhkannya.
Luo Chen tidak akan pernah bisa kultivasi.
Berita ini menyebar dengan cepat di seluruh klan—dan reaksinya beragam.
Beberapa bersimpati.
Tapi lebih banyak yang kecewa dan bahkan mulai meremehkan.
"Anak dari cabang utama tapi tidak bisa kultivasi? Memalukan!"
"Bloodline kita pasti sudah melemah..."
"Untung masih ada Luo Feng yang berbakat..."
Luo Feng.
Sepupunya itu—yang saat pemeriksaan menunjukkan bakat Heaven Grade—salah satu bakat tertinggi yang mungkin!
Semua perhatian klan langsung beralih dari Luo Chen ke Luo Feng.
Dan Luo Feng... dia tersenyum. Senyum yang tidak Luo Chen pahami saat itu.
[Tahun-Tahun Berikutnya]
Kehidupan Luo Chen berubah drastis.
Dari anak yang dimanjakan dan dicintai—menjadi "sampah" yang diabaikan.
Ayahnya masih menyayanginya, tapi sebagai kepala cabang klan, dia punya tanggung jawab lain dan tidak bisa selalu ada untuknya.
Ibunya mencoba tetap ceria, tapi Luo Chen bisa melihat kesedihan di matanya setiap kali menatapnya.
Kakeknya—Kepala Klan—masih memperlakukannya dengan baik, tapi perhatiannya jelas lebih banyak pada Luo Feng yang terus menunjukkan kemajuan luar biasa dalam kultivasi.
Dan Luo Feng sendiri... dia berubah.
Dari sepupu yang datar tapi tidak jahat—menjadi seseorang yang suka mempermalukan Luo Chen di depan umum.
"Oh, Luo Chen, kau datang juga ke pesta ini?" kata Luo Feng suatu hari saat gathering klan. "Kupikir kau malu datang karena... yah, kau tahu."
Tertawa terdengar dari beberapa orang.
Luo Chen menggigit bibir tapi tidak menjawab.
"Aku dengar ayahmu mencoba mencari cara untuk menyembuhkanmu," lanjut Luo Feng dengan nada yang seolah peduli tapi sebenarnya mengejek. "Tapi sudah 5 tahun tidak ada hasil. Mungkin kau harus terima kenyataan bahwa kau akan selamanya menjadi... yah, seperti sekarang."
"Feng-ge, kumohon jangan—" Luo Chen mencoba berbicara.
"Jangan panggil aku Feng-ge," potong Luo Feng dengan dingin. "Aku tidak punya sepupu yang sampah."
Kata-kata itu menusuk.
Tapi yang lebih menyakitkan—tidak ada yang membela Luo Chen saat itu.
Semua diam.
Bahkan beberapa mengangguk setuju.
[6 Tahun Lalu - Usia Luo Chen 12 Tahun]
Titik terendah dalam hidup Luo Chen terjadi saat festival tahunan klan.
Saat itu, ada kompetisi untuk anak-anak muda klan—adu kultivasi untuk menentukan siapa yang terkuat.
Luo Feng, usia 13 tahun dengan kultivasi sudah Qi Refinement tingkat 9—hampir mencapai Foundation Establishment—memenangkan kompetisi dengan mudah.
Semua orang memujinya.
Kakek memberikan hadiah special.
Ayah dan ibu dari cabang lain memuji-muji.
Dan di tengah perayaan itu—
Luo Feng tiba-tiba menunjuk ke arah Luo Chen yang duduk sendiri di pojok.
"Kakek," katanya dengan suara yang terdengar ke semua orang, "aku punya permintaan."
"Apa itu, Feng-er?" Kepala Klan tersenyum.
"Aku ingin Luo Chen dikeluarkan dari klan."
HENING.
Semua orang terdiam dengan shock.
"Apa?!" Ayah Luo Chen berdiri dengan marah. "Feng! Bagaimana kau bisa—"
"Dengarkan aku dulu, Paman," Luo Feng mengangkat tangan. "Aku tidak bermaksud jahat. Tapi faktanya—Luo Chen tidak bisa kultivasi. Dia tidak bisa berkontribusi apa-apa untuk klan. Bahkan, dia menjadi beban."
"Sumber daya yang dihabiskan untuk mencari cara menyembuhkannya bisa digunakan untuk melatih anggota klan lain yang punya potensi."
"Dan yang paling penting," Luo Feng menatap langsung ke Luo Chen, "keberadaannya memalukan bloodline kita. Orang luar sudah mulai berbisik bahwa Klan Luo melemah karena punya 'sampah' di cabang utama."
