NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Ibu susu / Pengkhianatan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Hidup Aulia Maheswari berubah dalam sekejap. Sebuah pengkhianatan merenggut kepercayaan, dan luka yang datang setelahnya memaksanya belajar bertahan.
Saat ia mengira hidupnya hanya akan diisi trauma dan penyesalan, takdir mempertemukannya dengan sebuah ikatan tak terduga. Sebuah kesepakatan, sebuah tanggung jawab, dan perasaan yang tumbuh di luar rencana.
Namun, bisakah hati yang pernah hancur berani percaya pada cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Membiasakan diri.

Sudah lebih dari seminggu Aulia dan Mama Kania tinggal di Jakarta. Di rumah besar itu, mereka diperlakukan sebaik dan senyaman mungkin. Kesehatan Aulia juga sedikit demi sedikit berangsur membaik.

Archio tidak hanya mengandalkan kehadiran Baby Leonel dan usahanya sendiri untuk membuat wanita itu pulih. Dokter Sera pun ia minta secara khusus untuk memantau perkembangan mental dan trauma Aulia. Dan sekarang, wanita itu mulai bisa lebih membuka diri, walau belum sepenuhnya.

Pagi ini, Mama Kania pamit pulang ke Surabaya, meninggalkan Aulia yang masih bertahan di Jakarta demi Leonel. Setelah dipertimbangkan, Aulia ternyata masih terlalu berat jika harus jauh dari bayi itu. Leonel sudah mengisi hari-harinya, membuatnya tertawa tanpa sadar.

“Titip Aulia di sini, ya, Nak Archio,” ujar wanita paruh baya itu. Nada suaranya berat, jelas tak mudah meninggalkan putrinya sendirian di kota orang.

“Siap, Tante. Tenang saja, kami akan menjaganya dengan baik. Tante tidak perlu mengkhawatirkan apa pun,” jawab Archio tanpa ragu. Ada ketegasan dalam suaranya. Bukan sekadar janji. Mama Kania percaya, karena selama mereka tinggal di rumah ini, Archio memang selalu ada untuk mengurus Aulia, di tengah kesibukan pria itu sendiri.

“Sayang, kamu di sini baik-baik ya. Mama janji, setelah kamu benar-benar sudah sembuh, Mama akan membawa kamu pulang ke Surabaya,” ujar Mama Kania sambil memeluk Aulia erat. Aulia menangis di pelukan hangat itu.

“Sudah, tidak perlu menangis. Kita masih dekat, kamu ada di sini!" ujarnya lembut, membawa tangan Aulia ke dadanya. “Kalau ada apa-apa di sini, jangan lupa beritahu Mama, oke?”

Aulia mengangguk cepat. Ia kemudian membiarkan ibunya masuk ke dalam mobil yang dikemudikan asisten Archio, mengantarnya ke bandara.

.

.

Aulia dan Archio kembali masuk ke dalam rumah. Kini rumah besar itu terasa benar-benar sepi. Selain Mama Kania yang pulang, kedua orang tua Archio juga sudah kembali ke rumah mereka sendiri, rumah masa kecil Archio. Rumah yang mereka tempati sekarang adalah rumah pria itu.

Hanya ada Aulia, Archio, Leonel, pengasuh, dan beberapa asisten rumah tangga. Dan jujur saja, Aulia mulai merasa kesepian, terutama saat Archio bersiap berangkat ke kantornya.

“Kamu mau ke mana?” tanya Archio saat melihat Aulia berjalan ke arah lain.

“Ke dapur, Pak,” jawab Aulia formal.

“Ck.” Pria itu berdecak malas. “Aulia, bisa tidak jangan panggil saya Pak? Sudah beberapa kali saya bilang, kan? Panggil Archio saja.”

Atau biar lebih akrab lagi, panggil sayang juga boleh banget, Lanjutnya dalam hati, tapi dia segera menggelengkan kepalanya cepat dan tersenyum sendiri. “Astaga, apa yang saya pikirkan,” gumamnya lirih, lalu mengikuti langkah Aulia ke arah dapur.

“Bapak ngapain?” tanya Aulia saat melihat Archio berdiri tepat di belakangnya.

“Kamu mau buat susu, kan? Sekarang biar saya yang buat. Kamu duduk saja di meja makan,” ujarnya lembut.

Beginilah keseharian mereka sejak Aulia berada di sana. Archio tidak risih berada di dapur, sekadar membantu membuat sesuatu yang diinginkan Aulia. Padahal wanita itu sudah benar-benar membaik, namun Archio masih saja memperlakukannya seperti orang yang sakit berat.

“Astaga, Bapak tidak bersiap ke kantor?” tanya Aulia, sedikit frustrasi. Ia pun akhirnya melangkah untuk duduk. Bagaimanapun, sekeras apa pun ia menolak, aura dominan Archio tetap tidak bisa ia lawan.

Tidak ada jawaban. Archio bahkan tidak menoleh.

“Pak, aku ngobrol. Dengar tidak sih?” protes Aulia.

“Ya Allah, sayang banget. Seorang CEO ternyata budek,” gumamnya sangat pelan. Ucapannya itu akhirnya membuat Archio menatap tajam ke arahnya.

“Ya lagian, kalau orang ngomong itu disahutin, Pak. Berasa bicara sama hantu saja aku ini,” lanjut Aulia kesal.

“Dan kamu itu, panggil-panggil Pak begitu. Sejak kapan saya jadi bapak kamu, saya tanya?" ketus Archio sambil membawa segelas susu dan meletakkannya di depan Aulia.

“Loh, emang bukan ya? Tapi Bapak memperlakukan saya seperti layaknya seorang anak,” jawab Aulia sambil tersenyum tipis, menikmati raut tidak suka Archio.

“Sudahlah.” Archio memijat pelipisnya. Ia mendekatkan wajahnya, berdiri sangat dekat dengan Aulia yang duduk, lalu menatapnya lama.

Aulia menahan napas. Wangi tubuh Archio tercium jelas, dan hembusan napas pria itu terasa dekat. “Bapak ngapain?” tanya Aulia gugup.

Archio tersentak, lalu cepat berdiri tegak. “Tidak apa-apa. Saya cuma berpikir, kamu beberapa hari terakhir kenapa jadi jauh lebih cerewet, ya?” ujarnya sambil tersenyum tipis. Tapi baguslah. Setidaknya saya lebih menyukai dia yang bisa membuka diri dan berbicara daripada melihatnya terus murung seperti dulu, lanjutnya dalam hati, menyembunyikan senyum di bibirnya.

“Saya naik dulu, mau bersiap ke kantor. Kamu kalau lapar, bisa makan lebih dulu,” ujarnya, lalu meninggalkan Aulia.

Aulia masih duduk membeku di meja makan, menatap segelas susu yang masih hangat di depannya.

...****************...

Tiga puluh menit kemudian, pria itu turun kembali. Kali ini penampilannya sudah sangat rapi dengan pakaian kantor. Kemeja putih membalut tubuhnya, disempurnakan jas hitam yang terpasang rapi di luar.

Di belakangnya, sang pengasuh ikut turun sambil menggendong Leonel. Bayi itu sedang menangis karena lapar, suaranya menggema pelan di ruang makan.

“Mami, pakaiin Papi dasi dong.”

Archio berjalan mendekat ke arah meja makan, membawa tas kantor dan dasi di tangannya. Kalimat barusannya membuat Aulia langsung melotot, refleks menoleh ke sekitar. Sang pengasuh pun tampak tak kalah kaget, jelas kalimat itu terdengar terlampau aneh bagi mereka.

“Mami? Eh, kok dikasih ke aku?” tanya Aulia bingung saat Archio menyerahkan dasinya.

“Bapak ngapain?” Aulia cepat berdiri, refleks menjauh. Tatapannya waspada saat Archio justru melangkah makin dekat. Raut takut Aulia terlihat lucu, membuat sang pengasuh menahan senyum, sementara Leonel yang tadi menangis malah tertawa renyah.

“Aulia, kita harus membiasakan diri di depan Leonel. Pakai panggilan Mami dan Papi, biar nanti dia tidak bingung kenapa kamu dipanggil ibu, sementara aku Papi,” ujar Archio sambil mengedipkan mata kirinya.

Aulia terdiam. Wajahnya berubah seketika.

"Mas, kamu maunya nanti dipanggil apa oleh anak kita? Baiknya panggil Bunda sama Ayah ya. Iya, kedengarannya bagus, panggilan Ayah Bunda," ujar Aulia dengan semangat saat itu. Pagi yang cerah, saat akhir pekan, mereka duduk berdua di depan halaman rumah.

Adrian tidak menoleh, tapi menjawab pelan, “Papi.”

“Ya sudah, kalau begitu aku dipanggil Mami,” sahut Aulia dengan senyum sumringah.

“Kamu tetap Bunda. Atau kalau kamu mau Mami, maka aku mau dipanggil Bapak saja,” suara Adrian terdengar datar.

“Ih, kok gitu sih, Mas. Konsepnya bukan begitu. Kalau Mas dipanggil Papi, berarti aku Mami. Kalau Mas Ayah, aku Bunda. Kalau Mas Baba, aku Umma. Kalau Mas Papa, aku Mama. Gitu, Mas,” ujarnya protes.