Beberapa orang mulai berbisik setuju.
"Dia benar..."
"Sumber daya kita memang terbatas..."
"Untuk kebaikan klan yang lebih besar..."
Ayah Luo Chen wajahnya merah marah. "CUKUP! Dia adalah anakku! Tidak peduli dia bisa kultivasi atau tidak!"
Tapi Kepala Klan—kakek Luo Chen—terdiam dengan ekspresi sangat kompleks.
Dia menatap Luo Chen dengan tatapan yang membuat Luo Chen merasa dingin sampai ke tulang.
"Feng-er," kata Kepala Klan akhirnya, "permintaanmu terlalu ekstrim. Tapi... kau punya poin yang valid."
"Ayah!" Ayah Luo Chen tidak percaya.
"Luo Chen," Kepala Klan menatap cucunya, "aku tidak akan mengeluarkanmu dari klan. Tapi mulai sekarang, kau akan dipindahkan ke paviliun terluar. Kau tidak akan lagi dapat sumber daya klan kecuali yang paling dasar untuk hidup. Dan kau harus mencari cara sendiri untuk bertahan."
"Kalau dalam 5 tahun kau bisa membuktikan bahwa kau berguna untuk klan dengan cara lain—kau bisa kembali ke cabang utama."
"Kalau tidak..." dia tidak melanjutkan, tapi maksudnya jelas.
Luo Chen menatap kakeknya dengan mata berkaca-kaca. "Kakek... kenapa?"
Tapi Kepala Klan tidak menjawab. Dia berbalik dan meninggalkan aula.
Ayah dan Ibu Luo Chen mencoba protes—tapi keputusan Kepala Klan absolut.
Dan Luo Feng?
Dia tersenyum dengan puas.
[6 Tahun Kemudian - Tepat Sebelum Luo Chen Mendapat Sistem]
6 tahun di paviliun terluar sangat sulit.
Luo Chen hidup hampir seperti pelayan—melakukan pekerjaan kasar untuk klan hanya untuk mendapat makanan dan tempat tinggal.
Ayah dan ibunya diam-diam memberikan bantuan, tapi terbatas karena mereka juga dikekang oleh aturan klan.
Tapi Luo Chen tidak menyerah.
Dia belajar tentang formasi, alchemi, crafting—semua hal yang tidak butuh kultivasi untuk dipelajari.
Dia mencoba membuktikan bahwa dia bisa berguna.
Tapi...
"Formasi mu jelek," kata Tetua Formasi dengan dingin. "Tanpa Qi untuk mengaktifkannya, ini tidak berguna."
"Pil mu kualitasnya buruk," kata Tetua Alchemist. "Tanpa Qi untuk mengendalikan api, kau tidak bisa membuat pil berkualitas tinggi."
Setiap pintu tertutup.
Setiap harapan hancur.
Dan Luo Feng—yang sekarang sudah Golden Core tingkat 3 di usia 19 tahun—terus naik.
Dia menjadi kebanggaan klan.
Dia mendapat semua yang Luo Chen dulu punya.
Dan yang lebih buruk—beberapa hari sebelum Luo Chen mendapat sistem, ada kabar bahwa Luo Feng melamar seorang gadis yang Luo Chen dulu dekat dengannya di masa kecil.
Dan gadis itu menerima—karena siapa yang mau dengan "sampah" seperti Luo Chen?
Malam itu, Luo Chen duduk sendirian di paviliun terluarnya, menatap bulan dengan hati yang hancur.
"Apa gunanya aku hidup?" bisiknya dengan lemah. "Tidak ada yang peduli... tidak ada yang butuh..."
Dan di titik terendah itu—
DING!
[Sistem Cek-in Harian Terdeteksi!]
[Apakah Host ingin mengaktifkan sistem?]
Suara itu terdengar di kepalanya—dan hidup Luo Chen berubah selamanya.
[KEMBALI KE MASA KINI]
[Paviliun Penyembuhan]
Luo Chen selesai bercerita dengan suara yang sedikit serak—mengenang masa lalu selalu menyakitkan.
"Jadi begitu..." Void akhirnya berbicara setelah terdiam lama. "Luo Feng membencimu karena iri. Dia selalu hidup di bayang-bayangmu saat kau masih 'normal'. Dan saat kau jatuh, dia merasa akhirnya dia bisa bersinar."
"Tapi sekarang kau kembali," lanjut Void, "dan bahkan lebih kuat dari dia. Itu pasti membuatnya frustasi."
"Aku tidak pernah bersaing dengannya," Luo Chen menggeleng. "Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku tidak sampah. Tapi dia... dia melihatnya sebagai ancaman."
"Dan sekarang?" tanya Void. "Apa yang akan Master lakukan saat bertemu dia di turnamen?"
Luo Chen menatap tangannya sendiri—tangan yang dulu tidak bisa kultivasi, tapi sekarang bisa mengalahkan Nascent Soul tingkat 9.
"Aku akan menunjukkan padanya—dan pada semua orang yang meremehkanku—bahwa aku tidak didefinisikan oleh masa lalu ku."
"Aku akan menang."
"Bukan untuk balas dendam."
"Tapi untuk membuktikan bahwa setiap orang, tidak peduli dari mana mereka mulai, bisa mencapai ketinggian yang luar biasa kalau mereka tidak menyerah."
Void terdengar bangga. "Itulah yang membuat Master berbeda dari Luo Feng. Dia termakan iri dan kebencian. Tapi Master... Master memilih kebebasan dari masa lalu."
"Dao Kebebasan bukan hanya tentang bebas dari aturan eksternal," Luo Chen tersenyum kecil, "tapi juga bebas dari belenggu internal seperti dendam dan kepahitan."
Xiao Yao tiba-tiba bergerak dalam tidurnya, menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.
Luo Chen mengelus rambutnya lagi dengan lembut.
"Tapi," bisiknya pelan, "itu tidak berarti aku akan membiarkan dia lolos begitu saja setelah mencoba membunuhku."
"Di turnamen nanti... aku akan mengalahkannya dengan total. Tidak untuk dendam—tapi untuk menutup chapter masa lalu ku selamanya."
[Keesokan Pagi - Paviliun Luo Chen]
Luo Chen akhirnya diizinkan keluar dari Paviliun Penyembuhan setelah dokter memastikan semua lukanya sudah sembuh.
Saat kembali ke paviliunnya, dia disambut oleh Pohon Dunia yang cabang-cabangnya bergoyang dengan gembira.
MASTER KEMBALI! MASTER SUDAH SEHAT!
"Ya, aku sudah sehat," Luo Chen tersenyum sambil menyentuh batang pohon. "Terima kasih sudah terus mengirimkan energi penyembuhan."
Pohon senang bisa membantu! Pohon akan selalu melindungi Master!
Di dalam paviliun, dia menemukan paket besar dari Lima Sekte Besar yang sudah dikirimkan—Paket Persiapan Turnamen Spesial.
Luo Chen membuka paket dengan hati-hati:
10 Pil Penyembuhan Ultimate - bisa menyembuhkan luka parah dalam hitungan menit
5 Pil Peningkat Kultivasi Tingkat Dewa - setiap pil bisa meningkatkan kultivasi setara dengan kultivasi 1 bulan normal
3 Talisman Pelindung Tingkat Soul Formation - bisa memblokir satu serangan Soul Formation sekali pakai
1 Armor Spiritual Heaven Grade - armor tipis transparan yang bisa dipakai di bawah pakaian, otomatis melindungi dari serangan fatal
5 Tiket VIP Turnamen - akses ke area VIP dengan fasilitas terbaik
"Ini... terlalu banyak," gumam Luo Chen dengan kagum. "Lima Sekte Besar benar-benar serius mendukungku."
Dia memutuskan untuk tidak langsung menggunakan Pil Peningkat Kultivasi—dia ingin stabilkan dulu kondisi kultivasi nya yang sempat goyah karena pertarungan dengan Hei Ying.
Sebaliknya, dia memakai Armor Spiritual Heaven Grade—armor itu langsung menyatu dengan kulitnya, menjadi transparan dan tidak terlihat.
[Armor Spiritual Heaven Grade terequip!]
[Pertahanan otomatis aktif]
[Satu serangan fatal akan diblokir otomatis per hari]
"Bagus," Luo Chen mengangguk puas. "Dengan ini, aku punya safety net kalau ada situasi darurat."
KNOCK KNOCK!
Wang Xiaoxiao masuk dengan wajah excited. "Luo Chen! Aku dapat informasi penting tentang Turnamen Bintang Muda!"
"Apa itu?"
Dia mengeluarkan sebuah buku tebal. "Ini adalah profil singkat dari 100 peserta terkuat yang diperkirakan akan ikut turnamen—dari network informasi yang kubeli dengan mahal!"