“Terserah,” jawab Adrian akhirnya.

“Lagian, kalau kamu Papi dan aku Bunda, nanti anak kita bingung. Dia tanya-tanya siapa Maminya kalau begitu,” lanjut Aulia.

“Iya, iya, terserah kamu. Panggilnya suka kamu saja, hmm.” Pria itu mengusap lembut rambutnya, lalu tangannya turun, mengusap perut buncit istrinya.

“Aulia… kamu kenapa? Tidak suka ya? Maaf… maafkan saya,” ujar Archio panik saat mendapati air mata tiba-tiba membasahi wajah Aulia.

Tangan yang masih memegang dasi yang hendak dia berikan pada Aulia kini di tarik kembali. cepat-cepat pria itu memakaikan dasinya asal, melirik Aulia yang duduk di meja dengan ekor matanya.

"Saya... saya berangkat ke kantor dulu." lanjutnya kemudian berlalu dari sana sembari menenteng tas kantornya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
ayo double up thor/Scream//Scream/...rumahnya semoga cepet laku/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Di pasang harga murah rumahnya
total 1 replies
Mundri Astuti
baru ngisi rmhnya yg baru...tettottt ternyata hasil dari penggelapan yg Ardian lakuin...tarik lagi dehhh...

buruan jual Aulia, biar mereka ga bisa balik ...jadi gelandangan sekalian
cinta semu
mereka pergi bukan Krn merasa tak pantas tinggal di rmh u tapi Krn Adrian dah punya rmh baru .. Aulia gercep cari info akurat ...biar Adrian sm Arumi tdk semakin jumawa
Sunaryati
Sebelum Adrian dan Arumi mendapatkan hukuman di dunia ini emak belum ngasih 5 ⭐Ternyata Aulia punya usaha yang maju 👍👍
Lisa
Bersyukur Mama Kania selalu me dampingi Aulia..semangat y Aulia..
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mbuhhh sebelum 2 keong racun mendapatkan karma aku masih ngambek ke author nya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: ngambek kenapa lagi iniii😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
doubel tpi penuh bawang😐😐😐
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dihhh/Hammer//Hammer//Hammer//Facepalm/
total 2 replies
Mundri Astuti
terimakasih thor ❤️
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
bagus Lia, ayo keluar dari lingkaran sedih dan terpukulnya. kini waktunya kamu berkembang lagi/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wih keren auli mulai bangkitttt
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: biar kagak nangis mulu ah, kemarin-kemarin ampe migran di buat ama Aulia😭🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Lanjutkan Up nya Thor jangan lama" nnt aku lupa alurnya dri depan ♥️♥️♥️♥️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Siyap kak👌
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Krn Kamu Egois Arumi..hrsnya dari awal kalian jujur dgn papa tentang hubunganmu dgn Andrian... jangan salahin Ibumu..Porsi beliau sdh tepat sbg seorang ibu dn yg jdi korban itu Aulia....Arumi bodoh egois 😡😡😡
cinta semu
lanjut Thor ... ugal2an q bacany g terasa hampir jam :03 .00 ...😁hampir subuh .
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: tidur kak😭
total 1 replies
cinta semu
biarkan trauma Aulia pindah ke Arumi,, sekalian trauma ny Arumi bikin tambah gila ..biar sempurna derita ny Arumi
cinta semu
ternyata rentetan kejadian dlm hidup Aulia saling terhubung ,,suami di bil adik ny terus mantan suami karyawan ny pak Archio ,,,
cinta semu
kelakuan mahasiswi bergelar pelakor g pantas dpt ijazah ...mending ajari cuci piring ,ngepel sm masak biar jadi istri rumahan ..kampus g pernah kasih pelajaran jadi pelakor ,,entah Arumi kuliah di mana ,,belum lulus kuliah dah dpt gelar pelakor ..🤔
cinta semu
ayo Papi Archio, pecat saja mantan suami mami Aulia ..Krn dah bikin mi Aulia trauma ...
cinta semu
g ada karma instan buat Adrian & Arumi ...nunggu undangan dulu kali ya😁😁 tapi smg aja Aulia mudah move on..bisa hidup bebas dari duo belatung nangka
cinta semu
asli gedek liat suami macam Adrian,,,buat Adrian menderita seumur hidup ,,jgn pelit2 kasih hukuman buat Adrian Thor...
cinta semu
awal baca aja biasa aja tapi pas bab 2 ..bikin emosi meledak .. lanjutkan sampai tamat thor
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih kak🥺🙏

Asiyapppp👌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!