Luo Chen mengambil buku itu dan membuka halaman pertama:
TURNAMEN BINTANG MUDA BENUA - TOP 100 PESERTA POTENSIAL
Ranking 1: Jian Chen
Sekte: Pedang Surgawi (Lima Besar)
Usia: 24 tahun
Kultivasi: Golden Core Tingkat 9 (Sempurna)
Kekuatan Setara: Nascent Soul Tingkat Puncak
Specialty: Teknik Pedang level Dewa
Record: Tidak pernah kalah dalam 200 pertarungan
Ancaman: SANGAT TINGGI
Ranking 2: Su Ling
Sekte: Pohon Kehidupan Abadi (Lima Besar)
Usia: 23 tahun
Kultivasi: Nascent Soul Tingkat 1 (baru breakthrough)
Specialty: Healing + Attack hybrid style
Record: Menang 195 dari 200 pertarungan (5 draw dengan Jian Chen)
Ancaman: SANGAT TINGGI
Ranking 3: Long Tian
Sekte: Api Naga Surgawi (Lima Besar)
Usia: 25 tahun (maksimal usia untuk ikut)
Kultivasi: Nascent Soul Tingkat 2
Specialty: Body cultivation + Teknik Api Naga
Record: Brutal fighter, 180 win, 20 loss (semua loss ke Jian Chen atau Su Ling)
Ancaman: SANGAT TINGGI
...
Ranking 47: Luo Feng
Sekte: Iblis Darah
Usia: 19 tahun
Kultivasi: Nascent Soul Tingkat 6
Specialty: Teknik Darah + Iblis, fighting style sangat kejam
Record: 150 win, 30 loss, 20 win by killing opponent (controversial)
Ancaman: TINGGI
Catatan Khusus: Ada rumor dia punya teknik terlarang yang sangat berbahaya
...
Ranking ???: Luo Chen
Sekte: Langit Biru (Afiliasi Lima Besar)
Usia: 18 tahun
Kultivasi: Golden Core Tingkat 9 (Sempurna)
Kekuatan Setara: Nascent Soul Tingkat 9+
Specialty: Multi-style fighter, punya Pohon Dunia (rumor)
Record: Mengalahkan Nascent Soul Tingkat 5 (Mo Tianxie) dan Nascent Soul Tingkat 9 (Hei Ying)
Ancaman: TIDAK DIKETAHUI (Dark Horse kandidat)
Catatan: Peserta paling misterius tahun ini
Luo Chen membaca profilnya sendiri dengan senyum pahit. "Aku masuk ke buku ini ternyata. Tapi rankingku tidak jelas."
"Karena kau baru muncul belakangan ini," jelas Wang Xiaoxiao. "Network informasi belum punya cukup data untuk rank kau dengan pasti. Tapi estimasi mereka—kau ada di antara ranking 10-30."
"Dan Luo Feng ada di ranking 47..." Luo Chen menatap profil sepupunya.
"Ya, tapi jangan remehkan dia," Wang Xiaoxiao memperingatkan. "Nascent Soul tingkat 6 di usia 19 tahun itu sangat mengesankan—bahkan untuk standar Lima Sekte Besar. Dan catatan tentang teknik terlarang itu... bisa jadi sangat berbahaya."
Luo Chen menutup buku dengan ekspresi serius. "3 bulan lagi. Aku harus menggunakan waktu ini sebaik mungkin."
"Apa rencanamu?" tanya Wang Xiaoxiao.
"Pertama," Luo Chen mengangkat jari, "stabilkan kultivasi ku yang sempat goyah. Kedua, kuasai Armor Heaven Grade ini sampai bisa aktif refleks tanpa sadar. Ketiga, tingkatkan pemahaman Dao ku—mungkin dari 40% ke 50% kalau mungkin."
"Dan keempat," dia menatap ke arah Pohon Dunia di luar, "habiskan lebih banyak waktu dengan Pohon, Void, dan orang-orang yang kusayangi. Karena entah kenapa... aku punya firasat bahwa turnamen ini akan mengubah segalanya."
Wang Xiaoxiao menatapnya dengan khawatir. "Firasat buruk?"
"Tidak buruk," Luo Chen menggeleng. "Hanya... besar. Seperti akan ada sesuatu yang sangat penting terjadi."
Dia tidak tahu bahwa firasat itu benar—dan apa yang akan terjadi di turnamen akan mengubah tidak hanya hidupnya, tapi takdir seluruh benua.
[Akhir Bab 33]